
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹
" Mas aku tidak manja," komplain Syakilla.
"Ia, istri Mas ini adalah wanita yang mandiri dan juga pintar" ucap Fahri mencubit pipinya Syakilla.
"Sakit, Mas" ucap Syakilla memegang pipinya.
" Mas, gemas lihat kamu sayang," ucap Fahri
" Kamu mandi dulu ya! Kita ke pondok bantuin yang yang lain. Abi sama yang lain pasti di sana" sambung Fahri.
" Ia, aku mandi duluan kalau begitu," balas Syakilla.
Syakilla mengambil keperluannya di dalam koper yang belum dia kemasi ke dalam lemari. Dia membawa baju ganti ke dalam kamar mandi dan lainnya juga, setelah itu baru dia masuk ke dalam kamar mandi.
Tiga puluh menit kemudian Syakilla keluar dan mendapati suaminya tertidur di atas kasur.
" Kasian Mas Fahri pasti kecapean banget, dia juga belum tidur dari semalam. Makasih ya Mas, maaf aku telah membuat kamu seperti ini. Aku berjanji tidak akan menyusahkan kamu lagi setelah ini Mas," ucap Syakilla berdiri dipinggir tempat tidur mengelus pelan rambut Fahri.
Syakilla ingin membangunkan Fahri tapi dia tidak tega melakukannya jadi dia siap-siap terlebih dahulu. Syakilla menunggu beberapa saat tapi Fahri tidak kunjung bangun.
" Mas," panggil Syakilla menggoyangkan sedikit bahunya Fahri.
" Mas Fahri, bangun" ucap Syakilla.
" Sayang udah selesai?" Tanya Fahri baru bangun.
" Udah, Mas gak mandi?" Tanya Syakilla.
" Ia, Mas mandi sekarang," ucap Fahri bangun dari tempat tidur.
Selama Fahri di dalam kamar mandi Syakilla menyiapkan baju ganti untuk suaminya, setelah itu dia keluar dari kamar. Syakilla menunggu Fahri di sofa ruang tamu.
"Assalamualaikum," terdengar ucapan salam dari luar.
" Waalaikumsalam," jawab Syakilla menuju pintu dan membukakannya.
" Apa ustadz Fahri ada?," Tanya seorang perempuan.
" Ada, beliau lagi mandi, ada keperluan apa? Kalau penting saya akan panggilkan" jawab Syakilla.
" Silahkan masuk dulu" ucap Syakilla.
" Tidak perlu, nanti saja kalau begitu. Saya permisi dulu,Assalamualaikum," ucap Perempuan itu.
" Waalaikumsalam," jawab Syakilla.
Kemudian Syakilla menutup pintunya kembali.
" Siapa sayang?" Tanya Fahri baru keluar dari kamar.
__ADS_1
" Aku nggak tau, Mas. Dia cari kamu?" Jawab Syakilla.
" Laki-laki atau perempuan?" Tanya Fahri.
" Perempuan, sepertinya ustazah dari pondok Abi," jawab Syakilla.
" Mungkin ustazah Nabila," ujar Fahri.
" Ada keperluan apa kalian berdua? Sampai dia nyariin kamu ke rumah?" Tanya Syakilla.
" Sebentar lagi akan ada acara tour di pondok, mungkin mau menanyakan masalah itu," jawab Fahri.
" Apa tidak ada ustaz laki-laki sampai harus ustazah yang harus mengurusnya sama Mas," Tanya Syakilla.
" Ada sayang banyak ustadz yang lain, kita ke pondok nanti Mas tanya sendiri," ujar Fahri.
" Awas kalau Mas macam-macam" ucap Syakilla.
" Ternyata istri Mas ini juga bisa cemburu" ucap Fahri mengacak jilbab Syakilla.
" Mas, kenapa di berantakin." ucap Syakilla kesal.
" Udah nggak usah cantik-cantik, nanti di lihatin sam ustadz di sana, nanti suka lagi sama kamu" ucap Fahri.
" Biarin aja, kamu juga genit sama ustazah Nabila," ucap Syakilla.
" Aku nggak genit sayang," balas Fahri menggandeng tangannya Syakilla tapi di tarik lagi sama yang punya tangan.
" Dasar wanita," batin Fahri.
"Sayang gitu aja ngambek," ucap Fahri mengejar Syakilla.
Saat memasuki kawasan pondok semua mata tertuju pada Syakilla dan Fahri.
" Mas kenapa semua orang melihat ke arah kita?" Tanya Syakilla risih karena semua tatapan menuju kepada mereka.
" Mungkin mereka heran siapa perempuan cantik di samping ustadz idolanya" jawab Fahri.
" Dasar ustadz narsis," ucap Syakilla.
" Karena mereka tidak mengenali kamu sayang, mereka juga tidak ada yang tau kalau Mas sudah menikah," jawab Fahri serius.
Syakilla sekarang paham kenapa mereka semua melihat ke arahnya dan juga Fahri. Syakilla berjalan menunduk karena risih dengan tatapan mereka.
" Sudah tidak apa-apa," ucap Fahri paham kenapa Syakilla berjalan menunduk.
" Tapi aku malu, Mas" ucap Syakilla.
Syakilla dan Fahri berjalan menuju Abi dan Ummi. Syakilla yang masih baru di tempat itu merasa tidak nyaman.
" Assalamualaikum, Abi, Ummi," ucap Fahri
__ADS_1
" Waalaikumsalam, kapan kamu pulang?" Tanya Ilham.
" Sudah lama Bi, cuma Fahri mandi dulu tadi," jawab Fahri
" Semua sudah siap Abi?" Tanya Fahri.
" Sudah, tinggal menunggu makanannya saja yang belum datang. Semua berkat santri mereka ikut membantu" jawab Ilham.
" Syakilla minta maaf karena Syakilla Abi dan keluarga harus repot seperti ini," ucap Syakilla.
" Syakilla jangan berbicara seperti itu, sekarang Syakilla adalah istri dari anak Abi, jadi kita adalah keluarga," ucap Ilham.
" Terima kasih Abi dan keluarga mau menerima Syakilla di tengah-tengah keluarga Abi" ucap Syakilla.
" Abi harap ini terakhir kalinya kamu berbicara seperti itu, di sini kita adalah keluarga," ucap Ilham.
Tiba saatnya acara tahlilan di mulai Syakilla dan keluarga Fahri sudah duduk bersama santri yang lain yang dipimpin oleh Abi Ilham sendiri, semua hadir termasuk calon suami Zahra dan keluarganya.
" Mereka yang orang luar saja menyayangiku dengan tulus tapi kenapa Papaku sendiri tidak peduli padaku dan juga Mama," batin Syakilla menatap semua keluarga Fahri.
" Ma, sekarang Qilla sudah berada di antara orang-orang baik ini, terima kasih, ini semua juga berkat Mama kalau bukan karena Mama mungkin Syakilla masih sendiri sampai sekarang," batin Syakilla.
Tanpa di sadari oleh Syakilla Fahri menatap Syakilla yang sedang melamun di tengah tahlilannya. Fahri melihat Syakilla meneteskan air matanya.
Fahri bergeser agar lebih dekat dengan Syakilla dan menguatkan Syakilla dengan menggenggam tangannya. Kalau bukan di tengah keramaian Fahri sudah memeluk istrinya. Meskipun Syakilla bilang kalau dia adalah wanita yang tangguh tapi Syakilla tetaplah perempuan yang perlu kasih sayang dan ingin di manja.
" Terima kasih," lirih Syakilla.
Fahri hanya membalas dengan senyuman ketulusan, Syakilla bisa merasakan itu. Setelah selesai acara tahlilan Fahri bangun dan berdiri di hadapan semua santri dan juga para ustadz.
" Assalamualaikum wr. wb..." ucap Fahri saat berdiri di hadapan para semua tamu.
" Waalaikumsalam..." sahut mereka semua.
Sebelum mengutarakan isi hatinya, Fahri melakukan pembukaan sambutan terlebih dahulu, baru setelah itu ke tahap inti.
"Alhamdulillah... mungkin sebagian dari para tamu sudah tau untuk siapa tahlilan ini di laksanakan tapi kebanyakan belum tahu. Sebenarnya tahlilan ini di laksanakan untuk mertua saya..." ucap Fahri melihat ke arah Syakilla.
Para santri dan juga sebagian ustadz dan ustazah terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Fahri.
" Saya tau ini mungkin mengejutkan kalian, tapi ini memang kenyataannya, saya sudah menikah belum lama ini..." ucap Fahri.
" Sayang kemarilah,"Fahri memanggil Syakilla untuk berdiri di sampingnya.
Syakilla menuruti permintaan Fahri dan berdiri di dekat suaminya.
" Perkenalkan ini istri saya, Syakilla. " ucap Fahri memperkenalkan Syakilla kepada seluruh santri dan menggenggam tangannya Syakilla.
Semua santri terlihat riuh melihat Fahri menggenggam tangannya Syakilla di depan mereka semua. Abi Ilham hanya melihatnya seraya tersenyum ke arah anak dan menantunya.
" Terima kasih atas perhatiannya, saya hanya ingin menyampaikan ini supaya tidak ada fitnah kedepannya. Assalamualaikum wr, wb." ucap Fahri.
__ADS_1
"Waalaikumsalam..." jawab para tamu.
menarik tangan Syakilla untuk duduk kembali.