Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Hanyut dalam pelukan


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹


"Sayang, Qilla" panggil Fahri lembut untuk membangunkan Syakilla.


"Sayang, bangun dulu ya! Udah azan, kita shalat asar berjamaah " ucap Fahri lagi mengusap kepala Syakilla agar terbangun.


"Ia, Ma," jawab Syakilla tidak sadar membuat Fahri tersenyum gemas.


Begitu membuka mata Syakilla terkejut melihat Fahri yang begitu dekat dengan wajahnya dan menyentuh kepalanya.


" Kenapa kamu berani menyentuh kepala saya, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya!" Ucap Syakilla masih belum sadar.


" Sayang aku ini suami kamu," ucap Fahri


" Suami, saya belum menikah. Kamu jangan mengarang ," ucap Syakilla.


"Sayang!, Aku tidak berbohong, aku suami kamu, baru saja menikah tadi pagi," ucap Fahri. Dia ingin menunjukkan jarinya tapi dia lupa kalau mereka belum sempat memakai cincin pernikahannya karena Mama Rosa yang pingsan.


" Aku lupa memakaikan cincin pernikahan kami lagi," batin Fahri.


"Suami" ucap Syakilla


"Ia, suami kamu," ulang Fahri lagi.


" Astagfirullah," ucap Syakilla mengusap mukanya sendiri.


"Maaf, Mas aku lupa kalau kita udah menikah," ucap Syakilla.


" Enggak pa-pa saya maklum kok, kita juga baru tadi pagi sahnya jadi masih percaya gak percaya," balas Fahri memaklumi dan juga lega.


" Sekarang kamu mau mandi terus kita shalat ya!," ucap Fahri.


" Ia, Mas. Apa Mama udah bangun?," Tanya Syakilla.


"Masih belum," jawab Fahri.


Syakilla bangun dari sofa serta membawa handuk dan juga baju ganti ke dalam kamar mandi yang ada di kamar rumah sakit.


Tidak sampai setengah jam Syakilla sudah keluar dari kamar mandi tapi masih menggunakan jilbabnya.

__ADS_1


"Kenapa masih memakai hijab, kita cuma berdua di sini?" Tanya Fahri.


" Maaf, aku belum terbiasa. Takutnya ada dokter yang masuk juga," jawab Syakilla memberikan alasan.


"Kamu benar," balas Fahri.


"Kamu udah ambil wudhu mas?," Tanya Syakilla mengalihkan pembicaraan.


"Tadinya udah, tapi pas saya bangunin kamu gak sengaja kena tangan kamu, jadi harus wudhu ulang," jawab Fahri. Karena saat Syakilla bangun dia menepis tangannya Fahri yang berada di kepalanya.


" Maaf, Mas aku beneran gak sengaja tadi," ucap Syakilla merasa bersalah karena tidak sengaja menepis tangan suaminya.


"Ia, gak pa-pa, saya ngerti kamu juga baru bangun tidur, jadi tidak sepenuhnya salah kamu" jawab Fahri.


"Saya ambil wudhu dulu, kamu siap-siap," sambung Fahri.


"Ia, Mas" balas Syakilla


Selama Fahri mengambil wudhu Syakilla mempersiapkan sajadah untuk mereka berdua di dalam ruangan tersebut.


"Kita shalatnya di sini aja ya, Mas. Soalnya gak ada yang jagain Mama!" Ucap Syakilla.


Mereka melaksanakan shalat azar berdua di dalam kamar rumah sakit. Selesai shalat mereka memanjatkan doa yang di pimpin oleh Fahri, untuk pernikahan mereka dan juga kesembuhan Mama Rosa.


Selesai shalat Fahri dan Syakilla melanjutkan membaca Al-Quran di samping Mama Rosa. Saat membaca Al-Quran Syakilla meneteskan air matanya. Setelah mengaji untuk kesembuhan Mamanya Syakilla duduk di samping sang Mama dan menggenggam tangannya.


"Ma..Kenapa Mama belum bangun juga, katanya Mama cuma kecapean aja tapi kenapa belum bangun juga" ucap Syakilla.


" Qilla kangen sama Mama, Mama bangun ya! Aku sudah menuruti kemauan Mama" ucap Syakilla.


" Sekarang Mama bangun ya! Mama sih gak dengar apa yang Qilla bilang, jangan terlalu capek, Mama bandel sih!," Ucap Syakilla meneteskan air matanya.


"Mama tau! Tadi aku tidur terus pas aku bangun tangannya Mas Fahri ada di kepala aku, karena aku tidak ingat kalau aku sudah menikah, aku menepis tangannya sedikit kasar. Ini salah Mama sama Mas Fahri sih, kenapa kalian tidak ngasih aku dulu sebelumnya bilangnya mau datang melamar gak taunya nikah," ucap Syakilla.


" Sekarang Mama bangun ya!," Sambung Syakilla meneteskan air matanya.


" Sayang, jangan nangis. Kalau Mama bangun terus lihat kamu menangis seperti ini, Mama pikir aku yang buat kamu nangis," ucap Fahri.


"Biarin aja, biar Mama marahin kamu, Mama bangun" ucap Syakilla tapi sambil menangis.

__ADS_1


"Sayang jangan menangis lagi," ucap Fahri lagi


" Tapi, Mas. Kenapa Mama belum bangun juga?," Tanya Syakilla pada Fahri.


"Sini," ucap Fahri meminta Syakilla masuk ke dalam pelukannya. Namun, Syakilla menggelengkan kepalanya. Tapi, Fahri tetap menarik Syakilla ke dalam pelukannya.


" Gak usah takut, kita ini suami istri. Jadi gak usah malu-malu. Aku tau ini yang kamu butuhkan " ucap Fahri memeluk Syakilla supaya lebih tenang.


Syakilla menangis dalam pelukan Fahri. Memang benar ini yang Syakilla butuhkan sekarang ini, pelukan seseorang.


Untuk pertama kalinya Syakilla memeluk seorang laki-laki dalam hidupnya bahkan dengan Papanya saja dia tidak pernah berpelukan selama ini. Dia belum pernah merasakan pelukan seorang ayah, mungkin saat kecil pernah atau bisa jadi juga tidak pernah sama sekali.


"Menangislah" ucap Fahri mengelus kepala Syakilla.


" Aku mohon.. jangan pernah tinggalkan aku sendirian... seperti yang di lakukan sama Papa, aku...alu udah percaya sama kamu, tolong jangan hancurkan... kepercayaan aku lagi..." uap Syakilla di sela-sela dia menangis.


" Aku tidak akan menghancurkan kepercayaan kamu," balas Fahri menahan agar air matanya tidak jatuh.


" Kamu janji," ucap Syakilla.


"Aku tidak mau berjanji, karena janji bisa saja diingkari. Tapi aku akan selalu berdoa sama Sang Pemilik hati supaya selalu menjaga rumah tangga kita selamanya, kita sama-sama berdoa ya! Semoga Allah selalu memberikan kebahagian untuk rumah tangga kita " Ucap Fahri.


Syakilla mengangguk dalam pelukan Fahri. Dia merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Fahri yang selalu membuktikan sesuatu dengan tindakannya bukan dengan omongannya.


"Maaf selama ini aku selalu berburuk sangka sama kamu Mas," ucap Syakilla.


" Aku juga minta maaf, mungkin kamu bisa berpikir seperti itu juga karena melihat sikap aku sama kamu selama ini, aku juga tidak mengerti akan diriku saat itu " balas Fahri tersenyum saat mengingat pertemuan pertamanya dengan Syakilla.


" Sekarang jangan menangis lagi ya, kita perbaiki sama-sama, kita mulai dari awal lagi," sambung Fahri.


"Ia, Mas. Tolong bimbing aku selalu ya aku masih jauh dari kata sempurna," ucap Syakilla.


" Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Aku juga dalam tahap belajar. Kita belajar sama-sama agar menjadi lebih baik untuk ke depannya ," ucap Fahri.


Syakilla yang merasa nyaman dalam pelukan Fahri enggan untuk melepas pelukannya. Fahri juga tidak mencoba melepaskan pelukannya dia tetap membiarkan Syakilla berada dalam pelukannya.


Sampai beberapa saat mereka saling berpelukan mereka lupa dengan rasa malu, canggung yang sempat mereka rasakan saat mereka bersentuhan satu sama lain, mereka hanyut dalam pelukan satu sama lain.


"Ehemm" gumam seseorang menyadarkan Syakilla dan langsung melepas pelukannya dari Fahri.

__ADS_1


__ADS_2