
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Suara azan subuh membangunkan kedua insan yang terlelap dalam satu selimut yang sama, Fahri terbangun terlebih dahulu dan melihat Syakilla masih tidur dalam pelukannya.
Fahri tersenyum saat pertama kali membuka matanya dan melihat Syakilla yang masih tertidur pulas. Fahri mengelus rambut Syakilla dan sesekali menciumnya. Dia teringat kejadian tadi malam, Fahri bahkan melakukannya beberapa kali bukan hanya sekali saja.
Syakilla yang merasa terganggu perlahan membuka matanya, kemudian bersembunyi di balik selimut, dia merasa sangat malu setelah pergulatan mereka. Fahri tidak bisa berhenti tersenyum ketika melihat Syakilla yang salah tingkah dan malu.
" Pagi istriku yang cantik," ucap Fahri menarik selimut yang menutupi wajah cantik istrinya.
" Pagi" jawab Syakilla di dalam selimut.
" Bagun, udah subuh atau mau kita ulangi kejadian semalam," goda Fahri.
" Jangan," ucap Syakilla cepat.
" Kenapa? Kamu..." ucap Fahri.
" Maksud aku, jangan sekarang juga, " ucap Syakilla cepat takut Fahri salah paham.
" Ini saja masih sakit" lirih Syakilla.
" Apa sakit sekali?" Tanya Fahri perhatian.
" Sekarang sudah tidak begitu sakit lagi," jawab Syakilla.
" Sekarang kita mandi, udah masuk waktu subuh. Kita mandi bersama biar lebih menghemat waktu," ucap Fahri menyibak selimut.
" Aku bisa mandi sendiri" balas Syakilla kembali menarik selimutnya.
" Yakin?" Tanya Fahri.
" Ia, mas Fahri duluan aja" jawab Syakilla.
Fahri tidak mendengarkan apa yang Syakilla bilang, dia turun dari kasur dan mengelilinginya. Menyibak selimut yang menutupi Syakilla dan mengangkat Syakilla dengan gaya bridal style. Syakilla yang takut terjatuh mengalungkan tangannya di leher Fahri.
" Mas turunkan aku" ucap Syakilla tapi Fahri tidak menurutinya, langsung masuk ke dalam kamar mandi menurunkan Syakilla di dan mengisi air dengan air hangat.
Syakilla dan Fahri benar-benar hanya mandi saja mengingat waktu subuh yang singkat.
Subuh ini Fahri tidak shalat subuh di pondok dia melaksanakan shalat subuh berdua dengan Syakilla berdua di dalam kamar mereka.
Setelah shalat subuh Syakilla turun ke bawah untuk membantu Zahra dan Ummi Aminah membuat sarapan seperti yang biasa dia lakukan.
" Kamu istirahat saja tidak usah membantu Ummi dan kak Zahra. Nanti biar mas kasih tau mereka," ucap Fahri menahan Syakilla untuk turun ke bawah. Fahri merasa kasian dengan istrinya, karena ulahnya semalam membuat Syakilla kesakitan.
" Nggak pa-pa mas, aku baik-baik aja" ucap Syakilla.
" Kamu yakin, tapi mas kasian lihat kamu," ucap Fahri memeluk Syakilla yang lagi menggunakan jilbabnya setelah mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
" Kalau kasian kenapa nggak cukup sekali," sindir Syakilla.
" Maaf" ucap Fahri.
" Aku turun dulu kasian Ummi dan kak Zahra pasti repot," ucap Syakilla melepaskan tangan Fahri dari pinggangnya.
" Semoga di sini cepat ada Fahri junior," ucap Fahri mengelus perut rata Syakilla.
" Aamiin," ucap Syakilla.
" Sayang, nanti kita ke kantor KUA ya, kita belum mengambil buku nikah kita di sana," ucap Fahri.
" Ia, mas bilang aja kapan kita ke sananya. Aku turun dulu, mas Fahri nggak turun? Kenapa masih menggunakan baju ini? Mas Fahri nggak ke pondok" Tanya Syakilla melihat Fahri masih menggunakan baju kaos dan belum siap-siap ke pondok.
" Mas hari ini nggak akan ke pondok sayang, makanya kamu temenin mas di sini saja ya," ucap Fahri manja dan mengecup bibir istrinya.
" Mas Fahri mesum banget sih sekarang!" Ucap Syakilla.
" Mesum sama istri sendiri dapat pahala sayang," balas Fahri mengecup bibir Syakilla sekali lagi.
" Udah, aku turun dulu. Lama-lama aku di sini mas Fahri semakin menjadi" ucap Syakilla meninggalkan Fahri sendirian di kamar.
Fahri tersenyum melihat Syakilla yang keluar dari kamar. Setelah Syakilla menutup pintunya Fahri mengambil laptopnya dan duduk di balkon. Dia membuka beberapa email yang di kirim Alfin padanya. Sudah hampir tiga minggu Fahri tidak datang mengunjungi kantornya karena sibuk dengan pondok dan juga Syakilla. Sehingga dia tidak bisa memantau kantornya.
Syakilla turun dan membantu Zahra dan Ummi yang sedang membuat sarapan. Syakilla turun sedikit terlambat, Zahra dan Ummi Aminah sudah menyelesaikan membuat sarapannya jadi Syakilla hanya kebagian menata sarapannya di atas meja.
" Tidak apa-apa sayang. Di mana Fahri, Ummi tidak melihatnya turun subuh tadi dan kamu juga tidak shalat subuh sama Ummi!" Ucap Aminah.
" Mas Fahri ada di kamar Ummi, katanya hari ini nggak ke pondok, sepertinya mas Fahri lagi ada kerjaan soalnya ponsel mas Fahri terus berbunyi pagi ini," jelas Syakilla.
" Kalau begitu kamu bawa sarapan aja ke kamar, Fahri kalau sudah kerja dia bisa melupakan semuanya," ucap Zahra.
" Memangnya nggak pa-pa kak, Ummi?" Tanya Syakilla.
" Tidak apa-apa, buatkan dia kopi juga," ucap Ummi Aminah.
" Ia, Ummi," jawab Syakilla patuh. Syakilla membuatkan kopi untuk Fahri serta membawa sarapan ke dalam kamar.
" Syakilla ke kamar dulu kak, Ummi," ucap Syakilla.
" Ia, sana," ucap Zahra. Dia senang sekarang adiknya sudah ada yang mengurusnya apalagi sebentar lagi dia juga akan memiliki suami sendiri.
Syakilla kembali ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi sarapan untuknya dan juga untuk Fahri tidak lupa juga kopi dan air putihnya.
Syakilla masuk ke dalam kamar tapi tidak mendapati Fahri di sana.
" Mas Fahri," panggil Syakilla.
" Ia sayang, mas di sini," sahut Fahri yang berada di balkon kamar.
__ADS_1
Syakilla menghampiri Fahri yang lagi sibuk berkutik dengan laptopnya. Fahri terlihat sangat sibuk sampai tidak sadar Syakilla sudah ada di sampingnya.
" Mas Fahri lagi sibuk banget ya?" Tanya Syakilla duduk di samping Fahri.
" Enggak sayang," jawab Fahri tapi masih fokus dengan laptopnya.
" Mas sarapan dulu, kerjanya bisa di lanjutkan nanti" ucap Syakilla perhatian.
" Tanggung sayang," balas Fahri.
Syakilla yang melihat Fahri sibuk bekerja teringat akan dirinya ketika sedang bekerja, saat dirinya bekerja dia bisa melupakan makannya dan lupa waktu. Syakilla mengambil sarapannya dan menyuapi Fahri.
" Buka mulutnya!" Suruh Syakilla menyodorkan sendok di depan mulut Fahri. Fahri menerima suapan demi suapan dari Syakilla seraya tersenyum senang.
"Makasih sayang" ucap Fahri.
" Mas," panggil Syakilla, dia ingin meminta izin kepada Fahri untuk kembali bekerja di butik.
" Iya kenapa?" Tanya Fahri menoleh ke arah Syakilla sebentar lalu kembali fokus pada laptopnya.
" Apa aku masih bisa bekerja?" Tanya Syakilla.
" Apa kamu tidak betah di rumah?" Tanya Fahri balik menatap Syakilla.
" Jujur aku bosan kalau di rumah terus seharian mas, selama ini aku sudah terbiasa untuk bekerja, jadi kalau tiba-tiba hanya tinggal di rumah begini rasanya ada yang kurang. Boleh nggak mas?" Tanya Syakilla.
" Tapi kamu harus janji jangan capek-capek," ucap Fahri. Dia tidak mau terlihat egois dengan melarang Syakilla untuk bekerja karena Fahri juga tau kalau selama ini Syakilla adalah wanita yang pekerja keras bukan wanita yang duduk di rumah saja.
" Aku janji nggak akan capek," balas Syakilla.
" Ya sudah boleh" ucap Fahri.
" Sungguh," Syakilla masih tidak percaya kalau Fahri mengizinkannya untuk tetap bekerja. Fahri mengangguk tanda membenarkan apa yang Syakilla katakan.
" Makasih mas" ucap Syakilla memeluk Fahri erat, dia begitu senang mendapat izin dari Fahri.
" Mana hadiah buat mas, karena sudah mengizinkan kamu tetap bekerja," ucap Fahri.
" Nanti aku akan traktir mas" balas Syakilla.
" Kalau cuma traktir mas bisa bayar sendiri" balas Fahri.
" Terus apalagi?" Tanya Syakilla bingung mau memberikan hadiah apa untuk suaminya.
" Mas mau seperti tadi malam," ucap Fahri berbisik di telinga Syakilla.
Blushh!
Wajah Syakilla langsung bersemu merah saat Fahri menyinggung soal semalam.
__ADS_1