Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Gila kerja


__ADS_3

''Gak usah Ma, Mama istirahat aja, gak banyak kok cuma satu karena orang yang mau pesan baju tadi gak datang,'' jawab Syakilla dan pergi ke meja makan.


''Anak itu selalu gila dengan pekerjaannya kalau bukan sama kain sama novel ada saja,'' gumam Mama Rosa ketika Syakilla sudah tidak ada lagi di hadapannya.


Syakilla menyelesaikan makannya secepat kilat tidak ingin berlama lama dia kembali masuk ke kamar yang biasa dia gunakan untuk usaha butiknya dan membawa beberapa makanan ringan serta buah yang sudah di potong kecil kecil.


Syakilla kembali fokus dengan pekerjaannya tidak ada yang menggangunya kalau sudah masuk ke dalam pekerjaan termasuk Mamanya. Mamanya hanya sesekali melihat ke ruangan tersebut dan sesekali memberi peringatan kepada Syakilla untuk berhenti dan istirahat.


Sampai tengah malam Syakilla masih betah dengan mesin jahitnya, membuat sang Mama geram sendiri melihat anaknya yang gila kerja itu.


''Qilla apa kamu akan mengerjakan pekerjaan kamu sampai pagi, ini sudah tengah malam dan kamu masih dengan mesin itu,,'' tegur Mama Rosa.


''Sebentar lagi Ma,'' jawab Syakilla.


''Apa tidak ada besok lagi kamu mengerjakannya?,'' ucap Mama Rosa.


''Ini aku berhenti Ma,'' ucap Syakilla tidak mau membuat sang Mama lebih murka lagi.


'' Sekarang istirahat besok lanjut lagi,,'' ucap Mama Rosa


''Iya Ma, Mama gak tidur?,'' tanya Syakilla


''Mama akan tidur setelah kamu keluar dari ruangan ini dan kunci kamar ini,'' ujar Mama Rosa tidak mau kalah.


Mau tidak mau Syakilla keluar dari ruangan kerjanya dan menguncinya seperti suruhan sang Mama.


''Sudah kan Ma, sekarang Mama tidur aja,'' ujar Syakilla meminta pada sang Mama.


''Kamu juga masuk ke kamar kamu gak ada lagi kerja kerja udah tengah malam masih saja kerja, langsung tidur gak usah nulis lagi,'' ucap Mama Rosa.


''Iya Ma, Qilla juga mau tidur kok, besok ada pertemuan sama yang pesan baju ini,'' jawab Syakilla.


''Ya sudah selamat istirahat, ingat langsung tidur,'' ucap Mama Rosa mencium kening Syakilla dan langsung masuk ke kamarnya.


Syakilla menepati janjinya dia masuk ke kamarnya tapi belum tidur karena dia mau mengerjakan shalat insya nya karena belum mengerjakannya tadi akibat terlalu sibuk dengan kerjaan.


Setelah selesai shalat Syakilla langsung tidur seperti suruhan Mamanya karena sudah terlalu capek Syakilla langsung masuk ke dalam mimpinya.


Pagi hari Syakilla kembali terbangun saat mendengar suara azan dari arah mesjid. Syakilla langsung bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setengah jam di kamar mandi Syakilla keluar dan langsung bersiap siap untuk shalat subuh. Selesai dengan kewajibannya Syakilla siap siap pergi ke kampus tapi sebelum itu dia akan mampir di butik terlebih dahulu untuk menyimpan baju yang baru setengah jadi.

__ADS_1


''Pagi Ma,'' ucap Syakilla.


''Pagi sayang, udah siap mau ke kampus?,'' tanya Mama Rosa.


''Iya Ma,'' jawab Syakilla.


''Tapi ini masih sangat pagi,''ujar Mama


''Aku mau mampir ke butik dulu Ma, mau simpan baju yang semalam aku kerjakan, aku pikir sebaiknya aku menyelesaikannya di butik saja hari ini,'' ujar Syakilla.


''Supaya kamu jauh dari pantauan Mama iya, terus kamu bisa lupa makan iya,'' ucap Mama Rosa tahu watak anak semata wayangnya kalau mengerjakan sesuatu harus tuntas secepatnya.


''Enggak Ma, bukan gitu, di sana kan lengkap semua apa yang aku butuhkan, Mama ini suuzon terus sama Qilla,'' ujar Syakilla.


''Bukan suuzon tapi itu kenyataannya,'' ujat Mama Rosa.


''Nanti Mama ke butik kamu juga, Mama mau lihat langsung di sana kamu ngapain aja,'' ujar Mama Rosa


''Terserah Mama saja,'' ucap Syakilla tidak mau berdebat pagi pagi.


Setelah Syakilla menyelesaikan sarapannya Syakilla langsung berpamitan untuk pergi ke kampus sekalian ke butik juga, jadi dia hari ini tidak akan pulang.


''Aku berangkat dulu ya Ma,'' ucap Syakilla.


''Assalamualaikum,'' ucap Syakilla mencium tangan Mamanya.


''Waalaikum salam,'' jawab Mama Rosa.


Syakilla keluar menuju mobil yang biasa dia pakai untuk sehari hari karena masih terlalu pagi jadi dia yakin belum ada siapapun di sana. dan meletakkan semua peralatan dan bahan untuk bajunya di bagasi mobil


Begitu dia sampai seperti yang dia perkirakan tidak ada siapapun di butik masih sangat sepi karena butik baru buka jam tujuh dan ini masih jam enam pagi otomatis belum ada yang datang.


Setengah jam Syakilla baru menyelesaikan menyimpan semuanya setelah Syakilla pergi ke kampusnya sampai di kampus sudah banyak orang yang datang karena jam sudah menunjukkan jam setengah delapan karena butik dan kampus yang lumayan jauh jadi memakan waktu yang lama untuk sampai.


Sampai di kampus Syakilla melihat kalau sahabat sahabatnya sudah sampai duluan dan sepertinya mereka sedang menunggu Syakilla seperti biasanya.


''Assalamualaikum,'' Sapa Syakilla setelah menghampiri kedua sahabatnya.


''Waalaikum salam, lama banget datangnya,'' ucap


''Mampir ke tempat rahasia dulu baru ke sini makanya telat, kalian lama banget ya tungguin aku,'' ujar Syakilla merasa bersalah karena terlalu lama.

__ADS_1


''Gak pa pa biasa aja kali ini juga masih belum masuk kan,'' ucap Sisil


''Emang habis dari mana sih?,'' tanya Dita sambil mereka berjalan masuk ke dalam kampus


''Biasa,'' jawab Syakilla dan mereka sudah mengerti maksud dari Syakilla.


''Gimana lancar gak?,'' tanya Dita lagi.


''Alhamdulillah sangat lancar dan sepertinya dalam waktu dekat ini mau cari lokasi baru,'' jawab Syakilla.


''Best, mau kita bantu cari tempatnya, pengennya daerah mana lagi ni?,'' sekarang Sisil yang bertanya.


''Aku bicarakan dulu sama Mama, belum sempat ngomong sama Mama soalnya semalam sibuk ngerjain baju dan masih belum selesai juga nanti aku ke butik ada yang pengen ikut, tapi seperti biasanya pakai cadar,'' ujar Syakilla.


Syakilla tidak mau ada yang mengenalinya atau sahabat sahabatnya dia ingin semua pintu tertutup untuk semua orang mengetahui identitas aslinya.


''Kenapa gak terus terang aja sih? heran aku, sebenarnya kamu menutupi ini semua dari siapa sih?,'' ujar Sisil heran karena sampai sekarang Syakilla masih menyembunyikan identitasnya dari semua orang.


''Belum saatnya Dit, Sil,'' jawab Syakilla


''Lalu kapan saatnya, paling tidak kamu cerita sama kita dari siapa kamu menyembunyikan ini semua?,'' ujar Dita.


''Aku mohon kalian bersabar ya kalau aku sudah berhasil nanti aku akan bilang semuanya sama kalian berdua,'' ucap Syakilla


''Ini sudah jauh dari kata berhasil Qilla, kamu udah punya tiga loh dan sekarang mau buka lagi apa itu namanya kalau bukan berhasil.'' ujar Sisil.


''Aku tahu tapi aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk menunjukkan siapa aku sebenarnya, selain karena rahasia yang belum bisa aku cerita sama kalian aku juga ingin mencari laki laki yang tulus sama aku,'' ujar Syakilla


''Oke untuk alasan itu kita bisa terima kapan pun kamu mau cerita kita selalu siap,'' ucap Dita tidak mau memaksa Syakilla untuk bercerita.


''Terima kasih kalian memang the best, thanks ya udah mau ngerti,'' ucap Syakilla


''Santai aja kita paham kok,'' jawab Sisil.


Mereka masuk ke dalam kelas mereka untuk mengikuti mata kuliah mereka.


Jangan lupa Like komen vote and gift nya teman teman sekalian dan tambahkan juga di daftar favorit kalian


oh iya ini adalah karya kedua author yang pertama judulnya


'PRIA IDAMAN'' jangan lupa mampir juga ya.

__ADS_1


Terima kasih semuanya


__ADS_2