Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Syakilla dan Rico


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹


"Itu gak penting. Yang penting sekarang Mama jawab pertanyaan aku," balas Syakilla.


"Pertanyaan yang mana?," Tanya Rosa.


" Ma... Aku tidak sedang bercanda sekarang, jawab pertanyaan aku," ucap Syakilla.


" Mama tidak menyembunyikan apa-apa sayang," ujar Rosa.


"Ma... Jangan sampai aku mendengarnya dari orang lain," Syakilla tetap kekeh kalau ada yang di sembunyikan sang Mama darinya.


" Sudahlah, percaya sama Mama! Bagaimana dengan kuliah kamu dan butik?," Tanya Rosa mengalihkan pembicaraan.


" Semua baik-baik saja Ma, kuliah aku juga sebentar lagi selesai, jadi aku bisa fokus dengan butik," jawab Syakilla.


"Syukurlah kalau begitu, masalah butik baru gimana?," Tanya Rosa.


"Untuk masalah butik itu, Qilla pending dulu Ma," ucap Syakilla.


"Kenapa? Apa ada masalah?," Tanya Rosa.


"Bukan ada masalah atau apa, setelah Qilla pikir sebaiknya untuk sekarang fokus ke butik yang udah ada sama kuliah dulu Ma," jawab Syakilla


"Mama setuju kalau itu, setelah kamu menyelesaikan kuliah kamu, kamu baru bisa fokus sama butik," ujar Rosa.


"Iya Ma," balas Syakilla.


"Aku ke kamar dulu ya Ma, mau buat desain untuk gaun pernikahan kak Zahra" ucap Syakilla.


"Zahra! Siapa itu?," Tanya Rosa.


"Dia itu costumer Qilla dan juga kakaknya Fahri,"jawab Syakilla.


"Jadi Fahri punya kakak? "Tanya Rosa lagi.


"Punya kakak perempuan sebentar lagi bakal nikah," balas Syakilla.


"Kamu sudah tau begitu banyak tentang Fahri ya sekarang," goda Rosa.


"Ma... Aku mau ke kamar dulu," ucap Syakilla malu.


" Dasar anak itu bilang saja sudah suka," gumam Rosa.


Syakilla masuk ke dalam kamarnya menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.


Syakilla duduk di balkon kamarnya dengan membawa serta kertas dan juga pensil di tangannya.


Dengan melihat bintang-bintang dan sinar rembulan Syakilla mulai menggoreskan pensilnya di kertas putih yang ada di tangannya.


"Malam yang indah," lirih Syakilla.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan beberapa desain Syakilla mengirimnya ke nomor Zahra untuk menanyakan yang mana yang akan dia pakai. Sedangkan yang lainnya akan dia simpan sebagai model baru di butiknya.


Setelah selesai Syakilla masuk kembali ke dalam kamarnya dan bersiap-siap untuk tidur. Syakilla masuk ke dalam kamar mandi membersihkan wajahnya dan mengambil wudhu untuk shalat insya.


Setelah selesai shalat insya, Syakilla merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


Keesokan paginya Syakilla bangun dan menjalani aktifitas seperti biasa yang dia lakukan.


"Pagi Ma, Mama udah sehat?," Tanya Syakilla yang baru turun dan mendapati sang Mama lagi menyiapkan sarapan.


"Pagi sayang, Mama sudah baikan kok, mau kuliah?" Tanya Rosa.


"Iya Ma, karena sebentar lagi akan ujian jadi Syakilla tidak bisa bolos lagi," kata Syakilla.


"Kapan wisudanya?," Tanya Rosa.


"Bulan depan mungkin Ma, Qilla juga nggak tau pasti," balas Syakilla.


"Terus gimana dengan gaun yang sedang kamu kerjakan sekarang?," Tanya Rosa.


"Apa Mama saja yang mengerjakannya," sambung Rosa.


"Enggak usah Ma, aku bisa kok," jawab Syakilla.


"Kamu yakin, kamu harus fokus sama kuliah kamu dulu, biar Mama aja ya!," Tawar Rosa.


"Enggak pa-pa Ma, aku masih sanggup kok, ujiannya juga bukan sekarang jadi Syakilla akan menyelesaikan gaunnya sebelum itu," jawab Syakilla.


"Terserah kamu saja," balas Rosa.


"Aku berangkat dulu Ma, Mama di rumah aja masalah butik nggak usah Mama pikirkan aku sudah mengatakannya pada Ria," ucap Syakilla.


"Iya, Mama nggak pergi kemana-mana hari ini paling ke rumah sebelah," ucap Rosa.


"Apa Mama sudah sangat dekat dengan mereka?," Tanya Syakilla.


"Lumayan sayang mereka juga baik sama Mama, kapan-kapan Mama kenalin ke kamu ya!," Ucap Rosa.


"Terserah Mama saja, aku berangkat dulu, Assalamualaikum," ucap Syakilla sambil mencium tangan Mamanya.


"Waalaikum salam, hati-hati," jawab Rosa.


Syakilla berangkat ke kampusnya menggunakan mobil yang sering di bawakan ke butik supaya tidak bolak-balik lagi.


Sampai di kampus Syakilla belum melihat kedua sahabatnya seperti biasa. Jadilah dia menunggu mereka berdua di tempat biasa mereka menunggunya.


Lama Syakilla duduk tapi tidak ada satupun dari mereka yang datang. Malahan Rico yang datang menghampiri Syakilla yang lagi duduk.


"Assalamualaikum, Syakilla," sapa Rico.


"Waalaikum salam," jawab Syakilla seadanya.

__ADS_1


"Kenapa masih duduk di sini?," Tanya Rico.


" Lagi nunggu Sisil dan Dita aja," jawab Syakilla


" Apa aku juga boleh duduk di sini?," Tanyanya.


"Kenapa?,," Tanya Syakilla tidak nyaman dengan kehadiran Rico.


Rico adalah idola kampus, dia menyukai Syakilla bahkan dia juga sudah pernah mengungkapkan perasaannya terhadap Syakilla. Tapi, Syakilla menolaknya dengan berbagai alasan yang masih di terima pikiran.


"Hanya ingin duduk sama kamu saja, sudah lama kita nggak ngobrol begini setelah hari itu!," Ucap Rico.


Maksud Rico hari itu adalah hari dimana Syakilla menolaknya. Memang benar setelah hari itu Syakilla menjauhi dan menghindari Rico.


"Kan tidak ada keperluan untuk apa juga bicara hal yang tidak penting," ucap Syakilla.


"Waktu itu kamu menolak aku kerena alasan mau fokus sama kuliah kamu, apa sekarang kamu mau menerima ku," Tanya Rico menatap Syakilla.


"Rico aku minta maaf tapi aku tidak bisa, aku juga sudah punya calon suami,"ucap Syakilla berbohong.


"Kamu selalu saja memiliki alasan untuk menolakku apa yang kurang dariku Qilla, aku selalu baik sama kamu selama ini,," ucap Rico mulai terpancing emosi.


"Kamu tidak punya kekurangan...," ucap Syakilla.


"Lalu kenapa kamu selalu menolakku dan menjauhiku, setelah hari itu kamu selalu menghindar dariku, saat itu aku mengerti kamu mau fokus dulu dengan kuliah kamu, tapi sekarang kita hampir lulus, " ucap Rico.


"Rico kamu tidak bisa memaksa perasaan seseorang sama kamu, lagian aku juga sudah punya calon suami sendiri," balas Syakilla.


"Apa kamu mencoba untuk membohongiku," ucap Rico.


"Kenapa aku harus membohongi kamu?," Tanya Syakilla


"Selama ini kamu bilang tidak mau pacaran karena mau fokus sama kuliah kamu, dan sekarang kamu bilang kamu sudah punya calon suami, " ucap Rico.


"Aku sudah di jodohkan sama Mama aku" balas Syakilla.


"Baiklah, begini saja aku akan menemui Mama kamu dan bicara dengannya nanti, sekarang aku hanya butuh kepastian dari kamu, bagaimana perasaan kamu sama aku?," Tanya Rico.


"Aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap kamu dulu maupun sekarang, karena kamu hanya teman bagiku tidak lebih," jawab Syakilla tegas dan lugas.


"Kenapa?," Tanya Rico memegang lengannya Syakilla cukup kuat.


"Lepaskan aku, Rico!," Pinta Syakilla menahan sakit.


"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu memberikan alasan yang jelas kenapa kamu selalu menolakku selama ini," ujar Rico mengeratkan cengkraman tangannya terhadap Syakilla


"Rico lepaskan, ini sakit," ucap Syakilla. Namun, Rico masih enggan melepaskan tangannya.


"Lepaskan," ucap seseorang.


Siapakah dia? Nantikan bab selanjutnya

__ADS_1


Like, komen, vote, and fav.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_2