
HAPPY READING!!!!πΉπΉπΉπΉπΉ
"Lepaskan," ucap seseorang.
Syakilla dan Rico sama-sama mencari sumber suara. Dan mendapati seorang laki-laki yang tidak mereka kenal.
"Lepaskan," ulang laki-laki tersebut.
"Ini tidak ada urusannya sama kamu, memangnya kamu siapa berani mencampuri urusan saya," ucap Rico.
"Anda tidak perlu tau saya siapa, cepat lepaskan gadis itu," titahnya lagi.
"Bukan urusan anda," ucap Rico.
Laki-laki itu bukannya pergi malahan semakin mendekat ke arah mereka.
"Cepat lepaskan sebelum saya melakukan kekerasan," Ucap pria itu.
"Jangan mencampuri urusan saya, apa anda tidak bisa mendengar!," Kata Rico.
"Apa begini anda bersikap sama perempuan, pantas saja dia menolak anda," ucap pria itu tersenyum.
"Lebih baik anda pergi dari sini," ucap Rico.
"Saya tidak akan pergi sebelum anda melepaskan gadis itu," ucap pria asing itu.
Bukannya melepaskan Syakilla Rico malah menarik paksa tangan Syakilla menjauhi pria tersebut.
"Rico lepaskan aku! Kamu sudah gila!," pekik Syakilla.
"Iya aku sudah gila, kenapa?," Kata Rico.
Saat melihat perlakuan Rico kepada Syakilla pria asing itu tidak bisa lagi bersikap santai seperti tadi. Dia menuju ke arah Rico dan memegang tangannya agar melepaskan cengkraman tangannya dari Syakilla.
Akhirnya cengkraman tangan Rico terlepas dari Syakilla. Tanpa basa-basi lagi pria itu meninju wajah Rico.
Bhuukkkk.
Dengan sekali tonjok sudah membuat Rico tersungkur kebelakang dan mengeluarkan darah segar di ujung bibirnya.
"Apa kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun terhadap wanita? Apa begini cara memperlakukan wanita?," ucap pria itu.
"Kurang ajar, berani sekali kamu memukul saya"ucap Rico dan mencoba membalasnya tapi gerakannya terlalu lambat alhasil dia yang mendapat pukulan lagi.
"Saya peringatkan, ini pertama dan terakhir kalinya saya melihat kamu melakukan kekerasan terhadap wanita. Saya tidak peduli yang kamu sakiti itu adalah adik kamu, teman,pacar, orang yang tidak saya kenali, saya tidak akan segan-segan memberi pelajaran sama kamu," ucapnya.
"Dan ya apalagi di kampus ini, mengerti!," Sambungnya lagi.
Pria itu menarik tangan Syakilla pelan membawanya menjauh dari Rico.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa?," Tanya pria tersebut setelah menjauh dan duduk di bangku taman
"Saya tidak apa-apa, terima kasih sudah mau menolong saya," ucap Syakilla.
"Tidak perlu berterima kasih, saya hanya tidak suka melihat laki-laki pengecut seperti dia," ujarnya.
," Apapun alasannya saya sangat berterima kasih," ucap Syakilla.
"Kalau boleh saya tau, apa dia pacar kamu?," Tanya laki-laki itu
"Bukan," jawab Syakilla singkat.
" Saya pikir dia pacar kamu dan kalian lagi bertengkar," ujarnya.
"Perkenalkan nama saya Arka, nama kamu siapa?," Tanya Arka mengulurkan tangannya.
"Nama saya Syakilla," ucap Syakilla tapi tidak menerima uluran tangannya Arka.
"Ahh iya maaf," ucap Arka. menarik tangannya kembali.
'Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana?' batin Arka.
"Apa kamu kuliah di sini?," Tanya Arka.
"Qilla..." Panggil seseorang. Dia adalah Sisil yang datang bersama Dita.
"Kamu kemana saja, kami sudah lama menunggu kamu di dalam," ucap Sisil ketika sudah sampai di hadapan Syakilla.
"Iya, kita sahabatnya,," jawab Dita.
"Kalau seperti itu saya permisi dulu,," ucap Arka.
"Terima kasih," ucap Syakilla sekali lagi.
" Tidak apa-apa santai saja, Assalamualaikum" ucap Arka dan meninggalkan Syakilla bersama teman-temannya yang sudah menyimpan seribu pertanyaan.
"Dia siapa? Apa dia pacar baru kamu? kenapa tidak pernah kenalin sama kita," cerca Dita.
"Kalau nanya itu satu-satu, "timpal Sisil.
"Emangnya siapa dia? Kenalan baru kamu?,"Sambung Sisil.
"Apa bedanya Sisil," ucap Dita.
"Dia Arka, aku juga baru mengenalnya tadi, dia menolong aku dari Rico!," Kata Syakilla.
"Rico! Apa yang dia lakukan lagi?," Tanya Sisil.
"Tadi dia memaksa aku supaya mau menerimanya dan menarik tanganku paksa," jelas Syakilla.
__ADS_1
"Apa dia menyakiti kamu?," Tanya Dita.
"Dia hanya mencengkram tanganku saja, dan Arka datang," jelas Syakilla.
"Dasar laki-laki tidak waras, sudah benar kamu menolaknya aku sangat setuju," ucap Dita.
"Tapi aku harap dia tidak memaksa kamu lagi setelah ini,"sambung Dita
"Ngomong-ngomong masalah Arka, bukankah dia sangat tampan, tapi aku tidak pernah melihatnya selama ini, apa dia mahasiswa baru?," Ucap Sisil.
"Aku juga baru melihatnya, tapi sepertinya tidak mungkin dia mahasiswa baru terlihat dari wajahnya sepertinya dia sudah lumayan dewasa, dari segi pakaiannya juga sepertinya dia seorang CEO atau semacamnya," ujar Dita.
"Kamu benar," ucap Syakilla.
"Tapi dia sangat tampan dan juga ramah aku jadi terpesona," ucap Sisil.
"Ambil aja kalau gitu," kata Dita.
"Kalau dia mau juga aku ambil," balas Sisil
"Masuk yok, udah telat ini," ucap Syakilla.
"Ayo, biarkan saja Sisil di sini sendiri" jawab Dita menggandeng tangan Syakilla meninggalkan Sisil.
" Dasar teman kampret," Ucap Sisil menyusul Syakilla dan Dita.
Mereka bertiga meninggalkan pekarangan kampus dan masuk ke kelas mereka sambil tertawa.
Arka diam-diam memperhatikan ketiga wanita itu dari kejauhan, dia tidak langsung pulang setelah mengantar adiknya. Arka adalah seorang CEO di perusahaan besar di usianya yang masih tergolong muda.
Dia berusia 28 tahun, tidak muda memang tapi juga tidak tua. Di usianya yang sudah matang dia belum juga memiliki pasangan.
"Sepertinya aku pernah melihatnya beberapa kali tapi di mana, dan namanya juga sudah tidak asing lagi bagiku," lirih Arka berjalan menuju di mana mobilnya berada. Dia kagum dengan sikap Syakilla yang sopan, juga cantik dan selalu menundukkan wajahnya.
Arka masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan kampus menuju ke kantornya.
Setelah selesai mengikuti mata kuliah Syakilla dan teman-temannya pulang ke arah yang berbeda. Syakilla pergi ke butiknya untuk bekerja. Sedangkan kedua temannya pulang ke rumah mereka masing-masing. Mereka memang sangat jarang untuk bisa berkumpul bersama terlebih dengan Syakilla yang selalu sibuk dengan butiknya.
Namun, tidak membuat persahabatan mereka renggang malah persahabatan mereka semakin erat. Sisil dan Dita sudah mengerti keadaan Syakilla yang selalu sibuk dan mereka selalu mensuport apapun yang Syakilla lakukan. Kalau Syakilla mengalami kesulitan mereka selalu ada di garda terdepan dalam membantu tentu, saja dengan mengandalkan orang tua mereka.
Syakilla sampai di butiknya dan membawa beberapa kantong plastik yang berisi makan siang untuk dirinya dan juga para karyawannya.
Melihat masih banyak pengunjung Syakilla langsung masuk ke dalam ruangannya meletakkan makan siangnya di meja dan bergabung dengan para karyawannya untuk melayani para pembeli.
Karena hari ini pengunjung sangat ramai mereka semua melewati makan siang mereka. Saat pengunjung sudah sedikit berkurang Syakilla menyuruh beberapa karyawannya untuk shalat terlebih dahulu, dan di lakukan secara bergantian. Agar mereka tidak meninggalkan kewajiban mereka.
"Kalian shalat-lah terlebih dahulu, ini biar saya yang urus kita lakukan secara bergantian," suruh Syakilla.
"Baik, Miss," balas mereka.
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen, vote, and fav.
πππ