
''Kenapa, kenapa aku yang salah Ma, ini sungguh tidak adil, aku yang merasakan sakitnya kenapa aku tidak bisa membencinya?,'' Gumam Syakilla setelah Mamanya keluar dari kamarnya.
Syakilla terus saja menangis hingga tertidur di atas kasurnya dengan air mata yang masih mengalir di pipi mulusnya.
Dan semua tidak terlepas dari pantauan Mama Rosa. Mama Rosa tidak benar benar pergi dari kamar Syakilla beliau hanya berdiri di depan pintu kamar Syakilla menutup mulutnya agar tangisannya tidak di dengar Syakilla.
''Maafin Mama Qilla, Mama tahu perasaan kamu, kamu berada dalam posisi yang sulit di satu sisi kamu ingin membenci Papa kamu tapi di sisi lain kamu tidak bisa membencinya karena dia adalah Papa kandung kamu dan Allah tidak akan meridhoi itu,'' Batin Mama Rosa.
''Mama gak bisa menyalahkan kamu karena kamu membenci Papa kamu tapi Mama gak mau kamu menjadi anak yang durhaka sayang,'' Gumam Mama Rosa membuka sedikit pintu kamar Syakilla dan melihat Syakilla meringkuk dan tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
Mama Rosa menghampiri Syakilla yang tertidur, membenarkan posisi tidur Syakilla dan menyelimuti Syakilla. Dalam keadaan tidak sadar pun Syakilla masih bilang kalau dia membenci Papanya.
''Qilla benci Papa,'' Syakilla mengigau.
''Kasihan kamu sayang pasti kamu sangat menderita selama ini, maafin Mama ya sayang, Mama gak bisa berbuat apa apa untuk kamu selama ini dan malah menyusahkan kamu seperti ini,'' Ucap Mama Rosa pelan dan mengusap air mata Syakilla namun dirinya juga tidak bisa menahan tangisnya.
Tidak sanggup melihat wajah Syakilla terlalu lama karena terlalu menyakitkan saat melihat Syakilla menangis seperti itu akhirnya Mama Syakilla keluar dari kamar Syakilla dan masuk ke kamarnya sendiri.
''Kenapa kamu gak pernah berubah mas, lihat sekarang anak kita yang menderita dia telah kehilangan masa remajanya karena terus berjuang untuk keluarga ini tapi kamu menyakiti hati dan fisiknya secara bersamaan apa kamu benar benar manusia mas aku sangat benci sama kamu dan aku akan terus membenci kamu seumur hidupku,'' Gumam Mama Rosa saat tiba di dalam kamarnya. Orang yang selalu mengingatkan Syakilla agar tidak membenci Papanya namun Mama Rosa sendiri sangatlah membenci mantan suaminya itu walau dia terlihat sangat tegar di hadapan Syakilla tapi dia sudah hancur berkeping keping selama ini apalagi saat Syakilla di sakiti seperti itu.
Ibu mana yang rela anaknya di sakiti walaupun itu Papanya sendiri saya rasa tidak ada kecuali orang itu sudah hilang kewarasannya.
Saat azan ashar Syakilla terbangun dari tidurnya dengan mata yang sudah sembab akibat menangis. Dia masuk ke kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya yang sembab itu dan segera melaksanakan shalat asharnya.
Dengan masih menangis Syakilla melaksanakan shalat asharnya karena sangat menyakitkan untuknya.
Setelah selesai malaksanakan shalatnya Syakilla tidak mengaji seperti yang biasa dia lakukan tapi dia memanjatkan doa dengan begitu panjangnya kepada sang khalik.
,''Ya Allah, apa salah hamba selama ini? kenapa engkau menguji hamba seperti ini? hamba adalah hamba mu yang lemah ya Allah, hamba tidak sanggup menghadapi semua ini, kenapa engkau tidak membiarkan hamba membenci laki laki yang telah membuat hidup hamba dan Mama Mama hamba menderita selama ini bahkan dia bermain fisik terhadapku dia menamparku, bukankah engkau maha melihat pasti engkau melihatnya bukan? apa yang harus aku lakukan sekarang hamba benar benar lelah dengan semua ini,'' Syakilla mengadu kepada sang pemilik alam semesta.
Syakilla tidak bisa lagi melanjutkan bicaranya karena sungguh sesak di dadanya saat mengingat hal yang sangat menyakitkan itu. Setelah shalat ashar Syakilla sengaja tidak keluar dari kamarnya karena tidak mau bertemu dengan Mamanya.
__ADS_1
''Aku tidak akan sanggup bertemu dengan Mama sekarang, sebaiknya aku di kamar saja,'' gumam Syakilla.
Sampai malam tiba Syakilla masih betah di dalam kamarnya sendirian dan tidak keluar sampai setelah shalat insya Syakilla belum juga keluar dari kamarnya, tentu saja Mama Rosa menjadi khawatir terhadap Syakilla karena tidak turun makan malam bersama dengannya. Langsung menghampiri anak semata wayangnya.
''Syakilla, sayang, kamu baik baik aja?,'' Ucap Mama Rosa mengetuk pintu kamar Syakilla.
''Sayang kamu gak keluar? makan malam dulu sayang nanti kamu sakit kalau gak makan, kamu masih marah sama Mama,'' Ucap Mama Rosa lagi.
''Qilla, jawab Mama nak,'' Ucapnya lagi tapi Syakilla belum keluar juga semakin membuat Mama Rosa panik.
''Sayang ayolah paling tidak kamu buka pintunya jangan buat Mama khawatir sayang, maafin Mama,'' Ujar Mama Rosa. Tidak ada balasan apapun dari Syakilla.
''Biarkan aja Mama teriak teriak seperti itu salah sendiri kenapa malah nyalahin aku tadi,'' gumam Syakilla.
''Tapi kasian juga Mama pasti sangat khawatir, buka? tidak?,'' Syakilla mengumpat pada dirinya sendiri
''Kasian juga lebih baik aku buka saja,'' Syakilla membuka pintu kamarnya yang sudah dia kunci.
''Aku gak lapar Ma, Mama aja yang makan,'' Jawa Syakilla.
''Sayang kamu masih marah sama Mama? sampai gak mau makan sepeti ini ?,'' Tanya Mama Rosa.
'' Gak kok,'' jawab Syakilla seadanya.
''Mama mohon jangan menyiksa diri sendiri seperti ini kalau Mama salah Mama minta maaf sama Qilla tapi sekarang Qilla makan dulu ya? Mama gak mau Qilla sakit, Mama mohon,'' tutur Mama Rosa
Syakilla yang tidak bisa melihat Mamanya sampai memohon padanya seperti itu akhirnya luluh dan menuruti ajakan makan malamnya tapi tetap tidak ada kata yang keluar dari mulut manisnya itu.
Sampai di meja makan pun Syakilla masih tetap bungkam dan tidak mau bicara dengan Mamanya karena terlalu kesal.
''Kamu mau makan apa? Mama sengaja buat makanan kesukaan kamu malam ini, kamu senang kan?,'' ujar Mama Rosa memecahkan keheningan.
__ADS_1
''Qilla sayang, Mama tahu kamu masih marah sama Mama tapi Mama mohon jangan kayak gini Mama gak bisa lihat kamu gak bicara dan terus mendiamkan Mama dari tadi seperti ini sayang,'' tutur Mama Rosa tidak tahan karena terus di diamkan Syakilla.
Syakilla tidak kuat lagi menahan dirinya langsung memeluknya dengan sangat erat seakan tidak mau terlepas lagi begitupun Mama Rosa membalas pelukan Syakilla sama eratnya.
''Mama minta maaf sayang, Mama terlalu keras sama kamu, tapi Mama gak mau kamu jadi anak durhaka sayang,'' tutur Mama Rosa masih dalam pelukan Syakilla.
''Tapi Syakilla tidak bisa membuang rasa benci ini Ma,'' Jawab Syakilla melepaskan pelukannya.
''Pelan pelan sayang,'' Ucap Mama Rosa.
''Tapi Qilla gak janji Ma,'' ujar Syakilla.
Sebenarnya Mama Rosa ingin menasehati Syakilla lagi tapi diurungkannya karena tidak mau Syakilla marah lagi terhadap dirinya.
''Semoga waktu bisa menyembuhkan rasa sakit hati kamu ini sayang, Mama juga gak bisa maksa kamu untuk saat ini,'' Batin Mama Rosa.
Halo kakak author dan yang sekedar hobi baca aja
terima kasih bagi yang sudah mampir dan
jangan bosan ya!
ini adalah karya kedua saya
jangan lupa mampir di karya saya yang satunya lagi
judulnya pria idaman
jangan lupa juga like komen gift dan vote sebanyak banyak nya ya
dukung author terus
__ADS_1
LOVE YOU ALL