
HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹.
Setelah Syakilla dan Fahri selesai mandi dan menggunakan pakaian mereka, Fahri berpamitan kepada Syakilla untuk pergi ke pondok sebentar karena ada keperluan dengan ustadz yang mengurus kepentingan tour yang akan dilaksanakan satu minggu setelah pernikahan kakaknya. Dan itu artinya tidak lama lagi, Fahri mengurus hari itu juga karena besoknya adalah hari pernikahan Zahra.
" Sayang mas langsung ke pondok ya! Oh iya mas hampir lupa kamu mau ikut acara tour di pondok nggak?" Tanya Fahri sebelum keluar dari kamar.
"Qilla lihat nanti mas,takutnya lagi ujian atau apa nanti" jawab Syakilla
" Kalau mau ikut bilang saja sama mas. Nanti ada kak Zahra dan Ummi juga," ucap Fahri.
" Inn Syaa Allah mas, Apa ustazah Nabila juga ikut?" Tanya Syakilla sambil menatap tajam ke arah Fahri yang lagi menggunakan hijabnya untuk turun ke bawah.
" Mas nggak tau pasti, tapi sepertinya ustazah Nabila ikut karena beliau juga ikut jadi panitia," balas Fahri.
" Kalau begitu Qilla ikut," ucap Syakilla dan menarik Fahri keluar dari kamar. Fahri tersenyum melihat Syakilla yang cemburu.
" Katanya nggak mau ikut," goda Fahri.
" Siapa bilang nggak mau ikut, Qilla bilang lihat dulu" " bantah Syakilla memanyunkan bibirnya.
" Bilang aja cemburu," ujar Fahri mencubit bibir Syakilla yang manyun.
" Kalau Qilla cemburu memangnya kenapa? Mas Fahri juga pasti cemburu kalau lihat aku bicara dan di puji kak Arka" balas Syakilla.
" Jangan bahas itu lagi, kalau itu mas juga sudah akui kalau mas cemburu sama Arka apalagi rumah kalian begitu dekat" ucap Fahri
" Tapi mas serius kalau kak Arka diam-diam merhatiin aku?" Tanya Syakilla teringat dengan perkataan Fahri saat mereka cekcok di dalam mobil tadi pagi.
" Mas serius sayang, kenapa juga mas harus berbohong sama kamu. Mas lihat sendiri" balas Fahri.
Syakilla ingin menyangkal apa yang dikatakan Fahri tapi Fahri melihatnya sendiri, jadi Syakilla tidak bisa menyangkal hal itu.
" Mas jangan khawatir, Qilla pergi ke sana juga dengan mas Fahri bukan sendirian," ucap Syakilla. Dia tidak akan pulang kalau dia sendirian, Syakilla mulai takut kalau Arka akan lebih nekat dari itu. Apalagi sekarang dia harus menjaga perasaan Fahri suaminya.
Syakilla dan Fahri turun sambil bergandeng tangan, di bawah sudah ada Ummi dan juga Zahra yang lagi duduk di atas sofa. Ummi tersenyum ke arah Fahri dan juga Syakilla, Syakilla tidak menaruh curiga sama sekali dengan senyuman Ummi Aminah karena memang itu sudah menjadi kebiasaanya.
" Sudah akur lagi," ucap Ummi Aminah sengaja menyinggung Fahri. Syakilla menatap Fahri meminta penjelasan dari suaminya maksud dari perkataan Ummi Aminah tapi Fahri membalas dengan senyuman saja.
" Sudah dong Ummi, terima kasih masukannya. Sekarang Fahri ke pondok dulu, Assalamualaikum" balas Fahri.
" Waalaikumsalam," balas para wanita.
" Ummi Qilla antar mas Fahri sampai ke depan dulu ya!" Ucap Syakilla.
__ADS_1
" Iya, sana," ucap Zahra.
Syakilla mengantar Fahri sampai ke depan rumah sekaligus menanyakan apa yang dimaksud oleh Ummi tadi.
" Mas, apa maksud Ummi tadi? Mas Fahri cerita sama Ummi soal aku marah sama mas Fahri?" Tanya Syakilla melihat Fahri.
" Maaf, mas nggak tadi mau minta masukan kak Zahra, karena mas nggak tau gimana cara hadapi wanita yang lagi ngambek,tapi mas nggak melihat kakak di rumah makanya mas tanya Ummi," jelas Fahri.
" Jadi Ummi tau dong tadi Qilla ngambek sama mas Fahri!" Ucap Syakilla merasa malu dengan Ummi Aminah karena ketahuan lagi marahan sama Fahri.
" Udah nggak papa, Ummi malah nyalahin mas tadi.Mas berangkat ya, hati-hati di rumah. Assalamualaikum" Ucap Fahri berpamitan.
" Waalaikumsalam," jawab Syakilla mencium tangan Fahri dan Fahri mencium kening Syakilla.
" Awas jangan dekat-dekat sama ustazah Nabila," sambung Syakilla.
" Ia, sayang. Udah sana masuk," balas Fahri.
Syakilla masuk ke dalam seperti ucapan Fahri. Syakilla merasa tidak enak karena Ummi Aminah tau kalau tadi dia sempat marahan dengan Fahri.
" Kita masak apa untuk menu makan siang hari ini?" Tanya Ummi Aminah.
" Ummi bikin soto aja, Zahra nanti pasti kangen soto bikinan Ummi," jawab Zahra.
" Kalau kangen tinggal ke sini aja, rumah ustadz Zaki juga tidak jauh dari sini," balas Ummi Aminah.
" Ummi, Syakilla ke kamar sebentar ya!" Ucap Syakilla.
" Ia, Ummi juga mau ke atas mau shalat Dzuhur dulu sebentar sambil menunggu Abi pulang," jawab Ummi Aminah.
"Kalau gitu Zahra juga mau shalat dulu" ucap Zahra.
Mereka bertiga naik ke atas dan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, Syakilla yang lagi berhalangan masuk ke kamar untuk mandi karena merasa gerah. Syakilla punya kebiasaan mandi setelah memasak,jadi meskipun dia sudah mandi sebelum memasak dia tetap tidak akan nyaman kalau tidak mandi.
Begitu sampai di dalam kamar Syakilla mendengar suara dari ponselnya, Syakilla yang awalnya mau mandi mengurungkan niatnya.
"Ria ada apa tumben menelpon jam segini," gumam Syakilla melihat siapa yang menelponnya.
"Assalamualaikum, Ria," ucap Syakilla.
" Waalaikumsalam. " jawab Ria.
" Apa ada masalah di butik? Tidak biasanya kamu menelpon saya di jam segini!" Ucap Syakilla
__ADS_1
"Maaf saya mengganggu, tapi ada orang yang ingin bertemu dengan Miss secara langsung dan orangnya sudah ada di sini," ucap Ria.
" Laki-laki atau perempuan?" Tanya Syakilla karena merasa tidak membuat janji dengan siapapun untuk beberapa hari kedepannya.
" Laki-laki dan perempuan dan mereka sudah beberapa kali datang ke sini dalam minggu ini" balas Ria.
" Baik saya akan ke sana, tapi saya minta izin suami saya dulu," sahut Syakilla.
"Baik Miss, saya akan kasih tau sama orangnya kalau begitu. Assalamualaikum," ucap Ria.
" Waalaikumsalam," jawab Syakilla dan menutup telponnya.
Syakilla segera menaruh ponselnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Karena buru-buru Syakilla menyelesaikan mandinya dengan cepat.
Dua puluh menit Syakilla sudah menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi, Syakilla segera memakai bajunya. Dan bersiap-siap untuk ke butik, Syakilla turun ke bawah dan melihat Ummi dan Zahra sudah ada lebih dulu di berada di bawah, Syakilla menghampiri keduanya.
" Ummi, kak. Abi dan mas Fahri belum pulang?" Tanya Syakilla.
" Belum, Qilla mau kemana udah rapi begini?" Tanya Ummi Aminah ketika melihat penampilan Syakilla.
" Syakilla mau ke butik Ummi, ada yang menunggu Syakilla di sana," jawab Syakilla.
" Kalau lagi buru-buru pergi saja, nanti kalau Fahri pulang Ummi kasih tau. Atau kamu hubungi saja," balas Ummi Aminah.
"Qilla tunggu mas Fahri aja Ummi," balas Syakilla.
"Terserah sama kamu saja, Ummi tidak memaksa,"balas Ummi Aminah.
Tidak lama setelah pembahasan itu, Fahri dan Abi Ilham kembali ke rumah.
" Assalamualaikum," ucap Fahri dan Abi Ilham.
" Waalaikumsalam," jawab ketiganya.
Fahri masuk kedalam menghampiri Syakilla, Ummi dan kakaknya. Syakilla mencium tangan Abi Ilham dan Fahri, Ummi Aminah mencium tangan suaminya, begitu juga dengan Zahra yang mencium tangan Abi Ilham. Juga sebaliknya Fahri mencium tangan Ummi dan Kakaknya. Fahri duduk di samping Syakilla dan melihat penampilan Syakilla yang berbeda dan tas di sampingnya.
" Kamu mau kemana sayang?" Tanya Fahri.
" Mas, aku mau minta izin ke butik sebentar ya! Ada yang mau ketemu langsung sama aku," ucap Syakilla.
" Mas anterin aja kapan perginya?" Tanya Fahri.
" Sekarang, kalau mas Fahri lagi sibuk, aku pergi sendiri saja nggak papa," balas Syakilla.
__ADS_1
" Biar mas anterin aja," ucap Fahri.
Syakilla dan Fahri pamit untuk pergi ke butik, setelah itu mereka langsung keluar. Fahri dan Syakilla bahkan tidak sempat makan siang di rumah karena buru-buru.