
HAPPY READING!!!!!๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐นโจโจ
"Kenapa bukan dari dulu kamu jujur sama Mama, kenapa baru sekarang saat Syakilla sudah punya suami!" Ucap Diana terbalut emosi.
" Karena Arka takut Syakilla menolak Arka!"Jawab Arka.
" Terus sekarang kamu yakin kalau Syakilla akan menerima kamu, begitu! Sudahlah Mama pulang dulu," ucap Diana keluar dari ruangan Syakilla meninggalkan Arka sendirian di dalam.
Arka keluar dengan membanting pintu ruangan Syakilla menyusul Mamanya yang sudah masuk ke dalam mobil. Syakilla dan Fahri yang belum pulang melihat Diana masuk ke dalam mobil dan disusul Arka di belakangnya dan meninggalkan butik Syakilla.
" Mas Fahri tunggu di sini sebentar, Qilla mau bertemu dengan Ria dulu sebelum pulang ada hal penting yang ingin Qilla bicarakan dengannya," ucap Syakilla turun dari mobil meninggalkan Fahri di dalam mobil sendirian.
Fahri yang di tinggal menghubungi Alfin untuk menanyakan surprise yang akan dia berikan untuk Syakilla besok saat pernikahan kakaknya. Fahri sudah sangat yakin kalau ini memang pilihan yang tepat, dia tidak ingin istrinya dihina karena dirinya.
Sementara Syakilla bertemu dengan Ria untuk memberitahukan kepadanya kalau ada orang yang mencarinya dan bertanya-tanya tentangnya untuk tidak memberikan informasi apapun.
Setelah mengatakan itu, Syakilla kembali lagi ke dalam mobil dan mereka pergi dari butik. Syakilla dan Fahri pulang ke pondok, Syakilla diam saja selama di dalam mobil. Fahri yang tau apa yang dipikirkan istrinya, tidak menganggunya dan ikut diam. Dia memutar arah, tidak jadi pulang dulu ke pondok.
" Ayo sayang," ajak Fahri berhenti di salah satu pusat perbelanjaan. Syakilla yang baru sadar dari lamunannya terkejut melihat Fahri yang sudah ada di dekatnya membukakan pintu mobil. Syakilla heran kenapa Fahri membawanya ke mall bukan pulang ke pondok.
" Kenapa kita ke sini?," Tanya Syakilla sebelum keluar dari mobil.
" Mas mau mengajak kamu bersenang-senang," jawab Fahri memberikan tangannya agar Syakilla bisa turun.
" Kita ke panti Bunda saja ya mas, Syakilla lebih senang kalau kita berbagi dengan mereka. Tapi, karena kita sudah sampai ke sini sekalian kita beli mainan dan baju untuk mereka," balas Syakilla.
Fahri semakin kagum dengan istrinya, di saat wanita lain memilih berbelanja untuk kesenangan dirinya sendiri, tapi Syakilla masih mengingat tentang anak-anak yatim piatu.
Fahri merasa kalau dia kembali jatuh cinta dengan istrinya.
" Begitu mulia hati kamu sayang, sepertinya tidak akan sulit membuat kamu dan Papa kembali akur kalau melihat kamu seperti ini." batin Fahri bengong.
Syakilla melambaikan tangannya di depan wajah Fahri untuk menyadarkan suaminya tapi Fahri masih saja melamun. Syakilla yang lagi mode iseng melihat kanan kiri untuk memastikan situasi aman.
Cup!
__ADS_1
Syakilla mencium Fahri untuk menyadarkan Fahri dari lamunannya. Fahri terkejut mendapat ciuman dari istrinya yang tiba-tiba. Kemudian, Fahri tersenyum dan balik mencium Syakilla di keningnya.
" Ayo turun, apa boleh kamu turun dengan menggunakan cadar seperti ini, maksud mas jangan dilepas," pinta Fahri kepada Syakilla. Fahri akan lebih senang dan nyaman saat Syakilla memakai cadar seperti ini, jadi wajar cantiknya tidak dilihat siapapun kecuali dirinya.
" Iya, boleh," balas Syakilla turun dari mobil. Setelah Syakilla turun Fahri menutup pintu mobilnya lagi, dan menggandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam mall.
Pertama kali Syakilla mencari baju untuk anak cewek dan Fahri mencari baju untuk anak cowok. Selanjutnya mereka masuk ke toko buku mencari buku dongeng dan juga buku pelajaran untuk umur mereka yang sudah sekolah dan buku tentang agama.
Saat melewati toko pakaian wanita, jiwa isengnya keluar. Dan mengajak Syakilla untuk masuk dan mencari apa yang dia inginkan.
" Sayang kita beli itu juga ya!' Ucap Fahri menunjukkan apa yang dia maksud dengan matanya. Syakilla tidak mengerti apa yang diinginkan suaminya.
" Apa kalau bicara itu yang jelas, Qilla nggak ngerti apa maksud mas Fahri," ucap Syakilla.
" Itu sayang," Fahri menunjukkan model baju yang tidak layak disebut baju.
" Nggak!," Tolak Syakilla melihat kemana arah telunjuk suaminya.
" Ayolah sayang, sekali saja ya! Nolak suami dosa tau!" Ucap Fahri membujuk Syakilla agar mau membeli apa yang dia inginkan.
" Mas tidak menyuruh memakainya sekarang. Ayolah kamu beli untuk pengantin baru juga," balas Fahri.
" Mas kamu ini ustadz bukan sih? Kenapa kamu sangat mesum," ucap Syakilla.
" Saat mas sama kamu, mas itu suami kamu bukan ustadz." balas Fahri tidak mau kalah dari Syakilla.
Dengan sangat terpaksa akhirnya Syakilla mau membeli baju haram itu, meskipun Syakilla yakin tidak akan memakainya. Fahri begitu senang saat Syakilla mau membeli baju haram itu, Syakilla membeli dua satu untuknya dan satu lagi untuk Zahra.
" Dasar ustadz mesum, dari luar aja terlihat kalem tapi nyatanya sangat bar-bar" batin Syakilla.
Saat membayar belanjaannya Syakilla merasa sangat malu, Fahri hanya menyerahkan Atm-nya untuk membayar belanjaan Syakilla sedangkan orangnya menjauh dari kasir.
Dengan baju yang digunakan sekarang yang serba tertutup ditambah menggunakan cadar, rasanya kurang pantas saat membeli baju haram itu, untung yang menjadi kasirnya adalah perempuan jadi Syakilla tidak terlalu malu.
Setelah membayar Syakilla dan Fahri membawa belanjaan mereka untuk dimasukkan ke dalam mobil. Fahri begitu senang karena mendapat apa yang dia mau seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
__ADS_1
" Jangan lupa di pakai nanti kalau sudah suci," ucap Fahri ketika sudah di dalam mobil. Syakilla merasa geli saat dia membayangkan kalau dia memakai baju haram yang kurang bahan melekat di tubuhnya.
" Dasar ustadz mesum" ucap Syakilla membuyarkan lamunannya sendiri karena geli.
" Mesum sama istri sendiri dapat pahala sayang, seharusnya kamu berterima kasih sama mas," ucap Fahri menasehati Syakilla.
" Ia, ustadz mesum. Tapi istrimu ini tidak janji akan memakai baju kurang bahan seperti itu," balas Syakilla.
" Dan suamimu yang tampan ini akan membuat sang istri memakainya bagaimanapun caranya," sahut Fahri meninggalkan parkiran mall.
Berkat suaminya yang abstrak Syakilla bisa melupakan rasa sedihnya karena akan melepaskan rumah yang penuh dengan kenangan bersama Mamanya. Sepanjang perjalanan menuju panti Fahri terus menggombal, Syakilla tidak bisa berhenti tertawa karena ulah Fahri.
Sampai di panti Fahri menurunkan sendiri apa yang dia beli karena tidak banyak dan masih sanggup mereka bawa masuk sendiri.
" Assalamualaikum," ucap Syakilla dan Fahri masuk ke dalam panti.
" Waalaikumsalam," jawab ibu pengurus yang ada dan juga anak-anak yang sedang bermain di atas lantai.
"Kak Fahri kenapa datang lagi? Dan ini siapa? Kemana kak Syakilla kami?" Tanya Nia dengan wajah polosnya.
Fahri dan Syakilla tersenyum saat mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut kecil Nia. Syakilla tidak melepaskan cadarnya makanya anak-anak dan pengurus panti tidak ada yang mengenalnya terlihat dari wajah mereka yang merasa bingung.
" Kak Fahri jahat, kenapa kak Fahri tidak membawa pacar Dimas!" ucap Dimas yang masih cadel. Syakilla yang sengaja diam saja setelah mengucapkan salam tidak bisa untuk tidak tertawa saat mendengar apa yang diucapkan Dimas begitupun dengan Fahri dan juga yang lain, sedangkan anak-anak terdiam beberapa saat, kemudian ikut tertawa juga.
"Dasar bocah, kecil-kecil udah ngerti pacaran, bicara saja belum jelas udah bahas pacar. Siapa yang mengajari Dimas bicara seperti itu?" Tanya Fahri jongkok di depan Dimas dan mencubit pipi dan hidung Dimas.
" Kak Fahri yang ajarin," balas Dimas.
Syakilla dan yang lainnya semakin dibuat tertawa karena tingkah konyol Dimas dan Fahri. Syakilla ikut jongkok di depan Dimas dan memeluknya. Dimas yang tidak mengenali Syakilla tidak mau berpelukan dengan Syakilla dan menolaknya.
" Jangan peluk-peluk Dimas nanti kak Qilla marah" ucap Dimas.
" Sayang ini pacar Dimas, ini kak Qilla sayang," balas Syakilla seraya menahan tawa.
" Wahh benarkah! Kenapa kak Qilla pakai ini? Kak Qilla mau bikin kejutan untuk Dimas ya!" Ucap Dimas memeluk Syakilla.
__ADS_1