
HAPPY READING SEMUA READER SETIA AKU YANG TAMPAN DAN JUGA CANTIK!!!!!
Zahra tertawa melihat Zaki yang terlihat gugup sehingga bahunya sedikit bergoyang, Zaki yang melihat Zahra yang tertawa merasa malu dan juga sedikit kesal dengan dirinya sendiri. Karena tidak bisa mengontrol diri.
Perlahan Zahra mulai membuka cadarnya sendiri, dia tidak mau membuat Zaki semakin merasa malu.
"Ustadz tidak perlu tidak enakan, sekarang saya istri ustadz, apapun yang ustadz lakukan Inn Syaa Allah saya akan terima dengan ikhlas" balas Zahra seraya melepas cadarnya.
Zahra yang sudah mengagumi Zaki sejak lama tentu saja sudah tau sifat Zaki yang pemalu dan juga sangat sopan, yang selalu menjaga pandangannya terhadap perempuan. Jadi, Zahra sudah sedikit tau apa yang harus dia lakukan.
" Benarkah!" Ucap Zaki meyakinkan Zahra dan juga dirinya sendiri.
" Tentu saja," jawab Zahra menghentikan gerakan tangannya untuk melepas cadar, dia mulai paham dan sadar apa yang di maksud Zaki.
Zahra menghentikan menurunkan cadarnya, dan menatap Zaki kemudian berpaling ke arah lain, sekarang Zahra yang merasa malu dengan ucapannya sendiri.
" Kenapa?" Tanya Zaki menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Zahra yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu, jadi tidak ada alasan untuknya untuk duduk berjauhan. Dan Zaki merasa kini saatnya untuk membuat Zahra merasa malu karena telah mengejeknya barusan.
Zahra yang sadar dengan pergerakan Zaki mulai merasa gugup dan tidak berani untuk bergerak sedikitpun, apalagi saat tangan Zaki mulai menyentuh tangannya yang masih memegang tali cadarnya.
__ADS_1
" Kenapa di hentikan, saya ingin melihat wajah istri saya sekarang. Bukannya tadi ustazah sendiri yang bilang kalau saya bebas melakukan apapun terhadap ustazah," ucap Zaki seraya menurunkan cadar Zahra.
Kalau boleh jujur, Zaki juga merasa sangat gugup saat melakukan itu. Dia laki-laki yang selalu menjaga pandangannya selama ini, bersentuhan tangan saja tidak pernah dengan perempuan kecuali anak-anak dan juga Mamanya. Tapi, sekarang Zaki begitu dekat dengan yang namanya perempuan bahkan sekarang dia memegang tangan perempuan itu.
" Boleh ya!" Ucap Zaki, saat hendak menurunkan cadar istrinya, meskipun sekarang Zaki berhak melihat wajah Zahra tapi Zaki juga tidak mau memaksa Zahra.
Zahra tidak bisa melakukan apapun, kalau dia menolak permintaan Zaki itu sama saja dia menolak surganya dan akan menjadi istri yang durhaka.Zahra menganggukkan kepalanya, dia tidak berani menolak suaminya, apalagi Zahra paham agama.
Sudah mendapat persetujuan dari Zahra, perlahan Zaki melepaskan cadar Zahra, karena posisi Zahra yang membelakanginya otomatis Zaki juga tidak bisa melihat wajah Zahra.
" Apa ustazah akan terus membelakangi saya seperti ini? Apa ustazah tidak mau melihat wajah saya? " Tanya Zaki agar Zahra mau menghadap ke arahnya.
' Bismillahirrahmanirrahim ' ucap Zahra perlahan memutar badannya menghadap Zaki.
Zaki yang baru pertama kali melihat wajah Zahra seketika menjadi terdiam, dan memutar wajahnya ke arah lain, hal itu membuat Zahra salah paham dan kembali menutupi wajahnya.
" Kenapa ustadz Zaki berpaling saat melihat wajahku? Apa beliau kecewa karena aku tidak cantik, aku..." Zahra mulai memikirkan hal-hal negatif untuk dirinya sendiri.
Zahra bangun dari tempat duduknya menuju kamar mandi, sementara Zaki masih saja terdiam di tempat yang sama, entah apa yang di pikirkan Zaki. Hanya Zaki yang tau.
__ADS_1
Zahra masuk ke kamar mandi, dia merasa kecewa melihat reaksi Zaki saat melihatnya tanpa cadar. Zahra melepaskan cadar dan melihat pantulan wajahnya sendiri di cermin. Tanpa Zahra sadari air matanya keluar menunjukkan kalau sekarang Zahra sedang tidak baik-baik saja.
Namun, Zahra tidak mau berlarut dalam pemikirannya dia ingin menanyakan langsung kepada Zaki yang sekarang adalah suaminya. Zahra membasuh wajahnya dan kembali menggunakan cadar lalu keluar dari kamar mandi.
Zahra melihat Zaki yang masih duduk di tempat yang sama, tapi kini Zaki sedang menatapnya.
"Kemarilah!" Pinta Zaki, Zahra yang sudah terlanjur kecewa dengan reaksi Zaki enggan mengikuti perintah Zaki dan duduk di tempat yang berseberangan dengan Zaki.
Zaki yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi merasa bingung dengan Zahra yang menolak perkataannya.
"Apa ada yang salah denganku, tapi aku belum mengatakan apapun, dan kenapa ustazah kembali memakai cadarnya" batin Zaki yang belum sadar dengan kelakuannya sendiri.
Zaki ingin menghampiri Zahra tapi masih merasa segan, namun Zaki juga tidak bisa diam saja melihat Zahra yang seperti itu.
Mau tidak mau Zaki bangun dari duduknya menghampiri Zahra dan duduk di sampingnya dengan maksud ingin bertanya kenapa tiba-tiba Zahra masuk ke kamar mandi dan keluar dengan sikap yang berbeda.
Buat para reader, jangan lupa like,komen, vote nya ya!
Kirim masukan kalian juga di kolom komentar, biar Author bisa semangat nulisnya.
__ADS_1