
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Fahri membuka isi amplop tersebut yang ternyata secarik kertas putih yang terlipat rapi di dalamnya, Fahri membuka dan mulai membacanya dengan serius.
Assalamualaikum.
Siapapun yang menerima surat ini berarti kamu sudah menjadi suami dari Syakilla anak saya yang manja, dan keras kepala. Tolong jangan kasih tau sama Syakilla kalau saya pernah menulis surat ini. Ini adalah sebuah rahasia antara saya dan orang yang membaca surat ini yaitu menantu saya.
Saya mau minta tolong...
Tolong buat Syakilla kembali menyayangi Papanya. Buat mereka kembali seperti anak dan orang tua, karena saya sudah gagal membuatnya akur dengan Papanya, jadi saya mau minta tolong kepada siapapun yang akan menjadi suaminya tolong buat mereka akur lagi.
Saya tau itu akan sangat sulit, karena selama ini Syakilla sudah melihatnya sendiri bagaimana Papanya memperlakukan dia dan bagaimana memperlakukan keluarga barunya. Saya juga tidak bisa menyalahkan Syakilla karena Papanya sendiri yang membuat Syakilla bisa membencinya. Selama ini Syakilla yang sudah bekerja keras untuk membiayai semua kebutuhan kami, dia mengorbankan masa mudanya untuk bekerja. Disaat anak seusianya masih bermain bersama teman-temannya tapi dia malah sibuk mencari uang untuk kebutuhan rumah.
Saya juga baru tau kalau Syakilla menyimpan trauma dengan pernikahan dan kaki-kaki karena melihat rumah tangga yang saya dan papanya jalani.Jadi, siapapun yang bisa menikahinya tolong jangan pernah menyakitinya sedikitpun jangan biarkan dia terluka. Jangan biarkan dia merasa traumanya kembali. Jadi tolong buat mereka akur lagi, saya tau kalau Syakilla membenci Papanya karena dia sangat ingin mendapatkan kasih sayang dari Papanya.
Walaupun sangat sulit!!
Tapi, kita tidak akan tau hasilnya sebelum mencoba. Batu yang keras saja bisa tipis dan hancur kerena tetesan air hujan apalagi hati seorang anak. Syakilla sebenarnya memiliki hati yang sangat lembut namun kebenciannya membuat dia terlihat keras kepala. Saya sudah mencobanya selama ini, tapi dia tidak pernah mendengarkan saya.
Saya mohon buat dia kembali menyayangi Papanya seperti dia masih kecil dulu. Siapapun kamu, saya akan sangat berterima kasih kalau kamu berhasil membuat Syakilla tidak lagi membenci Papanya. Lakukan secara pelan-pelan dia tidak suka kalau di paksa.
Ingat! Jangan sampai Syakilla melihat surat ini, kalau perlu robek atau bakar setelah membaca surat ini.
To. Menantu.
Fahri terharu melihat isi dari surat yang ditulis oleh Mama mertuanya. Mertuanya adalah orang yang sangat baik, tidak pernah mengajarkan Syakilla untuk membenci papanya padahal dia adalah orang yang sudah membuat hidupnya dan Syakilla menderita. Tapi lihat apa yang dilakukan Mama mertuanya, dalam keadaan yang sulit dia masih memikirkan bagaimana caranya agar hubungan antara anak dan ayah tidak terputus dan saling membenci. Fahri berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan mencoba menjalankan amanah yang diberikan almarhumah Mama mertuanya. Dia akan mencoba melakukan yang terbaik untuk menyatukan mereka berdua.
" Inn Syaa Allah Ma, Fahri akan melakukan apa yang Mama inginkan. Fahri akan melanjutkan perjuangan Mama untuk membuat hubungan Syakilla dan Papa kembali membaik. Fahri juga akan membuat Syakilla bahagia bersama Fahri" lirih Fahri.
" Mas," panggil Syakilla menyadarkan Fahri dari lamunannya. Fahri buru-buru menyembunyikan surat dari mertuanya agar tidak ketahuan Syakilla.
" Ia, sayang," sahut Fahri.
" Mas lagi ngapain? Apa yang mas pegang?" Tanya Syakilla.
__ADS_1
" Bukan apa-apa sayang! Kamu sudah selesai mandinya?" Tanya Fahri mengalihkan pertanyaan Syakilla.
" Udah, mas Fahri nggak mandi?" Tanya Syakilla balik.
" Mas mandi sekarang! Kamu siap-siap, mas punya kejutan untuk kamu, bawa juga beberapa baju ganti kita akan menginap di sana!" Ucap Fahri.
" Kita mau kemana?" Tanya Syakilla tapi Fahri tidak menjawab,dia langsung masuk ke dalam kamar mandi membuat rasa penasaran Syakilla semakin menjadi.
" Mas Fahri suka sekali membuat aku penasaran," gumam Syakilla seraya memakaikan jilbabnya.
Setelah itu Syakilla menyiapkan baju untuk suaminya. Serta menyiapkan beberapa baju untuk di bawanya seperti perintah dari suaminya meski masih bingung dia mau dibawa kemana.
Setelah menyiapkan semuanya Syakilla keluar dari kamar dan turun ke bawah sambil menunggu magrib tiba.
" Kebetulan kamu turun tadinya kakak ingin memanggil kamu ke kamar," ucap Zahra.
" Ada apa kak?" Tanya Syakilla.
" Duduk dulu, ada yang mau kakak tanyakan sama kamu." ucap Zahra.
" Ini mengenai teman-teman kamu waktu itu, kamu bisa tidak mengundang mereka saat hari pernikahan kakak," ucap Zahra.
" Memangnya ada apa dengan mereka?" Tanya Syakilla tidak mengerti kemana arah pembicaraan Zahra.
"Kamu ingat dengan Alfin?" Tanya Zahra.
" Kak Alfin tentu saja Syakilla tau! Kenapa dengan kak Alfin dan apa hubungannya dengan teman-teman Syakilla?" Tanya Syakilla semakin tidak mengerti.
" Kata Ummi, Alfin menyukai salah satu dari teman kamu itu tapi dia tidak tau namanya, jadi kakak ingin kamu mengudang mereka" jelas Zahra.
" Teman Syakilla hanya ada dua saja." balas a
Syakilla.
" Iya kakak juga sudah kenal dengan mereka berdua tapi yang jadi masalahnya Alfin tidak tau yang dia sukai itu namanya siapa, kamu tau sifatnya yang pendiam itu kan. Dia tidak akan berbicara sama siapapun, tapi dia bilang sama Ummi kalau dia menyukai salah satu dari teman kamu" jelas Zahra lagi.
__ADS_1
" Tapi..." ucap Syakilla.
" Kamu tenang saja Alfin adalah laki-laki yang bertanggung jawab, walaupun dia orang yang sangat cuek. Dia tidak akan pernah memainkan perasaan sahabat kamu." ucap Zahra tau apa yang dipikirkan Syakilla.
" Ia kak, nanti Syakilla kasih tau mereka untuk datang di hari pernikahan kakak. Tapi, Syakilla tidak begitu yakin kalau mereka bisa datang," balas Syakilla tidak bisa menjanjikan apapun.
" Iya, kakak ngerti. Terima kasih. Kakak sudah menganggap Alfin sama seperti Fahri, Ummi dan Abi juga sangat menyayangi dia," ucap Zahra.
" Ia kak, Syakilla akan mencoba meyakinkan mereka berdua supaya bisa datang," ucap Syakilla. Syakilla belum terlalu mengenal Alfin makanya dia bingung harus bersikap seperti apa, walaupun dia yakin kalau Alfin adalah laki-laki yang baik. Tapi, Syakilla tidak mau menjodohkan sahabatnya dengan siapapun.
" Terima kasih" ucap Zahra. Zahra adalah orang yang ingin melihat adik-adiknya bahagia. Alfin yang sudah di anggap seperti adiknya sendiri meskipun mereka tidak akrap karena Alfin yang jarang bicara dengannya kecuali dengan Ummi dan Abi nya. Selain karena itu, karena Alfin juga seorang laki-laki jadi Zahra juga menjaga jarak dengannya.
Sebelum Zahra menikah dia ingin melihat orang-orang di sekitarnya juga merasa bahagia.
" Sama-sama kak, semoga saja mereka berjodoh," ucap Syakilla tersenyum.
"Sayang," panggil Fahri.
" Kenapa dengan suami kamu, teriak-teriak" ucap Zahra.
" Qilla juga nggak tau kak, mungkin mas Fahri lagi butuh sesuatu," balas Syakilla.
" Ya sudah kamu urusin suami kamu yang manja itu dulu," ucap Zahra tertawa.
" Manja juga adik kakak. Qilla ke atas dulu ya kak." balas Syakilla ikut tertawa.
" Ia, sana," ucap Zahra.
Syakilla kembali ke kamar karena Fahri sudah memanggilnya.
" Ada apa sih mas? Teriak-teriak!" Tanya Syakilla begitu membuka pintu, seketika Syakilla langsung berpaling muka saat melihat Fahri.
" Mas Fahri," pekik Syakilla.
" Kenapa kamu balas teriak? Dan kenapa kamu berpaling, kamu marah?" ucap Fahri.
__ADS_1
" Mas Fahri pikir aja sendiri,"