
Mereka masuk ke dalam kelas mereka untuk mengikuti mata kuliah mereka.
Selesai mengikuti kuliah Syakilla pergi ke butiknya sendirian karena Sisil tidak jadi datang karena Papanya meminta dia pulang kerena ada kepentingan sedangkan Dita dia juga lagi malas jadi langsung pulang ke rumahnya.
Tapi Sebelum ke butik seperti biasanya Syakilla akan kembali ke rumahnya untuk mengganti mobilnya, ribet memang tapi mau bagaimana lagi Syakilla belum siap kalau ada yang mengetahui identitasnya terlebih lagi Papanya. Dia ingin menunjukkan suatu saat kalau dia dan Mamanya bisa berhasil dan tidak akan kelaparan walau tidak ada sosok dirinya di samping Syakilla dan Mamanya.
Kampus dan rumah Syakilla tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu dua puluh menit saja kalau tidak macet tapi untuk ke butik Syakilla membutuhkan waktu lumayan lama karena sedikit jauh bisa memakan waktu setengah jam bahkan lebih untuk sampai. Tapi tidak masalah bagi Syakilla karena itu merupakan salah satu perjuangannya untuk bisa sukses.
45 menit Syakilla baru sampai di butiknya dan tepat azan dzuhur tiba, Syakilla shalat terlebih dahulu di mesjid terdekat sebelum masuk ke butik karena kalau sudah masuk takutnya Syakilla lupa waktu.
Selesai shalat Syakilla kembali ke butik dan masuk ke dalam dan tidak melihat karyawannya satu pun.
'' Kemana mereka semua? apa lagi shalat ah mungkin lagi makan siang atau apa?,''gumam Syakilla membukakan pintu dengan kunci cadangannya.
Syakilla selalu menyuruh semua karyawannya mengunci pintu saat mereka semua lagi shalat atau makan siang karena tidak ada siapapun di butik.
Tidak lama kemudian datang sebuah mobil berwarna hitam dan masuk ke dalam itu adalah Ummi Aminah yang datang. Ummi Aminah langsung masuk bersama dengan seorang wanita yang sepertinya itu adalah anaknya yang di bilang kemaren.
''Assalamualaikum,'' ucap Ummi Aminah bersama dengan anaknya.
Tidak ada yang menjawab karena tidak ada siapapun di sana, Ummi Aminah menelpon Syakilla untuk memberitahukan kalau mereka sudah sampai.
''Assalamualaikum, Syakilla Ummi sudah sampai bersama dengan anak Ummi kami ada di depan'' ujar Ummi
Setelah menelpon Syakilla tidak lama Syakilla keluar dengan anggun dan elegan, walaupun tidak melihat wajahnya tapi semua orang yakin bahwa dia sangatlah cantik itu terlihat dari gaya berjalannya dan juga matanya yang indah.
''Siang Ummi, maaf lagi lagi saya membuat Ummi menunggu,'' ujar Syakilla..
''Tidak apa apa, tapi kenapa sepi sekali?,'' tanya Ummi
''Mereka lagi makan siang jam segini Ummi jadi sepi,'' jawab Syakilla.
''Mari Ummi, Kak, ke ruangan Syakilla saja,'' ajak Syakilla menyebut kakak karena Syakilla yakin kalau umurnya di atas Syakilla.
Syakilla masuk ke ruangannya bersama Ummi dan juga wanita yang bersama Ummi Aminah.
''Silahkan duduk Ummi, Syakilla buatkan minum untuk Ummi dan kakak dulu,'' ucap Syakilla.
__ADS_1
''Tidak perlu repot repot, ini Zahra anak pertama Ummi dia yang akan di lamar yang Ummi cerita kemarin,'' ujar Ummi Aminah.
''Tidak apa apa Ummi, Qilla buat minum dulu untuk Ummi dan kak Zahra dulu, tidak akan lama kok Ummi,'' ucap Syakilla.
Para karyawan Syakilla sudah kembali masuk dan mengerjakan pekerjaan mereka masing masing, mereka sudah tahu kalau Syakilla sudah datang karena sudah ketahuan dari mobilnya di luar mereka tidak mengganggu karena mereka tahu kalau Syakilla lagi ada tamu.
''Kalian sudah kembali?,'' tanya Syakilla.
''Sudah Miss, Miss kapan sampainya?,'' Tanya karyawan Syakilla.
''Tidak begitu lama, kalian lanjut saja saya mau bikin minum untuk tamu saya,'' ucap Syakilla.
''Biarkan saya saja yang buat Miss,'' ucap salah satu dari karyawan Syakilla menawarkan bantuan.
''Tidak apa apa saya buat sendiri saja, kalian lanjut saja,'' ucap Syakilla.
Syakilla kembali bersama nampan yang sudah berisi dengan minuman lengkap dengan kue kue kering dan masuk ke ruangannya.
''Permisi,'' ucap Syakilla masuk ke dalam ruangannya.
''Maaf sudah merepotkan nak Syakilla,'' ucap Ummi Aminah.
''Jadi nama Miss ini Syakilla saya baru tahu, karena setahu saya tidak ada yang tahu nama kamu, saya sudah beberapa tahun langganan di sini tapi tidak tahu nama pemiliknya'' ucap Zahra tersenyum.
Syakilla tersenyum menanggapi perkataan Zahra, tidak semua orang tahu siapa nama asli Syakilla karena para karyawannya saja memanggil dia dengan sebutan Miss.
''Tidak semua orang hanya beberapa yang tahu nama saya dan Ummi termasuk salah satunya yang tahu nama saya, dan tolong di rahasiakan juga,'' pinta Syakilla.
''Dan sekarang saya,'' ucap Zahra.
''Benar, jadi mau langsung sekarang kita mengukur tubuh kak Zahra atau mau nanti saja, apa Ummi membawa baju untuk prianya?,'' ucap Syakilla.
''Ummi bawa, sekarang saja supaya bisa berbicara lebih lama tidak apa kan Qilla gak sibuk kan?,'' ucap Zahra, sudah menyukai Syakilla saat pertama ketemu di depan tadi.
''Bisa kak saya tidak terlalu sibuk,'' ucap Syakilla menghormati Ummi dan Zahra padahal Syakilla ingin segera menyelesaikan baju pesanan Ummi secepatnya.
Tidak memerlukan waktu yang lama Syakilla mengukur ukuran tubuh Zahra, Selesai mereka berbincang bincang sedikit lama sebelum Ummi Aminah dan Zahra pulang. Syakilla mengantar Ummi dan Zahra sampai di depan mobil mereka.
__ADS_1
''Kakak harap kamu bisa datang di hari lamaran kakak ya,'' ucap Zahra sebelum pergi.
''Inn Syaa Allah kak,'' jawab Syakilla.
''Assalamualaikum,'' ucap Ummi dan Zahra.
''Waalaikum salam,'' jawab Syakilla.
Syakilla masuk ke ruangannya dan langsung mengerjakan pekerjaannya tanpa mengenal rasa capek dan lelah bahkan dia melupakan makan siangnya sendiri akibat terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
''Tinggal sedikit lagi punya Ummi selesai berarti tinggal punya kak Zahra dan yang laki laki saja, capek banget hari ini,'' gumam Syakilla merenggangkan otot ototnya.
Syakilla yang gila bekerja itu tidak mengenal lelah sama sekali dan benar saja apa yang Mamanya bilang dia melupakan makan siangnya karena terlalu sibuk bekerja dan lupa waktu.
Syakilla mematikan hp nya agar tidak ada yang mengganggunya atau menelponnya saat bekerja apalagi Mamanya sempat mengancamnya untuk datang ke butik untuk memastikan kalau Syakilla sudah makan siang atau belum.
Syakilla terus berkutik dengan pekerjaannya seharian setelah ashar dia lanjutkan lagi sampai magrib dia masih saja bekerja.Syakilla sudah memberitahukan kepada semua karyawannya untuk tidak menggangunya dan menyuruh mereka pulang saat waktunya pulang jadi tidak ada yang mengingatkannya untuk pulang.
Setelah shalat di butik Syakilla memilih pulang dan melanjutkannya di rumah. Dia tahu semakin lama dia di butik semakin marah Mamanya di rumah.
''Aku lanjutkan di rumah saja, pasti Mama akan mengomel habis habisan ini,'' gumam Syakilla sadar kalau ini sudah malam dan dia baru pulang.
''Sebaiknya aku mampir makan terlebih dahulu, bahkan aku melupakan makan siangku kalau Mama tahu bisa dengar ceramah seharian,'' gumam Syakilla lagi sadar dengan dirinya sendiri.
Jangan bosan ya teman teman
Aku tinggu kritik dan sarannya
Like komen vote and gift nya ya
tambahkan juga di daftar favorit kalian
Terima kasih
mampir juga di karya saya yang lain
''Pria Idaman,''
__ADS_1
saya tunggu