Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Syakilla yang perhatian


__ADS_3

Ummi Aminah mengikuti Syakilla ke ruangannya untuk melihat desain terbaru Syakilla sekaligus untuk mengukur Ummi Aminah.


''Ini ada beberapa contoh yang telah saya buat kalau Ummi kurang berkenan Ummi bisa bilang Qilla seperti apa yang Ummi inginkan'' ujar Syakilla.


''Ummi selalu suka kalau kamu yang buat, Maa Syaa Allah yang ini saja sungguh indah,'' ucap Ummi Aminah


''Alhamdulillah kalau Ummi suka untuk pria Ummi bisa lihat juga di sini dan untuk pemilihan warna Ummi bisa pilih sendiri,'' ujar Syakilla lagi.


''Baiklah kalau untuk perempuannya yang ini saja Ummi suka untuk laki laki yang ini kalau untuk warna sepertinya gimana sama kamu saja Ummi pasti suka,'' ujar Ummi.


''Terima kasih sudah percaya sama saya, baiklah kita akan langsung mengukur Ummi saja kalau seperti itu,'' ujar Syakilla.


''Untuk anak perempuan Ummi gimana?,'' tanya Syakilla seraya mengukur badannya Ummi Aminah.


''Karena dia yang akan menjadi ratunya di hari itu mungkin kamu bisa membedakannya sedikit dari Ummi dan Ummi akan suruh dia kesini besok, besok kamu ada kan?,'' jawab Ummi


''Besok bisa Ummi kabari saja kapan waktunya karena besok sepertinya saya tidak akan ada di butik Ummi soalnya saya harus kuliah besok,'' ujar Syakilla.


''Subhanallah ternyata kamu masih kuliah juga, benar benar luar biasa,'' ucap Ummi Aminah memuji Syakilla.


''Terima kasih pujiannya saya anggap itu dukungan untuk saya,'' ujar Syakilla.


''Kamu sudah punya pacar?,'' tanya Ummi Aminah tiba tiba.


''Saya tidak punya pacar atau semacamnya Ummi, saya mau fokus membahagiakan Mama saya terlebih dahulu,'' jawab Syakilla.


''Siapa pun suami kamu kelak pasti sangat bahagia bisa memiliki wanita hebat seperti kamu ini, Ummi harap kamu bisa menjadi menantu Ummi,'' ucap Ummi Aminah.


''Jodoh tidak ada yang tahu kapan datang dan kepada siapa Ummi,'' ujar Syakilla.


''Apa kamu bisa hadir di hari lamaran anak saya?,'' tanya Ummi.


''Saya tidak berani bilang Iya karena saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya tapi Inn Syaa Allah kalau saya ada waktu saya akan menyempatkan hadir,'' ujar Syakilla.


''Terima kasih Ummi tunggu kedatangan kamu,'' ucap Ummi Aminah.


''Sudah selesai semuanya tinggal besok kalau anak Ummi datang seperti yang saya bilang untuk pria Ummi bisa bawa baju mereka saja.'' ujar Syakilla.


''Terima kasih,'' ucap Ummi Aminah


''Saya yang berterima kasih karena Ummi sudah percaya kepada butik kami,'' ujar Syakilla.


'' Kalau sudah selesai Ummi langsung pamit besok Ummi kabarin kamu kalau mau mengantar anak Ummi kesini,'' ujar Ummi


''Baik Ummi, mari saya antar ke depan,'' ucap Syakilla.


Syakilla mengantar Ummi Aminah sampai di depan mobilnya.


''Hati hati Ummi, sekali lagi terima kasih,'' ucap Syakilla saat Ummi Aminah sudah masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


''Ummi pamit ya, Assalamualaikum, '' ucap Ummi


''Waalaikum salam,'' jawab Syakilla.


Syakilla kembali masuk ke dalam butiknya dan melanjutkan pekerjaannya. Untuk keluarga Ummi Aminah Syakilla akan menanganinya sendiri semuanya dari pemilihan bahan dan warna serta yang lainnya.


Syakilla benar benar fokus mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Tidak terasa azan ashar sudah di dikumandangkan Syakilla berhenti sejenak dari pekerjaannya untuk shalat begitu pun dengan yang lainnya.


Selesai shalat Syakilla kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda Syakilla benar benar fokus mengerjakannya dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun dalam menyelesaikan pekerjaannya tersebut.


Sampai mendekati magrib Syakilla masih dengan pekerjaannya sedangkan para karyawannya sudah pulang satu persatu karena sudah waktunya pulang.


''Assalamualaikum Miss belum pulang juga ini sudah mau magrib,'' ucap salah satu karyawan Syakilla di balik pintu mengetuk pintu ruangan Syakilla.


''Astaqfirullah, aku terlalu fokus sampai lupa waktu,'' gumam Syakilla saat melihat jam yang ada di tangannya.


Syakilla menghampiri karyawannya dan membukakan pintu. Dia akan pulang dengan membawa pekerjaannya. Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya secepatnya tidak mau pelanggannya merasa kecewa. Sebisa mungkin dia akan mengerjakan secepatnya tanpa harus menunda nunda pekerjaannya.


''Terima kasih sudah kasih tahu saya, kamu mau pulang juga?,'' tanya Syakilla.


''Iya Miss saya juga mau langsung pulang,'' jawabnya.


''Pulangnya naik apa?,'' tanya Syakilla.


''Saya lagi menunggu taksi pesanan saya,'' jawabnya.


''Kamu sama saya saja pulangnya sudah magrib juga kan,'' ujar Syakilla.


''Masih bisa di cancel kan,''tanya Syakilla


''Masih,'' jawabnya.


''Kamu cancel saja kalau begitu kamu pulang sama saya,'' ujar Syakilla.


''Apa tidak merepotkan Miss?,'' tanyanya.


''Tidak sama sekali, ayo nanti keburu magrib,'' ajak Syakilla.


Syakilla menutup butiknya dan mengantar pulang karyawannya. Sebaik itu Syakilla siapa yang tidak senang bekerja dengannya tidak ada batasan di antara karyawan dan bawahan hanya saat bekerja saja semua menjadi profesional.


Sampai di rumah karyawannya ternyata adalah sebuah kontrakan.


''Apa kamu tinggal sendiri di sini?,'' tanya Syakilla.


''Iya Miss saya sendiri di sini Ibu sama Ayah saya ada di kampung,'' jawab Anna


''Ya sudah hati hati, saya langsung pulang takut kejebak macet juga,'' ujar Syakilla.


''Miss tidak mau mampir dulu?,'' Tanya Anna.

__ADS_1


''Lain kali saja,'' jawab Syakilla.


''Terima kasih sudah mau mengantar saya maaf membuat Miss repot,'' ujar Anna.


''Sama sama, Assalamualaikum,'' ucap Syakilla.


''Waalaikum salam,'' Jawab Anna.


Syakilla langsung pergi dari kontrakan Anna dan pulang ke rumahnya, Syakilla sampai di rumahnya bersamaan dengan dikumandangkannya azan magrib di masjid.


''Alhamdulillah,'' ucap Syakilla saat mendengar suara azan.


Syakilla mengetuk rumahnya dan mengucapkan salam tanpa menunggu di bukakan pintunya Syakilla sudah masuk ke dalam rumahnya.


''Assalamualaikum Ma,'' ucap Syakilla memasuki rumahnya.


Mama Rosa yang sudah lengkap dengan mukenanya keluar menghampiri Syakilla yang baru pulang.


''Kenapa magrib pulangnya Qilla?,'' tanya Mama Rosa.


''Tadi ada pesanan Ma, jadi Qilla lupa waktu,'' ucap Qilla.


''Kamu selalu saja lupa waktu kalau sudah menyangkut pekerjaan, sudah sana shalat dulu, itu apa?,'' tanya Mama Rosa.


''Biasa Ma, belum selesai jadi Qilla bawa pulang, Qilla ke kamar dulu ya,'' ucap Syakilla.


''Iya, setelah bersih bersih dan shalat makan dulu jangan langsung sibuk sama pekerjaan kamu,'' ucap Mama Rosa.


''Baik Ma,'' jawab Syakilla seadanya dan memasuki kamarnya begitupun Mama Rosa dia kembali ke kamarnya untuk melaksanakan shalat magribnya.


Syakilla begitu masuk ke kamarnya dia langsung menuju kamar mandi karena sudah sangat gerah dan tidak mungkin juga shalat dalam keadaan masih kotor. Tidak membutuhkan waktu lama Syakilla sudah siap dengan mukenanya dan langsung mengerjakan shalat magribnya dengan khusyuk di lanjutkan dengan membaca Al Quran beberapa ayat.


Seperti perintah Mamanya Syakilla keluar dari kamarnya setelah melaksanakan kewajibannya untuk makan malam sebelum melanjutkan pekerjaannya yang masih setengah jalan itu.


''Mama udah Siap?,'' tanya Syakilla karena melihat Mamanya sudah di depan tv di ruang keluarga.


''Sudah dari tadi, mau makan?,'' tanya Mama Rosa.


''Iya Ma, sebentar lagi mau lanjutin pekerjaannya dari pada Mamaku tercinta ini marah jadi anak yang baik hati ini makan dulu,'' ujar Syakilla.


''Mau Mama bantu pekerjaannya?,'' ujar Mama Rosa menawarkan bantuan.


''Gak usah Ma, Mama istirahat aja, gak banyak kok cuma satu karena orang yang mau pesan baju tadi gak datang,'' jawab Syakilla dan pergi ke meja makan.


Jangan lupa Like komen vote and gift nya teman teman sekalian


mampir juga di karya author yang satu lagi


''PRIA IDAMAN''

__ADS_1


Author tunggu di sana


terima kasih


__ADS_2