
''Fahri?,'' ucap Syakilla.
''Iya Fahri, dia donatur baru di panti ini, anaknya ganteng, baik, sopan, soleh lagi,'' ujar Mbak Salma.
Mendengar Mbak Salma yang begitu memuji laki laki itu membuat Syakilla sedikit penasaran. Syakilla terus melihat ke arah luar tepatnya melihat ke arah mobil laki laki itu tapi sang punya mobil belum juga muncul.
''Anak anak selesaikan saja makannya habis itu kalian tidur siang,'' ucap Bunda Fatimah.
''Bunda boleh gak kalau hari ini kami gak usah tidur siang, hari ini saja,''ucap Dimas anak panti.
''Memangnya kalian mau ngapain sampai gak mau tidur siang?,'' tanya Bunda Fatimah.
''Kita mau main sama kak Fahri juga, boleh kan Bunda?,'' jawab Dimas.
''Untuk hari ini boleh tapi jangan main terlalu capek nanti kalian sakit,'' ujar Bunda Fatimah.
''Makasih Bunda,'' ucap mereka semua secara bersamaan.
Karena terlalu fokus pada makanannya Syakilla tidak sadar kalau pria itu sudah berdiri di pintu di mana mereka semua sedang menikmati makan siang mereka.
''Assalamualaikum,'' ucap pria itu dan reflek Syakilla berbalik melihat ke sumber suara. Dan terkejut melihat siapa yang datang itu dangan cepat pula Syakilla berbalik kembali melihat ke arah makanannya berada.
''Waalaikum salam,'' jawab mereka semua tidak terkecuali termasuk Syakilla tapi dengan suara pelan.
''Kenapa bisa dia?,'' batin Syakilla.
''Kak Fahri,'' teriak anak anak
'' Halo adik adik,'' sapa Fahri melambaikan tangannya ke arah anak anak.
''Masuk Fahri, Bunda pikir siapa tadi, sini ikut makan siang sama kita,'' ajak Bunda Fatimah.
''Maaf banget semuanya, Fahri datang di waktu yang tidak tepat ya,,'' ucap Fahri.
''Tidak sama sekali, malahan bagus kita bisa makan siang sama sama, lebih ramai, silahkan duduk'' jawab Bunda Fatimah.
''Kak Fahri habis makan kita main ya,'' ucap Nia
''Memangnya boleh, bukankah ini waktu kalian tidur siang?,'' ujar Fahri menatap anak anak dan Bunda Fatimah secara bergantian.
''Boleh, aku udah minta izin sama Bunda,,'' jawab Dimas.
''Boleh Bunda?,'' tanya Fahri. belum menyadari keberadaan Syakilla di sampingnya.
''Untuk hari ini Bunda bolehin,'' jawab Bunda Fatimah.
Fahri duduk di samping Syakilla karena hanya di samping Syakilla ada kursi yang masih kosong, Syakilla menghadap ke arah yang berbeda supaya tidak bertatapan dengan Fahri. bukan apa apa dia sangat malas menghadapi sifat Fahri yang bisa membuatnya kesal seperti tempo hari.
''Syakilla,'' Panggil Bunda Fatimah.
__ADS_1
''Iya Bunda,'' jawab Syakilla menutupi wajahnya menggunakan tangan.
''Kenapa kamu menutupi wajah kamu?, apa kalian saling mengenal?,'' ujar Mbak Salma.
Spontan Syakilla menurunkan tangannya dan menatap Fahri.
''Enggak Mbak,'' jawab Syakilla berbeda dengan Fahri dia menjawab kebalikannya.
''Kenal Mbak,'' jawab Fahri ikut terkejut kalau yang duduk di sampingnya adalah wanita yang pernah dia temui sebelumnya.
''Yang satu bilang enggak yang satu bilang kenal yang benar yang mana?,'' ujar Bunda Fatimah.
''Qilla gak kenal kok Bunda,'' ucap Syakilla.
''Fahri bisa jelaskan?,'' ujar Bunda Fatimah.
''Begini Bunda, tempo hari aku ketemu dengan seorang wanita yang jalan sambil menangis dan tidak sengaja berpapasan sama Fahri dan itu adalah dia,'' jawab Fahri kelewat jujur.
''Kamu menangis kenapa Qilla?,'' tanya Bunda Fatimah.
''Bukan apa apa Bunda, dia saja yang mengada ngada,'' ucap Syakilla.
''Mengada ngada dari mana emang waktu itu kamu menangis kan, bilang saja gak usah berbohong gak baik,'' ucap Fahri.
''Tapi benar sih Bunda, aku baru tahu namanya sekarang,'' sambungnya lagi.
''Tapi sekarang aku kenal dan juga tahu nama kamu, hari itu sebenarnya Fahri mau ajak kenalan tapi anaknya lagi nangis,'' ucap Fahri.
''Bisa gak, enggak usah mengada ngada siapa juga yang menangis,'' ujar Syakilla.
''Terus apa namanya kalau bukan menangis keluar air dari mata, jangan bilang kelilipan udah keseringan,'' ucap Fahri.
''Kalian kenapa malah bertengkar di sini?, gak malu di lihat anak anak,'' tutur Bunda Fatimah.
''Dia duluan yang mulai Bun,'' ucap Syakilla.
''Kan kamu duluan tadi kenapa saya duluan,'' ujar Fahri tidak mau kalah.
''Fahri Syakilla kalian ini seperti anak kecil saja, habiskan makan siang kalian,'' ucap Bunda Fatimah menengahi keduanya.
Syakilla dan Fahri sama sama terdiam dan tidak bicara lagi dan melanjutkan makan siangnya.
''Apes banget aku ketemu dia lagi, kenapa harus ketemu di sini lagi, pasti habis ini Bunda akan menanyakan kenapa aku menangis, dasar laki laki gak bisa jaga mulut,'' batin Syakilla menatap ke arah Fahri sepeti tatapan memangsa.
''Kenapa kamu menatap saya seperti itu, kamu tidak jatuh cinta sama saya kan?,'' ujar Fahri pelan dengan tingkat ke percayaan diri di atas rata rata.
'' Enggak usah GR,'' ucap Syakilla berpaling menatap ke arah lain.
''Kalau iya ngaku saja, apa kamu tidak menangis hari ini?,'' ucap Fahri pelan.
__ADS_1
''Kamu pikir saya anak kecil yang menangis setiap hari?,'' ucap Syakilla tanpa sadar sedang mengaku kalau hari itu memang dia sedang menangis.
'' Jadi benar kata saya kalau hari itu kamu sedang menangis, kenapa berbohong sama Bunda?,'' ucap Fahri lagi masih dengan suara pelan.
''Kalian berdua ini katanya tadi gak kenal sekarang main bisik bisikan apa yang sedang kalian bicarakan?,'' tutur Bunda Fatimah.
''Bukan apa apa Bunda, gak penting juga,'' jawab Syakilla.
''Selesai makan ke ruangan Bunda kita bahas ini di ruangan Bunda saja, jangan sambil makan begini gak baik,'' ujar Bunda Fatimah.
''Kalau di lihat lihat kalian berdua cocok juga, serasi,'' ucap Mbak Salma.
''Cocok dari mana Mbak yang ada kita cekcok dari tadi,'' ujar Syakilla.
''Benar kan Mbak kita cocok, dia aja gak mau mengakuinya,'' ujar Fahri.
''Sudah kalian habiskan makan dulu gak benar berbicara saat makan, jangan ajari anak anak yang gak baik,'' tegur Bunda Fatimah.
''Iya Bunda,'' jawab mereka semua.
'' Kita cocok kata Mbak Salma,'' bisik Fahri pada Syakilla.
''Cocok dari hongkong,'' jawab Syakilla melanjutkan makannya tidak mau perduli apa kata Fahri.
''Menurut saya sih benar kata Mbak Salma kamu merasa gak?,'' bisik Fahri lagi.
Syakilla tidak menjawab atau merespon apa yang di katakan Fahri, Syakilla hanya diam saja tapi di salah artikan sama Fahri.
''Kamu diam berarti kamu juga setuju kalau kita ini sebenarnya cocok,'' bisik Fahri membuat Syakilla geram sendiri
''Anda bisa diam gak sih, dari tadi ngelantur gak jelas banget,'' jawab Syakilla pelan supaya tidak terdengar oleh Bunda juga yang lain.
''Makanya jawab dulu apa baru habis itu saya diam,'' ujar Fahri.
''Jawab apa,'' tanya Syakilla sudah mulai kesal.
'' Kita cocok gak?,'' ucap Fahri.
''Enggak, udah kan?,'' jawab Syakilla singkat padat jelas.
'' Kok enggak sih?,'' ucap Fahri lagi.
''Kalian mau terus berbisik bisik atau mau makan?,'' tutur Bunda Fatimah.
jangan lupa
Like komen vote gift dan hadiahnya teman teman sekalian
terima kasih yang sudah mampir jangan bosan ya
__ADS_1