Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Yang dirahasiakan????


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Mama sudah pergi Sil, Ta," ucap Syakilla terdengar pilu.


" Qilla, kamu harus ikhlas menerima semua ini, ada kita di sini, Bunda, dan sekarang juga sudah ada suami kamu" ucap Sisil dan Dita memeluk Syakilla.


"Kenapa ninggalin aku secepat ini?," Lirih Syakilla.


" Qilla," ucap Sisil dan Dita.


Fahri dan keluarganya yang melihat interaksi Syakilla dan kedua sahabatnya merasa sangat terharu, bukan hanya keluarga Fahri saja semua menatap ke arah Syakilla dan sahabatnya.


Tiba saatnya jenazah Mamanya Syakilla di bawa ke pemakaman yang sudah siap. Fahri ikut membantu warga dan juga ustadz yang lain membawa jenazah mertuanya ke pemakaman umum yang tidak jauh dari pondok. Mereka cukup berjalan kaki saja sudah sampai.


Syakilla yang terus menangis terus di rangkul kedua sahabatnya sampai di pemakaman umum.


Setelah semua selesai Syakilla tidak langsung pulang dia terduduk di peristirahatan terakhir Mamanya. Warga dan para santri sudah pulang ke pondok. Di pemakaman hanya tinggal keluarga inti saja, dan kedua sahabatnya.


" Sayang kita pulang ya! ini sudah siang sebentar lagi dzuhur!" Ucap Fahri.


" Aku mau di sini dulu, Mas." balas Syakilla.


" Qilla ikhlaskan Mama kamu, sayang. Allah lebih sayang sama Mama kamu," ucap Aminah.


" Iya, Ummi. Tapi Qilla mau si sini sebentar lagi, Ummi sama yang lain pulang aja duluan," ucap Syakilla.


" Ummi,Bunda, kalian pulang saja ke pondok. Qilla biar sama Fahri," ucap Fahri.


" Kalau begitu kami balik dulu," ucap Fatimah.


Akhirnya mereka pulang ke pondok. Tinggallah Syakilla dan Fahri berdua di pemakaman. Fahri membiarkan istrinya duduk dan menangis di kuburan Mamanya tanpa berniat untuk melakukan apapun. Karena dia tau ini pasti sangat menyakitkan untuk istrinya.


Waktu sudah menunjukkan tengah hari tapi Syakilla masih saja enggan untuk pulang, Fahri yang sudah tidak tega melihatnya.


" Sayang kita pulang ya!," Ucap Fahri.


" Aku mau tetap di sini, Mas. Kalau mas Fahri mau balik, balik duluan aja," ucap Syakilla.


Fahri yang tidak punya pilihan lain mengangkat tubuh istrinya.


" Mas turunkan aku," ucap Syakilla memukul Fahri.


" Enggak," balas Fahri.


" Mas, turunkan aku, " ucap Syakilla.


Fahri tidak menghiraukan apa yang Syakilla katakan dia tetap saja menggendong Syakilla sampai di pondok.


" Mas, kamu gak malu. Semua orang melihat ke arah kita," ucap Syakilla malu.


" Biarin aja, mungkin mereka iri," balas Fahri santai.

__ADS_1


Fahri membawa masuk Syakilla ke dalam rumah semua melihat ke arah Syakilla dan Fahri. Semua bertanya-tanya kenapa Fahri menggendong seorang wanita.


"Fahri kenapa dengan Syakilla?," Tanya Bunda Fatimah.


" Enggak kenapa-kenapa Bunda," jawab Fahri menurunkan Syakilla.


" Kalau enggak kenapa-kenapa kenapa kamu harus gendong seperti itu?" Tanya Aminah.


"Syakilla ingin di gendong sama Fahri," jawab Fahri.


" Enggak Bunda, Ummi, Mas Fahri yang paksa Syakilla," timpal Syakilla.


" Sudah tidak apa-apa, sekarang kamu istirahat dulu di kamar Fahri," ucap Aminah.


" Ayo sayang biar aku temenin. Kamu juga belum tidur dari semalam," ucap Fahri.


" Tapi..." ucap Syakilla.


" Sudah jangan pikirkan ini, ini sudah di urus sama Abi" potong Zahra


" Ummi, Bunda, Fahri temenin Syakilla dulu sebentar," ucap Fahri.


Fahri membawa Syakilla ke dalam kamarnya untuk bisa istirahat di sana.


" Mas, keluar aja," usir Syakilla.


Fahri paham Syakilla masih canggung saat berdua dengannya apalagi mereka hanya berdua seperti ini.Tapi, Fahri juga tidak bisa membiarkan Syakilla sendirian di saat seperti ini, walaupun dia percaya kalau istrinya tidak mungkin berbuat nekat tapi Fahri tetap mencemaskan istrinya.


" Enggak perlu, Mas. Aku janji bakal tidur," ucap Syakilla.


" Kenapa? Kamu takut sama aku?" Tanya Fahri berjalan ke arah Syakilla.


" Terserah kamu saja," ucap Syakilla naik ke atas tempat tidur dan memejamkan matanya.


" Tidur yang nyenyak istriku," lirih Fahri mencium kening istrinya.


Setelah Syakilla tertidur Fahri keluar dari kamarnya untuk menemui yang lain. Semua pelayat sudah pulang termasuk teman-teman Syakilla, yang tinggal hanya Bunda Fatimah saja.


"Syakilla sudah tidur?" Tanya Zahra.


" Ia, kak," jawab Fahri.


" Kenapa kamu gak ikut tidur saja, kamu juga belum tidur dari semalam," ucap Ilham.


" Nanti saja Bi," balas Fahri.


" Bagaimana persiapan nanti malam?," Tanya Fahri.


Nanti malam mereka akan mengadakan pengajian yang di isi oleh anak-anak pondok.


" Semua sudah di urus sama nak Alfin," jawab Ilham.

__ADS_1


" Bagaimana dengan Syakilla, apa dia akan tinggal di sini?" Tanya Aminah.


" Fahri belum membahas ini sama Syakilla Ummi, Fahri masih gak tega membicarakannya, " jawab Fahri.


"Sebaiknya kalian tinggal di sini saja, biar Syakilla tidak kesepian. Kalau di rumahnya tidak ada orang," ucap Aminah.


" Ia, kalian juga sudah menikah," sambung Zahra.


" Tapi Zahra lihat semua orang bingung saat Fahri membawa Syakilla ke rumah ini, sepertinya kita perlu mengumumkan pernikahan mereka takutnya akan terjadi fitnah nantinya" ucap Zahra.


" Setelah Syakilla sudah membaik, Abi akan membuat acara untuk mereka, atau saat pernikahan Zahra saja," ucap Ilham.


" Gimana baiknya saja Bi," ucap Fahri.


"Kasian Syakilla, Ummi sungguh tidak tega melihatnya. Di mana Papanya sekarang? Apa kamu sudah memberi tahunya?," Tanya Aminah.


"Apa kamu tau sesuatu mengenai Mamanya Syakilla?," Tanya Zahra.


" Kenapa tiba-tiba kakak bisa bertanya seperti itu?," Tanya Fahri.


" Kakak hanya curiga saat kamu menyela ucapan dokter waktu itu, apa benar kamu menyembunyikan sesuatu dari Syakilla dan juga kami," jawab Zahra.


Fahri mengusap wajahnya dia tidak bisa menyembunyikan ini dari keluarganya tapi Fahri juga belum siap untuk menceritakannya kepada siapapun sekarang, dia takut kalau Syakilla mendengar pembicaraannya.


Fahri menatap ke arah kamarnya berada, setetes air mata jatuh tanpa permisi, semua yang di katakan Mamanya Syakilla seolah berputar di ingatannya.


"Maafkan aku sayang" gumam Fahri pelan.


"Ia, kita tau sesuatu yang Syakilla tidak tau mengenai Mamanya," ujar Fatimah.


" Jadi, Bunda juga tau sesuatu?," Tanya Aminah.


"Ia, saya juga mengetahui belum lama ini," jawab Fatimah.


" Apa yang harus Fahri lakukan sekarang Bunda, Fahri tidak bisa terus menyembunyikan ini semua dari Syakilla. Fahri takut kalau Syakilla mengetahuinya dari orang lain, dia akan membenci Fahri nantinya," ucap Fahri menunduk.


" Bunda juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Bunda juga sudah berjanji kepada almarhumah Mamanya untuk tetap merahasiakan ini darinya," ucap Fatimah.


Sedangkan yang lain mereka tidak mengerti arah pembicaraan kedua orang itu hanya menyimaknya saja.


" Apa Fahri harus katakan yang sebenarnya? Atau tetap menyimpan rahasia ini?," ujar Fahri.


" Sebenarnya rahasia apa yang kamu simpan mengenai mertua kamu yang tidak di ketahui oleh istri kamu?," Tanya Ilham.


" Fahri akan jujur sama kalian, tapi tolong tetap rahasiakan ini, sampai Fahri siap menceritakan sama Syakilla." ucap Fahri.


" Kami akan merahasiakannya dari Syakilla," ucap Zahra sudah sangat penasaran, derita apa lagi yang dihadapi Syakilla, wanita tangguh.


" Sebenarnya almarhumah Mama Rosa sudah lama mengidap penyakit yang mematikan yang tidak Syakilla ketahui selama ini, almarhumah mengidap penyakit kanker," ucap Fahri.


"Apa?"

__ADS_1


__ADS_2