
''Astaqfirullahalazim, Qilla kenapa dengan wajah kamu? siapa yang melakukan ini jawab Mama dengan jujur Qilla Mama gak pernah ajarin kamu berbohong jadi jawab Mama.'' Ucap Mama Rosa terkejut melihat pipi Syakilla yang memerah.
''Aku gak pa pa kok Ma,'' jawab Syakilla
''Gak pa pa gimana! pipi kamu merah begini, jawab Mama Qilla, Mama gak suka kalau kamu bohongin Mama ya,'' cerca Mama Rosa.
''Ma, udah ya Qilla capek banget sekarang mending nanti aja Qilla jelasinnya boleh ya?,'' ujar Syakilla berkilah
''Gak Mama gak akan biarkan kamu masuk kamar kalau belum kamu jelaskan kenapa dengan pipi kamu,'' Ujar Mama Rosa.
''Qilla janji nanti Qilla jelasin tapi sekarang biarkan Qilla mandi dulu ya,'' Ujar Syakilla lagi.
''Baik, tapi Mama akan tunggu di kamar kamu, Mama tahu kamu Qilla, pasti kamu akan cari cara untuk menutupi semua ini dari Mama,'' ujar Mama Rosa lagi.
''Gimana ini? apa aku harus jujur kalau ini ulah Papa?, tapi bukan lebih bagus ya kalau Mama tahu kan Mama gak bisa maksa aku lagi untuk tidak membenci Papa?,'' Batin Syakilla.
''Kenapa malah bengong ayok katanya mau mandi Mama tunggu di dalam,'' Ujar Mama Rosa.
''I..ya,'' jawab Syakilla tidak tahu harus mengelak gimana lagi.
Syakilla masuk ke kamar bersama Mamanya yang mengikuti dari belakang seperti seorang tahanan saja.
''Udah mandi sana, jangan lama lama Mama tunggu di sini,'' Ujar Mama Rosa duduk di atas kasur Syakilla.
''I...ya Ma gak lama kok,'' Jawab Syakilla.
''Udah sana, ngapain masih di sini?,'' ucap Mama Rosa lagi.
Syakilla tidak bisa menjawab lagi dia pun masuk ke kamar mandi.
''Apa yang harus aku katakan? apa aku jujur saja atau tidak ya?, kenapa bisa jadi gini sih?,'' gumam Syakilla melihat dirinya sendiri di cermin yang berada di dalam kamar mandinya.
__ADS_1
''Tapi kalau aku jujur Mama pasti menyalahkan dirinya lagi,'' Syakilla terus berbicara dengan dirinya sendiri bukannya langsung mandi.
Lelah memikirkan apa yang akan dikatakan ke Mamanya Syakilla akhirnya Syakilla mulai membersihkan dirinya dan berendam di bathtub untuk menjernihkan pikirannya yang sangat lelah hari ini.
Sudah hampir satu jam Syakilla belum juga keluar dari kamar mandi. Mama Rosa yang menunggu menjadi kesal sendiri dan menggedor gedor pintu kamar mandi Syakilla.
''Qilla kamu lagi ngapain sih? lama banget dari tadi belum selesai juga? kamu gak lagi menghindarkan?,'' teriak Mama Rosa di balik pintu kamar mandi Syakilla.
Sebenarnya Syakilla sudah selesai dari tadi tapi dia enggan keluar dan berharap kalau sang Mama sudah pergi dari kamarnya. Namun dia salah total ternyata Mamanya masih menunggunya sampai selesai.
''Jawab jujur aja deh dari pada makin ribet nantinya,'' Syakilla memutuskan akan menceritakan yang sebenarnya tanpa menutupi apapun atau berbohong.
Syakilla keluar sudah siap dengan baju piyama yang biasa dia gunakan kalau berada di rumah dan tidak memakai jilbabnya lagi.
Perlahan tapi pasti Syakilla menghampiri Mamanya yang masih setia di kasur empuknya.
''Kenapa lama banget sih? bosan Mama nunggunya dari tadi!,'' tutur Mama Rosa.
''Karena Mama mau mendengar kejujuran kamu, jadi kamu gak bisa menutupi apapun dari Mama, sekarang jangan banyak berkilah sekarang duduk cerita sama Mama kenapa dengan wajah kamu,'' tutur Mama Rosa.
Syakilla susah mantap mau menceritakan yang sebenarnya kepada Mamanya pun duduk di samping sang Mama.
''Mama harap kamu tidak membohongi Mama sayang,'' Ucap Mama Rosa memegang pipi Syakilla yang masih merah walaupun tidak semerah pas dia pulang tadi.
'' Tapi kalau Qilla jujur Mama jangan salahkan Mama sendiri lagi seperti dulu,'' Ucap Syakilla.
''Apa ini ulah Papamu lagi?,'' Mama Rosa langsung menebak siapa yang di maksud Syakilla karena tidak mungkin Syakilla berbicara seperti itu kalau bukan orang yang melakukan ini sudah pernah melakukannya sebelumnya.
Syakilla hanya menganggukkan kepalanya tidak berani menjawab lagi dan hanya bisa menunduk menyembunyikan air matanya yang hampir tumpah itu.
''Mama lihat kan Papa gak akan bisa berubah Ma, jadi Mama jangan terlalu berharap sama pria itu sampai kapanpun Syakilla tidak akan memaafkannya Ma,'' Ujar Syakilla menumpahkan air matanya.
__ADS_1
''Sayang,'' Ucap Mama Rosa tidak bisa menjawab Syakilla dan memeluk Syakilla dengan penuh kasih sayang.
''Ma, Qilla benar benar membencinya sekarang Mama gak usah ngomong apa apa untuk membela pria itu lagi Ma,'' Ujar Syakilla.
''Mama minta maaf sayang, Mama gak bisa lindungi kamu dari Papa kamu,'' Ujar Mama Rosa menyalahkan dirinya sendiri.
Inilah yang Syakilla tidak mau kalau Mamanya pasti akan menyalahkan dirinya lagi kalau dia berkata jujur.
''Ini semua bukan salah Mama, ini adalah salahnya pria itu Qilla sangat membenci pria itu,'' ujar Syakilla lagi lagi mengulangi kata benci.
''Ini juga salah Mama sayang,'' Ujar Mama Rosa.
''Inilah kenapa Qilla gak mau jujur sama Mama karena Mama akan menyalahkan diri Mama sendiri seperti ini,'' ucap Syakilla kesal dengan Mamanya.
''Tapi Mama berharap kamu mau memaafkan Papa kamu, mungkin dia tidak sengaja melakukan itu, Mama minta Maaf untuknya sayang, maafin Papa kamu ya,'' Ujar Mama Rosa yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Syakilla sekalipun.
''Ma'' Ucap Syakilla malah membentak Mamanya tanpa sadar.
''Mama kenapa sih selalu saja membela pria itu dan sekarang Mama minta maaf atas apa yang dia lakukan, bukan ini yang Syakilla inginkan Ma, buka mata Mama kalau pria itu bahkan tidak menyayangi Qilla sedikit pun Ma, kenapa Mama malah minta maaf untuknya,'' Ujar Syakilla heran dengan jalan pikiran Mamanya.
''Mama tahu sayang tapi dia akan tetap jadi Papa kamu sampai kapan pun tidak ada bekas ayah Qilla, Mama paham kamu membencinya karena kamu memiliki alasan untuk itu tapi Mama juga memiliki alasan Mama sendiri kenapa Mama selalu menyuruh kamu untuk tidak membenci Papa kamu,'' Jawab Mama Rosa
''Apa alasannya Ma, Apa?,'' Ujar Syakilla sebisa mungkin menahan emosinya tapi air matanya tidak mampu tertahan lagi.
''Qilla, Mama gak mau karena Mama kamu membenci Papa kamu, kamu pasti mengerti kan Mama gak mau kamu salah arah Qilla, Allah akan membenci Mama kalau kamu sampai membenci Papa kamu,'' Tutur Mama Rosa.
1tl''Ma aku sudah berusaha selama ini Ma, aku mencoba untuk tidak membenci Papa, tapi aku gak bisa Ma, ini terlalu menyakitkan untuk aku dan aku tahu Mama juga sakit kan?,'' Ucap Syakilla tidak bisa membendung lagi air matanya.
''Yang penting Mama sudah mengingatkan kamu Qilla dan Mama tetap berdoa semoga suatu saat nanti kamu tidak akan membenci Papa kamu lagi,'' Ucap Mama Rosa dan keluar dari kamar Syakilla yang masih menangis.
''Kenapa, kenapa aku yang salah Ma, ini sungguh tidak adil, aku yang merasakan sakitnya kenapa aku tidak bisa membencinya?,'' Gumam Syakilla setelah Mamanya keluar dari kamarnya.
__ADS_1