
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹
" Kamu lagi cari apa?," Tanya Fahri.
"Aku lagi cari hijab aku, lihat gak?," Tanya Syakilla.
"Kenapa nggak di buka aja dulu mukenanya," ucap Fahri.
" Aku malu," balas Syakilla.
" Tidak perlu malu, kita ini sudah sah menjadi suami istri di mata Allah. Kamu tidak akan berdosa karena menunjukkannya sama aku. Aku juga ingin melihat rambut kamu," ucap Fahri.
" Tapi..." ucap Syakilla.
" Sudah tidak usah malu, sekarang apapun yang ada di diri kamu adalah halal untukku lihat," ucap Fahri.
"Ia," Syakilla tersipu malu saat Fahri mengatakan itu.
" Sudah tidak apa-apa," ucap Fahri.
Perlahan Syakilla membuka mukenanya walaupun masih malu dengan Fahri. Perkataan Fahri benar sekarang dia adalah istrinya Fahri yang berhak atas dirinya.
"Ma Syaa Allah," ucap Fahri terpana melihat Syakilla dengan uraian rambut yang indah.
"Jangan liatin aku terus, " ucap Syakilla
" Kenapa?" Tanya Fahri.
" Aku malu," jawab Syakilla buru-buru mencari jilbab baru yang berada di lemari untuk dia pakai.
" Kenapa harus malu, itu baru rambut aku bahkan bisa melihat yang lain juga," ucap Fahri.
" Sayang, berhenti menggodaku. Cepat kamu juga pakai celana kamu lagi kita ke rumah sakit," ucap Syakilla meninggalkan Fahri di kamarnya sendirian.
"Kenapa dia jadi menggemaskan seperti itu, bisa- bisa aku khilaf kalau selalu berdua seperti ini," lirih Fahri memakai celananya lagi.
" Sudah belum?" Tanya Syakilla dari arah tangga.
" Sudah sayang," jawab Fahri keluar dari kamarnya Syakilla dan melihat Syakilla berdiri di tekat tangga.
"Kamu nggak bawa baju ke rumah sakit?," Tanya Fahri melihat tangan Syakilla tidak memegang apapun.
" Aku lupa mengambilnya di kamar," jawab Syakilla.
" Aku tunggu di mobil ya!," Ucap Fahri
" Emm" balas Syakilla dan berlari ke arah kamarnya.
" Dia itu suka sekali lari, nggak takut jatuh apa!," Gumam Fahri turun ke bawah.
Setelah Syakilla mengambil bajunya dia turun ke bawah dan melihat Fahri masih berdiri di dekat sofa.
" Kenapa tidak langsung ke mobil aja, Mas?," Tanya Syakilla
__ADS_1
" Aku sengaja tunggu kamu," jawab Fahri.
" Yaudah ayo, kita udah kelamaan di rumah. Kasian Bunda sendiri." ucap Syakilla
" Bunda pasti mengerti," balas Fahri.
Mereka berdua keluar dari rumah. Fahri langsung masuk ke dalam mobil sedangkan Syakilla mengunci rumahnya. Di depan saat Syakilla akan naik ke mobil tidak sengaja bertemu dengan Tante Diana Mamanya Arka yang baru datang entah dari mana.
"Syakilla, mau kemana?," Tanya Diana.
"Mau ke rumah sakit Tante," jawab Syakilla.
" Siapa yang sakit?," Tanya Diana terlihat khawatir.
" Mama yang lagi sakit Tante," jawab Syakilla.
" Sakit apa? Tapi tadi pagi Tante ketemu sama Mama kamu baik-baik aja, kapan masuk rumah sakitnya?" Tanya Diana perhatian.
" Tadi menjelang zuhur Tante, maaf Syakilla tidak bisa lama-lama," ucap Syakilla.
" Ia nggak pa-pa Tante mengerti, Mama kamu di rawat di rumah sakit mana, nanti Tante jenguk sama Arka!," Ucap Diana.
" Di rumah sakit Mekar Jaya Tante," jawab Syakilla
" Kalau gitu Qilla permisi dulu Tante, Assalamualaikum," ucap Syakilla.
"Waalaikumsalam, hati- hati ya!," Ucap Diana.
"Ia, Tante" jawab Syakilla naik ke dalam mobil sedangkan Diana masuk ke rumahnya.
" Tante Diana mamanya kak Arka," jawab Syakilla sambil memakai seatbelt.
" Apa kalian sudah sangat dekat?," Tanya Fahri.
" Sudah nggak usah cemburu, kita hanya tetangga tidak lebih. Mereka juga baru pindah ke sini, lagi pula aku baru mengenal mereka beberapa hari yang lalu karena di undang makan malam ke rumah mereka, tapi kalau Mama sering ke sana," jelas Syakilla tidak mau Fahri salah paham.
"Tapi, yang aku lihat sepertinya si Arka itu suka sama kamu," ucap Fahri menjalankan mobilnya.
"Mas, itu enggak penting. Yang penting sekarang aku adalah istri kamu," balas Syakilla
" Kamu panggil aku apa tadi?," Tanya Fahri.
" Mas, apa nggak boleh? Gak enak juga panggil kamu atau mana, karena sekarang kan kamu suami aku " jelas Syakilla. Karena Syakilla merasa aneh saat memanggil Fahri dengan sebutan nama atau Kamu.
" Aku menyukainya, tapi aku lebih suka saat kamu memanggilku dengan sebutan sayang," balas Fahri senang saat Syakilla dia sebagai suaminya.
Syakilla tidak mengiyakan atau membantah ucapan Fahri dia hanya diam saja, antara malu dan juga masih canggung.
"Sayang," panggil Fahri.
" Ia," jawab Syakilla menoleh ke arah Fahri.
" Kita mampir beli makan dulu sebentar ya! Kasian Bunda pasti belum makan, kamu juga belum makan kan?" Tanya Fahri.
__ADS_1
"Ia, boleh," jawab Syakilla.
Fahri Fokus pada jalannya, sesekali mengajak bercanda istrinya agar tidak bosan dan sunyi selama perjalanan.
Fahri menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.
" Kamu tunggu di sini atau ikut aku ke dalam?," Tanya Fahri sebelum turun
" Aku di sini saja" jawab Syakilla.
" Mau nitip sesuatu? Kamu punya alergi?" Tanya Fahri lagi
" Enggak ada, aku bisa makan apa aja" jawab Syakilla.
" Tunggu! Aku nggak akan lama" ucap Fahri dan turun dari mobil.
Tidak lama Fahri sudah kembali dengan kantong kraft berisi makanan di tangannya.
" Udah siap? Cepat banget!" Ucap Syakilla.
" Gak usah dipikirin kita juga lagi buru- buru," balas menaruh makanannya di kursi bagian belakang.
Kemudian, menjalankan mobilnya meninggalkan restoran tersebut.
"Gimana nggak cepat orang aku pemiliknya," batin Fahri.
Sampai di rumah sakit dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir setelah itu mereka turun Syakilla membawa kantong kraft berisi makanan dan Fahri membawa tas berisi baju Syakilla dan Mamanya.
Syakilla juga sudah menelpon Bunda Fatimah untuk menanyakan kamar perawatan Mamanya.
Karena sudah tau di mana Syakilla dan Fahri langsung masuk setelah menemukannya.
" Assalamualaikum," ucap Syakilla dan Fahri saat akan memasuki kamar perawatan Rosa.
" Waalaikumsalam," jawab Fatimah.
"Akhirnya kalian sampai juga," sambung Fatimah.
"Maaf Bunda, tadi sampai rumah Syakilla sama Mas Fahri mandi dulu sekalian shalat jadi lama," jelas Syakilla.
"Ini ada makanan untuk Bunda, Bunda makan dulu,Mama biar Qilla yang jaga," ucap Syakilla.
" Apa Mama udah siuman Bunda?" Tanya Syakilla
" Masih belum, sabar," jawab Fatimah.
" Kenapa lama sekali ya Bunda, padahal kata dokter Mama cuma kecapean aja," ucap Syakilla.
Bunda Fatimah melihat ke arah Fahri begitupun sebaliknya. Mereka merasa bersalah telah membohongi Syakilla apalagi Fahri yang meminta dokter untuk tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Syakilla.
" Maafkan Bunda sayang, Bunda tidak bermaksud membohongi kamu. Tapi, Bunda sudah berjanji sama Mama kamu untuk tidak mengatakan yang sebenarnya sama kamu," batin Fatimah meneteskan air matanya tapi langsung di hapus supaya tidak di lihat Syakilla.
" Doakan saja supaya Mama kamu cepat siuman." ucap Fatimah.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, aku tidak ada niatan untuk membohongi kamu mengenai Mama, semoga suatu saat kamu tidak membenciku karena hal ini," batin Fahri merasa bersalah karena telah membohongi istrinya. Tapi dia tidak punya pilihan lain ini adalah keinginan Mama mertuanya sendiri.