
HAPPY READING!!!!!!!!πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ.
Tengah malam Fahri masuk ke dalam rumah dan melihat Syakilla yang tertidur di atas sofa. Sebenarnya Fahri tidak pergi jauh dari rumah dia hanya pergi sebentar untuk mengambil kejutan yang sudah dia pesan untuk istri tercinta dan kembali setelahnya. Fahri memantau Syakilla dari jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah. Dia hampir saja keluar saat melihat Syakilla keluar untuk melihatnya,tapi untuk membuat kejutan yang telah dia siapkan berhasil dia mencoba menguatkan hatinya dan tetap stay di tempat.
Hari ini adalah hari ulang tahun Syakilla yang ke 23 tahun. Fahri baru mengetahui kalau malam ini adalah malam ulang tahun Syakilla saat Fahri tidak sengaja melihat dompet Syakilla yang terbuka di atas meja riasnya.
Fahri yang sudah lebih dulu punya niat untuk membuat kejutan untuk istrinya walaupun tidak tau kalau hari ini ulang tahun Syakilla jadi semakin semangat untuk membuat kejutan.
" Maaf sayang, mas terpaksa melakukan ini sama kamu, mas juga tidak tega sebenarnya," gumam Fahri mengelus kepala Syakilla. Fahri masuk ke dalam kamar Syakilla terlebih dahulu sebelum membawa Syakilla masuk ke dalam, dia sudah membelikan makanan untuk mereka makan karena Syakilla maupun Fahri sama-sama belum makan apapun saat mereka pergi dari rumah.
Setelah menyiapkan semuanya barulah Fahri keluar.Fahri mengangkat tubuh Syakilla dan membawanya ke dalam kamar Syakilla sendiri bukan ke kamar Mamanya lagi. Syakilla membuka matanya perlahan saat Fahri menaiki tangga untuk naik ke dalam kamarnya karena merasa terganggu.
" Mas Fahri," ucap Syakilla serak.
" Iya, ini mas"jawab Fahri tersenyum ke arah Syakilla.
" Mas Fahri kemana aja? Aku pikir mas Fahri akan ninggalin aku juga seperti Papa!" Ucap Syakilla menangis dalam pelukan Fahri.
Fahri tidak menjawab Syakilla dan membawa Syakilla masuk ke dalam kamar yang sudah dia siapkan sebelumnya.
" Mas Fahri masih marah sama aku? Aku minta maaf tapi jangan meninggalkan aku sendirian seperti tadi! Mas Fahri marahin aku aja,!" Ucap Syakilla.
Ketika sudah sampai di depan kamar Syakilla, Fahri menurunkan Syakilla dan menyuruh Syakilla membukakan pintu sendiri.
" Buka pintunya!" Pinta Fahri dengan wajah yang serius.
" Mas Fahri nggak akan pergi lagi kan?" Tanya Syakilla memegang tangan Fahri.
" Buka saja pintunya!" Ucap Fahri sekali lagi.
Syakilla membukakan pintu dengan satu tangannya dan tangan satunya lagi memegang tangan Fahri. Melihat Syakilla yang begitu khawatir seolah kalau dirinya akan pergi lagi merasa senang sekaligus merasa bersalah karena telah mengerjai istrinya.
"Surprise! Selamat ulang tahun yang ke 23 sayang. Semoga Allah memberikan umur panjang, kesehatan, untuk istri mas ini, dan semoga Allah segera menitipkan malaikat kecil di perut kamu" ucap Fahri begitu kamar terbuka.
" Mas Fahri," ucap Syakilla tidak percaya apa yang ada di hadapannya, kamarnya sudah di hias sedemikian rupa. Bahkan sudah ada meja kecil di dalamnya yang dihiasi lilin-lilin kecil, makanan di samping kiri dan kanan dan bunga mawar yang bertaburan di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Maaf tadi mas cuekin kamu," ucap Fahri membawa Syakilla masuk ke dalam pelukannya.
" Mas Fahri jahat, aku benci mas Fahri," ucap Syakilla memukul dada Fahri. Fahri menerima setiap pukulan dari Syakilla sambil tersenyum.
" Maaf," ulang Fahri melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Syakilla.
" Sekarang kita masuk, kamu makan dulu. Mas tau kamu belum makan apa-apa. " ucap Fahri membawa masuk Syakilla dengan menggendongnya.
" Itu karena mas Fahri," komplain Syakilla tidak mau di salahkan.
" Iya maaf, sekarang kamu makan mas masih punya kejutan untuk kamu." ucap Fahri menurunkan Syakilla di atas kursi.
" Mas tau dari mana kalau hari ini aku ulang tahun? Aku saja lupa!" Ucap Syakilla. Dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya, hanya ucapan dan kado dari sahabat dan juga Mamanya saja yang dia dapatkan.
" Mas nggak sengaja lihat isi dompet kamu yang terbuka tadi sore. Sekarang kamu makan yang banyak karena setalah ini kamu harus bekerja keras, mas tidak akan mengizinkan kamu tidur malam ini" jawab Fahri.
" Aku masih marah sama mas Fahri," ucap Syakilla berpaling.
" Kamu yakin?" Tanya Fahri di telinga Syakilla dan memeluk Syakilla dari belakang.
" Beneran yakin?" Tanya Fahri lagi menaruh tangannya di perut Syakilla sengaja membuat Syakilla geli.
" Mas aku mau makan, aku sangat lapar," ucap Syakilla menyingkirkan tangan Fahri.
" Baiklah! Kita makan dulu, mas juga sudah lapar" ucap Fahri lalu dia juga duduk di kursi yang berhadapan dengan Syakilla.
Tidak ada acara tiup tiup lilin karena itu bukanlah konsep yang benar untuk merayakan ulang tahun. Karena itu tidak Meningkatkan Keimanan pada Allah SWT. Selain itu juga terkesan pamer dan juga boros. Uang yang digunakan untuk merayakan ulang tahun itu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih berfaedah lainnya.
Mereka menghabiskan makan malam mereka, makan di tengah malam lebih tepatnya. Bagaimana tidak waktu sudah hampir menunjukkan jam 1 malam lebih.
Selesai makan Fahri meminta Syakilla untuk menutup matanya karena ada yang mau Fahri kasih untuk Syakilla.
" Sekarang pejamkan matanya!" Pinta Fahri.
" Ada apa lagi sih mas?" Tanya Syakilla.
__ADS_1
" Turuti saja jangan banyak tanya," ucap Fahri.
Syakilla memejamkan matanya seperti yang di pinta Fahri. Fahri berlutut di hadapan Syakilla dan mengeluarkan sesuatu di balik celananya.
" Sekarang buka perlahan" ucap Fahri. Syakilla membuka matanya.
Begitu Syakilla membuka matanya, Syakilla melihat Fahri yang berlutut dan memegang kotak yang berisi sepasang cincin di tangannya. Syakilla di buat terharu malam ini oleh suaminya.
" Maaf mas baru memberikannya sekarang, mas tau kita belum lama kenal dan semua terkesan mendadak. Tapi, percayalah! Tidak ada istilah cepat atau lambat semua sudah di atur oleh Allah. Mas sangat bersyukur karena Allah telah menjadikan kamu sebagai takdir mas, mas akan menjaga dan membimbing kamu kita sama-sama menuju Jannah Allah. Tolong ingatkan mas kalau mas salah begitupun mas, mas akan mencoba mengingatkan kamu," ucap Fahri membuat Syakilla begitu terharu.
" Dengan izin Allah mas bisa menjadikan kamu sebagai pendamping hidup mas yang halal. Terima kasih sudah mau menerima mas yang penuh dengan kekurangan ini, mas tau banyak di luar sana yang ingin menjadikan kamu sebagai istrinya." sambung Fahri.
" Mas," lirih Syakilla terharu dengan perlakuan suaminya.
" Jangan menangis mas tidak rela kamu meneteskan air mata kamu, air mata kamu sangat berharga. Mas akan berusaha untuk tidak membuat air mata ini jatuh di pipi istri mas kecuali karena kebahagiaan." ucap Fahri berdiri menghapus air mata Syakilla.
"Mas pakaikan ya!" ucap Fahri mengeluarkan cincin dari kotaknya dan mengambil tangan kiri Syakilla. Syakilla menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Sekarang giliran kamu" ucap Fahri.
Syakilla memakaikan cincin ke tangan Fahri. Sekarang mereka sama-sama memakai cincin pernikahan mereka.
" Terima kasih mas, terima kasih. Aku sangat beruntung bisa menjadi istri kamu. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu." ucap Syakilla memeluk Fahri dengan sangat erat.
" Mas yang seharusnya bilang seperti itu sama kamu, kamu sudah mau menerima mas di hidup kamu. " ucap Fahri.
" Terima kasih Ma! Pilihan Mama memang benar aku merasa bahagia dengan mas Fahri sekarang, doakan supaya pernikahan Qilla agar bisa bahagia selalu Ma," batin Syakilla.
" Sekarang bersiap-siaplah ini semua tidak gratis," bisik Fahri di telinga Syakilla. Syakilla yang masih menangis karena terharu berubah menjadi tertawa karena omongan Fahri dan melepaskan pelukannya.
" Sama istri sendiri aja perhitungan, dasar ustadz mesum" ucap Syakilla wajahnya langsung bersemu merah karena malu.
Fahri terus berjalan ke arah Syakilla otomatis Syakilla berjalan mundur kebelakang. Fahri menarik tangan Syakilla dan menariknya agar lebih dekat dengannya. Perlahan Fahri merebahkan tubuh Syakilla di atas tempat tidur yang sudah di penuhi lautan bunga mawar.
And terjadilah yang seharusnya terjadi!!π
__ADS_1