
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Tapi, saya lagi membayangkan...." Fahri sengaja menggantungkan kalimatnya supaya Syakilla penasaran.
"Membayangkan apa?" Tanya Syakilla.
"Kalau kita punya anak sendiri pasti senangnya dua kali lipat dari ini..." ucap Fahri.
"Sudah! Bicara sama kamu bikin saya darah tinggi saja," balas Syakilla. Padahal dia tidak bisa terus berkompromi dengan hatinya sendiri. Dia takut akan jatuh ke dalam perangkap Fahri.
"Kenapa wajah kamu memerah jadi memerah " goda Fahri.
"Bisa diam tidak!," ucap Syakilla.
"Tidak, saya akan buat kamu jatuh cinta sama saya dulu setelah itu baru saya berhenti," balas Fahri.
"Maksud kamu setelah saya jatuh cinta sama kamu, terus kamu mau ninggalin saya, gitu?" ujar Syakilla.
"Bukan itu maksud saya... Maksud saya itu kalau kamu sudah mencintai saya...Kita bisa menikah secepatnya jadi saya tidak perlu lagi menggoda kamu setiap saat seperti ini," jelas Fahri.
"Apa kamu suka menggombal seperti ini setiap bertemu dengan perempuan?," Tanya Syakilla heran.
"Saya itu aslinya pendiam, tapi entah kenapa saat saya bertemu dengan kamu pertama kali di depan cafe waktu itu... Saya merasa ada yang lain di dalam diri kamu yang membuat saya berubah dan ingin memiliki kamu," jelas Fahri.
"Saya serius, saya tidak lagi menggombal tapi ini kenyataannya, selama ini saya tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali Ummi dan Kakak perempuan saya," sambung Fahri.
"Bukankah kamu seorang CEO?" Tanya Syakilla.
"Lalu kenapa kalau saya CEO atau bukan?," Fahri menanyakan balik.
" Pasti banyak wanita di samping kamu!," Jawab Syakilla.
"Perusahaan saya hanya menerima karyawan laki- laki saja, itu semua perintah dari Abi saya..." balas Fahri.
"Tapi, tunggu! Dari mana kamu tau kalau saya seorang CEO?," Tanya Fahri.
"Itu...saya tau.. dari Um... Bunda, ya Bunda," jawab Syakilla gugup.
"Benarkah kamu tidak mencoba membohongi saya!," Ucap Fahri.
"Kenapa saya harus berbohong?," balas Syakilla melihat ke arah anak anak yang lagi sibuk dengan mainan mereka.
"Kalau saya ajak ketemu Abi dan Ummi saya kamu mau?," Ajak Fahri.
"Kenapa kamu malah mengajak saya, bukankah kamu sudah memiliki orang yang kamu sukai. Bahkan, kamu sudah mengatakannya langsung sama Abi kamu?" Ucap Syakilla.
" Tunggu! Saya rasa ada yang janggal dengan ini semua. Pertama kamu tau kalau saya CEO dan kedua dari mana kamu tau kalau ada seseorang yang saya suka. Bahkan tau kalau saya sudah memberi tahu Abi saya...," Tanya Fahri merasa ada yang aneh.
__ADS_1
"Bukankah sudah saya katakan kalau saya tau dari Bunda!," ujar Syakilla.
" Saya tidak percaya! mungkin kalau menyangkut pekerjaan saya, saya bisa percaya karena memang Bunda tau masalah itu, dan mengenai wanita yang saya sukai Bunda juga tau siapa itu! Tapi, untuk masalah kalau saya sudah memberitahu Abi saya, saya rasa Bunda tidak tau masalah itu karena saya tidak memberi tahukannya sama Bunda," ujar Fahri panjang kali lebar.
'Qilla apa yang kamu lakukan' batin Syakilla.
"Atau jangan-jangan..." kata Fahri.
"Qilla, Fahri," panggil Mamanya Syakilla.
"Iya Ma," jawab Syakilla cepat, seraya bangun.
'Terima kasih Ma,' batin Syakilla.
"Saya tante calon mertua," sahut Fahri.
"Kamu panggil Mama saya apa?," Tanya Syakilla sekali lagi takutnya dia salah dengar.
"Tante calon mertua, apa itu salah?," Tanya Fahri tidak merasa bersalah.
"Berhenti memanggil Mama saya seperti itu!," ujar Syakilla.
"Kenapa? Mama kamu saja tidak keberatan," balas Fahri. berlalu dari hadapan Syakilla untuk menghampiri Mamanya Syakilla. Sedangkan Syakilla masih berdiri di tempatnya.
"Apa yang bisa saya bantu Tante calon mertua?," Tanya Fahri begitu di hadapan Mamanya Syakilla.
" Kita masuk ke dalam dulu, ahh iya ajak anak- anak sekalian" balas Mamanya Syakilla.
"Iya Ma...," jawab Syakilla.
"Ayo anak- anak nanti main lagi," ajak Syakilla.
Mereka semua berjalan beriringan menuju ke dalam panti. Anak- anak ada di depan, sementara Syakilla, Fahri, dan Mama Rosa jalan di belakang.
"Tante calon mertua!" Panggil Fahri.
"Iya," balas Mamanya Syakilla.
"Sudah saya bilang berhenti memanggil Mama saya dengan sebutan itu!," timpal Syakilla.
"Apa Tante calon mertua keberatan kalau saya panggil seperti itu," Fahri tidak menggubris apa yang di katakan Syakilla.
"Saya tidak keberatan sama sekali," jawab Mamanya Syakilla.
" Kenapa mama tidak keberatan?," Tanya Syakilla manja.
"Kenapa mama harus keberatan? Mama juga menyukai Fahri dan setuju kalau Fahri jadi menantu mama," ucap Mamanya Syakilla.
__ADS_1
"Benar tante memberi restu sama saya?," Tanya Fahri tidak percaya.
"Kenapa tidak, kalau kamu bisa membahagiakan anak tante, tante pasti akan memberi restu sama kamu," balas Mamanya Syakilla.
"Berarti saya harus lebih berusaha mendapatkan hati anak tante, tante tau! Syakilla selalu menolak saya dia selalu bilang saya suka gombal padahal saya sangat serius ingin menjadikan anak tante ini sebagai istri saya, tapi dia tidak mau," Fahri mengadu pada Mamanya Syakilla.
" Tenang, tante dukung kamu selama kamu tidak menyakiti anak tante dan tidak bermain- main dengan anak tante" kata Mamanya Syakilla.
" Kenapa mama malah mendukung dia," protes Syakilla.
"Terima kasih tante," ucap Fahri.
"Sama- sama, tante selalu ada di pihak kamu," ucap Mamanya Syakilla.
"Ma...," protes Syakilla.
" Yang anak Mama itu Qilla bukan sih!," ujar Syakilla kesal.
"Tentu saja kamu anak mama dan Fahri calon menantu kesayangan mama," balas Mamanya Syakilla.
Siapa yang tidak senang mendapat restu dari calon mertua? Begitulah yang Fahri rasakan sekarang. Fahri sangat bahagia mendapat restu dari Mamanya orang yang dia sayang.
Karena sudah sampai di dalam, mereka tidak melanjutkan pembicaraan mereka lagi.
"Ehh ada Fahri juga," kata Mbak Salma.
"Iya Mbak," jawab Fahri sopan.
"Kapan datangnya?," Tanya Mbak Salma lagi.
"Sudah lumayan lama Mbak, " balas Fahri.
" Anak- anak bersih- bersih dulu ya, setelah itu shalat lalu kita makan di sini bersama," ucap Bunda Fatimah.
"Iya Bunda," jawab mereka bersamaan. dan mereka berlarian ke kamar mereka masing masing.
"Bunda, Qilla mau bersih- bersih juga kalau gitu gerah banget," izin Syakilla.
"Yasudah sana, Fahri kamu gak mau bersih- bersih juga?." Tanya Bunda Fatimah ke Fahri.
"Iya Bunda, kalau begitu saya permisi dulu, Tante calon mertua permisi," ucap Fahri dan berlalu dari hadapan mereka. Syakilla juga ikut pergi tapi ke arah yang berbeda.
" Rosa, kamu tidak risih di panggil begitu sama Fahri?," Tanya Bunda Fatimah.
"Enggak Bunda, kenapa harus risih saya anggap itu adalah doa," jawab Mamanya Syakilla.
"Saya setuju Mbak, menurut saya mereka sangat cocok, Fahri itu sebelumnya sangat pendiam sama kami kecuali sama Bunda dan anak-anak tapi setelah dia melihat Qilla entah kenapa dia jadi raja gombal di sini, saya juga bingung," kata Mbak Salma.
__ADS_1
"Benarkah dia pendiam?," Tanya Mama Rosa tidak percaya
Like, komen, vote, fav.