
HAPPY READING!!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi hari Syakilla dan Fahri sudah siap-siap untuk kembali lagi ke pondok karena besok adalah hari pernikahan kakaknya Fahri yang akan di selenggarakan di sebuah gedung yang sudah di siapkan Fahri untuk kakaknya. Semua sudah diatur Fahri, Zaki dan Alfin, jadi orang tua Fahri maupun orang tua Zaki tidak perlu repot-repot mengurus semua lagi karena sudah beres.
Syakilla juga sudah mempersiapkan hadiah pernikahan untuk kakak iparnya dari uangnya sendiri bukan dari suaminya, meskipun Fahri sudah melarang Syakilla tapi Syakilla tetap ingin memberikan sesuatu untuk kakak iparnya.
"Sudah siap sayang?" Teriak Fahri yang lagi memanaskan mesin mobilnya. Mereka tidak membawa pulang koper mereka lagi karena akan di simpan di rumahnya Syakilla. Mereka hanya membawa pulang baju kotornya saja.
Saat Fahri memanggil Syakilla, Arka keluar dari rumahnya dan menyapa Fahri. Jarak rumah Syakilla dan Arka hanya berbatasan dengan jalan yang tidak terlalu besar, makanya mereka sering berpapasan.
" Assalamualaikum," ucap Arka.
" Waalaikumsalam, mau olahraga?" Tanya Fahri sopan karena melihat Arka menggunakan baju olahraga.
" Ia, saya mau olahraga. Ustadz mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya Arka balik. Yang dia tau kalau suami Syakilla adalah seorang anak Kiyai makanya dia memanggilnya dengan sebutan ustadz
" Saya dan Syakilla mau balik ke pondok," jawab Fahri tersenyum ramah meskipun hatinya tidak.
" Kenapa cepat sekali, baru juga dua hari di sini?" Tanya Arka.
" Besok ada acara di pondok, makanya kami balik lebih cepat," jawab Fahri.
" Mas, ayo," ucap Syakilla yang baru keluar dari rumah setelah mengunci pintu.
" Syakilla, apa kabar?" Tanya Arka tersenyum.
" Alhamdulillah baik kak," jawab Syakilla balas tersenyum.
" Sudah lama kita nggak ketemu kamu semakin cantik aja," ucap Arka.
Syakilla melihat suaminya yang langsung mengubah raut wajahnya. Syakilla membalas Arka dengan tersenyum dan menggandeng tangan Fahri agar tidak marah.
" Terima kasih kak, kalau begitu Syakilla dan suami pergi duluan ya! Assalamualaikum," ucap Syakilla tidak mau keadaan semakin tegang.
" Ia, Waalaikumsalam," balas Arka.
" Ayo sayang," ucap Syakilla sengaja memanggil Fahri dengan sebutan sayang di depan Arka agar suaminya tidak berpikir yang tidak-tidak lagi. Karena Syakilla tau suaminya cemburu saat dia bertemu dengan Arka, apalagi Arka secara terang-terangan memujinya di depan Fahri.
Syakilla menarik tangan Fahri dan masuk ke dalam mobil, setelah itu mereka pergi dari rumah Syakilla meninggalkan Arka yang masih berdiri memperhatikan mobil mereka.
"Seperti dugaan ku kemaren salah, mereka terlihat baik-baik saja," gumam Arka dan berlari pelan untuk olahraga di sekitaran kompleks.
" Mas, "panggil Syakilla takut suaminya marah. Tapi, Fahri tidak mendengarkan panggilan Syakilla dan fokus pada jalannya.
__ADS_1
" Mas Fahri," panggil Syakilla sekali lagi tapi tidak di respon oleh Fahri.
" Mas," panggil Syakilla memukul bahu Fahri sedikit keras membuat sang empunya bahu terkejut.
" Iya, kenapa? " sahut Fahri terkejut.
" Mas kenapa bengong sih dari tadi?," Tanya Syakilla.
" Maaf sayang," balas Fahri.
" Aku tanya mas kenapa? Mas marah sama aku karena kak Arka?" Tanya Syakilla.
" Mas nggak marah sayang, kenapa juga mas harus marah sama kamu, lagian ini juga bukan salah kamu kan. Arka yang menyukai kamu, bukan kamu yang menyukai Arka" jelas Fahri.
Dia tidak bisa menyalahkan Syakilla atas apa yang terjadi, istrinya memang cantik dan baik.
" Tapi, mas boleh menanyakan sesuatu sama kamu? Mas tidak bermaksud apa-apa!" Ucap Fahri.
" Mas mau menanyakan apa?" Tanya Syakilla
Lama Fahri berpikir untuk menanyakan ini kepada Syakilla, Fahri takut kalau Syakilla akan marah padanya karena pertanyaan yang akan dia tanyakan ini.
" Mas tanya saja, aku nggak akan marah kok!" Ucap Syakilla tau maksud diam suaminya.
" Bagaimana kalau rumah Mama kita sewakan saja? Karena mas tau kamu tidak akan mungkin setuju kalau rumah itu di jual!" Ucap Fahri.
" Maaf tapi mas merasa kurang suka kalau kamu dekat-dekat dengan Arka, meskipun sekarang kamu istri mas. Saat mas melihat tatapan mata Arka sama kamu, bahkan dia berani memuji kamu di depan mas tadi" ucap Fahri jujur.
" Mas, aku ke rumah Mama juga sama kamu bukan sendirian." balas Syakilla.
Dia heran kenapa suaminya bisa cemburu dengan Arka padahal dia tidak menanggapi Arka dengan berlebihan.
" Mas tau sayang, tapi mas merasa saat kita di rumah kamu Arka selalu memperhatikan kamu dari jauh. Mas tidak suka kalau istri mas di lihatin orang lain seperti itu," ucap Fahri jujur
Sudah beberapa kali Fahri melihat dari jendela kamarnya saat Arka melihat ke arah rumah Syakilla.
" Itu hanya spekulasi kamu saja mas, mana mungkin kak Arka seperti itu," bantah Syakilla tidak percaya apa yang dikatakan suaminya.
" Sayang mas melihat dengan mata kepala mas sendiri," balas Fahri.
" Apapun yang mas katakan aku tidak akan sewakan rumah itu apalagi menjualnya," ucap Syakilla.
Fahri tidak bisa berbuat apa-apa kalau Syakilla sudah berkata seperti itu, lagipula rumah itu ada sebelum Fahri bertemu dengannya.
__ADS_1
Sampai di rumah yang ada di pondok Syakilla langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam tanpa menunggu Fahri. Syakilla kecewa dengan Fahri yang memintanya untuk menjual rumah yang penuh kenangan bersama Mamanya hanya karena rasa cemburunya yang berlebihan menurut Syakilla.
Fahri tau kalau istrinya marah, Fahri buru-buru memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Setelah itu menyusul istrinya ke dalam rumah.
" Assalamualaikum," ucap Fahri masuk ke dalam rumah dan melihat istrinya lagi bersama Ummi dan kakaknya.
" Waalaikumsalam," jawab mereka.
" Lagi bicarakan apa?" Tanya Fahri sengaja duduk di samping Syakilla dan menatapnya.
" Kita lagi membicarakan tentang besok," jawab Ummi Aminah.
" Kenapa dengan besok? Semua sudah selesai, tinggal menunggu kedua pengantin saja besok," ucap Fahri mencoba menggenggam tangan Syakilla tapi di tepis Syakilla.
" Bukan itu, kakak kamu merasa gugup," balas Ummi Aminah.
" Kalau masalah itu Fahri nggak bisa bantu, kakak berdoa saja semoga acara besok berjalan lancar dan tidak ada hambatan apapun," ucap Fahri.
" Aamiin," ucap Zahra dan yang lain.
" Fahri juga punya sesuatu untuk kakak sebagai hadiah pernikahan, karena kakak sudah menjadi kakak terbaik untuk Fahri selama ini" ucap Fahri.
" Apa?" Tanya Zahra.
" Besok saja, setelah ijab kabul dan resepsi pernikahan kakak," jawab Fahri.
" Kamu lagi nggak bohong sama kakak kan?" Tanya Zahra tidak percaya dengan adiknya yang selalu saja membuat onar dan membohonginya.
" Fahri serius kak, ini sebagai bentuk terima kasih Fahri kerena kakak udah menjaga Fahri dan udah mencarikan istri yang Soleha untuk Fahri" ucap Fahri menoleh ke arah Syakilla yang masih marah padanya.
" Tumben adik kakak ini serius, biasanya enggak," ucap Zahra ingin tertawa.
" Karena sebentar lagi kita akan jarang ketemu, aku sudah punya keluarga sendiri begitupun kakak," ucap Fahri.
" Ummi senang melihat kalian yang akur seperti ini. Ternyata anak laki-laki Ummi sudah dewasa sekarang" ucap Ummi Aminah.
" Tentu saja, bahkan sekarang anak Ummi ini sudah punya istri yang Soleha dan sebentar lagi akan punya anak" ucap Fahri.
" Syakilla hamil," ucap Zahra dan Ummi Aminah secara bersamaan karena terkejut.
" Enggak Ummi, kak," sahut Syakilla cepat.
" Terus maksud Fahri apa? Kalau bukan Syakilla yang lagi hamil! Kamu punya anak lain?" Tanya Ummi Aminah.
__ADS_1
" Bukan Ummi, mana mungkin Fahri punya anak dari wanita lain" balas Fahri cepat takut Ummi dan Kakaknya salah paham dengan perkataannya. Syakilla tersenyum melihat Fahri yang salah bicara di hadapan Ummi dan kakaknya. Syakilla tau maksud anak yang di bilang Fahri makanya dia tidak terkejut saat mendengarnya.
" Syakilla kamu tidak terkejut?" Tanya Zahra melihat Syakilla yang bersikap biasa aja.