Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Ternyata tetangga


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dia sudah bisa mengambil keputusan setelah menceritakannya kepada Zaki.


Sore hari Syakilla pulang ke rumahnya ke rumahnya dengan wajah yang kelelahan.


"Assalamualaikum," ucap Syakilla dan membukakan pintu.


"Waalaikum salam, baru pulang lesu banget" balas Rosa melihat wajah Syakilla yang terlihat lelah.


"Lumayan Ma, Mama lagi ngapain?" Tanya Syakilla.


"Lagi nonton aja sayang, oh ya nanti malam kamu punya waktu gak?," Tanya Rosa.


"Memangnya kenapa Ma?," Tanya Syakilla balik duduk di samping Mamanya.


" Itu tante Diana, Tetangga baru itu ngundang kita makan malam di rumahnya malam ini, bisa kan?," Tanya Rosa.


"Yaudah boleh! Qilla ke kamar dulu, mau mandi," ucap Syakilla bangun dari tempat duduknya.


"Ia, nanti Mama panggil kamu," ucap Rosa.


" Eumm," balas Syakilla.


Begitu masuk ke dalam kamarnya Syakilla langsung mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi, karena badannya sudah sangat gerah.


Satu jam lebih Syakilla berada di dalam kamar mandi akhirnya dia keluar dengan lilitan handuk di kepalanya.


Setelah mengenakan pakaiannya Syakilla merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit kamarnya.


"Akhir-akhir ini aku selalu teringat dengan Fahri, apa dia baik-baik saja,"gumam Syakilla.


"Kangen juga dengan tingkah konyolnya," lirih Syakilla tersenyum tipis.


"Apa aku besok ke panti saja setelah kuliah...," gumam Syakilla.


"Enggak enggak, aku rasa aku sudah mulai gila, ayo Qilla kemana diri kamu yang dulu, ingat.. Tidak ada laki- laki yang setia di dunia ini, kamu harus sadar," ucap Syakilla menepuk pelan pipinya sendiri.


Tanpa sadar Syakilla tertidur beberapa saat sampai azan magrib membangunkannya.


"Astaghfirullah, aku ketiduran," gumam Syakilla mengusap wajahnya.


Syakilla bangun dari kasurnya menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengambil wudhu. Selesai shalat Syakilla melanjutkan dengan membaca Al Quran.


Kemudian, Syakilla menyimpan mukena dan Al Quran di tempatnya. Setelah itu, Syakilla kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Tok tok.


"Masuk, Ma..." teriak Syakilla.


"Belum siap- siap juga?," Tanya Rosa.


"Sekarang perginya?," Tanya Syakilla balik.


"Iya, sekarang," balas Rosa.


"Yaudah Syakilla siap- siap sekarang," ujar Syakilla.


"Kalau gitu Mama tunggu di bawah, jangan lama-lama," ucap Rosa.


"Iya," jawab Syakilla.


Syakilla memakai pakaian sederhana dengan hijab yang melekat pada dirinya. Syakilla turun menghampiri Mamanya.


"Ayo Ma," ucap Syakilla.

__ADS_1


"Udah siap," ucap Rosa.


"Udah," jawab Syakilla.


"Assalamualaikum," ucap Syakilla dan Mamanya saat sudah sampai di rumah Diana.


"Waalaikum salam, " jawab sang pemilik rumah dari dalam.


" Akhirnya orang yang kita tunggu datang juga, masuk," ucap Diana.


"Iya, terima kasih," jawab Rosa.


Syakilla dan Mamanya langsung di ajak ke meja makan oleh pemilik rumah.


"Terima kasih sudah mengundang kami makan malam di sini, kenalkan ini anak saya satu-satunya, namanya Syakilla," Ucap Rosa ketika sudah duduk di kursi.


"Ma Syaa Allah anaknya cantik sekali, apa sudah punya pacar? Kalau tidak bisa besanan kita!," Ucap Diana.


"Kamu bisa aja, kalau masalah itu saya tidak berani ikut campur tapi kalau jodoh gak akan kemana," jawab Rosa.


"Sayang, panggil kakak kamu kesini!" Suruh Diana kepada anaknya.


" Iya, Ma," jawab anak laki-laki yang umurnya mungkin hampir sama dengan Syakilla.


"Apa dia selalu diam seperti ini?" Tanya Diana.


Melihat Syakilla yang tidak berbicara dari mereka masuk ke dalam rumah mereka tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Syakilla.


"Sayang..." Panggil Rosa tapi tidak mendapat jawaban dari Syakilla yang bengong.


"Sayang..." Panggil Rosa sekali lagi.


"Iya, Ma," jawab Syakilla terkejut.


"Kamu lagi mikirin apa sih dari tadi bengong aja, tante Diana lagi ngomong sama kamu itu," tegur Rosa.


"Tidak apa-apa, kamu sudah punya pacar?," Tanya Diana to the poin.


"Belum tante," jawab Syakilla sopan.


" Kalau jadi mantu tante mau?," Tanya Diana tanpa basa-basi.


Belum sempat Syakilla menjawab seseorang memotong pembicaraannya.


"Ada apa Ma," ucap seseorang dari belakang Syakilla.


' Sepertinya aku pernah denger suara itu'batin Syakilla.


"Karena sudah lengkap kita makan malam terlebih dahulu nanti kita lanjut ngobrolnya, bisa kan Syakilla! Kamu tidak sibuk kan?," Tanya Diana.


"Bisa tante," jawab Syakilla.


"Ayo duduk sayang," pinta Diana pada anaknya.


Syakilla terkejut saat melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang.


"Kak Arka," ucap Syakilla.


"Syakilla," ucap Arka.


"Kalian sudah saling kenal?," Tanya Diana.


"Iya, Ma Arka tidak sengaja bertemu saat mengantar Adit ke kampus," jawab Arka.


"Wahh, kebetulan sekali ya" ucap Rosa.

__ADS_1


"Kita lanjutkan nanti saja, sekarang kita makan dulu, Mama udah lapar," ucap Diana.


"Iya, Ma," jawab Arka.


Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga dan berbicara banyak hal.


"Apa kabar Qilla?" Tanya Arka.


"Alhamdulillah saya baik," jawab Syakilla.


"Apa dia masih mengganggu kamu," Tanya Arka membuat yang lain bertanya- tanya siapa yang di maksud Arka.


"Siapa maksudnya Qilla kenapa kamu tidak pernah menceritakannya sama Mama," ucap Rosa.


"Bukan siapa- siapa kok, Ma, hanya sedikit kesalahpahaman saja," jawab Syakilla.


"Dia tidak mengganggu aku lagi kok kak, terima kasih bantuannya," ucap Syakilla.


"Bagus kalau dia tidak mengganggu kamu lagi," ujar Arka.


Lama mereka menukar cerita satu sama lain, lebih tepatnya orang tua mereka, sedangkan Arka dan Syakilla hanya menyimak saja.


"Sudah larut sebaiknya kami permisi dulu," kata Rosa.


"Ia, tidak terasa sudah jam segini, Syakilla kalau ada waktu main-main lagi ke sini," ucap Diana.


"Inn Sya Allah tante," jawab Syakilla.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu, Assalamualaikum," ucap Rosa.


"Waalaikum salam," jawab Diana dan Arka.


Sampai di rumah Syakilla langsung mendapat pertanyaan dari Mamanya terkait dengan apa yang di katakan Arka.


"Qilla tunggu dulu," cegah Rosa saat Syakilla ingin masuk ke dalam kamarnya.


"Iya, Ma, kenapa?," Tanya Syakilla berhenti.


" Siapa maksud Arka tadi, apa itu Papa kamu?," Tanya Rosa.


"Bukan, Ma, itu hanya temannya Syakilla saja," jawab Syakilla jujur.


"Kamu tidak berbohong?," Tanya Rosa memastikan.


"Benar, Ma untuk apa Qilla berbohong lagian untuk apa Papa ke kampus," ujar Syakilla.


"Syukurlah kalau gitu, Mama pikir Papa kamu," kata Rosa.


"Bukan, Ma" balas Syakilla.


"Apa itu pacar kamu? Makanya kamu menolak Fahri? " Tanya Rosa.


"Bukan Ma, kenapa Mama jadi bahas tentang Fahri!," Ujar Syakilla.


" Ya, karena Mama sangat setuju kamu sama Fahri, Mama menyukainya. Oh iya! Bunda mengundang kita ke panti besok, ada yang mau ketemu sepertinya Fahri," Ucap Rosa.


"Kenapa Mama baru kasih tau sekarang, " komplen Syakilla


"Mama lupa tadi, apa kamu juga merindukan Fahri, jujur saja sama Mama," goda Rosa.


"Enggak," jawab Syakilla langsung berlari ke kamarnya malu.


Jangan lupa🀦🀦🀦


Like, komen, vote, and fav.

__ADS_1


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_2