
HAPPY READING!!!!!!!!๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐นโจโจโจ
Syakilla merasa sangat bahagia disaat melihat anak-anak yatim piatu itu bahagia karena apa yang dia berikan, inilah kebahagiaan sesungguhnya bagi Syakilla dengan melihat orang lain bahagia. Syakilla bermain dengan anak-anak itu untuk melepaskan beban yang di hatinya, melupakan sejenak tentang hidupnya sendiri. Fahri yang melihat Syakilla bahagia dan bisa tertawa bersama anak-anak itu ikut bahagia.
" Syakilla memang wanita yang baik, dia bisa melupakan kesedihannya hanya dengan melihat anak-anak itu tertawa. Terima kasih ya Allah, enggak telah mengirimkan seorang perempuan berhati malaikat untuk dijadikan istri hamba yang penuh dengan kekurangan ini," batin Fahri berhenti sejenak bermain bersama dengan mereka dan memperhatikan Syakilla yang tertawa bahagia.
Setelah shalat asar Fahri dan Syakilla pamit untuk pulang kepada Bunda dan juga anak-anak. Di perjalanan Syakilla kembali ceria seperti biasanya, memang benar kesenangan sang istri berbeda dari kebanyakan wanita di luar sana. Selama perjalanan Fahri tidak melepaskan tangannya dari tangan istrinya, Fahri terus menggenggam hingga sampai di rumah.
Syakilla dan Fahri masuk ke dalam rumah sambil bergandeng tangan, Ummi Aminah dan Zahra yang ada di sofa ikut bahagia saat melihat Fahri dan Syakilla bahagia. Zahra sudah lega sekarang melihat adiknya sudah bahagia bersama pilihannya. Setelah mengobrol dengan Ummi dan Zahra, Syakilla minta izin untuk masuk ke kamar mereka.
Syakilla dan Fahri masuk ke dalam kamar mereka untuk membersihkan diri mereka, begitu juga dengan Zahra dan Ummi Aminah. Malam ini mereka akan ke tempat acara pernikahan Zahra yang sudah disewa oleh Fahri untuk kakaknya. Malam ini mereka sekeluarga akan menginap di sana, Fahri juga sudah mengajak Bunda Fatimah tapi beliau tidak bisa jadi Bunda Fatimah akan pergi besok bersama anak panti.
Zahra awalnya tidak mau merayakan pernikahannya sama seperti Syakilla karena dia tidak menginginkan pernikahan yang mewah yang harus diselenggarakan di gedung, tapi Fahri sangat kekeh dia bilang ini untuk semua jasa yang telah Zahra lakukan selama ini dan dia akan marah kalau Zahra menolak niat baiknya. Karena Zahra sudah merawatnya saat kecil dan membantu Umminya saat dia sedang pergi menempuh pendidikan.
Fahri melakukan itu semua bukan untuk pamer atau berfoya-foya, tapi sebagai rasa terima kasihnya kepada Zahra. Fahri juga ingin membuat pesta untuk dirinya tapi Syakilla tidak setuju dan menentang niat baik Fahri. Dia paham dengan karakter sang istri yang lebih suka menghabiskan uangnya untuk anak-anak yang tidak punya orang tua dan fakir miskin Fahri tidak menyalakan Syakilla dia malah semakin mencintai istrinya.
__ADS_1
Fahri juga tau kalau Syakilla menolak merayakan pernikahannya juga karena dia akan merasa sedih karena sudah tidak ada lagi sang Mama di sampingnya sekarang. Fahri tau dari Zahra yang menceritakannya.
Syakilla dan Fahri baru saja selesai mandi tentu saja dengan bergantian. Syakilla duduk di atas kasur sambil menunggu waktu magrib tiba, Fahri juga ikut duduk di samping istrinya.
" Sayang boleh mas menanyakan sesuatu sama kamu?" Tanya Fahri berbaring di pangkuan Syakilla. Syakilla mengelus rambut Fahri dengan penuh kasih sayang. Fahri memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Syakilla di kepalanya.
" Boleh! Mas mau menanyakan apa? Selama Syakilla bisa jawab, Qilla akan jawab, " ucap Syakilla dia tidak bisa menjawab ia karena dia tidak tau apa yang akan di tanyakan oleh Fahri padanya.
" Kenapa kamu selalu memakai cadar saat pergi ke butik? Mas sangat penasaran kamu menyembunyikan jati diri kamu dari siapa? Mas sudah lama ingin menanyakan ini tali tidak pernah menemukan waktu yang pas" ucap Fahri. Sudah lama Fahri ingin menanyakan itu tapi dia lupa karena waktu selalu tidak pas untuk menanyakan hal ini.
" Kamu yakin hanya karena itu saja! Mas rasa kamu masih menyembunyikan sesuatu dari mas. Kita ini sudah menjadi suami istri jadi kalau kamu punya masalah yang tidak bisa diceritakan sama orang lain kamu bisa berbagi dengan mas, " balas Fahri meyakinkan Syakilla untuk berbicara jujur dengannya dan tidak menyembunyikan apapun.
" Syakilla tidak berbohong," ucap Syakilla.
" Siapa yang bilang kalau kamu berbohong, mas cuma bilang kalau kamu bisa menceritakan apapun sama mas," balas Fahri.
__ADS_1
" Baiklah! Syakilla akan bicara jujur sama mas Fahri. Sebenarnya Syakilla ingin membuat Papa menyesal karena telah meninggalkan Qilla dan Mama. Qilla ingin membuktikan kalau Qilla dan Mama bisa hidup tanpa Papa di samping kami, dan kami bisa berhasil tanpa Papa. Makanya sebelum Syakilla berhasil, Syakilla tidak akan menunjukkan diri sama siapapun, nanti kalau Syakilla sudah berhasil baru Syakilla akan membuka cadar Syakilla dan menunjukkan sama Papa. " jawab Syakilla jujur.
" Apa kamu sangat membenci Papa? Kalau mas meminta sama kamu untuk memaafkan Papa apa kamu akan melakukannya?" Tanya Fahri hati-hati takut menyinggung perasaan Syakilla lagi.
" Itu akan sangat sulit mas, Qilla tidak yakin kalau Qilla mampu memaafkannya, karena dia hidup Qilla dan Mama sangat menderita," balas Syakilla lagi dia tidak bisa membohongi Fahri lagi. Syakilla ingin membagi cerita dengan suaminya, tanpa ada yang di tutup-tutupi lagi.
" Tapi sayang, kamu tidak bisa terus-terusan membenci Papa kamu, bagaimanapun beliau adalah orang tua kamu yang harus kamu hormati. Mas tau Papa telah berbuat jahat sama kamu dan Mama, tapi tidak yang namanya durhaka ayah untuk anak yang ada hanya durhaka anak dengan orang tua. Mas tidak mau karena kebencian ini mas tidak bisa bertemu dengan istri mas di hari akhir nanti, dan sebagai suami mas juga harus mengingatkan kamu. Maaf mas menceramahi kamu seperti ini tapi mas tidak mau istri mas yang cantik dan soleha ini salah mengambil langkah, dan mas juga akan berdosa kalau tidak mengingatkan kamu karena sekarang kamu adalah tanggung jawab mas" ucap Fahri mencoba membuka hati Syakilla supaya bisa memaafkan Papanya seperti yang telah diamanatkan oleh Mama mertuanya.
Meskipun Mama mertuanya tidak meminta kepadanya, Fahri juga akan melakukan itu kalau dia tau permasalahan yang di alami oleh istrinya dan juga Papa mertuanya.
" Mas tidak meminta kamu langsung memaafkan Papa, kamu bisa melakukannya dengan pelan-pelan," sambung Fahri bangun dari pangkuan Syakilla dan menatap mata indah istrinya.Syakilla tidak mengeluarkan kata apapun setelah Fahri mengatakan itu dia hanya diam saja.
" Mas ke pondok dulu untuk shalat magrib berjamaah, pikiran apa yang mas katakan. Mas juga sangat yakin kalau Mama juga menginginkan kamu memaafkan Papa. Coba belajar ikhlas menerima semua takdir yang sudah Allah gariskan untuk kamu, dengan begitu inn syaa Allah istri mas ini bisa memanfaatkan siapapun termasuk Papa. Kamu bisa belajar dari Mama,"ucap Fahri berlalu keluar dari kamar meninggalkan Syakilla sendirian di kamar membiarkannya untuk bisa berfikir dengan baik.
" Apa aku telah berdosa selama ini karena aku membenci Papa aku sendiri, aku membenci orang tuaku sendiri. Maafkan hamba ya Allah, hamba telah salah. Mama dan mas Fahri benar tidak seharusnya aku membenci Papaku sendiri, Mama saja bisa memaafkan Papa kenapa aku tidak bisa. Ma... Apa ini juga yang Mama inginkan? Semoga Syakilla bisa memiliki hati sebaik Mama yang bisa menerima semua takdir Syakilla" lirih Syakilla. Hati Syakilla mulai terbuka karena nasehat dari Fahri, Syakilla akan belajar untuk memaafkan Papanya mulai sekarang.
__ADS_1