
HAPPY READING!!!!!๐น๐น๐น๐น๐น๐นโจโจ
Sampai di butik seperti biasa Syakilla menggunakan cadarnya, Fahri hanya memperhatikan gerak-gerik istrinya saja, sudah lama dia ingin menanyakan kenapa saat ke butik Syakilla selalu menutupi wajahnya dengan cadar tapi dia melupakannya. Syakilla menggandeng tangan Fahri masuk ke dalam butik dan menjumpai Ria yang sudah menunggunya di depan ruangan.
" Assalamualaikum," ucap Syakilla dan Fahri ketika sudah sampai di depan pintu ruangan yang berdiri Ria di depannya.
"Waalaikumsalam,mari Miss orangnya sudah menunggu dari tadi di dalam" balas Ria membukakan pintu agar Syakilla dan Fahri bisa masuk ke dalam.
" Assalamualaikum," ucap Syakilla melihat siapa yang mencarinya seperti yang disampaikan Ria padanya.
" Waalaikumsalam," jawab mereka dan menoleh ke arah Syakilla dan Fahri. Sedangkan, Ria ada di belakang mereka
Syakilla terkejut saat melihat siapa orang yang mencarinya, kalau saja Fahri tidak mengantarnya tadi dan dia pergi seorang diri, pasti Fahri akan semakin cemburu padanya dan salah paham. Bagaimana tidak yang mencarinya adalah Arka bersama Mamanya sudah duduk di dalam ruangan Syakilla.
" Akhirnya kamu datang juga, sudah lama Tante ingin bicara dengan kamu tapi tidak ada waktu," ucap Diana bangun dari duduknya menarik Syakilla ke dalam pelukannya diikuti Arka yang ikut berdiri. Syakilla melihat Fahri yang tersenyum ke arahnya dengan tersenyum. Syakilla menggelengkan kepalanya memberi kode pada Fahri kalau dia juga tidak tau siapa yang ingin menemuinya.
Diana melepaskan pelukannya dari Syakilla, tersenyum ke arah Syakilla dan juga Fahri yang ada di samping Syakilla. Syakilla menyuruh Diana dan Arka untuk duduk lagi diikuti Syakilla dan Fahri yang ikut duduk.
"Kenapa Tante bisa tahu kalau aku adalah Syakilla?," pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Syakilla. Bagaimana Diana bisa tau kalau dia adalah Syakilla sampai harus mencarinya seperti ini, Syakilla tidak pernah menceritakan ini kepada siapapun kecuali orang-orang terdekatnya saja.
" Tante tau dari almarhum Mama kamu. Mama kamu yang memberitahu kepada Tante kalau kalian adalah pemilik dari butik ini. Apa kamu keberatan kalau Tante tau identitas kamu sebenarnya? " Tanya Diana.
Syakilla meragukan penjelasan Diana, karena setahunya, Mamanya tidak pernah menceritakan tentang masalah kepada siapapun. Kalaupun Mamanya menceritakan sama orang lain, Mamanya selalu memberitahunya.
Namun, Syakilla tidak bertanya lebih lanjut lagi selain karena ada Fahri di sampingnya dia juga tidak mau berlama-lama dengan Arka yang terus menatap kearahnya.
__ADS_1
Syakilla curiga ini ada kaitannya dengan apa yang diceritakan Fahri padanya, kalau Arka diam-diam memperhatikannya selama ini.
" Tidak! Tapi tolong Tante tetap rahasiakan siapa Syakilla kepada siapapun. Maaf, tapi ada keperluan apa Tante ingin menemui Syakilla? Karena Syakilla baru saja pulang dari rumah Mama?" Tanya Syakilla sopan.
"Tante hanya kangen sama kamu, tadinya Tante pikir kamu datang sendiri!" Ucap Diana.
" Maksud Tante?" Tanya Syakilla tidak mengerti arah pembicaraan Diana. Syakilla menatap Fahri yang juga menatapnya balik.
" Bukan apa-apa! Kapan kamu punya waktu main-main ke rumah Tante. Apa kamu akan tinggal di pondok selamanya?Di sana pasti tidak nyaman. kenapa tidak tinggal di rumah saja, apa suami kamu tidak..", ucap Diana mengalihkan pembicaraan.
"Maaf Tante, Syakilla akan tinggal kemana suami Syakilla membawa Syakilla, lagi pula rumah itu juga mau Syakilla sewakan atau Syakilla jual nantinya, karena tidak ada lagi yang menempatinya, Mama sudah nggak ada Syakilla juga sudah punya suami" potong Syakilla tegas dia merasa kalau tetangganya itu sudah melewati batas. Bahkan, didepannya saja sudah mulai berani menghina suaminya dan Arka diam saja. Syakilla yang awalnya berpikir kalau Arka adalah orang baik tapi ternyata dia salah besar. Arka menyimpan sejuta rahasia yang Syakilla tidak tau.
" Saya minta maaf sebelumnya, saya memang hanya seorang ustadz. Tapi inn syaa Allah saya masih sanggup untuk membelikan rumah atau membiayai istri saya sendiri. Mengenai kami masih tinggal di pondok, kami hanya menunggu waktu yang pas untuk pindah dari pondok karena besok adalah hari pernikahan kakak perempuan saya" ucap Fahri dengan sopan.
" Kalau tidak ada lagi yang mau Tante dan kak Arka bicarakan saya dan suami akan pergi," ucap Syakilla tegas. Dia tidak akan suka kalau ada orang luar yang berani masuk ke dalam kehidupan pribadinya.
Fahri yang mendengar perkataan Arka menahan emosinya sekuat tenaga. Syakilla menggenggam tangan Fahri dengan sangat erat.
" Apa kak Arka tidak malu berbicara seperti itu? Saya tidak terpaksa sama sekali menerima pernikahan ini karena saya juga mencintai suami saya dengan tulus, saya bekerja bukan karena mas Fahri tidak sanggup membiayai saya tapi saya bekerja karena saya menyukainya." jelas Syakilla panjang kali lebar.
" Kamu jangan berbohong saya sudah mencari tau semuanya," balas Arka.
" Berani sekali kak Arka mencari tau tentang saya diam-diam. Maaf Tante sebaiknya Tante dan kak Arka pergi dari sini," pinta Syakilla tegas.
" Kalau kamu memang laki-laki sejati lepaskan Syakilla untuk saya. Biarkan Syakilla bahagia bersama saya," ucap Arka semakin tidak terkendali.
__ADS_1
" Maaf saya tidak akan melepaskan istri saya untuk siapapun apalagi untuk pria seperti kamu. Saya memang hanya seorang ustadz biasa tapi inn syaa Allah saya bisa membuat istri saya bahagia" balas Fahri tegas.
" Sudahlah mas, kita pulang saja. Maaf saya permisi duluan Tante, sekali lagi saya minta maaf. Assalamualaikum," ucap Syakilla menarik tangan Fahri.
" Assalamualaikum,"ucap Fahri sebelum pergi.
Di dalam mobil Syakilla memeluk Fahri dan meminta maaf karena sudah sempat tidak percaya dengan perkataan suaminya. Sekarang Syakilla mengerti kenapa Fahri yang begitu sabar menjadi cemburu saat dirinya berbicara dengan Arka.
" Qilla minta maaf karena tidak percaya dengan perkataan mas Fahri tentang kak Arka. Syakilla janji kalau Syakilla akan menjual rumah itu, dan mas Fahri tidak perlu mendengarkan apa yang kak Arka bilang," ucap Syakilla.
" Mas tidak akan mendengar siapapun karena mas tau kalau istri mas yang cantik dan Solehah ini sangat mencintai suaminya." balas Fahri membalas pelukan Syakilla.
Akhirnya yang Fahri takutkan terjadi, dari pertama Fahri melihat tatapan Arka pada istrinya, Fahri sudah menaruh curiga dengan Arka. Untung saja Fahri bergerak sedikit lebih cepat dari Arka dia menyembunyikan jati dirinya yang seorang pengusaha dari orang suruhan Arka.
" Terima kasih mas sudah percaya dengan Qilla," ucap Syakilla.
" Apa kamu serius ingin menjual rumah peninggalan Mama, kalau kamu tidak menjualnya juga tidak apa-apa yang penting bagi mas kamu sudah tau siapa Arka sebenarnya," ucap Fahri tidak akan memaksa Syakilla lagi, karena Arka sudah membuka topengnya sendiri di hadapan Syakilla.
" Syakilla yakin mas, Syakilla akan menjual rumah itu. Syakilla tidak mau rumah tangga kita hancur hanya karena kak Arka." jawab Syakilla tegas. Meskipun Syakilla sedih akan kehilangan rumah itu, tapi Syakilla juga tidak mau kehilangan suaminya. Kalaupun Mamanya masih ada pasti akan memilih pindah dari rumah itu.
Sementara di dalam ruangan Syakilla, Diana lagi memarahi Arka karena terlalu telah berbohong padanya. Arka menceritakan kebalikan dari yang diucapkan Syakilla barusan yang bilang kalau dia mencintai suaminya dan bukan karena terpaksa menerima pernikahannya dengan Fahri dan tidak bahagia bersama suaminya, makanya Diana mau membantu Arka mendapatkan Syakilla.
" Kenapa kamu membohongi Mama kamu bilang Syakilla menikah karena terpaksa dan tidak bahagia, setelah ini Mama tidak akan membantu kamu lagi, Mama malu di hadapan Syakilla karena ulah kamu. " ucap Diana. Dia melakukan itu karena suruhan Arka.
" Karena aku mencintai Syakilla Ma, Fahri yang merebut Syakilla dari Arka bukan Arka yang ingin merebut Syakilla. Dari kita pindah ke rumah itu Arka sudah menaruh hati kepada Syakilla," ungkap Arka.
__ADS_1
" Kenapa bukan dari dulu kamu jujur sama Mama, kenapa baru sekarang saat Syakilla sudah punya suami!" Ucap Diana terbalut emosi.