
''Semoga waktu bisa menyembuhkan rasa sakit hati kamu ini sayang, Mama juga gak bisa maksa kamu untuk saat ini,'' Batin Mama Rosa.
Seorang anak akan sangat menderita ketika melihat Mamanya terluka begitu pun sebaliknya.
''Udah gak usah nangis lagi, sekarang kamu makan ya,'' ujar Mama Rosa sambil menghapus air mata Syakilla.
''Kasian anak Mama sampai bengkak matanya karena nangis,'' tuturnya lagi.
Mereka makan tetap dalam keheningan tidak sehangat biasanya kerena Syakilla yang masih enggan berbicara dan Mama Rosa bisa memaklumi hal tersebut.
''Kalau udah selesai Mama mau bicara sama kamu ya?,'' ujar Mama Rosa yang sudah selesai makan lebih dulu.
Syakilla menjawab dengan anggukan saja tanpa mengeluarkan kata apapun dan menyelesaikan makannya.
''Mama tunggu di taman belakang, Mama duluan ya nanti kamu nyusul,'' ujar Mama Rosa lagi dan meninggalkan Syakilla yang masih berada di meja makan sendirian.
Setelah mencuci piring yang dia gunakan juga punya Mamanya Syakilla menghampiri Mamanya yang sudah duduk di bangku taman belakang. Rumah Syakilla memiliki taman di belakang rumahnya yang cukup luas dan di hiasi dengan berbagai bunga yang di tanam olehnya dan juga Mamanya.
Rumah hasil kerja kerasnya selama ini yang dia beli dengan keringatnya walaupun tidak tergolong dalam kategori mewah tapi cukup bagus dari segi apapun.Rumahnya yang nyaman dan cukup luas memiliki taman sendiri.
''Sini duduk di samping Mama,'' ucap Mama Rosa ketika melihat Syakilla datang.
Syakilla menuruti permintaan Mamanya untuk duduk lebih dekat dengan sang Mama. Syakilla merebahkan kepalanya di pangkuan sang Mama dengan manjanya, dan Mamanya juga mengelus rambut Syakilla yang hitam dan terurai indah.
''Gimana butik kamu lancar?,'' tanya Mama Rosa
''Alhamdulillah Ma semua baik baik saja,'' Jawab Syakilla pelan.
'' Kapan kamu akan ke panti lagi Mama sudah kangen sama anak anak panti?,'' Tanya Mama Rosa.
__ADS_1
Mereka sering ke panti Kasih Bunda yang sudah di anggap seperti keluarga mereka sendiri, setiap bulan atau dikala ada waktu mereka pasti akan memilih ke sana dari pada liburan ketempat lain karena dangan melihat anak anak panti yang bermain dengan ceria sudah menjadi hiburan tersendiri untuknya dan Mamanya.
Anak anak yang di lantarkan oleh orang tuanya tapi masih bisa tersenyum dengan bahagian dan tertawa lepas terlepas dari itu semua pasti ada orang yang berhati mulia yang menerima anak anak itu dan merawat mereka setulus hati mereka.
''Belum tahu Ma, tapi dalam minggu ini aku akan mengunjungi mereka, aku juga sudah kangen sama Bunda,'' Jawab Syakilla masih berada di pangkuan Mamanya.
''Kalau kamu ke sana Mama ikut ya?,'' ujar Mama Rosa.
''Iya, kalau Qilla ke sana Qilla kasih tahu Mama,'' jawab Syakilla.
''Qilla kamu lihat anak anak itu mereka tidak punya keluarga dan hanya memiliki Bunda saja tapi mereka bisa bahagia seperti itu,'' ujar Mama Rosa.
''Iya Ma, Qilla salut sama mereka semua, walaupun Qilla yakin mereka pasti bertanya tanya kemana orang tua mereka tapi mereka tidak tahu kemana harus bertanya,'' jawab Syakilla mengerti ala maksud Mamanya.
''Kamu harus bersyukur sayang mereka saja tidak pernah mengeluh tentang orang tua mereka dan kamu masih memiliki orang tua yang utuh masih memiliki Mama di samping kamu dan Papa kamu juga masih hidup, sedangkan mereka dimana saja orang tuanya mereka tidak tahu?,'' tutur Mama Rosa.
''Apa Mama percaya kalau ada satu anak panti juga sangat membenci orang tuanya seperti Qilla dia juga sangat menderita Ma, sama seperti Qilla dia selalu bertanya kenapa sebagai orang tua mereka tega meninggalkan anaknya yang belum tahu apapun di jalanan sama Qilla?,'' ujar Syakilla.
''Apa alasan mereka juga karena wanita lain seperti Papa, kalau saja Papa sama Mama pisah waktu bukan karena orang ketiga mungkin Qilla gak akan seperti ini Ma,'' ujar Syakilla bangun dari pangkuan sang Mama.
''Ma, Qilla harap Mama berhenti membicarakan masalah ini sama Qilla, Qilla benar benar sudah lelah dengan semua ini Ma, jadi Qilla mohon sama Mama berhenti dan jangan bahas soal Papa lagi di depan Qilla, bisa kan Ma?,'' pinta Syakilla berterus terang sama Mamanya.
Mau tidak mau Mama Syakilla menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Syakilla.
''Segitu bencinya kamu sama Papa kamu sayang, lihat mas aku sudah berusaha selama ini supaya Qilla tetap bisa menghargai kamu sebagai Papanya, tapi semua ini karena kamu sendiri Syakilla menanamkan kebenciannya terhadap kamu, semoga suatu saat nanti pintu hati kamu terbuka mas, Qilla kalian memiliki karakter yang sama, sama keras kepala,'' Batin Mama Rosa melihat ke arah Syakilla dengan segala rasa yang ada.
''Terima kasih Mama mau menuruti dan memahami Qilla,'' Ujar Syakilla.
Setelah itu tidak ada pembicaraan mereka hanyut dalam pikiran mereka masing masing.
__ADS_1
''Udah terlalu malam kita masuk aja ya, gak baik juga terlalu lama di luar,'' Ajak Mam Rosa untuk masuk.
''Iya, Qilla juga udah ngantuk mau tidur,'' jawab Syakilla.
Mereka berdua masuk kembali ke dalam rumah dan menuju ke kamar masing masing dan tida lupa ucapan selamat malam dari keduanya.
''Qilla masuk ke kamar Qilla dulu ya Ma, Assalamualaikum,'' ucap Syakilla
'' Waalaikum salam, Langsung tidur jangan begadang terus, Mama dukung kamu kalau kamu juga mau jadi penulis tapi jaga kesehatan kamu,'' Nasehat Mama Rosa dan mencium kening Syakilla dengan lembut dan penuh kasih sayang.
''Iya Ma, Insya Allah, makasih Mama selalu dukung Qilla selama ini,'' ucap Syakilla balas mencium pipi kanan dan kiri Mamanya.
''Selamat malam,'' ucap Syakilla kepada Mamanya.
''Selamat malam,'' Balas Mamanya dan di akhiri dengan sebuah pelukan yang hangat.
Mereka masuk ke kamar mereka masing masing. Syakilla tidak langsung tidur dia membuka laptopnya dan mulai menulis dia tidak menulis untuk novel maupun cerpen malam ini dia masuk ke dairynya, dia ingin menumpahkan segala rasa yang selama ini dia simpan, hanya dairynyalah yang tahu semua tentang Syakilla sejauh ini, apapun yang dialaminya.
Tengah malam Syakilla baru menyelesaikan dairy nya begitu banyak hal yang dia ungkapkan dalam dairy nya tang tidak bisa dia ungkapkan kepasa siapapun termasuk Mama dan sahabat sahabatnya selama ini.
Selesai dengan dairynya Syakilla masuk ke kamar mandi mencuci mukanya dan menggosok giginya setelah merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya dan mulai memejamkan matanya.
''Semoga besok menjadi lebih baik dan tidak ada tangis maupun kekecewaan lagi,'' Gumam Syakilla dan masuk ke alam mimpinya.
Terima kasih bagi yang sudah mampir
jangan bosan ya
di tunggu kritik dan sarannya supaya bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya dalam berkarya.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian
like komen gift dan vote nya