Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Ingin mengadopsi anak!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Perdebatan antara Fahri dan Dimas terus saja berlanjut, Dimas sampai tidak mau jauh-jauh dari Syakilla begitupun Fahri dia juga terus membuat Dimas kesal. Syakilla sudah capek menegur suaminya untuk berhenti menggoda Dimas. Tapi Fahri tidak menggubrisnya sama sekali dia terus membuat Dimas kesal.


Dimas memang sangat menggemaskan usianya masih 3 tahun, memiliki tubuh yang gendut dan wajah yang sangat chubby membuat siapa saja yang melihatnya suka. Dimas juga memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan mata yang indah.


Sampai makan siang perdebatan itu masih saja berlanjut Syakilla sampai pusing sendiri melihat kelakuan suaminya yang tidak mau kalah dengan anak kecil.


" Mas, jangan seperti anak kecil, udah tua juga" tegur Syakilla.


" Sayang," panggil Fahri.


" Nggak boleh, kak Qilla sayangnya Dimas," potong Dimas.


" Nih lihat, mas panggil sayang aja nggak boleh." ucap Fahri.


"Udah sana, anak kecil jangan dekat-dekat dengan kak Qilla, kak Qilla itu istri kak Fahri," goda Fahri.


" Kak Fahri yang anak kecil bukan Dimas." bantah Dimas membuat wajahnya seseram mungkin, tapi malah lucu di mata yang melihatnya. Syakilla, Fahri dan yang lainnya juga tertawa melihat tingkah menggemaskan Dimas.


"Kalian ini kenapa jadi bertengkar seperti ini! Dimas sayang sini sama Bunda biarkan kak Fahri sama kak Qilla saja. Kasian kak Fahri nanti dia nangis " ucap Bunda Fatimah menengahi kedua laki-laki beda usia itu.


" Dimas nggak mau! Dimas mau sama kak Qilla, Kak Fahri aja sama Bunda," tolak Dimas. Fahri rasanya ingin mengigit pipi chubby Dimas saking gemasnya.


" Sayang, kalau Dimas terus di pangkuan kak Qilla, gimana kak Qilla bisa makan! Sini sama Bunda!" Ucap Bunda Fatimah.


" Dimas bisa suapin kak Qilla, benar kan kak Qilla" balas Dimas tidak mau kalah dan meminta pembelaan dari Syakilla.


" Ia, kakak makan di suapin sama Dimas yang menggemaskan ini" ucap Syakilla mencium pipi Dimas.


" Kak Fahri jangan iri ya, aku di cium sama kak Qilla. Kakak enggak di cium tuh," ejek Dimas.


" Astagfirullahaladzim, anak ini benar-benar," lirih Fahri gemas


" Kalau bukan anak kecil udah aku makan," sambung Fahri.


" Sabar sayang, ini gambaran kalau kita punya anak laki-laki nanti , kamu ingin cepat-cepat punya anak kan, inilah yang akan terjadi. Sekarang kamu latihan dulu" ucap Syakilla tersenyum ke arah Fahri.


" Aku mau punya anak perempuan saja kalau begini jadi dia tidak akan jadi saingan aku nantinya,"balas Fahri.


" Jangan pada berdebat lagi, sekarang habiskan makan siang kalian terus siap-siap untuk shalat sebentar lagi memasuki waktu dhuhur," ucap Bunda Fatimah.

__ADS_1


" Fahri mengalah saja sama Dimas, jangan buat Qilla pusing dengan tingkah kalian berdua" sambung Bunda Fatimah sebelum Fahri melanjutkan omongannya.


Fahri bukan cemburu kepada Dimas hanya saja dia menyukai ekspresi wajah Dimas yang menggemaskan. Tapi, mengenai anak perempuan itu sepertinya memang dari hati Fahri.(becanda)


Selesai makan siang yang penuh dengan drama antara Fahri dan juga Dimas. Mereka berebut untuk menyuapi Syakilla, Bunda dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan mereka yang lucu.


Tiba saatnya mereka melaksanakan shalat dhuhur, Fahri sudah siap-siap melaksanakan shalat bersama yang lain. Tapi, Fahri heran kenapa Syakilla masih duduk di tempatnya.


" Sayang kamu nggak shalat?" Tanya Fahri.


" Lagi free mas," jawab Syakilla membuat Fahri lemas.


" Kamu nggak becanda kan sayang? Itu artinya mas libur dong!" Ucap Fahri pelan agar tidak kedengaran siapapun.


"Kenapa aku harus becanda mas, kalau bisa aku udah shalat sekarang. Sabar sayang. " ucap Syakilla tau maksud suaminya.


" Ya sudah, mas shalat dulu sama yang lain," ucap Fahri.


" Ia," balas Syakilla.


Fahri melaksanakan shalat bersama yang lain, sedangkan Syakilla memerhatikan mereka yang lagi shalat yang imamnya adalah suaminya sendiri. Syakilla teringat saat pertama kali Fahri menjadi imam saat dia shalat di panti ini. Benar kata Bunda, dulu Syakilla selalu berusaha menjauh dari Fahri dan sangat kesal melihat Fahri, tapi sekarang orang yang membuatnya kesal telah menjadi suaminya.


Setelah selesai shalat berjamaah Fahri menghampiri Syakilla yang duduk sendirian di bangku panjang yang ada di taman yang tidak jauh dari mereka melaksanakan shalat.


" Sayang," panggil Fahri.


" Ia mas, kenapa?" Tanya Syakilla.


" Bocah tadi mana?" Tanya Fahri. Maksud Fahri bocah itu adalah Dimas.


" Udah tidur, kenapa mas? Mas Fahri mau isengin dia lagi?" Tanya Syakilla.


" Mas suka saat dia marah sayang, sangat lucu seperti kamu. Atau kita adopsi saja dia!" Ucap Fahri.


" Jangan mas, biarkan dia di sini sama teman-temannya yang lain, kasian kalau kita mengadopsinya dia tidak punya teman di rumah," ucap Syakilla. Bukannya Syakilla tidak mau mengadopsi Dimas tapi dia tau sedikit banyaknya asal usul Dimas selainitu juga dia tidak yakin kalau Bunda Fatimah akan memberikan izin untuk mengadopsinya.


" Tapi mas ingin mengadopsi dia, mas menyukainya," ucap Fahri.


" Bukannya mas kesal sama dia?" Tanya Syakilla.


"Siapa bilang mas kesal sama dia, mas sangat menyukai dan menyayangi dia, kita adopsi saja ya!" balas Fahri

__ADS_1


" Kita lanjut bahas ini nanti saja, sekarang kita temui Bunda dulu." ucap Syakilla menarik tangan Fahri.


Anak-anak panti sudah tidur semua, mereka kelelahan karena sudah bermain seharian.


" Bunda," panggil Syakilla yang melihat Bunda Fatimah yang baru keluar dari kamar anak-anak.


" Ia, sayang. Kenapa?" Tanya Bunda Fatimah.


" Ke sini dulu ada yang mau Qilla dan Mas Fahri tanyakan sama Bunda," ucap Syakilla


Syakilla mengajak Bunda Fatimah duduk di teras panti yang sudah sepi karena anak-anak yang sudah tidur.


" Mau tanya apa?" Tanya Bunda Fatimah membuka pembicaraan.


" Bunda kalau Fahri mengadopsi Dimas boleh nggak?" Tanya Fahri, dia sangat kekeh ingin menjadikan Dimas sebagai anaknya.


" Kenapa kamu ingin mengadopsi Dimas? Bukankah tadi kalian seperti tom and jerry" Tanya Bunda Fatimah.


" Fahri hanya menyukainya Bunda, entah kenapa Fahri merasa ada yang berbeda dari Dimas yang membuat Fahri begitu menyayanginya." jelas Fahri.


" Kamu benar, Dimas berbeda dari mereka semua dia adalah anak yang istimewa, orang tuanya meninggal karena di bunuh, Dimas dititipkan ke panti ini oleh Mamanya sendiri sebelum kejadian itu terjadi dan meminta Bunda merawatnya sendiri, makanya sampai sekarang Dimas masih ada di panti ini, banyak yang pasangan suami istri yang ingin mengasuhnya ketika dia masih bayi bahkan sampai sekarang tali Bunda menolaknya," jelas Bunda Fatimah.


" Apa Bunda tidak akan memberikannya kepada kami juga? Fahri akan merawatnya dengan baik" ucap Fahri.


" Bunda tau kamu akan bisa mendidiknya. Tapi, sebelum kalian mengasuhnya ada yang pernah kalian ketahui terlebih dahulu mengenai Dimas. Dimas bukanlah anak orang biasa banyak yang mengincarnya di luar sana," jelas Bunda Fatimah.


" Fahri tidak peduli latar belakang Dimas Bunda! Yang Fahri mau Dimas menjadi anak Fahri" ucap Fahri.


" Tapi itu sangat beresiko Fahri, di sini Dimas akan aman karena mereka tidak tau tempat ini," jelas Bunda Fatimah lagi.


" Kami akan menjaganya dengan sangat baik Bunda," kekeh Fahri.


" Baiklah kalau kamu mau, Bunda akan mempertimbangkannya lagi," ucap Bunda Fatimah akhirnya.


Bunda Fatimah tau Fahri dan Syakilla pasti akan merawat Dimas dengan baik, tapi latar belakang Dimas membuatnya takut. Bukan hanya Dimas yang akan ada dalam bahaya tapi keluarga Fahri juga.


" Terima kasih Bunda," ucap Fahri. Syakilla sebenarnya merasa sedikit takut karena dia juga tau sedikit banyaknya tentang latar belakang Dimas. Tapi, saat melihat Fahri yang begitu antusias ingin mengasuh Dimas mencoba untuk menerima keputusan Fahri.


Syakilla juga menyayangi Dimas seperti Fahri tapi Syakilla belum berani mengambil keputusan sebesar itu untuk mengasuh Dimas.


"Bunda belum mengambil keputusan apapun jadi jangan berterima kasih terlebih dahulu, siapa tahu Bunda berubah pikiran," ucap Bunda Fatimah tidak bisa menjanjikan apapun.

__ADS_1


__ADS_2