Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Masuk rumah sakit


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹


Bhukk.


"Mama..." teriak Syakilla.


"Tante" ucap Fahri panik sekaligus kaget.


"Rosa," ucap Rusdi kaget.


Semua yang ada di situ ikutan panik saat Mamanya Syakilla ambruk ke tanah dan tidak sadarkan diri. Karena mereka menyelenggarakan akad nikahnya di depan panti otomatis tidak ada alas apapun.


" Mama...Ma.. Bagun " Panggil Syakilla menepuk- nepuk pipi Mamanya tapi tidak ada reaksi apapun dari Mamanya.


"Alfin cepat panggilkan dokter," ucap Fahri ikutan panik dan juga cemas.


"Qilla tenanglah! Tante Rosa pasti baik-baik aja," ucap Sisil menenangkan Syakilla.


"Mama Sil,Ta" ucap Syakilla memeluk Mamanya.


" Ia, sabar dulu. Suami kamu sudah menyuruh memanggil dokter," ucap Dita.


" Kita bawa ke rumah sakit aja langsung, kalau nunggu dokter yang ke sini terlalu lama " ucap Fatimah takut terjadi apa-apa dengan Rosa apalagi dia tau mengenai penyakit yang di derita Mamanya Syakilla.


"Alfin" teriak Fahri.


" Mobilnya sudah siap!" Jawab Alfin yang langsung sigap dan mengerti.


Semua yang wanita membantu Syakilla mengangkat tubuh Rosa ke dalam mobil, termasuk Rusdi yang ingin membantu tapi di cegah oleh Aminah.


"Mohon maaf, biar kami saja yang perempuan," ucap Aminah.


" Tapi..." ucap Rusdi.


" Kalian bukan muhrim lagi," potong Aminah.


" Baiklah, terserah kalian saja," ucap Rusdi kesal.


Setelah mereka mengangkat tubuh Rosa ke dalam mobil, Syakilla duduk di belakang menemani sang Mama dan meletakkan kepala Mamanya di dalam pangkuannya. Sedangkan, Fahri duduk di depan bersama Alfin yang menyetir, dan yang lain pergi menggunakan mobil mereka masing-masing menyusul di belakang.


"Mohon maaf ini di luar kehendak kami, terima kasih atas bantuannya hari ini yang serba dadakan" ucap Ilham berterima kasih kepada penghulu.


" Sama-sama Kiyai, Kiyai seperti sama siapa saja. Semoga semuanya baik-baik saja,dan saya mohon izin," ucap Penghulu.


" Sekali lagi terima kasih, buku nikahnya biar Fahri yang mengambilnya sendiri di kantor, sekalian melengkapi yang belum lengkap" ucap Ilham


"Saya mengerti Kiyai, saya permisi dulu, Assalamualaikum," ucap Penghulu.


"Waalaikumsalam," jawab Ilham.


Aminah dan Zahra yang masih ada di panti menunggu Ilham berbicara dengan penghulu. Sedangkan Fatimah sudah ikut bersama Sisil dan Dita.


Kalau Rusdi jangan di tanya dia kemana, kerana author pun tidak tau dia pergi kemana.

__ADS_1


"Bi, ayo cepat," ucap Zahra yang sudah siap di dalam mobil.


"Cepat Bi," ulang Aminah.


"Sebentar," ucap Ilham naik ke dalam mobil di bagian setir.


"Cepat Bi, kasian Syakilla," ucap Zahra.


Sementara di dalam mobil Fahri yang di kendarai oleh Alfin, Syakilla terus-terusan menangis tanpa henti. Fahri yang melihatnya tidak tega, tapi dia juga bingung harus berbuat apa sekarang.


" Qilla tenanglah, sebentar lagi kita sampai rumah sakit," ucap Fahri. Namun, tidak dipedulikan Syakilla.


" Alfin bisa lebih cepat," ucap Fahri ikutan panik dan bingung.


"Semoga tante baik-baik saja dan ini tidak ada hubungannya dengan penyakit yang dia alami," batin Fahri.


" Ya Allah selamatkan lah Tante Rosa, hamba tidak tega melihat Syakilla menangis seperti itu" lirih Fahri.


"Nona coba kasih ini!," ucap Alfin memberikan minyak angin.


" Biar saya saja yang kasih, kalian bukan muhrim," ucap Fahri mengambil minyak angin dari tangan Alfin.


" Di saat seperti ini masih saja sempat-sempatnya cemburu," batin Alfin menggelengkan kepalanya heran.


" Kenapa? Mau protes?" Tanya Fahri.


" Tidak!" Jawab Alfin.


"Ma...Bangun..." Lirih Syakilla.


Syakilla masih saja menangis hingga sampai di depan ruang UGD.


"Syakilla..." Panggil Fatimah.


" Bunda," ucap Syakilla masuk ke dalam pelukan Fatimah.


" Tenang semua akan baik-baik saja, percaya sama Bunda," ucap Fatimah.


" Tadi Mama baik-baik aja, kenapa sekarang jadi begini," ucap Syakilla lagi.


"Bunda mohon kamu yang tenang, doakan semoga Mama kamu baik-baik saja, dia wanita yang kuat," ucap Fatimah lagi juga hampir ikut menangis.


" Bunda di mana Ummi dan Abi?" Tanya Fahri.


" Mereka masih di belakang, mungkin sedang mengurus berkas-berkas bersama penghulu," jawab Fatimah. Membuat Syakilla tambah menangis.


Fahri tidak bisa berbuat apa-apa selain berkata sabar untuk Syakilla..


"Fahri akan menelpon Abi dulu, Fahri titip Syakilla sama Bunda," ucap Fahri.


" Ia, " jawab Fatimah.


" Apa yang harus aku lakukan, sekarang aku ini suaminya tapi aku bahkan tidak berani walau hanya untuk menyentuh atau memeluknya," gumam Fahri setelah menjauh dari Syakilla.

__ADS_1


Baru saja Fahri mengeluarkan ponselnya Abi dan Umminya sudah memanggil.


" Fahri," Panggil Zahra.


" Kak Zahra, Ummi, Abi, baru saja Fahri ingin menghubungi kalian," sahut Fahri.


" Bagaimana keadaan Mamanya Syakilla?," Tanya Aminah.


" Masih di tangani dokter Ummi,"jawab Fahri.


" Istri kamu di mana? Kenapa tidak kamu temani?," Tanya Zahra.


"Syakilla lagi sama Bunda," jawab Fahri.


"Kamu ini suaminya sekarang, bukan jagain istrinya malah di tinggal sama orang lain. Gimana sih!," protes Zahra.


"Fahri..." ucap Fahri


" Sudah bahas ini nanti saja, kita lihat keadaan Mamanya Syakilla dulu," ucap Ilham.


"Gimana mau nemenin pegang tangannya aja masih takut apalagi yang lain" batin Fahri.


"Gimana sih kamu!," Ucap Zahra pada Fahri.


Fahri hanya diam saja karena tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya kepada Zahra kalau dia masih merasa canggung dan malu, yang ada Zahra akan mengejeknya.


Fahri membawa kedua orang tuanya untuk bertemu Bunda dan juga dengan yang lain di depan UGD.


"Bunda," Panggil Zahra


"Bagaimana keadaan Mamanya Syakilla?," Tanya Aminah.


" Masih di tangani dokter," jawab Fatimah.


" Sayang," ucap Aminah menghampiri Syakilla yang lagi di pelukan teman-temannya.


" Ummi," sahut Syakilla melepaskan pelukannya dari Sisil dan Dita. Masuk ke dalam pelukan Ummi Aminah.


" Yang sabar, kita berdoa sama-sama. Semoga Mama kamu baik-baik saja," ucap Aminah membalas pelukan Syakilla.


"Syakilla yang sabar ya! " ucap Zahra ikut menenangkan Syakilla.


" Ia kak," balas Syakilla


Sedangkan Fahri hanya bengong tidak tau mau ngapain. Walaupun dia ingin sekali seperti yang lain yang bisa memeluk Syakilla. Tapi, dia masih takut untuk melakukannya meskipun sekarang Syakilla adakah istri sahnya. Dan pernikahan mereka juga bukan karena keterpaksaan atau perjodohan meskipun caranya sedikit berbeda dengan yang lain.


Saat Fahri masih melamun dan lagi berperang dengan pikirannya. Dokter keluar dari ruang UGD.


"Keluarga pasien," ucap Dokter.


"Saya, saya anaknya. Gimana keadaan Mama saya, Mama saya baik- baik saja kan Dok, Mama saya sehat kan Dok" balas Syakilla.


" Sayang tenanglah dulu, kita dengarkan apa yang di katakan Dokter dulu," ucap Fatimah.

__ADS_1


"Maaf Bunda," balas Syakilla.


"Begini...


__ADS_2