
HAPPY READING!!!!!!
BUDAYAKAN LIKE, VOTE, AND FAV.
Dukungan kalian sangat berharga untuk AUTHOR.
TERIMA KASIHπππ
...----------------...
Zahra sepertinya sangat ingin Syakilla menjadi adik iparnya, sehingga dia sangat kekeh untuk menjadikan Syakilla sebagai adik iparnya.
Zahra mengajak Syakilla mengelilingi pasantren yang didirikan oleh Abinya sambil menceritakan tentang Fahri.
Satu jam Syakilla berkeliling tapi belum juga habis mengelilingi pasantren tersebut karena sangat luas. Banyak para santriwati yang mondar mandir selama mereka mengelilingi pasantren. Banyak sapaan yang Syakilla dan Zahra dapat dari para santriwati. Zahra hanya mengajak Syakilla mengelilingi kawasan bilik santriwati saja.
Kemudian, mereka berdua kembali ke rumah Abinya Zahra karena sudah kelelahan dan pegal.
" Kapan- kapan kalau kamu punya waktu, main ke sini lagi ya, dan jangan lupa ke pernikahan kakak nanti," ucap Zahra saat mereka berjalan menuju rumah Abinya.
"Inn Syaa Allah kak," jawab Syakilla.
"Kakak pasti akan kangen banget sama kamu," kata Zahra.
"Qilla juga pasti akan merindukan kalian, tapi bukankah kak Zahra bisa ke butik Qilla kapan saja." Ucap Syakilla.
"Kamu benar, nanti kakak akan mampir ke butik kamu sekalian fitting baju pengantin ya," ujar Zahra.
"Iya kak," jawab Qilla sopan.
"Mau langsung pulang atau pamitan dulu sama Abi dan Ummi?," Tanya Zahra ketika sudah mau sampai di area parkir.
"Qilla pamit sama Abi dan Ummi dulu, gak sopan juga kalau Qilla langsung pulang tanpa pamitan." kata Syakilla.
"Ma Syaa Allah, kakak memang tidak salah menilai kamu," tutur Zahra.
Syakilla hanya menanggapi dengan senyuman saja dan anggukan.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah Abi Ilham dan Ummi Aminah. Syakilla akan berpamitan untuk pulang karena takut kena macet di jalan dan juga kemalaman sampai rumahnya.
"Abi, Ummi, Qilla mohon izin pulang dulu takutnya sampai rumah kesorean," ucap Syakilla.
__ADS_1
"Abi juga tidak bisa melarang-mu untuk pulang, hati-hati di jalan kalau sudah sampai di rumah kabari Zahra," ucap Abi Ilham.
"Ummi sebenarnya ingin kamu tetap di sini tapi Ummi tidak bisa apa-apa, Ummi menunggu kamu main ke sini lagi," ucap Ummi Aminah.
"Inn Syaa Allah Ummi...," ujar Syakilla
"Assalamualaikum,"ucap Syakilla menyalami dan memeluk Ummi Aminah dan Zahra secara bergantian. Sedangkan, untuk Abi Ilham Syakilla hanya salam jarak jauh saja.
Syakilla keluar dari rumah yang cukup besar itu menuju mobilnya. Saat menuju mobil dia berpapasan dengan Fahri, tapi Fahri sama sekali tidak menyapanya dan berlalu pergi begitu saja.
Syakilla merasa lega melihat sikap Fahri yang cuek dengannya, dengan begitu kemungkinan menyetujui saran dari kakaknya akan semakin mustahil.
Flash off
Pagi hari Syakilla bangun dari tidurnya melakukan aktifitas seperti biasanya, mandi, shalat, dan sarapan.
Saat di meja makan Syakilla tidak melihat Mamanya pagi ini, dia mengecek kamarnya juga tidak ada. Tapi, makanan sudah siap di meja makan.
"Mama pergi kemana pagi- pagi begini!," Gumam Syakilla sambil mengambil nasi ke dalam piring miliknya.
Setelah menyelesaikan sarapannya dan mencuci piring dan gelas yang dia gunakan , Syakilla menuju mobilnya sambil menelpon sang Mama.
Namun, tidak ada jawaban dari Mamanya.
"Kenapa akhir-akhir ini Mama selalu tidak menjawab panggilanku, kemana Mama sebenarnya pagi-pagi begini" Gumam Syakilla.
Kemudian, Syakilla masuk ke dalam mobilnya, mengeluarkannya dan meninggalkan ramah menuju kampus. Di perjalanan Syakilla juga masih berusaha menghubungi Mamanya tapi hasilnya masih sama.
Satu jam Syakilla di perjalanan akhirnya dia sampai di kampus tujuannya. Syakilla turun dari mobil dan terus menghubungi Mamanya.
"Qilla sebelah sini...," teriak Dita tapi tidak dihiraukan Syakilla karena Syakilla masih fokus dengan ponsel di tangannya.
Dita yang di acuhkan merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu. Dita mengejar Syakilla dan menepuk pundak Syakilla membuat sang punya bahu terkejut.
Syakilla yang mendapat pukulan di bahunya langsung berbalik arah.
"Dita...," ucap Syakilla.
" Kamu kenapa? Kamu baik-baik aja?," Tanya Dita.
"Aku baik Dit," jawab Syakilla.
__ADS_1
"Kalau baik kenapa pas aku panggil kamu gak dengar dan pergi begitu saja," tanya Dita.
"Maaf, aku tidak melihat kamu tadi!," jawab Syakilla.
"Kamu yakin sedang baik-baik saja. Tapi, sepertinya aku tidak melihat itu, kamu lagi mikirin apa?," tanya Dita tidak percaya.
"Sebenarnya aku mencemaskan Mamaku...." ucap Syakilla.
"Kenapa dengan Tante Rosa," potong Dita.
"Aku gak tahu kemana Mamaku pergi pagi ini, aku telpon juga gak bisa dari tadi," ucap Syakilla.
" Mungkin dia pergi ke butik, kamu sudah hubungi karyawan kamu di butik siapa tahu Tante lagi sibuk makanya tidak bisa menjawab panggilan dari kamu" kata Dita.
" Kenapa aku tidak kepikiran dari tadi ya!," gumam Syakilla.
Baru saja Syakilla mau menghubungi orang di butik, Sisil datang dan bergabung dengan mereka membuat Syakilla berhenti menghubungi orang kepercayaannya di butik karena kaget.
"Assalamualaikum," ucap Sisil tiba-tiba.
"Astaghfirullah," ucap Dita dan Syakilla bersamaan.
"Kamu mau bikin kita jantungan ya," umpat Dita kesal.
"Kok kamu tau?," ucap Sisil.
"Kampret memang," umpat Dita.
"Lagi bahas apa, serius banget!," Tanya Sisil.
"Tante Rosa gak ada di rumah dan tidak menjawab telponnya," jelas Dita.
"Ke butik kali, coba tanya orang kepercayaan kamu di sana Qil, siapa tahu memang lagi di sana Tante" jawab Sisil santai.
"Ini juga mau di telpon tapi kamu malah ngagetin kita Bambang," jawab Dita kesal.
"Hubungi lagi aja," saran Sisil.
Syakilla berusaha menghubungi orang kepercayaannya di butik tapi tidak ada balasan. Syakilla terus menghubunginya sampai mendapat balasan tapi sayang bel sudah berbunyi yang pertanda kelas akan segera di mulai.
Mau tidak mau Syakilla harus mematikan sambungan telponnya dan menghubungi setelah mata kuliah selesai.
__ADS_1