Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Maaf! membuat kamu khawatir!


__ADS_3

" Mobilnya juga masih ada, sebenarnya Mama kemana sih?" umpat Syakilla kesal.


Syakilla terus mondar mandir di depan pintu rumahnya menunggu Mamanya pulang, paling tidak menghubunginya supaya dia bisa tenang dan tidak khawatir lagi.


Lama duduk di kursi yang ada di samping pintu, Syakilla duduk dengan perasaan cemas dan terus memeriksa ponselnya untuk melihat ada pesan atau panggilan masuk dari sang Mama. Namun, nihil tidak ada satupun pesan maupun panggilan yang masuk dari Mamanya yang ada hanya dari grup saja dan dari butik.


Syakilla terus memainkan ponselnya sambil menunggu Mamanya.


"Kenapa kamu duduk di luar?" ucap seseorang yang suaranya Syakilla kenal. Siapa lagi kalau bukan Mamanya!. yang sudah membuatnya panik.


" Mama dari mana saja?, Pergi gak bilang dihubungi gak bisa, aku dari tadi nunggu Mama khawatir di sini" jawab Syakilla kesal.


" Mama cuma pergi ke rumah tetangga baru kita, ponsel Mama juga di kamar, jadi Mama gak tahu!" Jawab Mamanya.


" Kenapa Mama gak kasih tahu Qilla dulu.Jadi, Qilla enggak khawatir" balas Syakilla.


"Maaf kalau gitu, Mama gak ada maksud bikin kamu khawatir, Mama pikir kamu gak keluar kamar, Mama juga cuma pergi sebentar!" Jawab Mamanya sambil menarik Syakilla ke dalam pelukannya.


" Sebentar dari mana, aku nunggu Mama udah berjam jam di sini" ujar Syakilla.


" Maafin Mama" ucap Mama Rosa.


" Tapi jangan ulangi lagi! Mama tidak biasanya keluar malam begini, makanya Qilla khawatir Ma!" jelas Syakilla.


"Mama ngerti, sekali lagi maafin Mama, kita masuk saja sudah malam" ajak Mama Rosa melepaskan pelukannya dan merangkul Syakilla masuk ke dalam.


Mereka masuk ke dalam bersama dan duduk di sofa ruang tamu.


" Kamu udah makan?" Tanya Mama Rosa perhatian.

__ADS_1


" Tadinya Qilla mau nulis di kamar dan makan buah di sana, tapi gak jadi karena Mama hilang, udah Qilla cari di rumah gak ada, Qilla telpon juga Mama gak angkat" balas Syakilla.


"Kasian anak Mama, karena khawatir sampai belum makan begini, maafin Mama" ucap Mama Rosa.


" Katanya kasian tapi bikin khawatir" ucap Syakilla cemberut.


"Kamu lucu kalau langi marah seperti ini, jadi gemes Mama," balas Mama Rosa.


"Mau makan atau mau lanjut nulis, Mama udah makan tadi di rumah tetangga baru kita! dia undang Mama saat Mama duduk di depan tadi, makanya Mama gak sempat kasih tahu kamu " ucap Mama Rosa.


"Siapa sih Ma, kenapa Mama bisa makan di rumahnya, memangnya Mama kenal? dan sejak kapan kita punya tetangga baru?" Tanya Syakilla.


" Mama gak kenal, barusan Mama kenalnya, tapi mereka ramah Mama senang jadi Mama punya teman baru di sini, kamu terus di luar sepanjang hari jadi, mana kamu tahu kalau ada tetangga baru tapi kamu tahu?" Ujar Mama Rosa.


"Tahu apa? Mama belum kasih tahu gimana Qilla bisa tahu!" Ucap Syakilla.


" Udah Qilla tahu maksud Mama apa gak usah di lanjutkan!" Ujar Syakilla.


" Tapi tidak ada salahnya kan!?" Ucap Mama Rosa.


" Qilla malas bahas gituan, Qilla ke kamar aja" ucap Syakilla berdiri dan


"Sayang dengerin Mama dulu" tutur Mama Rosa.


" Qilla tidak mau dan tidak akan pernah mau" ucap Syakilla tegas berlalu masuk ke dalam kamarnya.


"Punya anak perempuan susah banget di atur kalau masalah jodoh, mau sampai kapan dia akan tetap sendiri seperti itu, dan terus bekerja banting tulang!" Gumam Mama Rosa setelah kepergian Syakilla.


Syakilla masuk ke dalam kamarnya, perasaanya sudah lega karena melihat Mamanya baik baik saja. Dia menuju balkon di mana dia meletakkan laptopnya yang sempat dia tinggalkan.

__ADS_1


" Maksud Mama apa bahas masalah anak tetangga itu, mau jodohin aku, enak aja!" Umpat Syakilla sendiri.


Saat mulai mengetik tiba tiba dia kepikiran dengan Fahri akibat perkataan Mamanya tentang anak tetangga barusan, yang mengatakan dia soleh dan tampan.


" Kenapa aku kepikiran pria itu lagi," gumam Syakilla.


" Buang jauh jauh pikiran kamu Qilla, fokus" umpat Syakilla


Syakilla mencoba fokus kembali pada tulisannya tapi tetap tidak bisa.


"Ahhh, kenapa juga harus memikirkan pria itu di saat seperti ini, Fahri ini semua karena kamu" ucap Syakilla kesal pada dirinya sendiri menutup laptopnya karena sudah tidak bisa fokus lagi pada tulisannya.


Syakilla kesal lalu masuk ke dalam kamar membawa apa yang sudah dia bawa keluar meletakkannya di atas meja yang berada si kamarnya. Setelah itu, masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat insya agar lebih tenang dan bisa melupakan Fahri dari pikirannya.


Selesai mengerjakan shalat dia merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya. Kemudian, menutup matanya tapi lagi lagi memikirkan Fahri.


" Apa yang terjadi denganku saat ini? kenapa aku terus memikirkannya!" umpat Syakilla kesal karena memikirkan Fahri.


Syakilla kembali bangun dan berwudhu sekali lagi, kali ini bukan untuk shalat melainkan, untuk membaca Al Quran supaya hatinya menjadi lebih tenang dan bisa melupakan Fahri.


Setelah mengaji Syakilla merasa lebih tenang dan tidak terlalu memikirkan Fahri lagi, dia menutup Quran dan meletakkannya di tempat semula. Kemudian, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya lagi dan menutup matanya pelan.


jangan lupa!


LIKE, KOMEN, VOTE dan FAV.


KARENA ITU SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR


TERIMA KASIH WAKTUNYA🙏

__ADS_1


__ADS_2