Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Sisi lain Syakilla


__ADS_3

''Semoga besok menjadi lebih baik dan tidak ada tangis maupun kekecewaan lagi,'' Gumam Syakilla dan masuk ke alam mimpinya.


Suara azan subuh membangunkan Syakilla dari tidurnya yang singkat dengan pelan Syakilla mulai merenggangkan ototnya dan mengucek matanya yang baru terbangun.


Setelah melaksanakan shalat Syakilla turun untuk membantu Mamanya di dapur seperti biasanya. Hari ini Syakilla sangat malas pergi ke kampus dan ingin tetap di rumah saja untungnya hati ini tidak ada pelajaran khusus yang mengharuskan Syakilla datang ke kampus.


''Udah bangun sayang,'' tanya Mama Rosa.


''Udah Ma, ini Qilla mau bantuin Mama,'' jawab Syakilla yang sudah bisa sedikit menyembunyikan perasaannya dan menutupi dengan keceriaan lagi.


''Kenapa muka kamu kusut banget, Qilla sakit?,'' Tanya Mama Rosa lagi dan memegang jidat Syakilla mengecek kalau Syakilla baik baik saja.


''Qilla gak sakit Ma, Qilla juga baik baik aja, cuma hari ini Qilla males banget pergi ke kampus,'' ujar Syakilla terus terang.


''Kalau gak mau ke kampus gak pa pa lagian kamu juga gak pernah cuti kan kuliahnya,'' ucap Mama Rosa.


''Udah kasih tahu Sisil atau enggak sama Dita aja kalau hari ini kamu gak masuk,'' usul Mama Rosa.


''Nanti habis bantuin Mama aja Qilla kabarin mereka,'' ujar Syakilla dan ikut membantu Mamanya memasak.


''Terserah sama kamu saja sayang,'' ujar Mama Rosa.


''Ada kegiatan apa hari ini sepertinya kamu sudah lama gak ke butik apa tidak apa apa lama kamu tinggal seperti itu?,'' tanya Mama Rosa.


''Rencananya hari ini aku mau ke butik sekalian cek perkembangan juga,'' jawab Syakilla.


''Bagus, kenapa kamu jarang banget ke sana?,'' tanya Mama Rosa.


''Bukan jarang Ma, aku lagi sibuk sama kampus aja akhir akhir ini tapi aku selalu tahu apa yang kurang kok Ma, lagian aku selalu mengembangkan baju baju baru ke sana cuma bukan aku langsung yang mengerjakannya,'' jawab Syakilla.


''Tapi gak bagus kalau kamu terlalu percaya sama orang lain seperti itu orang berbuat jahat bukan karena jahat tapi karena ada kesempatan sayang,'' ucap Mama Rosa menasehati Syakilla yang terlalu percaya sama orang orang kepercayaanya selama ini.


''Aku yakin mereka gak akan seperti itu kok Ma,'' ujar Syakilla yakin.

__ADS_1


Setelah selesai membuat sarapan Syakilla maupun Mamanya duduk berdua menyantap sarapan yang telah mereka buat. Selesai mereka membersihkan semua peralatan memasak mereka dan juga piring yang mereka gunakan.


''Ma aku ke butik dulu ya,'' ucap Syakilla berpamitan


''Iya hati hati Mama juga mau ke butik juga ini,'' jawab Mama Rosa.


''Gak usah terlalu sering juga Mama ke butiknya Mama juga perlu istirahat setiap hari ke butik sesekali Mama di rumah aja atau enggak kemana gitu'' ujar Syakilla.


''Mama mau ke butik aja lagian Mama mau ke mana lagi seharian di rumah sendiri yang ada Mama bosan sayang,'' jawab Mama Rosa.


''Kamu udah buat model baju yang baru, Mama perlu yang baru lagi udah banyak yang tanya soalnya,kenapa belum ada model terbaru'' ucap Mama Rosa.


''Nanti Qilla bikin Ma udah ada kok tinggal rilis aja Mama tenang aja Qilla gak lupa kok,'' jawab Syakilla.


''Kalau gitu Qilla berangkat duluan ya Ma, sekalian bawa sarapan buat yang lain,'' ujar Syakilla.


''Emm,'' jawab Mama Rosa.


''Mama juga hati hati bawa mobilnya gak usah buru buru santai aja gak akan ada yang pecat Mama juga kan kalau telat,'' ujar Syakilla bercanda


''Enggak, Assalamualaikum,'' ucap Syakilla menyalami tangan Mamanya dan di sambut sang Mama.


''Waalaikum salam, kamu juga hati hati,'' ucap Mama Rosa.


Seperti yang di ucapan nya Syakilla hari ini akan mengunjungi butiknya yang telah dia bangun dari titik terendah dengan hasil kerja kerasnya dan juga Mamanya, Sebetulnya sang Mama juga ikut memperhatikan butik tapi untuk yabg satu ini Syakilla mengelolanya sendiri dan di tempat lain Mamanya yang menghandle. Dia memiliki tiga cabang butik di daerah yang berbeda tapi dia tidak pernah menunjukkan siapa dirinya kepada siapapun.


Sebenarnya sangat mudah baginya untuk membuat sang Papa menyesal karena telah meninggalkan dia bersama Mamanya dengan menunjukkan keberhasilannya kepada Papanya tapi Syakilla tidak mau karena baginya itu semua tidaklah penting untuk sekarang, sudah hidup bahagia bersama Mamanya saja sudah cukup untuknya.


Syakilla datang ke butik menggunakan mobil yang biasanya dia pakai untuk mengunjungi butik dia tidak pernah datang dengan menggunakan mobil yang biasa dia gunakan dia sangat tertutup dan menutupi dari semua orang tentang identitasnya. Tidak ada yang pernah melihat wajahnya kalau sudah masuk ke dalam butik termasuk para karyawannya tidak ada satupun yang pernah melihat wajahnya.


Dia datang menggunakan baju syar'i berwarna hitam lengkap dengan cadarnya untuk menyembunyikan wajahnya dari semua orang.


Syakilla tidak datang dengan tangan kosong dia sudah membeli sarapan untuk semua karyawannya, begitulah sifat Syakilla yang selalu perhatian kepada setiap karyawannya selama ini dan karena itu pula tidak ada yang berkhianat atau berbuat curang selama ini.

__ADS_1


''Assalamualaikum, selamat pagi semuanya,'' sapa Syakilla memasuki butik.


''Waalaikum salam,'' jawab mereka semua.


''Akhirnya pemiliknya ingat kalau dia punya butik,'' ujar salah satu karyawan Syakilla.


''Oh iya kemarin kemarin itu saya lupa, maaf ya, sebagai permintaan maaf saya, saya bawa sarapan untuk kalian semua,'' ujar Syakilla bergurau


''Jadi ceritanya mau sogok dengan sarapan ini?,'' ucap karyawan Syakilla itu lagi.


Tidak ada figur antara atasan dan bawahan karena Syakilla memperlakukan mereka bukan layaknya karyawan melainkan seperti keluarga dan sahabat sahabat sendiri. Sering bercanda bersama layaknya sebuah keluarga. Tapi mereka akan serius kalau sudah masuk ke dalam pekerjaan begitupun Syakilla dia akan tegas kalau ada yang melakukan kesalahan yang fatal tapi tidak sampai memecat karyawannya.


''Kalian sarapan terlebih dahulu setelah itu kita adakan meeting di ruangan saya,'' ucap Syakilla mulai serius


''Baik'' Jawab mereka semua, sudah menjadi hal biasa bagi mereka mengadakan meeting dadakan seperti ini maka dari itu semua selalu siap siaga kapanpun Syakilla datang semua sudah siap dengan laporan meraka masing masing.


Syakilla menunggu di ruangannya sambil melihat lihat data butiknya dan perkembangan butiknya selama dia tidak datang langsung. Tidak ada yang aneh atau yang mencurigakan semua terlihat baik baik saja. Syakilla tersenyum melihat data pendapatan bulannya.


''Alhamdulillah semakin membaik semoga aku bisa membuka butik baru dalam waktu dekat ini,'' gumamnya kepada dirinya sendiri.


Lama berkutik sendiri, semua karyawannya masuk per satu ke ruangannya seperti yang di perintahkan oleh Syakilla. Semua duduk berhadapan dan sudah ada laporan masing masing di tangan mereka semua.


''Kita mulai saja meetingnya hari ini, gimana apa ada kendala selama saya tidak masuk ?,'' tanya Syakilla.


Mereka menjawab dan memberi pernyataan mereka masing masing. Hampir satu jam mereka melakukan meetingnya dengan serius.


Jangan lupa like komen vote and gift nya teman teman sekalian tambahkan juga di daftar favorit kalian


dukungan kalian sangat berarti bagi author


mampir juga di karya yang lain ya teman teman sekalian


''PRIA IDAMAN''

__ADS_1


Author tunggu


__ADS_2