
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Saya ada di sini," ucap Fahri.
"Jadi benar kalau kamu sudah punya suami?" Tanya Diana.
" Ia, Tante. Ini suami Syakilla, Mas Fahri. Mas ini Tante Diana tetangga aku." Jawab Syakilla.
"Fahri" ucap Fahri menyatukan tangan di depan dadanya.
" Tante Diana," ucap Diana juga menyatukan tangannya.
" Selamat atas pernikahan kalian, semoga sakinah, meskipun Tante sedih karena kamu bukan menjadi menantu Tante." ucap Diana.
" Aamiin" ucap Fahri dan Syakilla.
" Bukan jodohnya Tante, Kak Arka pantas mendapatkan yang lebih baik dari saya," ucap Syakilla menggenggam tangan suaminya.
"Terima kasih Tante selama ini sudah baik sama Mama dan juga Qilla, Syakilla dan suami pamit pulang dulu," ucap Syakilla.
" Ia, sama-sama. Tante juga sangat senang bisa bertetangga dengan kalian, meskipun belum lama. Tante pasti akan kangen sama kamu apalagi Arka." ucap Diana.
Fahri yang awalnya biasa kini merubah raut wajahnya. Syakilla reflek melihat ke arah suaminya saat Tante Diana berkata seperti itu. Syakilla menggenggam tangan Fahri agar Fahri tidak terlalu cemburu.
" Qilla pamit pulang dulu, Tante," ucap Syakilla.
" Sekali lagi Tante turut berduka cita atas kepergian Mama kamu," ucap Diana.
" Ia Tante. Assalamualaikum," ucap Syakilla menyalami Diana. Fahri juga ikut menyalami tapi salam jarak jauh.
" Waalaikumsalam. Hati-hati di jalan, kalau kalian ada waktu main-main ke rumah Tante," ucap Diana.
" Inn Syaa Allah Tante," jawab Syakilla.
" Permisi Tante" ucap Fahri.
Fahri membukakan pintu untuk Syakilla dan memutari mobil untuk masuk ke dalam mobil. Setelah itu dia menghidupkan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Syakilla.
Di dalam mobil Fahri tidak bicara sama sekali, Syakilla pikir kalau Fahri marah terhadap dirinya karena omongan Tante Diana yang menyinggung tentang Arka.
" Mas, marah sama aku?" Tanya Syakilla.
" Enggak, kenapa mas harus marah sama kamu?" Tanya Fahri balik.
Tadinya dia memang sempat merasa kesal dengan omongan Tante Diana yang bilang kalau dia sedih tidak bisa menjadikan Syakilla menantunya, apalagi saat Tante Diana bilang kalau Arka akan merindukan istrinya. Tapi, setelah Fahri pikir-pikir lagi itu bukan salah siapapun karena Syakilla memang menantu idaman siapapun.
Sikapnya yang lemah lembut, cantik, pintar, soleha, sayang sama anak-anak. Siapa yang tidak menginginkan istri seperti itu.
" Aku pikir mas marah sama aku karena omongan Tante Diana barusan" ucap Syakilla.
" Tante Diana tidak salah, dia hanya mengharapkan kamu menjadi menantunya seperti yang kak Zahra lakukan sama kamu dulu," jelas Fahri.
" Apa Tante Diana pernah meminta kamu menjadi menantunya?" Tanya Fahri.
__ADS_1
" Pernah, tapi aku pikir Tante Diana cuma becanda," jawab Syakilla jujur.
" Duluan aku apa Tante Diana?" Tanya Fahri lagi.
"Duluan kak Zahra," jawab Syakilla.
" Maksudnya? "Tanya Fahri tidak mengerti maksud dari jawaban Syakilla.
" Maksud aku, kak Zahra yang memintaku pertama kalinya untuk jadi adik iparnya tapi tidak jadi karena adiknya itu ternyata menyukai wanita lain. Setelah itu baru Tante Diana, kenapa aku tidak menerimanya saja waktu itu ya!" Jelas Syakilla sengaja menggoda suaminya.
" Jadi kamu menyesal tidak menerimanya waktu itu?" Tanya Fahri cemburu.
" Sedikit, karena kak Arka itu laki-laki yang baik, tampan, mapan, dan sudah menolong aku beberapa kali," jawab Syakilla sengaja membuat Fahri semakin kesal.
" Sayang," Fahri menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan merajuk.
" Ia, kenapa berhenti?" Balas Syakilla.
" Kamu sengaja mau bikin Mas cemburu ya? Kamu mau balas dendam!" Kata Fahri.
"Enggak" balas Syakilla singkat.
" Siapa yang lebih tampan, Mas atau dia? Lebih baik Mas atau dia? " Tanya Fahri serius.
Hahahaha.
Syakilla tertawa lepas saat melihat ekspresi wajah suaminya yang sangat menggemaskan di matanya saat cemburu seperti itu.
" Karena suami aku ini sangat menggemaskan kalau lagi cemburu, ternyata ustadz juga bisa cemburu" balas Syakilla mencubit pipinya Fahri saking gemasnya.
"Karena aku mencintai kamu, ustadz juga manusia," ucap Fahri.
" Tapi Mas sangat lucu," ucap Syakilla tertawa lagi.
"Jadi kamu sengaja bikin Mas kesal, awas ya!" Ucap Fahri melepaskan sealbethnya dan bangun menggelitik Syakilla.
Syakilla tertawa dengan lepas saat di gelitik oleh Fahri. Fahri yang melihat Syakilla tertawa ikut bahagia.
"Semoga Mas bisa terus membuat kamu tertawa lepas seperti ini sayang," batin Fahri.
" Ma...ss ber...hen...ti..." ucap Syakilla seraya tertawa
" Katakan dulu siapa yang paling tampan," ucap Fahri.
" Mas Fahri"ucap Syakilla.
Karena kasian dengan istrinya Fahri berhenti menggelitik Syakilla, dan kembali ke posisinya semula.
" Lain kali jangan bicara seperti itu atau Mas akan memberi hukuman yang lebih dari ini buat kamu," ucap Fahri.
" Qilla tidak akan mengatakannya lagi," ucap Syakilla masih terlihat capek seperti orang yang habis lari maraton.
" Dasar ustadz tidak mau kalah dan cemburuan," gumam Syakilla pelan.
__ADS_1
" Kamu bilang apa? Tanya Fahri samar- samar mendengar Syakilla mengatakan sesuatu.
" Tidak ada, Qilla hanya capek" jawab Syakilla
" Mau minum" tawar Fahri kasian melihat Syakilla.
" Boleh," jawab Syakilla masih mengatur napasnya.
Karena tidak ada air di dalam mobil Fahri keluar untuk membeli air mineral untuk Syakilla. Setelah mendapatkannya Fahri kembali dan memberikannya kepada Syakilla. Setelah itu Fahri kembali menjalankan mobilnya untuk pulang ke pondok.
" Apa isi kotak itu?" Tanya Fahri.
" Gaun pengantin kak Zahra, karena Qilla akan tinggal di sana, jadi sekalian Qilla bawa," jawab Syakilla.
" Apa kita juga perlu membuat pesta seperti Kak Zahra?" Tanya Fahri.
" Tidak perlu Mas," jawab Syakilla.
" Kenapa? Bukannya itu yang di inginkan setiap perempuan menjadi ratu sehari?" Tanya Fahri.
" Menurut Qilla lebih baik uang itu kita gunakan untuk membatu anak-anak yang tidak membutuhkan. Kita menghabiskan untuk hal yang yang tidak penting dengan gampangnya tapi mereka," jawab Syakilla.
" Subahanallah, sungguh mulia hati kamu, Mas jadi makin sayang," ucap Fahri mengelus kepala Syakilla.
" Jangan, Mas. Jadi berantakan kan!" Ucap Syakilla.
Bukannya merasa bersalah Fahri semakin mengacak- acak jilbab yang Syakilla pakai.
" Mas," ucap Syakilla kesal.
" Ia, maaf," ucap Fahri berhenti melakukannya.
Fahri dan Syakilla sudah sampi di pondok, mereka langsung turun. Syakilla membawa kotak yang berisi gaun untuk Zahra sedangkan Fahri menurunkan koper yang berisi baju- bajunya Syakilla.
"Assalamualaikum," ucap keduanya tapi tidak ada yang menjawab.
" Kenapa rumah sepi sekali," ucap Syakilla.
" Mas juga tidak tau, mungkin lagi mempersiapkan sesuatu untuk nanti malam," balas Fahri.
" Kita langsung ke kamar saja, nanti kita cari tau kemana semua orang," sambung Fahri.
"Ia,Mas," balas Syakilla patuh.
Mereka berdua masuk ke dalam kamarnya Fahri.
"Semoga kamu nyaman tinggal di rumah ini, kalau tidak nyaman katakan langsung sama Mas kita bisa cari rumah lain di dekat- dekat sini," ucap Fahri.
" Aku nyaman kok Mas,apalagi di sini banyak orang ada Abi, Ummi, kak Zahra juga, " balas Syakilla.
"Syukurlah kalau istri mas yang manja ini nyaman," ucap Fahri.
" Mas aku tidak manja," komplen Syakilla
__ADS_1