
"Enggak," jawab Syakilla langsung berlari ke kamarnya malu.
"Sepertinya dia sudah mulai membuka hatinya, syukurlah" gumam Rosa.
Syakilla masuk ke dalam kamarnya dengan hati bahagia. Seperti orang yang baru merasakan jatuh cinta.
"Kenapa aku rasanya tidak sabar untuk bertemu dengan Fahri, bukankah aku yang ingin menjauhinya," gumam Syakilla tapi dengan wajah tersenyum.
"Aku sudah benar- benar gila sekarang!," Syakilla terus berbicara dengan dirinya sendiri sambilan merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit kamarnya.
Syakilla benar-benar sudah jatuh cinta dengan Fahri. Orang yang membuatnya kesal setengah mati karena tingkah konyolnya tapi sekarang Syakilla merindukan tingkah abstrak- nya Fahri.
Syakilla yang terus kepikiran dengan Fahri tanpa sadar sudah masuk ke dalam mimpinya dengan posisinya yang sekarang.
Rosa yang ingin menanyakan Syakilla jam berapa dia bisa datang besok menghampiri Syakilla ke kamarnya. Sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam. Melihat pintu kamar tidak di kunci, Rosa mencoba masuk dan benar saja Syakilla sudah tertidur bahkan tidak memakai selimutnya dengan benar.
Rosa menghampiri Syakilla dan membenarkan posisi tidur Syakilla dan menyelimutinya dengan benar.
" Sepertinya dia sudah jatuh cinta dengan Fahri dan mulai melupakan traumanya," gumam Rosa.
Rosa sudah mengerti kenapa selama ini Syakilla enggan untuk pacaran atau mengenal laki-laki dalam hidupnya itu semua kerena Papanya. Rosa mengetahui ini semua setelah kedatangan Fahri dan melihat sikap Syakilla yang berbeda seolah dia mencoba menepis semua rasa sukanya terhadap Fahri.
Diam-diam Rosa mencari tau kenapa sikap Syakilla seperti itu dan tidak sengaja dia mendengar saat Syakilla memanjatkan doa kepada sang ilahi setelah dia menyelesaikan shalatnya. Dari sanalah dia tau kenapa Syakilla selalu menutup hatinya selama ini.
"Semoga Fahri bisa membuat anak Mama ini bahagia," gumam Rosa mencium kening putrinya lalu keluar dari kamar Syakilla.
Keesokan paginya Syakilla bangun dengan semangat yang baru, dia tidak sabar mau ke panti dan menemui Fahri. Tapi, harus di pending dulu karena dia harus masuk kampus terlebih dahulu.
Syakilla turun untuk sarapan dengan wajah yabg ceria tidak seperti biasanya.Rosa yang melihat ada sedikit yang berbeda dengan Syakilla ikutan bingung.
"Pagi, Mama sayang, ," sapa Syakilla dan mencium pipi Mamanya bahagia.
"Pagi..." balas Rosa.
"Ada apa ini, kenapa kamu terlihat berbeda hari ini?," Tanya Rosa.
"Beda apanya Ma, aku masih anak Mama yang cantik dan pintar," ucap Syakilla geli sendiri dengan ucapannya.
"Mama tau, hari ini kamu terlihat lebih ceria dari biasanya, apa karena mau bertemu dengan Fahri," goda Rosa.
"Apaan sih Ma.. Enggak siapa juga yang senang mau ketemu dia, emangnya nggak boleh Qilla bahagia seperti ini," jawab Syakilla cemberut.
"Bukan nggak boleh sayang, tapi tidak biasanya saja," jelas Rosa.
"Sarapan dulu biar ada tenaga untuk ketemu sama_" Rosa menggantungkan kalimatnya
"Ma..." ucap Syakilla mengerti dengan ucapan Mamanya.
__ADS_1
"Iya sayang, udah sarapan dulu, jam berapa kamu ke panti, Mama lupa tanya kamu semalam," ucap Rosa.
"Habis dari kampus tapi aku pulang dulu nanti," jawab Syakilla mengambil sarapan ke piringnya.
" Kira-kira jam berapa, Bunda tanya Mama semalam!," Ucap Rosa.
" Mungkin jam 11 karena hari ini cuma satu mata pelajaran, " tebak Syakilla.
"Kamu yang kasih tau langsung sama Bunda atau Mama," Tanya Rosa.
"Aku aja, sekalian mau tanya siapa yang mau ketemu," jawab Syakilla.
"Kan udah Mama bilang yang mau ketemu itu calon menantu Mama, kamu gak percaya sama Mama!," Kata Rosa.
"Qilla bukannya nggak percaya sama Mama, tapi Mama suka bercanda sih," balas Syakilla.
" Kali ini Mama enggak becanda sayang, kan Mama juga ikut nanti, mungkin Fahri ingin melamar kamu," goda Rosa lagi.
"Ma, udah ah," ucap Syakilla
"Hahahahha, kamu lucu banget sih sayang, kelihatan banget kalau lagi jatuh cinta," ucap Rosa tidak bisa menahan tawanya melihat Syakilla yang malu-malu kucing.
"Ma... udah," ucap Syakilla wajahnya sudah seperti kepiting rebus saking malunya.
"Maaf habisnya kamu lucu banget sayang mana mukanya merah begitu lagi. Hahaha," Rosa tidak bisa berhenti tertawa melihat Syakilla yang malu karena digoda olehnya.
" Qilla berangkat dulu, Assalamualaikum," ucap Syakilla.
"Udah selesai, cepat banget! Mama belum makan apa- apa dari tadi!," kata Rosa.
"Makanya jangan ledekin anaknya terus," ucap Syakilla kesal.
"Siapa yang ledekin kamu sayang, Mama bicara FAKTA," ucap Rosa menekan kata fakta dan tersenyum lagi.
" Lihat-kan Mama tersenyum lagi, kalau Mama masih tertawa aku enggak mau datang nanti," ancam Syakilla.
" Yaudah, enggak usah datang aja, nanti Mama kasih tau Bunda kita nggak jadi pergi,Mama kasih tau sekarang aja kali ya!," kata Rosa.
"Jangan!" cegah Syakilla cepat.
Hahahahaha
Rosa kembali tertawa bahkan lebih keras dari sebelumnya.
" Ma..." ucap Syakilla.
"Apa sayang?," jawab Rosa tapi masih tertawa.
__ADS_1
" Udah dong," tegur Syakilla.
"Iya ia, maaf," balas Rosa.
" Udah ah, aku pergi dulu,Assalamualaikum," ucap Syakilla sekali lagi dan menyalami Mamanya. Kemudian dia pergi dari hadapan Mamanya yang masih saja tertawa.
"Jadi pergi gak ni?," teriak Rosa menggoda Syakilla.
" Terserah Mama," balas Syakilla berjalan dengan cepat.
"Lucu banget sih kamu sayang, coba Mama bawa ponsel udah Mama rekam terus Mama kasih liat Fahri," gumam Rosa masih saja tertawa walaupun tidak sekeras tadi.
"Mama apa-apaan sih, malu banget aku," lirih Syakilla berjalan menuju mobilnya.
Syakilla masuk ke dalam mobilnya langsung menyalakannya, kemudian meninggalkan pekarangan rumahnya.
Selama perjalanan menuju kampus Syakilla tidak dapat menyembunyikan ekspresi wajahnya yang bahagia. Bahagia yang benar- benar bahagia bukan karena sedang menyembunyikan kegundahan hatinya lagi.
"Aku rasa, aku memang sudah gila, dan Mama juga suka sekali menggoda aku" gumam Syakilla tidak habis pikir dengan sang Mama yang terus menggodanya dari semalam.
Syakilla sampai di kampusnya lebih cepat dari biasanya dan dia juga belum mendapati Sisil dan Dita di sana. Syakilla memarkirikan mobilnya di tempat biasa.
Kemudian dia turun dan duduk di tempat biasa Sisil dan Dita menunggunya. Di saat Syakilla lagi menunggu Sisil dan Dita seseorang menyapanya dia adalah Arka.
" Assalamualaikum, Pagi Qilla" sapa Arka.
"Waalaikum salam, pagi kak," balas Syakilla.
"Lagi nunggu siapa?," Tanya Arka.
"Lagi tungguin teman kak, kakak ngapain?," Tanya Syakilla basa-basi hanya karena tetangganya saja kalau tidak mungkin Syakilla akan cuek bebek.
"Anterin Adit tadi, mobilnya lagi di bengkel," jawab Arka.
"Ohh," jawab Syakilla singkat.
"Kakak pergi dulu ya, mau ke kantor, gak pa-pa kan?" ucap Arka.
"Iya kak, nggak pa-pa sebentar lagi teman aku sampai," jawab Syakilla.
" Assalamualaikum," ucap Arka.
"Waalaikum salam," jawab Syakilla.
Jangan lupaπ€¦π€¦π€¦π€¦
Like,komen,vote, and fav.
__ADS_1
ππππ