Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Ternyata!!!!


__ADS_3

Happy reading!


budayakan like, komen,vote, dan fav.


Syakilla syok melihat siapa yang masuk ke ruangan tersebut.


"Bunda" Ucap Syakilla.


Syakilla heran kenapa Bunda Fatimah juga berada di acara ini.


'Bukannya kata Bunda mau ke tempat Ummi dan Abinya Fahri!' batin Syakilla.


"Atau jangan-jangan" Syakilla mengucapkannya dengan suara sedikit keras. Sehingga, di dengar yang lain.


" Jangan-jangan apa Qilla," Tanya Zahra.


"Bukan apa-apa kak, maaf," Ujar Syakilla.


Bunda Fatimah tidak mengenali Syakilla karena Syakilla menggunakan cadar di wajahnya.


'Jadi maksud Bunda itu, Ummi sama Abi Fahri, Ummi Aminah sama Abi Ilham, Kenapa mereka sangat jauh berbeda' batin Syakilla


'Pantas saja, aku seperti familiar dengan baju yang digunakan Fahri barusan, ternyata rancangan-ku sendiri' batin Syakilla.


"Syakilla kenapa bengong?," Tanya Zahra.


"Enggak kak," jawab Syakilla.


Tuk tuk tuk


"Ummi, Kak," panggil seseorang di balik pintu yang suaranya sangat Syakilla kenal.


Ummi Aminah membuka pintu supaya orang yang di balik pintu bisa masuk ke dalam.


''Ada apa Fahri?," Tanya Ummi.


"Semua sedang menunggu kalian di bawah,Ummi sama Kak Zahra sudah siap?," Tanya Fahri lagi.


"Semua sudah siap, Ayo Zahra, Qilla," ujar Ummi.


" Bunda ayo temenin Zahra juga." Ajak Zahra.


" Baiklah," balas Bunda Fatimah.


Syakilla berjalan di samping Bunda Fatimah. Tapi, Bunda Fatimah belum sadar juga kalau yang di sampingnya adalah Syakilla.


"Nama kamu siapa?," Tanya Bunda Fatimah kepada Syakilla.


"Ini Syakilla Bunda," jawab Syakilla.


"Syakilla," ucap Bunda Fatimah sedikit keras sehingga yang lain menoleh ke arah mereka.

__ADS_1


''Kenapa dengan Syakilla?" Tanya Ummi.


"Tidak ada, maaf membuat kalian terkejut," balas Bunda Fatimah.


''Kenapa kamu menggunakan cadar seperti ini?," Tanya Bunda heran.


"Aku hadir ke sini sebagai pemilik butik, makanya mereka tidak tahu, bukankah Bunda sudah tahu itu?," Ujar Syakilla pelan.


"Jadi ini yang kamu bilang costumer setia." Tanya Bunda Fatimah.


"Iya," jawab Syakilla


"Kenapa tidak kasih tau Bunda?,"


"Mana Qilla tahu Bunda!" ujar Syakilla.


"Apa Fahri juga tidak mengenali kamu? Seperti-nya tadi dia biasa saja pas masuk ke kamar," Tanya Bunda Fatimah.


"Lebih baik dia tidak mengenaliku, dari pada dia memulai keributan di sini," balas Syakilla.


"Kalian memang berjodoh kata Bunda," tutur Bunda Fatimah.


"Jangan mulai lagi Bun," balas Syakilla.


Mereka berdua asik bicara berdua sampai mereka duduk bersama para tamu yang lain di kursi yang sudah di sediakan.


"Apa kalian saling mengenal?," Tanya Ummi Aminah kepada Bunda Fatimah.


"Apa benar Qilla?," Ummi menanyakan kepada Syakilla memastikan.


"Iya, Ummi benar kata Bunda," jawab Syakilla.


"Qilla juga memanggil kamu Bunda?," Tanya Ummi.


"Lalu dia akan memanggil apa?" balas Bunda Fatimah.


"Di mana Qilla kenal Bunda Fatimah?" Ummi bertanya kepada Syakilla.


"Qilla sering ke panti Ummi." jawab Syakilla.


"Selain cantik ternyata kamu anak yang sholeh juga, Ummi berharap semoga anak laki laki Ummi menemukan wanita seperti kamu yang berakhlak mulia," tutur Ummi Aminah.


Baru saja Bunda Fatimah ingin memberi tahu Ummi Aminah tapi di hentikan oleh Syakilla.


"Merr,," Syakilla mencubit Bunda Fatimah di pahanya tapi tidak keras.


"Merr" ulang Ummi Aminah.


"Mereka sangat cocok kenapa tidak dengan Syakilla saja, dia masih sendiri!," Kata Bunda Fatimah.


Syakilla ingin sekali mengomeli Bunda Fatimah tapi dia tahan karena tidak mungkin melakukannya sekarang di saat banyak orang.

__ADS_1


'Bunda, diam-lah,' batin Syakilla.


"Wah benarkah,Fahri juga." Ummi Aminah menghentikan ucapannya karena ada yang memanggil.


"Ummi," panggil Fahri.


" Kebetulan anaknya di sini!," Gumam Ummi Fatimah tapi masih bisa di dengar Bunda, Syakilla dan juga Fahri.


"Kenapa dengan Fahri Ummi? Kenapa kamu bisa ada di sini juga?," Tanya Fahri datang datang Umminya sudah menyebut namanya.


"Kalian saling mengenal?," tanya Ummi Aminah.


"Tidak, dia yang menabrak Fahri tadi di depan Ummi.


Bunda Fatimah sebenarnya ingin ikut menjawab tapi takut di cubit Syakilla lagi, jadi dia memilih diam saja.Membiarkan Fahri sendiri yang mengenalinya.


"Kenalin ini Syakilla pemilik butik yang sering Ummi datangi, cantik kan?" tutur Ummi Aminah.


"Kalau Ummi mengenalinya padaku untuk jodoh-jodohan aku sudah punya calon sendiri, untuk cantik atau tidak, bagaimana aku tau Ummi wajahnya saja tidak kelihatan," jawab Fahri jujur.


"Kamu ini, kapan bisa dengerin Ummi, umur kamu udah tua, kakak kamu saja sudah di lamar kamu kapan melamarnya kalau sudah punya calon, Ummi gak mau ya kamu punya pacar!," Tutur Ummi Aminah.


"Untuk sekarang aku tidak bisa mengenalinya sama Ummi karena dia wanita yang sangat sulit di deketin tapi Fahri akan berusaha lebih keras lagi," balas Fahri.


"Qilla kenalkan ini anak laki laki Ummi namanya Fahri, dia memang kelakuannya seperti ini, maaf ya," ucap Ummi Aminah.


"Tidak apa-apa Ummi," ujar Syakilla.


"Maaf siapa tadi namanya?" tanya.


"Syakilla, kenapa ada yang salah?," Tanya Ummi Aminah.


"Tidak," jawab Fahri singkat.


"Tadi kamu kenapa panggil Ummi?" tanya Ummi Aminah.


"Fahri jadi lupa karena di ajak ngobrol sama Ummi, Dari tadi Abi nyariin Ummi!," ucap Fahri.


"Ya Allah, kenapa tidak dari tadi kasih tahunya," ucap Ummi Aminah. Buru-buru bangun dari tempat duduknya.


"Saya tinggal sebentar ya Bunda, Qilla." ujar Ummi Aminah.


"Atau kalian ikut saya saja, mari kita ke dalam saja," ajak Ummi Aminah.


Syakilla dan Bunda Fatimah mengikuti Ummi Aminah,Fahri juga turut mengikutinya dari belakang.


'Apa dia orang yang sama atau namanya saja yang sama bahkan suaranya juga saja sama, apa ada orang yang suaranya sama kalau nama banyak, tapi Syakilla yang aku kenal tidak memakai cadar' batin Fahri dan terus mengikuti mereka dari belakang.


'ah sudahlah' gumam Fahri tapi bisa di dengar Ummi, Bunda dan Syakilla dan langsung menoleh ke belakang secara bersamaan.


Fahri terkejut karena mereka berhenti secara mendadak di depan Fahri.

__ADS_1


"Kamu kenapa Fahri?," Tanya Bunda Fatimah.


__ADS_2