
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹
Syakilla terdiam sepanjang perjalanan karena terus kepikiran dengan Fahri yang tidak tau kejelasannya. Saat dia berniat untuk menghubungi Fahri dengan ponselnya. Tapi saat akan menghubungi, Syakilla tidak tau ponselnya kemana.
" Apa kalian melihat ponselku dimana?," Tanya Syakilla.
" Kami tidak melihatnya, apa mungkin ketinggalan di rumah!," Ucap Sisil.
" Aku juga tidak tau," ujar Syakilla pasrah dengan keadaannya sekarang.
" Gak usah dipikirin paling tinggal di rumah, gak bakal hilang juga," tutur Dita.
" Kamu benar," ucap Syakilla dan kembali terdiam.
"Apa kalian tidak ada niatan untuk memberitahuku kemana kalian akan membawaku? Sebenarnya siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?," Tanya Syakilla mulai jenuh.
" Sudah diam saja, jangan banyak protes" ucap Dita.
" Jangankan kamu aku aja tidak tau kenapa di suruh melakukan ini!," Batin Dita.
Di panti semua telah siap di posisi masing-masing orang dari KUA sudah sampai di tempat mereka tinggal menunggu pengantin wanita dan ayah dari pengantin wanita saja yang belum datang.
Awalnya mereka terkejut karena di panggil secara mendadak seperti itu, karena jadwal mereka menikahkan anak Kiyai Ilham bukan hari ini melainkan lusa.Tapi, karena sudah di jelaskan kalau yang menikah sekarang adalah anak laki-lakinya Kiyai Ilham bukan anak perempuannya dan disertakan dengan alasannya.
Selagi Abinya Fahri mengobrol dengan pihak KUA dan Ummi dan Kakaknya sibuk bersama Bunda dan juga yang lainnya. Fahri menghampiri Mamanya Syakilla yang lagi duduk sendiri dengan ponsel di tangannya seperti mencemaskan sesuatu.
"Tante calon mertua yang sebentar lagi akan jadi Mama mertua, apa belum ada informasi mengenai Papa calon mertua?" Tanya Fahri.
" Masih belum ada, bagaimana kalau Papanya tidak mau datang? Tante sudah dari tadi menghubunginya tapi tidak diangkat juga!," Ucap Rosa khawatir.
" Tante calon mertua tidak usah khawatir, apa Fahri bisa meminta nomor ponsel atau alamat yang tante tau, biar Fahri suruh Alfin yang mencarinya langsung!" Pinta Fahri.
" Tante hanya tau alamat kantornya saja dan nomor hpnya ," jawab Rosa.
" Tidak apa-apa itu juga bisa" ucap Fahri.
"Alfin," Panggil Fahri.
__ADS_1
"Tante kasih alamat dan nomor hpnya sama Alfin biar dia yang mengurusnya," ucap Fahri.
Rosa memberi apa yang diminta Fahri dan menyerahkan secarik kartu nama untuk Alfin. Setelah Alfin pergi Rosa ingin berbicara serius dengan Fahri sebelum acara di mulai seraya menunggu Syakilla dan Papanya.
"Fahri sebelum ijab kabul berlangsung, Tante ingin bicara sesuatu sama kamu," ucap Rosa.
" Apa tante?," Tanya Fahri.
" Kita bicara di sana saja," ujar Rosa.
Mereka berdua duduk di bangku taman yang tidak jauh dari tempat acara akan berlangsung.
Fatimah yang melihatnya seolah mengerti apa yang akan di bicarakan Rosa dengan Fahri. Fatimah yang awalnya ingin menanyakan masalah Papanya Syakilla mengurungkan niatnya dan membiarkan Rosa berbicara dengan Fahri.
" Tante mau bahas apa sama Fahri? Sepertinya serius sekali, tante tidak berubah pikiran kan?" Tanya Fahri.
"Bukan itu! Karena sebentar lagi kamu akan menikahi anak tante satu-satunya, tante mau memberitahukan kamu sesuatu." ucap Rosa serius.
"Apa tante?," Tanya Fahri.
" Tante titip Syakilla sama kamu, jangan biarkan dia menangis. Tante percayakan Syakilla sama kamu tolong jaga dia dengan baik," ucap Rosa.
" Sebenarnya sudah lama tante mengidap penyakit yang serius, tante tidak memberi tahukan kepada siapapun termasuk Syakilla, tante tidak mau dia terluka lagi sudah banyak derita yang dia pendam sendiri selama ini. Yang tau masalah penyakit tante selain kamu hanya Bunda saja ," ungkap Rosa.
" Tante jangan menyerah begitu saja, umur seseorang tidak ada yang tau, Fahri akan coba mencari info tentang dokter tebaik supaya tante bisa sembuh" ucap Fahri.
" Tidak perlu! Tante tidak membutuhkan itu lagi sekarang karena sekarang tante sudah memiliki seseorang yang bisa menjaga anak tante, itu sudah lebih dari cukup untuk tante." ucap Rosa
"Tapi,tante tidak salahnya mencoba. Umur seseorang tidak ada yang tau siapa tau kali ini berhasil." ucap Fahri lagi
" Karena tante tahu umur seseorang tidak ada yang tau makanya langsung setuju saat kamu bilang siap menikahi Syakilla hari ini juga, " ucap Rosa.
" Tante," ucap Fahri.
"Kalau tante sudah tidak ada lagi di dunia ini,tolong jaga Syakilla untuk tante. Jangan pernah sakiti dia, bimbing dia, jangan main kekerasan, dia memang terlihat tangguh dan juga cuek tapi sebenarnya dia adalah gais yang manja dan juga gampang menangis," ucap Rosa.
" Tante tenang saja, Fahri akan menjaga Syakilla sebaik mungkin. Kita akan menjaganya sama-sama. Tapi apa tante tidak akan memberitahukan Syakilla mengenai penyakit yang tante ini? " Tanya Fahri.
__ADS_1
" Tidak perlu, biarkan dia tau nanti saja. Tante tidak bisa melihat dia tertekan dan menangis lagi apalagi karena penyakit tante ini" ucap Rosa menahan agar air matanya tidak tumpah di depan Fahri.
"Apa tante benar- benar tidak mau mencoba berobat lagi. Biar Fahri yang carikan dokternya!," Ucap Fahri.
" Tante sudah melakukan sebisa tante, tapi hasilnya semakin memburuk akhir-akhir ini." jawab Rosa.
" Kalau Fahri meminta tante melakukan pengobatan di luar negeri tante mau?" Tanya Fahri hati-hati.
" Tidak ada waktu lagi, semakin hari penyakit tante semakin parah."ujar Rosa menunduk.
"Tante jangan menyerah begitu saja, kasian Syakilla tante dia masih membutuhkan tante di sampingnya, apa tante tidak mau melihat cucu tante nanti," ucap Fahri memberi semangat kepada calon mertuanya. Meskipun dia tau apa yang dikatakannya tidak bisa merubah nasib seseorang.
"Kamu sangat pintar membuat orang lain bahagia, tante tidak salah memilih kamu," ucap Rosa tersenyum.
Tidak lama mobil yang membawa Syakilla sudah sampai di panti berbarengan dengan satu mobil berwarna hitam yang mereka tidak tahu siapa pemiliknya.
"Calon istri kamu sudah sampai, kita ke sana saja," ucap Rosa berdiri dan berjalan bergabung dengan yang lainnya
"Iya, tante," balas Fahri mengikuti Mamanya Syakilla
"Panggil Mama saja mulai sekarang karena inn syaa Allah sebentar lagi kamu akan menjadi menantu tante. Apa kamu sudah bisa menghapal namanya?" Tanya Rosa.
" Sudah tante," jawab Rosa.
Fahri terpaku saat melihat Syakilla yang baru keluar dari mobil yang membawanya ke sini. Fahri tidak bisa berkata- kata lagi dia hanya memandang wajah cantik dari calon istrinya.
Fahri yang awalnya biasa saja tiba-tiba merasa gugup. Ilham yang melihat Fahri yang tidak bisa melepaskan tatapan matanya dari Syakilla langsung menegurnya supaya tersadar.
"Fahri...," Panggil Ilham. Namun, Fahri masih dalam posisi yang sama. Hingga akhirnya Zahra yang menyadarkannya.
Plakkk.
Zahra memukul pundak Fahri sedikit keras. Karena tidak bisa mengkondisikan matanya.
" Jangan menatapnya terus," ucap Zahra.
" Kak, Syakilla sangat cantik hari ini," ucap Fahri.
__ADS_1
" Kakak tau, tapi kondisikan mata kamu. Kalian belum muhrim," tutur Zahra.
"Astagfirullahaladzim," ucap Fahri tersadar.