
HAPPY READING!!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang," panggil Fahri ketika sudah sampai di dalam kamar. Syakilla tidak menjawab panggilan Fahri karena sedang mandi. Fahri mendengar ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi jadi dia berhenti memanggil Syakilla dan berjalan ke arah balkon kamar.
Fahri melihat ke arah luar di mana mobil Arka yang baru keluar dari pekarangan rumahnya. Fahri tau kalau Arka menyukai Syakilla dari pertama kali melihat tatapan Arka kepada istrinya.
Ada sedikit rasa cemburu di hatinya saat tau kalau istrinya menjadi incaran pria lain. Tapi, dia juga tidak bisa menyalahkan Syakilla ataupun Arka, ini bukan kesalahan Arka dengan menyukai Syakilla dan bukan kesalahan Syakilla juga, bahkan Syakilla yang polos tidak tau kalau dia menjadi banyak incaran pria yang ada si sampingnya.
" Ya Allah jagalah pernikahan hamba dengan istri hamba, jangan biarkan orang lain masuk dalam kehidupan kami," ucap Fahri. Dia tidak ingin ada orang ketiga di antara mereka, Fahri takut Arka akan merebut Syakilla darinya meskipun Allah sudah mengatur semuanya, tapi Fahri tidak mau kehilangan Syakilla.
" Mas," panggil Syakilla yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk sebatas lutut.
" Ia sayang," jawab Fahri masuk ke dalam kamar. Saat melihat penampilan Syakilla keimanan Fahri mulai runtuh tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena istrinya yang lagi berhalangan.
"Mas Fahri nggak mandi, sebentar lagi magrib,"ucap Syakilla.
" Ia, mas nunggu kamu selesai tadi," balas Fahri
Fahri menghampiri istrinya yang lagi berdiri di depan lemari untuk mengambil bajunya lalu Fahri memeluk Syakilla dari belakang menaruh dagunya di pundak Syakilla yang polos dan kedua tangannya melingkar di pinggang sang istri.
" Kamu sengaja mau menggoda mas ya," ucap Fahri di telinga Syakilla.
" Siapa juga yang mau goda mas Fahri, mas Fahri aja yang mudah tergoda. Katanya ustadz lihat begini saja sudah tergoda." balas Syakilla mengambil bajunya di lemari. Syakilla sudah tidak terlalu malu lagi ketika Fahri melihatnya hanya dengan menggunakan handuk saja.
" Ustadz juga manusia sayang, lagian mas tergoda dengan istri mas sendiri bukan istri orang lain. " ucap Fahri.
" Lihat aja kalau mas berani tergoda sama istri orang lain atau sama ustazah Nabila aku akan pergi jauh dari mas Fahri dan nggak akan pernah kembali lagi," ancam Syakilla
" Mas tidak akan membiarkan hal itu terjadi, apalagi mas tau di luar sana banyak yang menginginkan istri mas yang Soleha ini," balas Fahri.
" Makanya jangan berani macam-macam kalau mas tidak ingin aku pergi, aku tidak akan memaafkan mas Fahri kalau mas Fahri bermain-main di belakang aku. Aku akan membenci mas Fahri seumur hidupku," ucap Syakilla.
" Mas tidak akan macam-macam sayang, mas cuma satu macam aja." balas Fahri masih memeluk Syakilla.
" Mas mandi dulu sana," ucap Syakilla merasa risih karena Fahri terus memeluknya apalagi bulu-bulu halus mulai tumbuh di dagu suaminya.
__ADS_1
" Sebentar saja sayang, mas juga nggak bisa apa-apain kamu " ucap Fahri. Syakilla membiarkan Fahri beberapa menit di posisi yang sama tapi lama-kelamaan Syakilla mulai kedinginan.
" Mas aku ingin pakai baju, gimana aku bisa pakai baju kalau mas masih begini. Nanti mas bilang aku godain mas Fahri lagi " komplain Syakilla yang tidak bisa memakai bajunya karena ulah Fahri.
" Ya sudah mas mandi dulu," ucap Fahri melepaskan pelukannya.
" Jangan marah," ucap Syakilla takut suaminya salah paham.
" Enggak sayang, mas nggak marah." ucap Fahri mencubit pipi Syakilla.
" Sakit mas," ucap Syakilla.
Fahri tersenyum tanpa rasa bersalah dan mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi seperti yang di perintahkan istrinya.
Syakilla geleng-geleng kepala melihat kelakuan Fahri, setiap hari ada saja kelakuan suaminya yang membuat Syakilla tersenyum dan bahagia.
" Dasar ustadz suami mesum"lirih Syakilla seraya memakai bajunya.
Ketika hanya berdua saja dengan Fahri Syakilla tidak memakai jilbabnya lagi. Setelah menyiapkan baju untuk suaminya Syakilla turun ke bawah menyiapkan makan malam mereka yang sudah mereka beli di perjalanan pulang sambil menunggu magrib tiba.
Setelah menyiapkan makan malam di atas meja Syakilla duduk di sofa yang biasa Mamanya duduki. Syakilla duduk sambil mengenang saat pertama kali mereka membeli rumah yang sekarang ini, dia mengingat bagaimana sulitnya dia dan Mamanya untuk bisa membeli rumah ini.
Syakilla melihat ke setiap sudut ruangan yang ada foto dirinya dan Mamanya yang terpajang begitu jelas dan besar dengan senyuman di wajah keduanya. Bahagia di balik luka yang mereka alami.
Syakilla tersadar dari lamunannya saat mendengar suara azan magrib yang dikumandangkan dari arah mesjid. Karena Syakilla tidak shalat jadi Syakilla menunggu Fahri selesai shalat dan turun ke bawah dengan sendirinya.
Seraya menunggu Fahri Syakilla membaca-baca buku untuk mengalihkan perhatiannya sendiri agar tidak sedih karena memikirkan sang Mama.
Setelah waktu magrib selesai tapi Fahri belum juga keluar dari kamar, jadi Syakilla memutuskan untuk membawa makan malam ke dalam kamarnya.
"Mas," panggil Syakilla, dengan membawa nampan di tangannya. Tapi Fahri tidak menyahut saat Syakilla memanggilnya.
" Mas Fahri," panggil Syakilla sekali lagi.
"Mas di sini sayang, ke sini saja mas lagi telponan sama Alfin" sahut Fahri berada di balkon yang lagi telponan.
__ADS_1
Syakilla menghampiri suaminya dan membawa nampan ke balkon kamar. Syakilla meletakkan nampan tersebut di atas meja, sementara Syakilla duduk menunggu Fahri sampai selesai telponan dengan Alfin.
Sambil menunggu Fahri Syakilla masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponselnya sendiri. Setelah itu kembali lagi ke balkon.
"Maaf tadi mas lagi bicara sama Alfin makanya tidak menyahut saat kamu panggil" ucap Fahri duduk di bangku yang bersebelahan dengan bangku Syakilla duduk. Karena Fahri sudah menyelesaikan panggilannya jadi Syakilla juga menyimpan ponselnya lagi di atas meja.
" Nggak pa-pa mas. Mas Fahri bicara apa sama kak Alfin?" Tanya Syakilla.
" Surprise buat wanita-wanita kesayangan mas" jawab Fahri penuh teka-teki.
" Buat Ummi dan kak Zahra maksudnya!" Ucap Syakilla.
" Ia, istri siapa sih pintar banget nebaknya!" Balas Fahri.
" Qilla juga nggak tau istri siapa! Istri tetangga kali," sahut Syakilla tersenyum ke arah Fahri.
" Enak aja istri tetangga. Kamu itu istri mas bukan istri tetangga" bantah Fahri yang ada di pikirannya saat Syakilla mengatakan itu adalah Arka.
" Makanya nggak usah nanya-nanya! Udah tau istrinya," balas Syakilla dalam pikirannya dia hanya candaan saja tidak lebih. Syakilla tidak tau kalau yang dia katakan adalah ketakutan Fahri. Apalagi Arka menyukai istrinya.
" Jangan bilang istri tetangga juga sayang, kamu tau kan kalau Arka suka sama kamu," ucap Fahri.
" Ya Allah mas, aku cuma bercanda," balas Syakilla tidak menyangka suaminya akan kepikiran sampai ke sana.
" Mas nggak suka kamu becanda seperti itu," sahut Fahri.
" Syakilla minta maaf, sekarang mas Fahri makan dulu ya!" Ucap Syakilla.
" Suapin" ucap Fahri manja. Saat Fahri mengatakan itu rasanya Syakilla ingin tertawa tapi dia tahan karena tidak mau membuat suaminya semakin marah.
" Manja banget sih suaminya Syakilla ini, manjanya melebihi Dimas," ucap Syakilla sambil menyuapi Fahri.
" Biarkan saja lagian kalau sudah punya anak istrinya mas ini pasti tidak akan peduli lagi dengan suaminya ini," balas Fahri sebelum menerima suapan dari Syakilla.
" Bukan seperti itu juga mas," ucap Syakilla tidak setuju dengan perkataan Fahri.
__ADS_1
" Ia, mas cuma bercanda sayang. Sekarang kamu juga makan," ucap Fahri mengambil alih sendok yang ada di tangan Syakilla.
Malam yang indah, di balkon kamar Syakilla dan Fahri makan saling suap-suapan dan saling melempar candaan dan pujian satu sama lain.