Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Berbohong!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹


"Begini..."


"Apa anda sudah tau kalau..." ucap Dokter.


"Dokter bisa kita bicara sebentar, saya menantunya " potong Fahri.


"Baik," jawab Dokter itu.


"Dok, katakan dulu bagaimana kondisi Mama saya," ucap Syakilla.


" Qilla biarkan Fahri berbicara dengan Dokter dulu," ucap Fatimah.


"Tapi Bunda, Mama..." ucap Syakilla.


" Mama kamu baik-baik saja, percaya sama Bunda." balas Fatimah.


"Ia, Bunda," ucap Syakilla pasrah.


"Mari, kita bicara di sana saja," ajak Fahri membuat Syakilla dan lain heran tapi tidak dengan Bunda Fatimah.


"Apa yang terjadi dengan Mama mertua saya?," Tanya Fahri.


" Apa sebelumnya bapak sudah tau kalau Mama mertuanya mengidap penyakit kanker?" Tanya Dokter.


" Ia, saya sudah mengetahuinya. Apa beliau baik-baik saja?" Tanya Fahri.


" Penyakitnya semakin memburuk, tapi untung saja hari ini cepat di bawa ke sini kalau terlambat sedikit saja semuanya bisa fatal," jelas Dokter.


"Sekarang bagaimana keadaannya?," Tanya Fahri.


" Untuk saat ini beliau sudah bisa melewati masa kritisnya tapi beliau masih belum sadarkan diri dan masih dalam pantauan kami," jelas Dokter.


"Terima kasih dok. Apa masih ada kemungkinan beliau untuk sembuh?" Tanya Fahri


"Saya tidak bisa bilang kalau kemungkinan itu tidak ada karena saya bukan Tuhan, tapi dalam penglihatan dan pengalaman saya selama menjadi seorang dokter kemungkinan itu sangat kecil karena kankernya sudah menyebar kemana- mana," jawab Dokter.


"Apa masih ada pengobatan yang bisa kami coba?," Tanya Fahri berusaha mencari solusi.


"Kalau ada saya akan memberitahukannya! Karena saya tidak begitu yakin dengan melihat kondisi pasien sekarang!," ucap Dokter.


"Apa saya boleh minta tolong sama Dokter?," Tanya Fahri.


" Mengenai apa?," Tanya Dokter.


" Jangan memberitahukan kepada istri saya kalau Mamanya menderita penyakit ini, karena sebelumnya Mama mertua saya berpesan kalau istri saya itu tidak boleh tau mengenai ini," ucap Fahri.


" Baiklah saya tidak akan memberi tahukannya, kalau itu yang diinginkan pasien," jawab Dokter.


"Terima kasih dok," ucap Fahri


"Apa ada lagi?," Tanya Dokter.

__ADS_1


"Tidak ada dok,hanya itu saja dulu," jawab Fahri.


" Apa kalian baru saja menikah?," Sambung Dokter karena melihat baju yang dikenakan Syakilla dan Fahri.


" Ia," jawab Fahri tersenyum.


" Semoga pernikahannya sakinah mawaddah warahmah," ucap Dokter.


"Terima kasih banyak," ucap Fahri.


" Kita kembali ke sana," ujar Dokter.


" Mari" balas Fahri.


" Sepertimya anda sangat mencintai istri anda!," tutur Dokter seraya mereka kembali bersama yang lain.


" Tentu saja saya sangat mencintainya, kalau tidak mana mungkin saya menikahinya," jawab Fahri.


"Anda benar," balas Dokter.


"Bagaimana kondisi Mama saya Dok,?" Lagi-lagi Syakilla menanyakan pertanyaan yang sama setelah Dokter itu berada di hadapannya.


" Alhamdulillah Mama anda baik-baik saja, beliau hanya kecapean aja," jawab Dokter berbohong


"Alhamdullah kalau begitu, terima kasih dok," ucap Syakilla.


" Apa saya sudah bisa melihat Mama saya?," Tanya Syakilla.


" Sekarang beliau masih belum sadar, anda bisa menemuinya di kamar perawatan setelah kami pindahkan." jawab Dokter.


" Sama-sama, saya permisi dulu. " ucap Dokter dan berlalu.


"Kamu sudah lega, sekarang lebih kamu pulang dulu! Ganti baju dan ambil baju untuk Mama kamu juga," ucap Fatmah.


Syakilla baru sadar kalau dia masih menggunakan kebaya.


" Astagfirullah," ucap Syakilla.


"Sekarang kamu pulang, Mama kamu biar Bunda yang jaga," ucap Fatimah.


" Iya, Syakilla. Kita juga pulang gak pa-pa kan?," Tanya Dita.


" Ia, tidak apa-apa. Maaf merepotkan kalian." ucap Syakilla


"Tidak usah sungkan, kita juga udah menganggap Tante Rosa sebagai Mama kita sendiri," jawab Sisil.


"Nanti kita balik lagi," sahut Sisil.


" Kalian semua pulanglah dulu, Ummi, Kiyai, Zahra. Kalian juga boleh pulang, Mamanya Syakilla biar saya yang jaga di sini," ucap Rosa.


" Terima kasih, baik saya akan pulang dulu. Nanti kami datang lagi," jawab Aminah.


"Bunda, Qilla titip Mama sebentar. Qilla nggak lama," ucap Syakilla tidak enak hati.

__ADS_1


" Tidak apa-apa. Fahri antar istrimu pulang untuk ganti baju," suruh Fatimah.


" Ia...Bunda," jawab Fahri.


" Tidak apa-apa Bunda Syakilla pulang sama Sisil dan Dita aja," tolak Syakilla.


"Sayang, sekarang Fahri adalah suami kamu. Jadi tidak apa-apa kalau kalian satu mobil berdua," ucap Aminah seolah tau isi hati Syakilla.


" Ia, Ummi," jawab Syakilla.


"Kalian ini sangat lucu, apa kalian tidak ingat kalau kalian sudah sah menjadi suami istri, tadi Fahri yang canggung sekarang kamu, kalian ini ada-ada saja, Fahri coba peluk istri kamu" ucap Zahra.


" Jangan dengarkan Zahra," ucap Aminah.


"Sekarang kita pulang ya! Fahri Ummi pulang dulu," ucap Aminah.


" Ia, Ummi, Abi hati-hati," ucap Fahri.


Syakilla dan juga yang lainnya pulang menggunakan mobil mereka dan meninggalkan Mamanya Syakilla dengan Bunda Fatimah di rumah sakit.


Syakilla yang pertama kali satu mobil dengan Fahri merasa sangat canggung meskipun sekarang mereka adalah suami istri. Syakilla masih percaya gak percaya kalau sekarang Fahri adalah suaminya. Semua seolah mimpi yang berlalu begitu cepat.


"Tolong tunjukkan jalannya saya tidak tau jalan ke rumah kamu" ucap Fahri.


" Fahri kenapa jadi canggung begini? Dia istri kamu sekarang!," Batin Fahri.


" Maaf," ucap Syakilla.


" Kenapa kamu minta maaf, seharusnya saya yang minta maaf sama kamu. Kamu pasti masih syok dengan apa yang terjadi hari ini, saya paham jadi ini bukan salah kamu," balas Fahri mengerti maksud Syakilla meminta maaf padanya.


" Tapi, saya heran kenapa kamu tidak memberi tahu saya terlebih dahulu!," Tanya Syakilla.


"Apa kamu menyesal?," Tanya Fahri.


" Bukan itu maksud saya. Saya hanya bingung saja, setelah saya bilang ke Mama kalau semalam kamu kamu bilang mau ke rumah untuk melamar saya, Mama panik karena Mama yakin kalau kamu tidak pernah main-main dengan ucapan kamu, terus tiba- tiba Mama pergi setelah di telpon sama Bunda. Saya yang tidak bisa kemana- mana karena saya pikir kamu beneran datang ke rumah. Tapi, tiba- tiba teman saya datang kerumah, saya di paksa pakai kebaya ini, dan pernikahan!." ucap Syakilla panjang kali lebar.


" Saya minta maaf membuat kamu bingung seperti ini. Niat awal saya memang untuk melamar kamu saja, saya sengaja mempersiapkan acaranya di panti tempat saya tau nama kamu untuk pertama kalinya, " jellas Fahri.


" Tapi kenapa berakhir seperti ini? Apa Mama memaksa kamu?," Tanya Syakilla curiga dengan Mamanya.


" Tidak ada yang memaksa saya, itu karena keinginan saya pribadi," Jawab Fahri.


" Tapi, kenapa tidak kasih saya dulu. Jadi saya tidak bingung seperti ini? Kamu selalu saja membuat saya emosi," ucap Syakilla.


" Tapi kamu suka kan," goda Fahri.


"Siapa bilang saya suka!," Ucap Syakilla berpaling ke arah luar.


" Sudah akui saja,jangan malu-malu. Sekarang saya adalah suami kamu," ucap Fahri.


" Saya senang dan rasanya saya masih tidak percaya kalau saya sudah menjadi seorang suami dari orang yang saya cintai," ucap Fahri.


"Apa kamu masih tetap memanggil saya dengan sebutan kamu terus? Apa saya boleh memanggil kamu sayang?," Tanya Fahri.

__ADS_1


Pertanyaan Fahri membuat Syakilla membulatkan matanya tidak percaya dan juga malu.


__ADS_2