Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Syakilla yang polos


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang, Fahri, Bunda pulang dulu ya!, Kasian anak- anak kalau lama di tinggal." Ucap Fatimah.


" Ia, Bunda. Makasih udah jagain Mama, maaf jadi ngerepotin Bunda," ucap Syakilla.


" Bunda sudah menganggap Mama kamu seperti saudara sendiri, jadi jangan sungkan kalau butuh bantuan apapun," ucap Fatimah.


" Makasih Bunda selalu ada untuk aku dan Mama selama ini, " ucap Syakilla memeluk Bunda Fatimah erat.


" Sudah jangan menangis, seperti anak kecil saja. Tidak malu di lihat sama suami kamu. Kemana Syakilla yang Bunda kenal. Yang tangguh, pemberani, dan tidak mudah menangis" ucap Fatimah.


" Maaf Bun, aku jadi cengeng begini" ujar Syakilla.


" Bunda pulang sekarang ya! Fahri jaga istri kamu baik-baik," ucap Fatimah.


"Pasti Bunda, aku akan jagain Syakilla sebaik mungkin." jawab Fahri yakin.


" Bunda pulang sama siapa? Fahri anterin aja ya!" Sambung Fahri.


" Gak usah! Bunda naik taksi aja, kamu temenin Syakilla aja di sini," tolak Fatimah.


" Begini saja Bunda tunggu sebentar , biar Fahri hubungi Alfin suruh jemput Bunda di sini," ucap Fahri.


"Apa tidak merepotkan?" Tanya Fatimah tidak enak.


" Enggak repot sama sekali Bunda," jawab Fahri.


" Bunda segan sama dia," ucap Fatimah.


" Kenapa Bunda segan sama dia?," Tanya Fahri setelah mengirim pesan untuk Alfin.


" Apa dia anaknya memang seperti itu? Tidak bicara dan pendiam, waktu di panti dia selalu diam saja dan bicara saat Bunda bertanya saja," ucap Fatimah.


" Dia anaknya memang seperti itu Bunda, sama Fahri saja jarang bicara dan tersenyum kecuali sama Abi dan Ummi," jelas Fatimah.


" Beda banget sama kamu, kok dia betah ya kerja sama kamu yang iseng. Kak Alfin itu udah ganteng cool lagi" sahut Syakilla sengaja


"Berani sekali kamu memuji laki-laki lain di depan suami kamu sendiri dan aku ini lebih tampan darinya sayang, " ucap Fahri memanggil Syakilla sayang di depan Bunda Fatimah.


" Udah sayang-sayangan aja," ucap Bunda Fatimah.


" Bunda" ucap Syakilla merasa malu di goda Bunda Fatimah.


" Enggak usah malu, Bunda paham. Maklum pengantin baru. Bunda senang melihat kalian seperti ini, semoga kalian akan tetap seperti ini sampai maut yang memisahkan kalian" ucap Fatimah.


"Aamiin. Selalu doakan kami ya Bunda!" ucap Syakilla


"Fahri kamu belum apa- apain anak Bunda kan?" Tanya Fatimah.


" Dia udah cium pipi Qilla Bunda," jawab Syakilla tidak sadar dan langsung menutup mulutnya dengan tangan


Hahahaha

__ADS_1


Bunda Fatimah tidak bisa untuk tidak tertawa, sedangkan Fahri menyembunyikan wajahnya karena malu dengan Bunda Fatimah.


" Istriku ini polos banget ya Allah," batin Fahri.


"Fahri, jangan gitu," ucap Fatimah menahan senyum.


" Dia mesum banget Bunda, Qilla takut kalau di tinggal berdua sama ustadz mesum ini," ucap Syakilla lagi sudah terlanjur.


" Sayang berhentilah," ucap Fahri.


" Kenapa harus berhenti? Biar Bunda sekalian tau kelakuan kamu," balas Syakilla.


" Kalian ini...Syakilla sayang! Fahri itu sekarang suami kamu jadi tidak apa- apa. Polos banget sih anak Bunda ini." ucap Fatimah.


" Bunda gak marah?" Satu pertanyaan konyol keluar dari mulut Fahri.


"Kenapa Bunda harus marah? Kalau kalian belum sah baru Bunda boleh marah, tapi sekarang kalian suami istri." jawab Fatimah tertawa.


" Assalamualaikum," ucap Alfin yang baru datang.


"Waalaikumsalam, bagus kamu sudah datang. Lama-lama Bunda di sini, bisa sakit perut karena tertawa," ucap Fatimah. Dan reaksi Alfin hanya tersenyum seperti biasa.


" Percuma Bunda ngadu sama dia, ekspresinya tidak akan berubah," ucap Fahri.


"Sudah, karena Alfin sudah datang Bunda pulang dulu." ucap Fatimah.


" Ia, Bunda." ucap Syakilla


" Kak Alfin tolong anterin Bunda sampai panti dengan selamat ya!," Ucap Syakilla.


" Alfin jaga mata kamu, dia istri saya. Berani sekali kamu tersenyum dengan istri saya dengan saya saja ekspresi kamu selalu datar " ucap Fahri posesif.


" Kalian ini lucu sekali sih! Alfin langsung anterin Bunda ya!," ucap Fatimah


" Iya Bunda," jawab Alfin.


"Syakilla Bunda pulang dulu, baik- baik kalian berdua. Masalah yang tadi jangan cerita sama siapapun. Itu wajar dilakukan sepasang suami istri" ucap Fatimah.


"Dengar apa yang Bunda bilang," ucap Fahri.


" Ia, maaf," ucap Syakilla.


" Ingat jangan bertengkar, Selamat juga untuk pernikahan kalian. Semoga cepat diberikan momongan," ucap Fatimah.


"Aamiin" ucap Fahri dengan semangat.


" Semangat banget," ucap Fatimah


"Assalamualaikum," sambung Fatimah.


" Waalaikumsalam," jawab Fahri dan Syakilla.


Begitu Bunda Fatimah dan Alfin keluar langsung mendekati Syakilla.

__ADS_1


" Kamu mau apa mas?" Tanya Syakilla mundur.


" Kenapa kamu cerita sama Bunda kalau aku mencium kamu?" Tanya Fahri terus berjalan ke arah Syakilla.


" Aku minta maaf," ucap Syakilla baru menyadari kalau dia salah. Tidak seharusnya dia menceritakan itu kepada orang lain, karena sekarang mereka adalah suami istri bahkan Fahri bisa berbuat lebih dari itu.


" Lain kali jangan seperti itu, aku malu banget sama Bunda tadi." ucap Fahri tidak bisa marah dengan Syakilla.


" Maaf, " ucap Syakilla menyesal.


" Ia, saya maafin. Tapi jangan di ulangi lagi, untung kamu ceritanya sama Bunda, kalau sama Kak Zahra. Aku nggak tau apa yang akan terjadi," ucap Fahri.


"Aku minta maaf, aku janji nggak bakal cerita sama siapapun lagi," ucap Syakilla.


" Ia, sekarang kamu makan dulu ya!," Ucap Fahri.


" Mas juga makan," balas Syakilla.


"Kita makan berdua," ucap Fahri.


Mereka berdua duduk di sofa dan menyantap makan siang mereka yang sudah bisa di katakan makan sore.


"Kenapa Mama belum bangun juga ya, Mas," Tanya Syakilla. Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya.


" Kita doakan saja," jawab Fahri.


" Sebenarnya apa yang mas bicarakan dengan dokter? Mas tidak menyembunyikan apapun dari aku kan?," Tanya Syakilla.


" Enggak sayang, " jawab Fahri.


" Kamu istirahat ya, Mama biar aku yang jaga," ucap Fahri kasian dengan Syakilla.


" Nanti aja, Mas. Sebentar lagi juga azar" jawab Syakilla.


" Nanti aku bangunin kalau udah azan," ucap Fahri.


" Iya udah, aku tidur sebentar," balas Syakilla.


Fahri memberi lebih banyak ruang supaya Syakilla bisa tidur di atas sofa.


"Mau tidur di sini," Tanya Fahri menunjuk ke atas pangkuannya.


" Enggak," jawab Syakilla.


"Kalau begitu aku keluar sebentar," ucap Fahri berdiri.


" Mau kemana?," Tanya Syakilla.


" Aku mau minta bantuan Alfin untuk mengambil beberapa baju ganti " jawab Fahri.


" Jangan lama-lama" ucap Syakilla.


"Enggak akan lama," jawab Fahri. Beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Fahri menghubungi Alfin untuk memintanya membawakan baju ganti untuk dia pakai karena dia akan menginap menemani Syakilla di rumah sakit. Sekalian menghubungi Abinya untuk mengatakan kalau dia tidak akan pulang ke panti.


__ADS_2