
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹
"Benarkah dia pendiam?," Tanya Mama Rosa tidak percaya.
"Mbak gak percaya?," Tanya Mbak Salma.
"Bukannya tidak percaya, tapi melihatnya tadi rasanya tidak mungkin saja," ujar Mama Rosa.
"Saya juga bingung kenapa dia bisa berubah seratus delapan puluh derajat seperti itu," ucap Mbak Salma.
"Sudahlah, jangan bahas itu lagi" ucap Bunda Fatimah.
Mereka melanjutkan menata makanan di atas meja dengan teratur.
Setelah mandi dan shalat Syakilla, Fahri dan anak- anak kembali ke meja makan untuk menikmati makan siang mereka setelah bermain.
"Kalian sudah selesai?," Tanya Bunda.
"Sudah Bunda," jawab anak- anak itu.
"Kalau begitu, sekarang kalian duduk di tempat kalian masing- masing," Ucap Bunda Fatimah.
"Siap bunda," jawab mereka.
"Fahri seperti biasa karena ada kamu di sini, jadi kamu yang pimpin doanya," ucap Bunda Fatimah.
"Siap bun," jawab Fahri.
Selesai makan Fahri dan Syakilla berkumpul bersama yang lain di halaman panti, sedangkan anak- anak Bunda menyuruh mereka untuk istirahat.
"Bagaimana kabar Ummi, Fahri?," Tanya Bunda Fatimah.
"Alhamdulillah Ummi sehat, bunda," jawab Fahri.
"Apa kamu masih fokus pada perusahaan," Tanya Bunda lagi yang lain hanya mendengarkan saja.
"Masih bunda, " jawab Fahri.
Saat menjelang azan asar Fahri pamit pulang karena ada yang harus dia urus di perusahaan dan Syakilla juga mau pulang, dan tidak lama setelah Fahri pulang Syakilla juga ikut pamitan untuk menyelesaikan gaun pengantin yang akan di ambil lusa.
"Bunda,Tante calon mertua, dan calon istri, dan yang lainnya saya pamit pulang dulu, ada yang harus saya kerjakan dulu," kasih tau Fahri.
" Baiklah, sering- seringlah ke sini, jangan terlalu sibuk sampai tidak menjaga kesehatan kamu sendiri," nasehat Bunda Fatimah.
" Terima kasih nasehatnya bunda, Fahri pamit sekarang ya, semuanya!," Ucap Fahri dan menyalami mereka satu persatu dengan salam jarak jauh.
"Assalamualaikum, Tante calon mertua jagain calon istri Fahri baik- baik ya," Ucap Fahri sebelum pergi.
Syakilla tidak menjawab ataupun membantah apa yang di katakan Fahri, karena baginya itu percuma saja. Tapi, jujur saat Fahri menyebutnya sebagai calon istri ada perasaan yang berbeda dari diri Syakilla, dia merasa ada yang aneh dan tidak beres dengan perasaanya. Karena alasan itu juga Syakilla tidak bisa membantah ucapan Fahri.
__ADS_1
"Kamu tenang saja bunda dan Mamanya yang akan selalu menjaga calon istri kamu ini dengan sangat baik," sahut Bunda Fatimah.
"Terima kasih Bunda, Tante calon mertua kalian memang the best," ujar Fahri mengacungkan jari jempolnya.
"Mama, Bunda," ucap Syakilla kesal. Padahal dari tadi dia hanya diam saja tapi tetap saja kena. Tapi , mereka tidak menggubris Syakilla membuat Syakilla semakin kesal.
"Assalamualaikum," ucap Fahri sekali lagi.
"Waalaikum salam, hati-hati di jalan," jawab mereka.
Fahri bangun dari tempat duduknya menuju tempat dia memarkirkan mobilnya. Syakilla diam- diam memperhatikan mobil Fahri sampai menghilang dari pandangannya.
"Sudah jangan di lihat terus orangnya sudah pergi juga," ucap Bunda Fatimah.
"Siapa juga yang lagi lihat dia," ucap Syakilla malu karena kepergok.
"Udah nggak usah malu-malu," sahut Mamanya Syakilla menggoda Syakilla.
Tidak lama Syakilla duduk dia teringat akan baju yang masih belum dia selesaikan karena semalam dia tidak jadi menyelesaikannya akibat pertengkaran kecil dengan Mamanya.
"Ma, Bunda, yang lain. Qilla pamit pulang duluan gak pa-pa kan?," Tanya Syakilla.
"Kenapa buru- buru? Apa karena tidak ada Fahri lagi?," Goda Mamanya Syakilla.
"Bukan itu ma, Qilla belum menyelesaikan gaun semalam mereka akan mengambil lusa, jadi Qilla harus segera menyelesaikannya," jawab Syakilla.
"Iya ma, Qilla pulang sendiri saja," balas Syakilla.
"Kalau gitu pergi sekarang, Assalamualaikum," ucap Syakilla menyalami yang ada di situ satu persatu.
"Waalaikum salam," jawab mereka secara bersamaan.
"Hati- hati kalau sudah sampai kabari mama," ujar Mamanya Syakilla.
"Iya ma," balas Syakilla.
Syakilla berlalu dari hadapan mereka dan masuk ke dalam mobilnya dan segera pulang. Di perjalanan Syakilla terus memikirkan Fahri.
" Apa benar dia tidak berbohong kalau dia menyukaiku? Tapi... Bukankah dia bilang sama Abinya kalau dia sudah menyukai wanita lain. Apa wanita itu aku yang dia maksud?," pikir Syakilla seraya tersenyum.
"Kenapa aku bahagia? Apa aku juga sudah jatuh cinta dengannya. " Gumam Syakilla.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi bisa jadi yang sia maksud bukan aku!" Syakilla menepis apa yang dia pikirkan.
"Syakilla sadarlah ini bukan kamu, ingat Papa kandungmu saja bisa meninggalkanmu apalagi dia yang buka siapa- siapa bagimu" Syakilla kembali berusaha membuang jauh perasaanya terhadap Fahri.
" Sepertinya untuk sementara waktu aku tidak akan datang ke panti, karena aku merasa kalau Bunda berada di pihak Fahri, kalau iya wanita yang dia maksud aku, bagaimana kalau tidak! Yang ada aku akan makan hati," gumam Syakilla.
Tanpa terasa Syakilla sudah memasuki pekarangan rumahnya sendiri. Setelah menyimpan mobilnya di dalam garansi, dia segera masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Setelah mandi dan shalat asar Syakilla menuju ruang kerjanya dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Dan melupakan tentang perasaanya terhadap Fahri dan fokus pada gaunnya saja.
Sore hari Syakilla sudah menyelesaikan gaunnya 100%. Tidak lama setelah Syakilla menyelesaikan gaunnya, Mamanya baru pulang dari panti, dan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Tok tok
"Sayang ini mama!," Ucap Mamanya dari balik pintu.
"Masuk aja ma, gak di kunci," jawab Syakilla yang lagi merapikan mejanya.
"Sudah selesai sayang?," Tanya Mamanya Syakilla.
"Sudah ma, kan hanya finishing saja, jadi tidak lama," jawab Syakilla.
"Tadinya mama mau bantuin kamu, kalau udah selesai gak jadi, mama mau ke kamar mama aja," ucap Mamanya Syakilla.
"Iya ma, ini Qilla juga mau ke kamar setelah menyelesaikan ini, mama mau makan apa? Hari ini kita pesan lewat go food aja, " kata Syakilla
" Terserah kamu saja, mama bisa makan apa saja, mama mau mandi dulu," ucap Mama Rosa.
" Iya ma," jawab Syakilla.
Syakilla memesan makanan melalui ponselnya setelah itu melanjutkan membereskan sisa pekerjaannya.
Setelah selesai membereskan ruang kerjanya, Qilla masuk ke dalam kamarnya untuk mandi, sambilan menunggu makanannya datang.
Baru saja Syakilla menyelesaikan mandinya sudah ada bel dari luar.
" Itu pasti makanannya sudah datang," gumam Syakilla.
Qilla mengambil hijabnya lalu keluar dari dalam kamarnya dan tidak sengaja berpapasan dengan Mamanya.
" Mama mau turun juga?," Tanya Syakilla menggandeng tangan Mamanya.
"Iya sayang, sepertinya makanan pesanan kamu sudah datang," ujar Mamanya.
" Iya ma, makanya Syakilla buru-buru turun" balas Syakilla.
Syakilla membuka pintunya dan mengambil makanan pesanannya, sedangkan Mamanya pergi menuju sofa.
"Mama mau makan sekarang atau nanti setelah shalat magrib?," Tanya Syakilla.
''Setelah shalat magrib saja, tanggung sebentar lagi mau magrib," jawab Mamanya.
"Kalau gitu Qilla taruh di meja makan aja dulu," ucap Syakilla.
"Iya, " balas Mamanya.
Like, komen, vote, and fav.
__ADS_1