Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
cuek


__ADS_3

Syakilla masuk ke kamarnya untuk istirahat dia menghentikan pekerjaannya dan akan di lanjutkan besok hari.


Syakilla bangun seperti biasanya dan bersiap siap pergi ke kampus, hari ini Syakilla sangat malas membawa mobil sendiri jadi di minta di jemput sama Sisil ke rumahnya. dan hari ini Syakilla dan Mamanya tidak membuat sarapan seperti biasanya.


Syakilla menunggu Sisil di depan rumahnya sedangkan Mamanya berada di dalam lagi bersiap siap untuk ke butik.


''Sayang Mama berangkat dulu, beneran gak mau Mama aja yang antar ke kampusnya," ujar Mama Rosa sudah siap mau ke butik.


''Enggak usah Ma, aku udah minta jemput Sisil paling bentar lagi sampai'' ucap Syakilla.


''Tapi kenapa Mama pagi banget berangkatnya'' tanya Syakilla.


''Mama mau mampir di butik yang berada di daerah X makanya Mama awal perginya takut kena macet, udah lama Mama gak ke sana, kapan kamu sendiri ke sana,'' jawab Mama Rosa.


''Kapan kapan aja Ma, hati hati kabari Qilla kalau sudah sampai sana,'' jawab Syakilla.


''Mama berangkat sekarang ya, Assalamualaikum," ucap Mama Rosa.


''Waalaikum salam," jawab Syakilla menyalami Mamanya.


Tidak lama setelah kepergian Mamanya, Sisil datang menggunakan mobilnya.


''Lama banget sih datangnya kemana aja,'' ujar Syakilla.


''Macet tadi jadi agak lama nyampenya," jawab Sisil.


'' Tante mana?,'' tanya Sisil.


''Udah berangkat ke butik,'' jawab Syakilla sambil membuka pintu mobil dan masuk.


''Pagi pagi begini?,'' ucap Sisil.


''Mama mau ke daerah X makanya pagi perginya,'' jawab Syakilla sambil memasang seatbelt.


''Gimana besok jadi perginya?,'' tanya Sisil menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Syakilla menuju kampus.


''Jadi kayaknya,kenapa mau temenin aku,'' ujar Syakilla.


''Bukan, nanya aja, sama siapa perginya? sendiri!," tutur Sisil.


''Sama siapa lagi,'' ucap Syakilla.

__ADS_1


Sisil tidak menjawab lagi karena memang Syakilla mau pergi sama siapa lagi selain dirinya dan juga Dita.


''Karyawan kamu gitu,'' ucap Sisil kepikiran.


''Mereka lagi sibuk sama kerjaan mereka aku gak mau ganggu mereka, aku pergi sendiri aja nanti," ucap Syakilla.


Sisil tidak menjawab lagi dia fokus pada jalannya,. sampai di kampus Sisil memarkirkan mobilnya di tempat biasa dan tidak melihat Dita.


''Dita kemana, kok gak di tempat biasanya,'' kata Sisil.


''Telat mungkin dia datangnya atau enggak dia gak datang hari ini tapi gak ada info apa apa berarti telat sih,'' ujar Syakilla.


''Benar juga, tapi kita tunggu dia di sini atau di kelas aja," tanya Sisil meminta pendapat Syakilla.


''Kita tunggu di sini sebentar kalau dia belum datang juga kita tunggu di kelas,'' jawab Syakilla.


''Oke," ucap Sisil dan mereka berdua duduk di taman kampus untuk menunggu Dita datang.


''Tuh anaknya nongol,'' ucap Sisil melihat mobil Dita.


''Tumben banget itu anak telat biasanya dia yang buka pagar kampus,'' ucap Sisil


''Tenang aja hari ini aku gak akan mulai, capek juga berantem tiap hari sama Dita,'' ucap Sisil.


''Akhirnya dari sekian lama ada yang sadar juga di antara kalian kalau bikin pusing berantem terus" ucap Syakilla.


''Hihihi,'' Sisil tertawa sadar kalau dia capek sendiri dengan mengajak Dita bertengkar tiap hari.


''Hy guys pagi,'' sapa Dita yang baru datang menghampiri meraka.


''Pagi, tumben telat biasanya kamu yang nungguin kita di sini,'' tanya Syakilla.


''Ada urusan mendadak tadi" jawab Dita


''Masuk aja yok, udah telat ini,'' ajak Dita.


''Masih awal kok Dit belum terlambat,'' jawab Sisil yang biasa terlambat.


'' Terus kalian mau terus di sini, kita ke kantin dulu yok laper banget aku belum sempat sarapan,'' ucap Sisil.


''Kasian banget sahabat gue belum makan, yaudah ayok kita ke kantin aja," ujar Syakilla menggandeng tangan Sisil dan Dita.

__ADS_1


Mereka pergi ke kantin sebelum masuk ke kelas untuk mengisi perut Sisil tapi Syakilla dan Dita juga ikut memesan makanan.


''Kalian belum makan juga?,'' tanya Sisil.


" Udah tapi sepertinya enak lihat kamu makan,''ucap Sisil.


''Kamu mah demen makan tapi Qilla gak biasanya dia makan di kantin pagi pagi,'' jawab Dita.


''Benar tumben, belum makan juga?,'' tanya Sisil.


''Sebenarnya aku juga belum sarapan pagi ini,'' ujar Syakilla.


''Pantes,'' ucap Dita dan Sisil.


Setelah sarapan di kantin mereka bertiga baru masuk ke kelas mereka, mereka jalan beriringan menuju kelas mereka, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka bertiga.


Mereka yang jarang bicara tapi kalau lagi bertiga seperti orang gila kadang kadang yang tertawa lepas. Banyak pria yang mencoba mendekati mereka tapi tidak ada yang mampu untuk mendapatkan salah satunya. Apalagi Syakilla sangat sulit di dapatkan bahkan hanya untuk bicara saja kalau sudah memiliki gelagat yang aneh pasti tidak akan di respon kecuali yang datang adalah perempuan mereka pasti merespon dengan baik.


Mereka bukan anti pria lebih tepatnya sedang menjaga ha? supaya tidak di sakiti pria yang tidak bertanggung jawab yang hanya bisa menyakiti perasaan wanita saja. Sekarang ini sangat sulit menemukan pria yang datang dengan tulus banyak yang modus.


Mereka masuk ke kelas mereka dan mengikuti pelajaran seperti biasanya. Mereka bertiga sebentar lagi akan masuk sidang skripsi itu artinya sebentar lagi Syakilla bisa fokus dengan butiknya saja.


''Mau aku anterin ke butik," tanya Sisil.


" Kalau gak ngerepotin boleh," jawab Syakilla.


''Kayak sama siapa saja," ujar Sisil.


Jadilah Sisil mengantar Syakilla ke butiknya dan Dita juga ikutan mengantar Syakilla tapi menggunakan mobilnya dia mengeikuti dengan mobil miliknya.


''Aku juga ikut, udah lama gak ke sana,'' ujar Dita.


''Yaudah jalan sekarang aja, takutnya kelamaan di jalan,'' ucap Syakilla.


Jangan lupa


Like, komen, vote, gift, dan hadiahnya.


Tambahkan juga di daftar favorit kalian


Terima kasih waktunya.

__ADS_1


__ADS_2