
'' Terserah kamu saja,'' tutur Bunda Fatimah.
Saat Syakilla berbincang bincang dengan Bunda Fatimah terdengar suara ketukan pintu dari luar.
''Assalamualaikum, Bunda ini Fahri,'' ucap Fahri dari luar.
''Masuk,'' jawab Bunda Fatimah.
''Aku keluar saja Bunda ya,'' tutur Syakilla berusaha menghindar.
'' Kamu di sini saja,'' jawab Bunda Fatimah.
Belum sempat Syakilla mengangkat tubuhnya dari sofa Fari sudah masuk ke dalam.
''Duduk Fahri,'' ujar Bunda.
''Iya Bunda,'' jawab Fahri.
''Syakilla kenapa gak ikut main bersama kami lama banget kita tunggunya,'' ujar Fahri.
''Pengen bicara sama Bunda saja,'' jawab Syakilla
''Bohong paling mau menghindari aku ya kan , aku benar kan?,'' ucap Fahri.
''Siapa juga yang mau menghindar,'' ujar Syakilla.
''Kalau bukan menghindar apa namanya, jangan suka berbohong gak baik, benar kan Bunda? takut suka sama aku ya!,'' ucap Fahri mencari pembenaran.
''Fahri jangan seperti itu, yang ada Syakilla gak mau lagi datang ke sini karena kamu,'' ujar Bunda Fatimah berdiri dari bangkunya menuju sofa.
''Aku salah apa Bunda? aku hanya menanyakan kenapa Syakilla tidak ikut bermain itu saja,'' tanya Fahri belum merasa bersalah.
''Salah kamu dari tadi adalah terus ajak ribut Qilla, kamu menyukainya? kalau iya, Bunda dukung tapi kalau tidak gak usah main main, nanti Bunda kasih tahu Abi sama Ummi kamu,'' ancam Bunda Fatimah.
''Jangan dulu Bunda, tunggu Syakilla mau dulu,'' ucap Fahri dengan gampangnya.
'' Fahri Bunda serius,'' ucap Bunda Fatimah.
''Bunda memang belum terlalu mengenal kamu karena kamu baru di sini tapi Bunda sangat mengenal orang tau kamu jadi jangan buat Bunda kesal,'' tutur Bunda.
''Aku juga serius Bunda, kapan aku pernah bercanda, tapi sepertinya aku harus berusaha lebih keras lagi, karena sepertinya akan sangat sulit mendapatkan hati anak Bunda yang satu ini,'' ucap Fahri tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
''Qilla kamu dengar apa yang Fahri bilang, dia serius sama kamu, bukan niat Bunda ikut campur tapi Bunda kesal melihat Fahri yang terus mengganggu kamu dari tadi, dan Bunda lihat kalian cocok'' tutur Bunda
''Lihat Bunda saja kesal apalagi Qilla,'' ujar Syakilla.
''Bunda saja bilang kita cocok, berarti bertambah yang bilang cocok,'' ucap Fahri
''Kamu Fahri, kalau suka jangan gitu, masak maksa anak orang, kalau suka lamar sekalian ajak Abi Ummi, mereka pasti senang dapat mantu apalagi kakak kamu juga mau lamaran sekalian aja,'' tutur Bunda
__ADS_1
''Maaf tapi Qilla belum kepikiran untuk ke sana Bunda,'' secara tidak langsung Syakilla menolak Fahri.
''Mana ada baru juga dua kali ketemu udah bilang suka, aneh banget, '' batin Syakilla meragukan Fahri.
''Lihat Bunda kalau aku langsung mengajak orang tua pasti aku malu banget, belum apa apa sudah di tolak begini,'' ucap Fahri.
''Gimana gak nolak, kelakuan kamu saja begini, Bunda juga baru melihat kelakuan kamu yang seperti ini, biasanya kamu gak seperti ini, '' tutur Bunda Fatimah geleng gelang kepala.
''Aku gugup Bun,'' bisik Fahri.
''Udah sekarang kamu Fahri, ubah kelakuan kamu kalau kamu mau serius sama anak Bunda,'' tutur Bunda.
''Siap Bunda, dan aku akan berusaha lagi doakan anakmu ini juga Bun,'' ucap Fahri menatap Syakilla.
''Iya Bunda doakan kalau kamu mau membahagiakan anak Bunda tapi awas kalau anak Bunda kamu bikin nangis,'' ancam Bunda.
''Belum juga dapat Bunda,'' ujar Fahri.
''Bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua, karena Bunda juga gak bisa memaksa Syakilla ,'' tutur Bunda Fatimah.
Syakilla diam seribu bahasa dalam pikirannya pasti yang di katakan pria di depannya adalah lelucon yang tidak serius.
''Aku tidak boleh cepat luluh hanya karena melihat ketampanannya saja, ayolah Qilla kemana prinsip kamu yang mengunci hati kamu, masak hanya karena omongan satu laki laki ini kamu goyah,'' batin Syakilla.
''Aku gak bisa, ingat Syakilla mulut laki laki tidak ada yang bisa di percaya mereka semua penipu yang sangat ahli dalam menyusun kata kata, Papa kamu saja tidak setia apalagi mereka yang tidak mengenalmu sama sekali.'' Syakilla terus saja berperang dengan dirinya sendiri.
''Kalian mau tetap di sini atau main sama anak anak lagi,'' tanya Bunda Fatimah.
''Aku ikut gabung kalian boleh?.'' ucap Fahri.
''Terserah kamu saja,'' jawab Syakilla.
''Aku keluar dulu Bunda,'' ujar Syakilla.
''Eum.'' gumam Bunda.
''Aku juga Bunda,'' ujar Fahri.
''Iya, kalian pergilah tapi jangan bertengkar lagi,'' ucap Bunda
''Gak akan,'' jawab Fahri ikut menyusul Syakilla yang sudah keluar duluan.
''Fahri ke sini dulu,'' pinta Bunda Fatimah sebelum Fahri keluar.
''Ada apa Bunda? sepertinya serius sekali,'' tanya Fahri.
''Bunda tanya sekali lagi jawab dengan serius jangan main main,'' tutur Bunda.
''Bunda mau tanya apa?,'' tanya Fahri.
__ADS_1
''Duduk dulu,'' pinta Bunda
''Bunda tahu kamu laki laki yang baik dan bertanggung jawab tapi melihat sikap kamu hari ini Bunda benar benar bingung apalagi setelah kamu bilang menyukai Syakilla,''
''Bingung kenapa Bunda?, Fahri serius menyukai Syakilla dari pertama Fahri ketemu dia malahan tapi Fahri melihat kalau sepertinya dia punya masalah dengan Papanya maka dari itu Fahri mau membuat dia nyaman terlebih dahulu,'' tutur Fahri mulai serius.
''Bunda gak tahu masalah keluarga Syakilla karena dia tidak pernah cerita mengenai hal itu tapi Bunda tidak akan membiarkan kamu menyakiti hati Syakilla yang sudah Bunda anggap seperti anak sendiri,'' tutur Bunda lagi
''Fahri serius dalam hal ini, Bunda tenang saja,'' ucap Fahri yakin.
''Kalau kamu benar benar serius Bunda akan dukung kamu seratus persen karena Syakilla adalah anak yang baik dan juga mandiri,'' tutur Bunda Fatimah
''Doakan Fahri supaya bisa mendapatkan hatinya Syakilla Bunda,'' ucap Fahri meminta doa.
''Bunda hanya mendoakan yang terbaik, jodoh gak akan kemana dan juga tertukar,'' ujar Bunda
''Masih ada yang ingin Bunda tanyakan lagi, kalau tidak ada aku mau bermain sama anak anak kasian juga mereka pasti sudah lama menunggu Fahri,'' ucap Fahri.
''Gak ada, kamu lanjut main sama anak anak saja, ingat jangan bikin Syakilla tambah kesal,'' ucap Bunda
''Untuk masalah itu aku gak bisa janji, habisnya dia terlalu imut kalau lagi kesal,'' jawab Fahri.
''Jangan berlebihan nanti dia ilfil lagi sama kamu ,'' nasehat Bunda.
''Gak akan Bunda yang ada dia akan selalu mengingat Fahri,'' ungkap Fahri dengan PDnya.
''Bunda ingatkan saja,'' ujar Bunda.
'' Dan aku sangat bertema kasih sama Bunda, Aku samperin calon bidadari surgaku dulu Bunda,'' ucap Fahri dan meninggalkan Bunda Fatimah sendirian setelah Bunda Fatimah bilang iya tentunya.
''Sepertinya dia memang serius menyukai Qilla, tapi kenapa tingkahnya seperti itu, aku khawatir kalau dia terus bertingkah seperti itu Syakilla jadi ilfil melihatnya bukannya suka,'' gumam Bunda Fatimah.
''Kelakuan Fahri memang sangat sulit di tebak,'' Bunda terus berbicara dengan dirinya sendiri melihat kelakuan Fahri yang abstrak.
Tidak bosan author ingatkan
jangan lupa
Like
Komen
Vote
Gift
Hadiahnya
tambahkan juga di daftar favorit teman teman semua
__ADS_1
terima kasih atas waktunya