Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Siapa??


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹


Syakilla menangis dalam pelukan Bunda Fatimah. Bunda Fatimah hanya diam membiarkan Syakilla menangis dalam dekapannya tanpa ada niat mengganggu.


"Bunda...." panggil Syakilla.


"Menangis-lah nggak ada orang di sini, kalau mau cerita cerita-lah kalaupun belum bisa cerita bunda gak maksa," ucap Bunda Fatimah menenangkan Syakilla.


Setelah merasa tenang perlahan Syakilla melepaskan pelukan dari Bunda Fatimah.


"Bunda jawab Qilla yang jujur, apa kemaren Mama kesini?" Tanya Syakilla setelah sedikit tenang.


"Mama... enggak, Mama kamu gak ke sini kemaren memangnya kenapa?," Tanya Bunda.


"Berarti benar kalau Mama bohongin Qilla kemaren, kata Mama kemaren habis ketemu Bunda..." ucap Syakilla.


"Kalau cuma masalah itu kenapa kamu menangis mungkin Mama kamu lagi ada keperluan lain!," ujar Bunda Fatimah.


"Bukan itu masalahnya Bun, semalam Mama bicara seolah dia akan meninggalkan Qilla untuk selamanya, Qilla gak mau Bunda, Qilla gak siap!" Ucap Syakilla kembali menangis.


"Tenang sayang, coba cerita sama bunda," ujar Bunda Fatimah.


Akhirnya Syakilla menceritakan apa yang Mamanya katakan, tidak ada yang dia sembunyikan.


"Sayang menurut bunda, Mama kamu hanya ingin melihat kamu menikah saja, Mama kamu terlalu sayang sama kamu, dia sedih saat anak anak seusia kamu masih bisa bebas tapi lihat kamu? Kamu sibuk mencari uang saja dari dulu," tutur Bunda Fatimah.


"Tapi kenapa Mama bicara seperti itu?," Tanya Syakilla.


"Kalau dia tidak bicara seperti itu memangnya kamu mau? Kamu kan sudah ada calonnya kenapa gak di kenalin aja," ucap Bunda.


"Qilla mana punya calon bunda!," pekik Syakilla.


"Masak sih? Tapi dia setiap hari nanyain kamu sama bunda tuh," sahut Bunda.


"Siapa?" Syakilla bingung.


"Fahri sayang, jangan pura-pura lupa ya!," ucap Bunda.


"Fahri.... bunda jangan ngarang ya!" jawab Syakilla tersipu malu.


"Bunda nggak ngarang, sepertinya kamu juga menyukainya," canda Bunda.


"Enggak..." jawab Syakilla tapi wajahnya berkata lain.


"Masak sih! Kalau enggak kenapa muka kamu udah seperti kepiting rebus," ucap Bunda.


"Panas kali bun," balas Syakilla.


"Ini masih pagi...." sahut Bunda.


"Apa bunda kasih tau dia saja ya kalau ada kamu di sini!," Ucap Bunda.


"Jangan." Ucap Syakilla spontan.


"Kenapa jangan bukankah kamu menyukai dia," canda Bunda lagi.

__ADS_1


"Bunda...." Syakilla kesal di goda terus sama Bunda.


" Sudah ahh, Qilla mau temuin anak- anak dulu, Qilla kesal sama bunda," ucap Syakilla berdiri dari tempat duduknya.


"Sebentar ada yang mau bunda katakan sama kamu," cegah Bunda.


" Mau katakan apa bun?," Tanya Syakilla kembali duduk.


" Katakan dengan jujur sama bunda, kamu menyukai Fahri atau tidak?," Tanya Bunda serius.


" Qilla gak tau bun!," jawab Syakilla.


"Kenapa bisa gak tau? Yang punya perasaan kan kamu?," Ucap Bunda.


"Qilla gak tau bun, Qilla bingung sama perasaan Qilla, tapi yang jelas untuk sekarang Qilla mau fokus dengan kerjaan Qilla, Qilla gak mau menjalin hubungan dengan siapapun!," Ungkap Syakilla.


" Baiklah kalau itu yang kamu mau bunda gak akan maksa kamu untuk mau, tapi Fahri serius sama kamu, dia sudah bilang sama bunda, " ucap Bunda.


"Tolong ngerti posisi Qilla ya bun, jangan bilang ini sama siapapun termasuk Mama," ucap Syakilla.


" Kamu tenang saja," ucap Bunda.


"Sekarang kamu boleh pergi," sambung Bunda.


Tanpa sepengetahuan Syakilla, Bunda Fatimah sudah memberi tahu Fahri kalau ada Syakilla di panti. Bunda Fatimah sangat mendukung Fahri, dan dia juga yakin kalau Syakilla memendam perasaan yang sama terhadap Fahri. Maka dari itu, dia berani mendukung Fahri sepenuhnya.


Ketika Syakilla bermain bersama anak-anak panti. Sebuah mobil yang Syakilla kenal masuk ke pekarangan panti.


"Mama...." Ucap Syakilla terkejut.


Begitu Mamanya turun, Syakilla menghampiri Mamanya. Dan dia meninggalkan anak-anak yang lagi bermain.


"Ma...." panggil Syakilla.


"Sayang...." ucap Mama Syakilla.


" Kenapa mama ada di sini?," Tanya Syakilla.


"Kamu pikir mama kenapa ke sini?," Tanya Mamanya balik bertanya.


"Mama cari Qilla?," Tanya Syakilla lagi.


"Tentu saja mama cari kamu, kamu pikir siapa lagi Syakilla," ucap Mamanya geram.


"Kenapa gak kasih tau mama kalau kamu pergi ke sini? Kamu mau balas dendam sama Mama?," Tanya Mamanya.


"Bukan itu maksud Qilla, Qilla hanya kesal saja sama mama," jawab Syakilla.


"Kamu main saja sama anak-anak, mama mau sekalian ketemu Bunda dulu," ucap Mama.


" Iya, ma," jawab Syakilla.


Setelah Mamanya pergi Syakilla kembali bermain bersama anak- anak.


"Kak, kok Oma gak main sama kita di sini?," Tanya Nia.

__ADS_1


"Nanti Oma ke sini lagi main sama kalian, sekarang Oma mau bahas sesuatu sama Bunda, kalian main sama kakak aja dulu! Oke," ucap Syakilla.


"Oke," jawab Nia.


"Sekarang kalian mau main apa?" Tanya Syakilla.


"Kita main kejar-kejaran saja, kakak yang kejar, gimana?," ucap Nia.


"Yaudah boleh," balas Syakilla.


Syakilla sibuk main bersama anak-anak di panti. Sedangkan, Mamanya lagi membujuk supaya Bunda Fatimah untuk tetep merahasiakan sesuatu.


" Saya mohon jangan kasih tau Qilla masalah ini, saya tidak mau kalau dia sedih," bujuk Mamanya Syakilla.


" Tapi...," ucap Bunda Fatimah.


"Saya mohon" bujuk Mamanya Syakilla.


"Baiklah akan saya coba, tapi saya minta tolong jangan terlalu memaksa Syakilla untuk menikah, itu tidak baik untuk dia juga," ucap Mama Rosa.


" Tapi saya hanya ingin melihat dia bahagia, itu saja," ucap Mama Rosa.


"Rosa kamu tau betul Syakilla akan bahagia dengan melihat kamu bahagia. Maka dari itu, jangan menyerah kamu pasti bisa melalui ini semua," ucap Bunda Fatimah.


"Selama ini saya sudah berusaha tapi hasilnya masih tetap sama," balas Mama Rosa menundukkan wajahnya.


"Saya tau kamu orang yang kuat," ucap Bunda Fatimah.


"Saya boleh minta tolong?," Tanya Mama Rosa.


"Kalau saya bisa bantu, saya pasti akan bantu?," Jawab Bunda Fatimah.


"Setiap Syakilla menanyakan saya ada si mana, tolong bilang sama dia kalau saya ada di sini," ujar Mama Rosa.


"Rosa, sebaiknya kamu jujur saja sama Syakilla, jujur saya tidak tega membohongi dia," saran Bunda Fatimah.


"Saya tidak bisa... biarkan saja dia mengetahuinya nanti, jadi! Saya mohon jangan memberitahu dia untuk saat ini!," mohon Mama Rosa sekali lagi.


"Baiklah saya juga tidak bisa memaksa kamu untuk memberitahunya, saya akan menjaga rahasia ini," ucap Bunda Fatimah.


"Terima kasih," ucap Mama Rosa.


"Sama- sama," balas Bunda Fatimah.


"Mari kita keluar saja ikut main sama anak- anak," ajak Bunda Fatimah.


"Mari, saya juga sudah sangat merindukan mereka semua, " balas Mama Rosa.


"Tapi jangan terlalu capek, kamu harus menjaga kesehatan kamu," ucap Bunda Fatimah.


"Saya mengerti," jawab Mama Rosa.


Ketika hampir saja sampai di tempat Syakilla, ternyata sudah ada Fahri di sana yang bergabung bersama Syakilla dan anak-anak yang lain.


"Siapa laki- laki itu?," Tanya Mama Rosa.

__ADS_1


Like, komen, vote, and fav.


__ADS_2