
HAPPY READING!!!!πΉπΉπΉπΉ
"Bagaimana dengan kakak sendiri? Apa kakak benar-benar menyukai ustadz Zaki atau sebenarnya kakak terpaksa menerima perjodohan ini?," Tanya Fahri perhatian.
Fahri tidak tau kalau Zahra menerima lamaran itu karena Zahra mencintai Zaki. Yang dia tau kalau Zahra di jodohkan dengan Zaki.
"Kakak sangat bahagia bukan bahagia lagi," jawab Zahra.
"Kenapa kakak sangat suka di jodohkan dengan ustadz Zaki, apa kakak sudah mengenalnya sebelum perjodohan ini terjadi," Tanya Fahri yang ikut penasaran.
"Sebenarnya kakak dan ustadz Zaki itu satu kampus dulu," jawab Zahra.
"Apa kakak sudah menyukainya saat itu makanya kakak langsung menerima lamarannya," Tebak Fahri.
" Tepat sekali, tapi kakak gak nyangka sih bisa bersama ustadz Zaki, kakak juga sempat mau melupakan perasaan kakak," ucap Zahra.
"Pantesan kakak langsung menerimanya, padahal sebelum tau kalau itu ustadz incaran kakak, kakak nangis gak mau di jodohkan," ucap Fahri tertawa.
"Mana kakak tau kalau itu ustadz Zaki, pada saat kakak masih belum bisa melupakan ustadz Zaki, makanya kakak menolak," jelas Zahra.
"Jodoh memang gak ada yang tau ya kak, semoga Fahri juga bisa mendapatkan Syakilla," ucap Fahri.
"Aamiin, kakak selalu mendoakan yang terbaik untuk adik kakak satu-satunya ini, makanya kamu harus berubah, jangan seperti ini terus." ucap Zahra.
"Apa iya aku harus berubah kak?," Tanya Fahri mulai serius.
"Iya, coba sekarang kamu fokus dulu sama ilmu agama, Abi dan Ummi juga berharapnya seperti itu, sebentar lagi Inn syaa Allah kakak akan menikah, terus siapa yang akan mengurusi Abi dan Ummi apalagi pondok," ucap Zahra.
"Masalah pondok Fahri masih belum siap kak, Fahri belum saatnya mengambil tanggung jawab sebesar itu?," Ucap Fahri.
"Fahri kakak tau kamu bisa, lihat saja perusahaan yang kamu bangun, sukses kan! Jadi jangan menyerah dulu," ujar Zahra.
"Nanti Fahri pikirin lagi masalah itu," ucap Fahri.
Zahra sangat ingin adiknya bisa mengurus pondok seperti yang diinginkan Abi dan Umminya. Selama ini Fahri selalu menolak dan menghindar saat Abi atau Umminya membalas masalah pondok. Zahra tidak terlalu ikut campur karena Fahri juga masih muda.
Zahra senang sekarang karena Fahri sudah bisa bersikap dewasa, dan menghilangkan egonya.
' Akhirnya kakak bisa membujuk kamu untuk mengurus pondok, kalau Abi dan Ummi tau pasti mereka sangat senang, tapi sebaiknya aku tidak ikut campur dulu, biarkan dia sendiri yang mengatakannya sama Abi dan Ummi' batin Zahra.
Zahra dan Fahri tidak langsung pulang ke pondok melainkan pergi panti asuhan terlebih dahulu untuk menjenguk Bunda Fatimah, itu adalah permintaan Zahra.
Tapi sebelum itu mereka makan siang di pinggir jalan terlebih dahulu karena sudah waktunya. dan mengerjakan shalat di mesjid yang mereka jumpai di jalan.
Fahri memasuki pekarangan panti dan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempat biasanya anak-anak bermain. Di sana sudah sepi karena anak-anak sudah tidur siang di jam- jam seperti ini.
Mungkin kalian bertanya, kenapa mereka tidak ke sekolah? Jawabannya adalah karena belum saatnya mereka untuk sekolah, ada beberapa yang sudah sekolah tapi aku lebih fokus ke anak-anak yang belum sekolah. Bahkan ada yang sudah lulus juga.
"Assalamualaikum," ucap Zahra ada Fahri saat akan memasuki panti.
__ADS_1
"Waalaikum salam," jawab Mbak Salma yang lagi menyapu.
"Fahri, Zahra, sudah lama tidak ke sini," ucap Mbak Salma.
"Iya Mbak, baru sempat soalnya," jawab Zahra.
"Mbak paham, yang sebentar lagi mau nikah, Mbak doakan semoga langgeng, sakinah mawadah warahmah," ucap Mbak Salma.
"Aamiin, makasih Mbak doanya, Mbak kapan nyusul," ucap Zahra bercanda
"Doakan saja semoga Mbak cepat nyusul," ujar Mbak Salma,
"Aamiin, Bunda mana Mbak?," Tanya Zahra.
"Bunda ada di dalam," jawab Salma.
"Zahra temuin Bunda dulu ya Mbak, " ujar Zahra.
"Silahkan,Zahra, Fahri," ucap Salma
"Permisi Mbak," ucap Zahra dan Fahri.
Begitulah sifat asli Fahri tidak banyak bicara kepada lawan jenis tapi entah kenapa dia selalu banyak bicara saat bersama Syakilla.
"Assalamualaikum, Bunda," ucap Zahra mengetuk pintu ruangan Fatimah.
" Waalaikum salam, masuk," jawab Fatimah dari dalam.
"Zahra, Fahri." ucap Fatimah.
"Iya ini Zahra Bunda," ucap Zahra.
"Masuk, duduk dulu Bunda suruh buatkan minum dulu, "ucap Fatimah
"Tidak usah repot-repot Bunda, " ucap Zahra.
"Bunda apa akhir-akhir ini Syakilla pernah ke sini lagi?," Tanya Fahri.
"Setelah hari di mana Bunda menelpon kamu itu, dia belum ke sini lagi, mungkin lagi sibuk dengan kuliahnya," jawab Fatimah.
"Jadi dia masih kuliah Bunda?," Tanya Zahra.
"Iya, tapi sebentar lagi selesai," jawab Fatimah.
"Bunda ambil minum dulu ya, kalian di sini dulu!," pinta Fatimah
Belum sempat Bunda Fatimah seseorang mengetuk pintu dari luar. Saat Bunda Fatimah membuka pintu ternyata itu adalah Mbak Salma yang membawa nampan berisi air dan juga makanan pendamping.
"Mbak saya baru saja mau mengambil ini," ucap Fatimah.
__ADS_1
"Iya Bun, tadi saya sudah bertemu dengan mereka makanya saya membawa minum" jelas Salma.
"Terima kasih" ucap Fatimah.
"Sama-sama,Bunda," balas Salma.
"Bawa masuk aja" ujar Fatimah
"Terima kasih Mbak," ucap Zahra dan Fahri kepada Mbak Salma yang sudah membuatkan minum untuk mereka.
"Sama-sama, Mbak keluar dulu," ujar Salma.
"Mbak nggak gabung saja sam kita," ucap Zahra
"Mbak masih ada kerjaan, kalian bicara sama Bunda saja, permisi," ucap Salma.
"Iya Mbak," balas Fahri dan Zahra.
" Terima kasih Salma," ucap Fatimah sebelum Salma keluar dari ruangan tersebut.
"Tumben kalian berdua bersama ke sini?," Ucap Fatimah.
Karena biasanya Fahri akan datang sendiri dan Zahra bersama Abi dan Umminya.
"Tadi habis dari butik, langsung ke sini Bun," jawab Fahri.
"Apa kalian sudah tidak bertengkar lagi?," Tanya Fatimah.
"Sekarang Fahri sudah dewasa Bunda, sebentar lagi juga mau mengurus pondok," ujar Zahra.
"Wahh, benarkah!," Ucap Fatimah tidak percaya.
"Doakan saja Bunda," ucap Fahri.
"Bunda senang mendengarnya, memang sudah sepatutnya kamu yang urus pondok, benar kan Zahra?" Kata Fatimah.
" Benar banget Bunda, Udah lama juga Abi dan Ummi menyuruh Fahri mengurus tapi selalu saja ada alasan," ucap Zahra.
"Jadi, kenapa sekarang kamu mau?," Tanya Fatimah.
"Entah lah, Fahri juga tidak tau," jawab Fahri
" Apapun alasannya Bunda merasa senang karena kamu sudah mau itu yang terpenting," ujar Fatimah.
"Tapi setelah Fahri pikir-pikir, Fahri ingin belajar dulu sebelum mengurus pondok. Karena dengan kemampuan Fahri sekarang yang tidak mengerti apa-apa mengenai ilmu agama rasanya ada yang kurang." ucap Fahri.
"Kakak setuju saja dengan keputusan kamu nanti, asal jangan berubah pikiran saja, itu juga lebih baik , " timpal Zahra
"Apa itu artinya kamu akan meninggalkan Qilla?," Tanya Fatimah.
__ADS_1
Like, komen, vote, and fav.
π. π. π. π