
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ehemm" gumam seseorang menyadarkan Syakilla dan langsung melepas pelukannya dari Fahri.
"Ummi, Abi, kak Zahra," ucap Fahri terkejut.
" Ia, ini kami. Kenapa?," Tanya Zahra.
" Tidak apa-apa kak, masuk!," Ucap Fahri.
Jangan tanya Syakilla dimana dia menyembunyikan dirinya di balik tubuh Fahri saking malunya.
"Maaf kami mengganggu waktu kalian berdua," ucap Aminah.
" Tidak mengganggu kok Ummi,kalian kapan datangnya? Kenapa tidak kabari Fahri dulu?" Tanya Fahri.
" Kami datang untuk menjenguk Mamanya Syakilla, tapi di mana dia?" Tanya Aminah pura-pura tidak melihat padahal jelas-jelas Syakilla ada di belakang Fahri bersembunyi.
" Tidak usah malu Syakilla, keluar saja" ucap Zahra.
Dengan wajah menunduk Syakilla pelan-pelan keluar dari balik punggung Fahri.
"Sudah tidak apa-apa," ucap Ilham.
" Duduk Ummi, Abi, kak Zahra." ucap Syakilla.
" Gak usah malu, maaf ya mengganggu waktunya, gimana keadaan Mama kamu?," Tanya Aminah
" Mama masih belum sadar Ummi," jawab Syakilla.
" Kita doakan saja semoga Mama kamu cepat siuman," balas Aminah.
" Kita bawa makanan untuk kalian, makan dulu!" Pinta Aminah.
"Nanti saja Ummi, " balas Syakilla.
" Fahri ini baju kamu, tadi Ummi gak sengaja ketemu sama Alfin di depan." ucap Aminah
"Sepertinya dia tidak berani masuk dan mengganggu kalian," timpal Zahra sengaja menggoda Syakilla.
"Zahra," tegur Ilham.
" Maaf, Bi," ucap Zahra.
"Abi tidak apa-apa kan kalau Fahri tidak mengajar beberapa hari?," Tanya Fahri.
" Tidak apa-apa, nanti Abi suruh ustadz yang lain aja, kamu temenin istri kamu saja di sini," jawab Ilham.
" Mas, gak pa-pa. Kamu mengajar saja, Mama biar aku yang jaga," ucap Syakilla.
" Enggak, aku mau temenin kamu di sini. Gimana kalau tiba- tiba tetangga kamu itu datang saat aku gak ada?" Tanya Fahri.
" Mas, kak Arka pasti datang sama Mamanya," jawab Syakilla.
" Aku tetap nggak mau, dia itu suka sama kamu," ucap Fahri.
" Ada yang cemburu ini ceritanya," timpal Zahra.
"Terserah Fahri, istri-istri Fahri," balas Fahri.
" Fahri, Zahra. Ini rumah sakit, jangan bertengkar di sini" tegur Ilham.
" Maafkan mereka ya sayang, mereka memang seperti itu tidak pernah akur," ucap Aminah.
__ADS_1
" Enggak pa-pa Ummi, " balas Syakilla.
Bakda magrib keluarga Fahri pamit untuk pulang. Tinggallah Fahri dan Syakilla saja.
"Sayang kamu makan dulu ya!" Ucap Fahri.
"Nanti aja, Mas," jawab Syakilla masih duduk di samping Mamanya.
" Makan dulu, nanti kamu sakit gimana!," Ucap Fahri membujuk Syakilla supaya mau makan.
"Nanti aja, setelah shalat magrib aku makannya ," jawab Syakilla.
" Yaudah deh," ucap Fahri tidak memaksa Syakilla lagi.
Karena suara azan sudah terdengar Syakilla dan Fahri langsung melaksanan shalat magrib secara berjamaah. Selesai shalat Syakilla dan Fahri mengaji di samping Mamanya Syakilla.
" Assalamualaikum, permisi," ucap Dokter yang baru masuk.
"Waalaikumsalam, " jawab Syakilla dan Fahri menutup Al Quran nya.
" Maaf menganggu," ucap Dokter
"Gak ganggu kok dok" sambung Fahri.
"Saya periksa keadaan pasien dulu ya!," Ucap Dokter.
" Silahkan dok," ujar Syakilla.
"Gimana keadaan Mama saya dok?" Tanya Syakilla.
" Alhamdulillah,kondisi pasien sudah lebih baik," jawab Dokter.
" Tapi kenapa Mama saya belum bangun juga?" Tanya Dokter.
" Inn Syaa Allah Mamanya akan segera sadar, kita doakan saja semoga pasien cepat sadar," ucap dokter.
" Terima kasih dok," ucap Syakilla.
"Sama-sama" jawab Dokter.
" Pak Fahri bisa ke ruangan saya sebentar," ucap Dokter.
" Baik dok," jawab Fahri.
" Sayang aku ke ruangan dokter dulu, kamu tunggu di sini," ucap Fahri.
"Ia," jawab Syakilla.
Begitu Fahri keluar Syakilla duduk di samping Mamanya lagi.
"Sebenarnya apa yang di ketahui Mas Fahri yang tidak Syakilla tau tentang Mama, kenapa Mas Fahri seperti sedang menyembunyikan sesuatu sama Syakilla. Ma.. Syakilla mohon Mama bangun, jelaskan semuanya sama Syakilla," ucap Syakilla.
Di dalam ruangan dokter.
" Bagaimana keadaan Mama saya?," Tanya Fahri.
" Keadaan Mama bapak semakin memburuk kami tidak bisa berbuat banyak," jawab Dokter.
" Astagfirullah," ucap Fahri mengusap wajahnya.
" Kasian kamu sayang, begitu banyak cobaan yang harus kamu alami." batin Fahri.
" Apa yang bisa kami lakukan sekarang dok? " Tanya Fahri.
__ADS_1
Setelah berbicara dengan dokter Fahri tidak langsung ke kamar tempat Mama mertuanya di rawat. Fahri berkeliling mencari udara segar terlebih dahulu. Dia sungguh tidak tega dengan istrinya kalau saja dia tau keadaan Mamanya yang sebenarnya pasti dia akan sangat terpukul.
Ingin sekali Fahri mengatakan yang sebenarnya tapi dia sudah terlanjur berjanji kepada mertuanya untuk tetap merahasiakan penyakitnya dari Syakilla.Sekarang Fahri semakin bingung apa yang harus dia katakan pada istrinya.
"Ya Allah, tolong berilah petunjuk kepada hamba. Hamba tidak ingin membohongi istri hamba tapi hamba juga tidak bisa mengingkari janji hamba" lirih Fahri duduk di salah satu kursi tunggu,Fahri serba salah di buatnya.
Setelah sedikit tenang Fahri kembali ke kamar rawat Mama mertuanya.
"Assalamualaikum," ucap Fahri.
" Waalaikumsalam, Mas apa yang di katakan dokter?" Tanya Syakilla.
" Bukan apa-apa sayang, hanya di suruh isi surat administrasi saja" jawab Fahri berbohong.
" Aku pikir ada sesuatu," gumam Syakilla masih bisa di dengar Fahri.
" Tidak ada sayang," ucap Fahri.
" Maafkan aku sayang," batin Fahri.
"Kamu udah makan?" Tanya Fahri.
" Aku belum lapar Mas" jawab Syakilla.
" Sayang makan dulu," ucap Fahri.
" Tapi aku gak lapar," balas Syakilla.
"Walaupun kamu gak lapar tapi kamu harus makan, nanti kamu sakit," ucap Fahri perhatian. Mengambil nasi yang dibawakan sama Umminya serta lauk.
" Ini makan dulu, aku suapin" ucap Fahri.
" Aku gak lapar, Mas," Syakilla tetap tidak mau makan.
" Buka mulutnya! Ini perintah suami jadi harus nurut," ucap Fahri.
" Aku makan sendiri aja," ucap Syakilla.
" Biar aku aja yang suapin, buka mulutnya!," Pinta Fahri.
Mau tidak mau Syakilla membuka mulutnya Fahri langsung menyuapi Syakilla menggunakan sendok.
" Enak kan?," Tanya Fahri.
" Iya," jawab Syakilla.
" Ini masakan Ummi," balas Fahri.
"Mas juga makan," ucap Syakilla.
" Sekarang gantian kamu yang suapin mas" pinta Fahri memberikan sendoknya kepada Syakilla
" Dengan sendok ini?," Tanya Syakilla.
" Ia, sayang," jawab Fahri.
Akhirnya mereka saling suap- suapan satu sama lain. Syakilla sesekali tersenyum dan tertawa karena Fahri menyuapinya seperti menyuapi anak kecil.
" Buka mulut kamu pesawat akan segera mendarat," ucap Fahri menyuapi Syakilla tapi seperti bermain pesawat.
" Mas, aku bukan anak kecil," ucap Syakilla tersenyum
"Mas tau kamu bukan anak kecil, tapi Ibunya anak kecil dan Ibu dari anak- anak kita kelak," balas Fahri.
__ADS_1
Syakilla merasa malu saat Fahri membicarakan masalah anak. Apalagi kondisi mereka sekarang ini.
"Maafin aku ya, Mas," ucap Syakilla