
Syakilla, Sisil, serta Dita pergi ke butik Syakilla, mereka ikut menyembunyikan wajah mereka tapi bukan dengan cadar seperti Syakilla tapi menggunakan masker.
Sampai di sana mereka di sambut dengan baik, semua karyawan Syakilla mengenal Sisil dan Dita, karena mereka sudah sering datang.
"Siang semua" Sapa Sisil.
''Siang Mbak Sisil, Mbak Dita, udah lama gak kesini, apa kabar?" ucap karyawan Syakilla.
"Alhamdulillah kita sangat baik, kalian gimana?" jawab Dita.
''Kami juga sangat baik" jawab mereka.
''Gimana Bos kalian selama kami tidak ke sini?" tanya Sisil.
''Miss sangat baik, bahkan bulan ini kami mendapat bonus" jawab salah satu karyawan Syakilla.
" Wah Bos kalian sangat baik, tapi kami dapat apa ni Bos" kata Sisil.
''Kalian dapat ini, mau" jawab Syakilla menunjukkan gempalan tangannya.
''Apa kalian melihatnya, tadi kalian bilang Bos kalian ini sangat baik, tapi buktinya" kata Sisil mengadu.
''Sudah tidak usah banyak drama, mau masuk atau tidak?" ucap Syakilla.
Syakilla tidak perduli dengan omongan dua sahabatnya itu karena dia sudah sangat mengerti dengan tingkah kedua sahabatnya, karyawannya juga sudah tahu mereka.
" Kalau mau masuk, masuk saja kami masih kangen sama mereka" jawab Dita.
''Enggak usah ganggu mereka, mereka lagi kerja," ucap Syakilla menarik Dita dan Sisil.
''Kalian fokuslah dengan kerjaan kalian, tidak usah perduli dengan mereka berdua," ucap Syakilla.
Syakilla masuk ke dalam ruangannya serta menarik kedua sahabatnya agar tidak mengganggu karyawannya bekerja.
"Apa kalian datang ke sini untuk mengganggu mereka?" omel Syakilla.
" Kita hanya merindukan mereka, sudah lama kita gak kesini, apa salahnya!" jawab Dita.
"Kalian masih tidak merasa bersalah, kerjaan mereka masih banyak kasian kalau kalian ganggu mereka nanti mereka doble pekerjaannya jadi gak selesai selesai, pesanan banyak minggu ini di tambah lagi keluaran terbaru" jawab Syakilla menceramahi keduanya.
"Sorry, sorry, bicara masalah keluaran terbaru kita mau dong satu" ucap Sisil.
" Tapi gak gratis" ucap Syakilla.
" Kita ngerti, mana kita mau lihat?" ucap Sisil.
''Kalian bisa tanya Anna di luar, tapi ingat jangan ganggu mereka, aku mau melanjutkan pengerjaan gaun ini dulu"tegur Syakilla mengeluarkan gaun pernikahannya.
__ADS_1
''Gila bagus banget gaunnya!" ucap Sisil dan Dita bersamaan.
'' Makasih pujiannya" ucap Syakilla senang dengan reaksi sahabatnya.
''Melihat gaun pengantin indah begini jadi pengen nikah" ucap Sisil.
" Bukannya mau nikah ya?" ucap Dita.
" Belum siap akunya, aku udah bilang Papa, Mama, mereka gak maksa untuk sekarang mereka beri waktu satu bulan, kalau aku gak bawa calon sendiri terpaksa harus menerima" ucap Sisil.
"Tapi kamu terlihat biasa saja, apa udah ada calonnya?," tanya Syakilla melihat Sisil belum menceritakan apapun pada mereka apalagi masalah pria.
''Belum ada," jawab Sisil santai
"Jadi secara tidak langsung kamu setuju sama pilihan orang tua kamu," ucap Dita.
"Enggak juga" jawab Sisil lagi.
"Terus!" ucap Sisil.
''Ini anak sebenarnya kenapa sih, cuek banget, ini untuk masa depan kamu Sisil, nikah bukan buat main main" tegur Dita mulai kesal dengan sikap cuek Sisil.
''Gini ya dengarkan baik baik, aku masih belum mau menikah dan terikat dengan siapapun sekarang, untuk masalah perjodohan itu aku lagi membujuk orang tuaku supaya membatalkan itu, mana mau aku nikah di usia muda begini" jawab Sisil menjelaskan kenapa dia cuek.
" Kirain kamu pasrah saja" ucap Syakilla.
"Siapa tahu otak kamu lagi geser" ucap Dita
"Enak saja" kata Sisil.
" Kita doakan saja semoga Sisil dapat jalan keluar yang terbaik, kalaupun nantinya kamu setuju ataupun tidak dengan perjodohan itu, semoga itu yang terbaik" ucap Syakilla bijak.
"Kita jadi gak lihat bajunya? kenapa jadi bahas perjodohan!" ucap Sisil.
''Jadilah masak enggak, udah sampai sini juga" ujar Dita.
''Terserah kalian aja, aku mau lanjut ngerjain ini dulu," ujar Syakilla.
" Kalau jadi nanti perjodohannya suruh Qilla aja yang buatin gaun pernikahannya" usul Dita.
''Khusus untuk gaun pernikahan untuk kalian gratis tidak di pungut biaya sepeser pun" ucap Syakilla.
'' Emang Qilla sahabat yang selalu mengerti kita, lita tunggu saat itu datang" ujar Sisil.
" Apa sih yang enggak buat kalian" ucap Syakilla
'' Kalau hari ini..." ucapan Dita langsung di potong oleh Syakilla.
__ADS_1
''Kalau yang hari ini tidak gratis" potong Syakilla.
"Dasar pelit" ucap Dita keluar dari ruangan Syakilla dan Sisil ikut keluar juga.
" Biarin" teriak Syakilla teriak karena Sisil dan Dita sudah keluar.
" Beruntung aku punya sahabat seperti kalian berdua dalam hidupku, hidupku jadi lebih berwarna dan bahagia , terima kasih sahabatku," batin Syakilla dan melanjutkan pengerjaan bajunya.
Syakilla fokus dengan baju yang lagi di buatnya sedangkan Sisil dan Dita sibuk memilih baju, bukan hanya satu atau dua mereka seperti lagi membeli cemilan saja dalam membeli baju tidak cukup satu.
Mereka kembali ke ruangan Syakilla setelah memilih beberapa baju.
''Qilla Kita pamit dulu ya, kamu pulang sekarang? udah sore juga ini" ucap Dita.
" Boleh, anterin ya," pinta Syakilla.
" Baik buk Bos, tapi diskon ya," jawab Sisil sambil menunjukkan belanjaan mereka.
''Iya" jawab Syakilla membereskan mejanya bersiap untuk pulang.
," Thanks" jawab keduanya.
"Mau di anterin aku apa Dita" tanya Sisil.
"Dita saja yang searah jadi Sisil gak perlu mutar mutar" jawab Syakilla sudah selesai membereskan meja kerjanya.
Syakilla pulang di jemput Sisil pulang di anterin Dita. Karena yang anterin adalah Dita, Sisil langsung pulang ke rumahnya, dan mereka berpisah di jalan setelah menutup dan keluar dari butik.
Syakilla di anterin sampai di depan rumahnya oleh Dita.
" Mau masuk dulu," tawar Syakilla.
"Lain kali saja, udah sore, salam buat Tante ya" ucap Dita.
''Nanti aku salamin" ucap Syakilla.
"Aku langsung pulang, daaa" kata Dita.
''Hati hati" ucap Syakilla.
Dita mengacungkan jempolnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Syakilla, Syakilla menunggu mobil Dita hilang lalu dia masuk ke dalam.
Jangan lupa
LIKE, KOMEN, FAV, VOTE.
KARENA ITU SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR
__ADS_1
TERIMA KASIH WAKTUNYA DAN TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR. JANGAN BOSAN YA!