Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Sangat mencintai


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹


'Kenapa aku merasa hari ini dia sangat tampan, Astaghfirullah, Syakilla kontrol dirimu sendiri' batin Syakilla.


"Syakilla, apa kabar?" Tanya Zahra.


"Alhamdulillah baik kak, kakak bagaimana? Ummi dan Abi?," Tanya Syakilla.


"Alhamdulillah kakak baik dan mereka juga sangat baik," jawab Zahra.


"Alhamdulillah," jawab Syakilla


"Silahkan duduk kak, Gus" sambung Syakilla.


"Terima kasih, ayo Fahri?," ucap Zahra mengajak Fahri serta.


" Apa sebaiknya Fahri tunggu di mobil saja," ucap Fahri.


"Tidak apa- apa,Gus" jawab Syakilla.


"Tidak perlu memanggil saya dengan sebutan itu panggil Fahri saja," balas Fahri.


'Mungkin hanya namanya saja yang sama, Syakilla yang aku kenal mana pernah memanggilku dengan sebutan gus' batin Fahri.


" Baiklah" ucap Syakilla.


"Apa kamu ada kegiatan lagi setelah ini?," Tanya Zahra.


",Kenapa kak? Apa ada yang harus saya bantu lagi?," Tanya Syakilla.


"Apa kamu mau kalau kakak ajak kamu makan siang bersama, atau kita ke rumah saja," pinta Zahra.


" Sebelumnya Syakilla minta maaf karena setelah ini Qilla mau ke butik Mama, karena Mama Qilla lagi gak enak badan," ujar Syakilla.


"Apa Mama kamu lagi sakit?,"Tanya Fahri.


"Iya," jawab Syakilla.


"Semoga mama kamu cepat sembuh, kalau saja kamu tidak sibuk mungkin kakak akan menjenguk mama kamu," ucap Zahra.


"Tidak apa-apa kak, mama hanya kecapean aja," jawab Syakilla.


"Syukurlah," ujar Zahra.


"Oh iya, mengenai gaun kakak, seperti apa yang kakak inginkan?," Tanya Syakilla


"Kakak serahkan semua sama kamu saja, kakak percaya sama kamu," ucap Zahra percaya dengan Syakilla.


"Terima kasih kakak sudah percaya sama saya, inn Syaa Allah saya akan menjaga kepercayaan itu, untuk warnanya bagaimana?," Tanya Syakilla.


"Warna putih saja, karena lebih elegan dan suci," jawab Zahra.

__ADS_1


"Baiklah, untuk baju calon suami kakak bagaimana?," Tanya Syakilla.


"Untuk Mas Zaki, yang simple aja, kakak juga udah bawa ukurannya," ucap Zahra.


"Mana baju Mas Zaki?," Tanya Zahra pada Fahri yang ada di dekatnya sibuk dengan ponselnya.


"Aku lupa mengeluarkannya dari mobil kak," jawab Fahri.


"Ya sudah tidak apa-apa, nanti saja kakak kasihnya kita di sini saja dulu," ujar Syakilla.


Lama mereka mengobrol sambil menikmati minuman yang telah dibawakan oleh salah satu karyawan Syakilla seperti yang dia perintahkan saat baru datang.


"Kami pulang dulu ya Qilla, jangan lupa yang kakak bilang tadi! Kamu harus hadir di acara pernikahan kakak, kalau kamu tidak datang kakak akan menyuruh Fahri untuk menjemput kamu," ancam Zahra saat mereka akan keluar dari ruangan Syakilla.


"Inn Syaa Allah kak, " jawab Syakilla, yang jalan beriringan. Sedangkan, Fahri jalan di belakangnya.


Setelah Syakilla menerima baju yang di bawakan Zahra yang akan di jadikan sebagai contoh ukuran yang akan dia jahitkan untuk baju pengantin keduanya dan juga untuk semua keluarga Fahri.


Syakilla masuk ke dalam mobilnya menuju butik Mamanya. Sedangkan, Fahri dan Zahra mereka pergi entah kemana mungkin pulang, Syakilla juga tidak tau.


Di perjalanan Syakilla menyempatkan untuk menghubungi Mamanya terlebih dahulu untuk memastikan keadaan Mamanya.


Tut tutt.


_"Assalamualaikum, Ma," ucap Syakilla begitu panggilan terhubung.


_"Waalaikum salam sayang, ada apa?," Tanya Rosa dari seberang.


"Mama baik-baik aja, kamu mau ke butik?,"Tanya Rosa balik.


_"Ia Ma, Qilla mau ke butik makanya mau memastikan Mama baik-baik saja dulu," ujar Syakilla.


"Kamu pergi saja, Mama udah baik-baik aja, hati- hati kalau sudah sampai kabari Mama," ucap Rosa.


_"Iya Ma, udah dulu Ma, Qilla lagi nyetir" ucap Syakilla.


" Kabari Mama kalau sudah sampai," ucap Rosa sekali lagi.


_"Assalamualaikum," ucap Syakilla.


"Waalaikum salam," jawab Rosa.


Syakilla menyimpan kembali ponselnya dan fokus pada jalannya.


...----------------...


Di tempat Fahri.


"Gimana?," Tanya Zahra.


"Gimana apanya," Fahri balik bertanya.

__ADS_1


"Pendapat kamu mengenai Syakilla dan perempuan yang kamu bilang itu?," Balas Zahra.


"Sepertinya mereka orang yang berbeda kak, setelah aku perhatikan lagi," ucap Fahri.


"Kenapa kamu bisa bilang seperti itu, kamu kan tidak tau? Apa sebaiknya kamu memastikannya dulu sama Bunda?," Tanya Zahra.


"Sepertinya tidak perlu kak, karena yang Fahri lihat mereka sangat berbeda, pertama kalau perempuan yang Fahri maksud ini kalau ketemu Fahri banyak bicara walau terkesan pendiam, dan tadi Syakilla menyebut Fahri dengan sebutan gus, sedangkan wanita yang Fahri maksud tidak pernah memanggil Fahri dengan sebutan itu." jelas Fahri.


"Apa kamu sangat menyukai gadis itu?," Tanya Zahra.


"Tidak ada alasan bagi Fahri untuk tidak menyukainya kak," ucap Fahri menoleh ke arah Zahra sebentar dengan tersenyum lalu fokus kembali pada jalannya.


"Kakak sangat penasaran dengan gadis itu, apa kamu punya nomornya?," Tanya Zahra.


"Tidak ada." jawab Fahri.


"Kenapa kamu tidak memintanya?!," Ucap Zahra.


"Dia gadis yang beda, dia sangat sopan ya walaupun kadang-kadang cerewet juga," balas Fahri tersenyum mengingat Syakilla.


"Kakak tau, dia pernah bertanya apa Fahri beneran anak Abi dan Ummi! Dia memang ajaib." Sambung Fahri.


"Tentu saja dia tidak percaya, siapa yang akan percaya melihat kelakuan kamu yang seperti ini, kakak juga meragukan itu," ucap Zahra.


" Memangnya kenapa dengan kelakuan Fahri, Fahri baik,sopan,pintar, dan yang paling penting Fahri sangat tampan." ucap Fahri.


" Jadi, kamu belum sadar juga selama ini, Fahri kakak kasih tau kamu ya! Kalau wanita itu tidak suka laki-laki yang narsis seperti kamu apalagi kalau wanita baik-baik, mereka tidak membutuhkan wajah yang tampan yang mereka butuhkan adalah laki-laki yang bisa membimbingnya menuju jannah," Zahra memberi wejangan kepada Fahri.


"Fahri kurang sholeh apa coba, hafidz iya, soal agama Fahri juga gak bodoh- bodoh banget," ucap Fahri


" Kakak tau masalah itu, tapi kalau kelakuan kamu masih minus seperti ini siapa yang akan percaya kalau kamu adalah hafidz Fahri, berapa kali lagi kakak bilang jangan kekanakan seperti ini." ucap Zahra


"Kakakku tersayang kalau orang itu tulus, mereka tidak akan menolak Fahri dan menerima Fahri dengan sepenuh hati mereka, apalagi dengan melihat ketampanan Fahri," ucap Fahri.


"Percuma bicara sama kamu, yang ada kakak darah tinggi," ujar Zahra.


"Dimana kamu bertemu gadis itu?," Tanya Zahra mengganti topik pembicaraan.


"Fahri tidak sengaja bertemu dengannya di depan sebuah cafe, saat itu dia sedang menangis tapi tidak mengakuinya," cerita Fahri.


"Bukannya kamu bilang di tempat Bunda?," Tanya Zahra.


"Itu pertemuan kedua kami, pertama kalinya waktu di cafe, memang jodoh gak akan kemana," ucap Fahri.


"Kalau kamu bertemu lagi dengannya, kamu kasih tau kakak, kakak sangat penasaran," ujar Zahra semakin penasaran.


"Bagaimana dengan kakak sendiri? Apa kakak benar-benar menyukai ustadz Zaki atau sebenarnya kakak terpaksa menerima perjodohan ini?," Tanya Fahri perhatian.


Like, komen, vote, and ,fav.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2