
HAPPY READING!!!!!πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Saat makan malam sedang berlangsung, Mamanya Syakilla entah kenapa membahas tentang Fahri.
"Gimana dengan Fahri?," Tanya Mamanya Syakilla.
"Gimana apanya ma," ucap Syakilla.
"Mama dengar dari bunda kalian lagi dekat," ucap Rosa.
"Dekat apanya yang ada kita itu sering bertengkar, lagian Qilla juga baru beberapa kali bertemu dengannya," jelas Syakilla.
"Apa kamu yakin tidak memiliki perasaan apapun sama dia?" Tanya Rosa.
"Kenapa mama nanyanya gitu?" Tanya Syakilla melihat ke arah Mamanya.
"Karena jujur mama menyukai sikap Fahri tadi, walaupun mama baru bertemu dengannya tapi mama yakin kalau dia pria yang baik," ujar Rosa.
"Mama belum kenal dia aja ma," jawab Syakilla.
"Jadi kamu gak suka sama dia, kalau gak suka terus terang saja, kasian Fahri kalau harus kamu gantung seperti itu, apa perlu mama yang harus bilang sama Fahri?" Tanya Rosa.
"Tanya apa ?," Tanya Syakilla balik.
"Ya bilang kalau dia sebaiknya mundur saja, karena mama kasian melihat dia dari pada kamu gantung lebih baik dia mencari perempuan yang lain saja," jelas Rosa.
"Kok mama gitu sih?," ucap Syakilla sebal.
"Kamu kan gak suka sama dia terus salah mama dimana? Mama kenal sifat kamu, kalau kamu gak suka ya pasti gak suka," ucap Syakilla.
"Ma udah lah jangan bahas itu," Syakilla tidak mau terus terang tentang perasaannya terhadap Fahri.
" Berarti kamu juga menyukainya bukan? Sudahlah sayang jangan terlalu gengsian mama tau kalau kamu juga menyimpan perasaan dengan Fahri mama bisa lihat itu!!," Ucap Rosa.
"Enggak..." Jawab Syakilla membantah.
"Terserah kamu saja kalau begitu, tapi jangan salahkan Fahri suatu saat dia lelah mengejar kamu dan berpaling hati, dia laki-laki yang tampan dan juga mapan banyak yang menginginkannya," Jelas Rosa.
__ADS_1
"Kok mama malah nakutin Qilla!," Ucap Syakilla.
"Makanya kamu jujur dengan perasaan kamu sendiri, apa salahnya coba untuk jujur mama juga merestui kalian berdua," ujar Rosa.
"Qilla masih bingung dan ragu dengan perasaan Qilla ma, aku juga belum siap untuk menjalin hubungan dengan siapapun," ujar Syakilla.
"Berarti tebakan mama tidak salah kalau kamu sudah menyukai Fahri,"ujar Rosa tersenyum.
"Kenapa mama tersenyum seperti itu?" Tanya Syakilla heran dengan Mamanya.
"Mama hanya senang saja kamu sudah membuka sedikit hati kamu untuk laki-laki, mama sempat berpikir kalau kamu memang tidak menyukai pria, mama hampir saja khawatir." Ucap Rosa tertawa.
" Mama jahat banget aku ini masih normal ma, tega banget berpikir seperti itu sama anak sendiri," ujar Syakilla cemberut.
"Lagian kamu sih sibuk sama Sisil dan Dita saja selama ini, mama tidak menyuruh kamu pacaran karena itu tidak baik dan haram, tapi paling tidak kamu curhat tentang pria saja, itu tidak salah," jelas Rosa.
"Dari mana mama tau kalau aku tidak pernah membicarakan pria?, mungkin saja aku tidak menceritakannya sama mama tapi sama Sisil dan Dita," bantah Syakilla.
"Kamu pikir selama ini mama tidak pernah menanyakan masalah ini sama mereka berdua? Mama selalu menanyakan masalah kamu sama mereka, kamu saja yang tidak tahu!!," ucap Rosa.
"Jadi mama selama ini cari tahu tentang Qilla sama mereka," ucap Syakilla terkejut.
"Terserah mama saja," ujar Syakilla terlanjur kesal.
Syakilla menghabiskan makan malamnya dengan cepat dan masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak mau Mamanya mengintrogasi dirinya lagi tentang masalah Fahri.
Syakilla masuk ke dalam kamarnya dan mengambil laptopnya menuju balkon. Dia sudah sangat lelah dan ingin mengalihkan pikirannya dulu dengan menulis. Mungkin, bagi orang lain healing terbaik adalah dengan berpergian, tapi bagi Syakilla healing terbaik adalah menulis.
Sebelum Syakilla membuka laptopnya dia berdiri di dekat pagar yang membatasi balkonnya dengan udara bebas untuk menghirup udara malam. Saat itu Fahri kembali terlintas di pikirannya.
"Apa aku benar-benar telah jatuh cinta dengannya? Saat aku melihat wajah dan senyumannya aku merasa ada yang aneh dengan jantungku! Apa ini yang dinamakan jatuh cinta!," Syakilla berbicara dengan dirinya sendiri dan memegang jantungnya yang berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Tapi aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan ini, bisa jadi ini hanya perasaan sementara," Syakilla lagi- lagi menepis perasaanya sendiri.
Di keluarga Fahri.
Saat acara makan malam berlangsung. Malam ini Fahri berada di rumah Abi dan Umminya karena biasanya dia tinggal di rumahnya sendiri yang dia dirikan dari hasil jerih payahnya sendiri. Dia hanya datang sesekali ke rumah Abi dan Umminya saat dia tidak sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Dan dia akan mengajar di pasantren kalau Abinya lagi berhalangan atau ustad-ustad lain yang tidak bisa masuk. Fahri bukanlah ahli agama tapi dia bisa dan mengerti tentang agama. Bukannya dia tidak sibuk dengan perusahaanya tapi Abinya mengancam kalau Fahri tidak mau mengajar saat dia memintanya, Fahri tidak bisa lagi datang ke perusahaannya.
Meskipun itu adalah perusahaan yang dia dirikan sendiri tapi tetap saja pasti Abinya ikut andil dalam membangun perusahaan tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang impor ekspor makanan dan minuman halal.
"Fahri kakak mau menanyakan sesuatu sama kamu dan tolong jawab dengan jujur," ucap Zahra di tengah acara makan malam.
"Mengenai apa kak?," Tanya Fahri seraya memasukkan nasi kedalam mulutnya.
" Ini masalah wanita yang kamu sukai, sudah lama kakak ingin menanyakan perihal ini sama kamu tapi kamu sibuk terus," ucap Zahra. Sedangkan Abi dan Umminya fokus mendengarkan saja.
"Fahri sudah menceritakan semua sama Abi," jawab Fahri.
"Kakak ingin mendengarnya dari mulut kamu langsung," jawab Zahra.
"Fahri memang lagi menyukai seseorang sekarang dan Fahri lagi berusaha mendapatkan hatinya, karena untuk menaklukkan hatinya sangat sulit, dan tadi pagi Fahri juga sudah bertemu dengan Mamanya langsung," jawab Fahri.
"Bagaimana reaksi Mamanya?" Tanya Ilham Abinya Fahri.
"Mamanya sangat baik sama Fahri, tapi ya itu! Fahri masih harus berusaha mendapatkan hati anaknya, karena sepertinya ada sesuatu yang yang membuat hatinya tidak bisa menerima Fahri," jelas Fahri.
"Kenapa kamu begitu yakin dengan dia?," Sekarang Aminah, Umminya yang menanyakan.
"Entahlah Ummi tapi saat Fahri ada di dekat dia Fahri merasa senang dan nyaman," ucap Fahri seraya tersenyum.
"Tapi bagaimana kalau dia tidak mau membukakan hatinya untuk kamu," Tanya Zahra.
"Fahri akan tetap berusaha semampu Fahri, kenapa kakak nanyanya seperti itu bukannya mendoakan adik kakak satu-satunya ini untuk mendapatkan wanita incarannya," ucap Fahri.
"Kakak bukannya tidak mendukung kamu. Tapi kita bicara tentang kemungkinannya, bukankah kamu sendiri yang mengatakan sepertinya ada yang dia ragu untuk menerima kamu?," Ucap Zahra.
"Fahri akan berusaha lebih keras lagi apalagi dia wanita yang solehah pasti banyak yang menginginkannya, Fahri akan berhenti kalau dia sendiri yang bilang sama Fahri kalau dia sudah menyukai orang lain," ujar Fahri.
"Abi akan mendukung semua keputusan kamu asal itu untuk kebaikan kamu sendiri," timpal Ilham.
"Ummi juga, tapi kapan kamu akan membawanya ke sini?," sambung Aminah.
Like, komen, vote, and fav.
__ADS_1
πππππππππ