
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Baru beberapa saat Syakilla dan Fahri tertidur
suara orang mengaji di mushalla pondok membangunkan kedua insan yang terlelap dan saling memeluk satu sama lain. Mereka membuka mata secara bersamaan di kala teringat akan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.
Syakilla bangun terlebih dahulu dari lengan suaminya yang dia jadikan sebagai bantal untuk dirinya tidur.
"Selamat pagi istriku," ucap Fahri.
" Selamat pagi,Mas. Mas yang angkat aku ke sini semalam?" Tanya Syakilla. Karena seingatnya mereka semalam berada di balkon kamar dan sedang mengaji.
" Ia, mas yang bawa kamu ke sini," jawab Fahri.
" Kenapa tidak membangunkan aku saja, aku berat tau mas" ucap Syakilla.
"Mana tega mas membangunkan istri mas yang sedang tidur." balas Fahri.
"Kamu mau shalat subuh di sini sendiri atau sama yang lain di bawah? " Tanya Fahri.
" Mas Fahri mau kemana?," Tanya Syakilla.
" Mas shalat di pondok sayang sama Abi juga. Kamu shalat di rumah sama Ummi dan kak Zahra" jawab Fahri.
" Kalau gitu aku shalatnya sama Ummi dan kak Zahra aja," balas Syakilla.
"Siapa yang duluan ke kamar mandi?"Tanya Fahri
" Kalau Qilla dulu boleh gak?" Tanya Syakilla balik.
" Ia, boleh," jawab Fahri.
Syakilla bangun dari tempat tidurnya dan mengambil handuk dan juga baju ganti lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Tidak lama Syakilla keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan baju yang dia bawa ke dalam kamar mandi tapi dia tidak memakai hijabnya lagi ketika bersama dengan Fahri di dalam kamar. Dia juga sudah menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.
"Sudah selesai, " Tanya Fahri.
" Udah mas." jawab Syakilla.
Fahri bangun dari tempat tidur dan meletakkan ponselnya di atas meja yang berada di dekatnya, lalu mengambil handuk dan masuk ke dala kamar mandi.
Syakilla memakai mukenanya dan menyiapkan baju yang akan di pakai oleh suaminya menaruhnya di atas tempat tidur, lalu dia keluar dari kamar.
Saat keluar dari kamar Syakilla berpapasan dengan Zahra yang juga sudah siap untuk shalat.
" Assalamualaikum, Pagi adik kakak yang cantik," ucap Zahra.
" Waalaikumsalam kak, kakak juga sangat cantik," balas Syakilla.
" Suami kamu mana?" Tanya Zahra.
" Mas Fahri masih mandi kak," jawab Syakilla.
__ADS_1
" Oh, kita turun aja kalau begitu. Fahri biasanya kalau di sini shalatnya di pondok sama Abi," ujar Zahra.
" Ia kak , mas Fahri udah kasih tau Qilla tadi," sahut Syakilla.
" Kakak senang kamu sudah jadi adik kakak sekarang, kalau suami kamu jail sama kamu kasih tau kakak ya," ucap Zahra.
Syakilla hanya membalas dengan senyuman saja.
" Oh iya kak, tadi Qilla udah bawa baju yang kakak pesan, nanti Qilla kasih sama kakak ," ucap Syakilla.
" Ia" balas Zahra.
Mereka asik berbincang selama turun menuju mushalla yang masih berada di dalam rumah Fahri, yang di khususkan untuk keluarga.
Fahri sudah keluar dari kamar mandi beberapa menit yang lalu dan sedang memakai pakaian yang di siapkan istrinya.
" Enak juga punya istri mandi ada yang nyiapin air hangat, baju ada yang siapin tinggal pakai saja," gumam Fahri seraya memakai bajunya.
Setelah memakai pakaiannya dan juga sarung yang telah di siapkan Syakilla, Fahri keluar dengan wajah yang berbinar. Dia begitu senang, entah apa yang membuatnya begitu senang.
Fahri turun dan melihat wanita-wanita yang dia cintai duduk menunggu azan selesai di mushalla.
" Assalamualaikum," ucap Fahri.
" Waalaikumsalam," jawab ketiganya.
" Abi di mana Ummi?" Tanya Fahri.
" Sayang makasih ya udah nyiapin baju sama air hangatnya" ucap Fahri membuat Syakilla malu.
" Sama-sama mas" balas Syakilla.
" Senang banget yang udah punya istri," ucap Zahra.
" Kakak iri," ucap Fahri.
"Ngapain kakak iri sama kamu," balas Zahra.
" Zahra, Fahri," tegur Ilham yang baru saja turun.
" Maaf Bi," ucap Zahra dan juga Fahri. Sedangkan Syakilla dan Aminah tersenyum melihat Fahri dan Zahra mendapat teguran dari Abinya.
Syakilla yang baru melihat dengan langsung Fahri dan Zahra yang suka bertengkar seperti yang pernah di ceritakan Aminah padanya tersenyum dan juga terharu melihat keluarga suaminya yang hangat.
" Kita ke pondok dulu ya Ummi, Syakilla, Zahra" ucap Ilham.
" Ia, Bi," jawab ketiganya.
" Aku ke pondok dulu ya sayang," ucap Fahri.
Syakilla menganggukkan kepalanya, setelah para lelaki pergi, mereka juga bersiap-siap shalat jamaah yang menjadi imamnya adalah Ummi Aminah.
Setelah selesai shalat subuh Syakilla, Zahra, dan Ummi Aminah masuk kembali ke kamar mereka menggunakan hijab mereka dan bersiap - siap membuat sarapan untuk suami mereka.
__ADS_1
Sekarang mereka bertiga sudah ada di dapur dan mulai membuat sarapan.
" Ummi, Kak Zahra. Apa mas Fahri punya makanan kesukaan?" Tanya Syakilla yang sedang mengiris bawang merah.
" Kalau Fahri dia tidak pernah pilih- pilih soal makana dia suka semua makanan yang Ummi atau kakaknya siapkan," jawab Aminah.
Pagi ini mereka bertiga menyiapkan nasi goreng dan juga menggoreng ayam sebagai menu sarapannya.
Setelah matang mereka menata di atas meja dan menunggu suami-suami mereka pulang di sofa. Sebelum itu Syakilla masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan baju untuk Fahri mengajar, dia sudah di beritahukan oleh Ummi Aminah kalau sekarang Fahri akan mengajar menggantikan Zahra beberapa waktu.
" Assalamualaikum," ucap Ilham dan juga Fahri yang baru pulang.
" Waalaikumsalam," jawab Zahra dan Aminah.
" Istri aku mana Ummi? " Tanya Fahri.
" Istri kamu di kamar, setelah membuat sarapan dia permisi untuk ke kamar," jelas Aminah.
" Fahri ke kamar dulu kalau begitu," ucap Fahri.
" Dasar gak bisa jauh dari istri,'" ucap Zahra.
"Biarin," sahut Fahri.
Fahri pergi menyusul istrinya yang berada di kamar mereka. Saat Fahri membuka pintu dari luar Syakilla yang baru saja mau memegang handle pintu keburu terbuka.
" Mas Fahri sudah pulang!," Ucap Syakilla terkejut melihat Fahri sudah ada di depan pintu, setelah itu menyalami suaminya dan di sambut oleh Fahri sambil tersenyum.
" Ia, ngapain di kamar?" Tanya Fahri sambil masuk ke dalam kamar sambil melepas pecinya.
" Tadinya mau siapin baju untuk mas mengajar, tapi..." ucap Syakilla menggantungkan ucapannya.
"Tapi kenapa?" Tanya Fahri.
" Tapi aku bingung mas biasanya kalau ngajar pakai baju apa!" Jawab Syakilla tersenyum ke arah Fahri.
" Sini," pinta Fahri supaya Syakilla lebih dekat dengannya.
Syakilla berjalan beberapa langkah ke arah Fahri seperti yang di minta suaminya dengan wajah yang sangat lucu.
" Sini lebih dekat lagi," ucap Fahri tersenyum. Ragu Syakilla lebih mendekat kepada Fahri.
" Udah nggak usah takut, mas nggak akan macam- macam" ucap Fahri mengerti kenapa Syakilla enggan lebih dekat dengannya
Setelah Fahri berkata demikian Syakilla tidak khawatir lagi dan langsung berdiri di dekat suaminya.
" Istri mas ini menggemaskan sekali sih," ucap Fahri.
" Sakit mas," ucap Syakilla
MAMPIR JUGA DI KARYA TERBARU AUTHOR BARU MENETAS.
__ADS_1