
HAPPY READING!!!!πΉπΉπΉπΉ
"Apa itu artinya kamu akan meninggalkan Qilla?," Tanya Fatimah.
"Itulah yang menjadi masalahnya sekarang Bunda di saat Fahri ingin berubah, kenapa Fahri harus menghadapi situasi seperti ini? Fahri juga tidak mau meninggalkan Syakilla walaupun dia menolak Fahri sekarang, Fahri ingin membuktikan kalau Fahri bisa berubah menjadi lebih baik lagi," jelas Fahri.
"Fahri kakak paham, karena kakak juga pernah berada di posisi kamu yang harus memilih antara perasaan dan juga hidup, tapi bukannya kamu sendiri yang bilang sama kakak, kalau jodoh nggak akan kemana! Jadi kenapa kamu takut?," Ucap Zahra.
"Bunda setuju dengan Zahra, masalah Syakilla biar Bunda yang atur, sekarang kamu fokus saja sama pendidikan kamu, apa perlu Bunda pertemukan kalian supaya kamu bisa bicara langsung sama dia?," Tanya Fatimah.
"Boleh Bunda, sebelum Fahri benar- benar pergi Fahri akan menemuinya," ucap Fahri tegas.
"Kamu tenang saja Bunda akan selalu ada di pihak kamu untuk masalah Qilla, asal kamu jangan pernah mengecewakan Bunda," ucap Fatimah.
"Terima kasih Bun, doakan Fahri mudah- mudahan ini jalan terbaik untuk Fahri dan masa depan Fahri," ujar Fahri.
"Bunda selalu mendoakan kalian." ucap Fatimah.
...----------------...
Di tempat Syakilla berada.
Syakilla yang baru sampai di butik Mamanya langsung berhadapan dengan pekerjaan yang sudah menumpuk di tambah lagi Mamanya beberapa hari terakhir tidak datang ke butik.
"Kalau tidak ada Mama pasti aku kewalahan mengerjakan ini semua," gumam Syakilla.
Lama berkutik dengan pekerjaannya sampai suara perutnya terdengar nyaring.
"Aku lupa makan, dasar Qilla," gumam Syakilla.
Syakilla keluar dari ruangan Mamanya untuk mencari makan di luar sekalian mengajak para karyawan Mamanya.
"Apa kalian sudah makan siang?" Tanya Syakilla.
" Sebentar lagi Miss," jawab salah satu dari karyawan.
"Apa pekerjaan kalian masih banyak?," Tanya Syakilla lagi.
" Lumayan banyak Miss," jawab yang lainnya.
" Baiklah, kalau begitu saya keluar cari makan siang dulu, kalian tetap di sini," ucap Syakilla.
" Ia Miss," jawab mereka.
Syakilla pergi mencari makan siang di luar sekaligus membeli untuk para karyawan Mamanya. Tidak membutuhkan banyak waktu Syakilla sudah kembali dengan membawa makan siang untuk semua termasuk dirinya.
"Assalamualaikum," ucap Syakilla.
__ADS_1
"Waalaikum salam, Miss sudah selesai makan siangnya kenapa cepat sekali?" Tanya salah satu karyawan.
" Saya tidak jadi makan siang di luar, kita makan di sini saja saya juga membelinya untuk kalian, tolong panggil yang lainnya juga," pinta Syakilla
" Baik,Miss," jawabnya.
Akhirnya Syakilla menikmati makan siang bersama dengan karyawan Mamanya. Sesekali bercerita dan tertawa bersama.
" Bagaimana keadaan Ibuk, Miss?" Tanya Ria yang baru bergabung.
"Alhamdulillah Mama baik- baik saja, walaupun hari ini Mama kurang enak badan," jawab Syakilla.
" Apa beliau sakit?," Tanya Ria penuh khawatir. Ria adalah salah satu orang yang mengetahui apa yang Mamanya Syakilla alami Selain Bunda Fatimah.
"Mama hanya kurang enak badan saja," jawab Syakilla.
"Apa sudah di periksa ke rumah sakit?"Tanya Ria lagi.
"Kenapa tidak di paksa saja takutnya, terjadi apa-apa?," Ucap Ria terlihat begitu khawatir."
Perkataan Ria membuat Syakilla berpikir yang tidak-tidak.
"Apa yang kamu ketahui sebenarnya? Kenapa saya merasa kalau ada yang kamu sembunyikan tentang Mama saya!," Ucap Syakilla.
"Ahh...Tidak...Maksud saya...," Ria tidak bisa menjawab pertanyaan Syakilla.
"Apa hanya kamu yang mengetahui sesuatu?," Syakilla bertanya dengan seribu pertanyaan. Kerena dia merasa ada yang ganjil dengan perkataan Ria yang seolah memaksanya untuk membawa Mamanya ke rumah sakit.
"Tolong kasih tau saya apa yang kamu ketahui yang tidak saya ketahui, dan saya harap kamu tidak menyembunyikan apa-apa menyangkut Mama saya," ucap Syakilla.
"Saya tidak menyembunyikan apa-apa, saya hanya merasa khawatir saja," balas Ria mencoba untuk tenang.
"Apa kamu yakin tidak menyembunyikan apa-apa?" Tanya Syakilla kurang yakin dengan balasan Ria.
" Saya yakin," jawab Ria.
' Hampir saja, semoga Qilla tidak curiga padaku' batin Ria.
Mereka melanjutkan makan siang mereka walaupun sedikit canggung. Tidak ada yang berbicara lagi di antara mereka.
Syakilla juga masih memikirkan tentang ucapan Ria yang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
'Aku merasa ada yang di sembunyikan Ria dariku, aku tau dia sangat dekat dengan Mama tapi melihat reaksinya saat aku mengatakan Mama tidak enak badan, itu terlalu berlebihan menurutku' batin Syakilla.
Walaupun Syakilla masih penasaran tapi dia tidak memaksa Ria untuk mengatakannya. Dia akan mencari tahu sendiri.
' Sepertinya aku sendiri yang harus mencari tahu kebenarannya' batin Syakilla.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan siang mereka kembali ke pekerjaan mereka masing- masing. Sedangkan, Syakilla dia memilih pulang karena pekerjaannya juga sudah selesai, selebihnya dia menyerahkan butik pada Ria.
" Ria saya pulang dulu, kalau ada apa-apa kabari saya langsung jangan ke Mama," ucap Syakilla.
"Ia, Miss" jawab Ria.
"Assalamualaikum," ucap Syakilla.
"Waalaikum salam, Miss hati-hati di jalan," balas Ria. Mengantar Syakilla sampai di dekat mobilnya.
"Terima kasih," ucap Syakilla sambil membuka pintu mobilnya.
" Sama- sama, Miss" balas Ria
Syakilla mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan pekarangan butiknya yang masih banyak orang.
Sampai di rumahnya Syakilla langsung mencari Mamanya. Tapi, lagi-lagi Mamanya tidak ada di rumah dan mobilnya pun tidak ada di dalam garasi.
"Mama pergi kemana?" Gumam Syakilla saat memasuki rumah.
" Apa Mama ada di kamar," Syakilla terus mencari Mamanya di dalam rumah tapi tidak ada akhirnya Syakilla menelpon sang Mama. Yang ternyata lagi di supermarket karena lagi mencari sesuatu.
Setelah tahu keberadaan Mamanya Syakilla masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan menunaikan shalat asar.
Malam hari saat makan malam berlangsung Syakilla dan Mamanya terlihat tidak saling bicara dan sibuk dengan pikiran dan makanan mereka masing- masing. Tidak ada yang mengeluarkan suara mereka, sampai makan malam selesai.
"Ma..." Panggil Syakilla.
" Iya sayang kenapa?" Tanya Rosa yang lagi duduk di ruang tv. Syakilla menghampiri dan duduk di samping Mamanya yang lagi nonton.
"Qilla mau menanyakan sesuatu sama Mama, tapi tolong jawab dengan jujur!," Ucap Syakilla.
"Mau menanyakan apa? Serius banget!," Tanya Rosa.
"Sebenarnya apa yang sedang Mama sembunyikan dari Qilla?," Tanya Syakilla.
"Apa maksud kamu sayang! Mama tidak menyembunyikan apa-apa dari kamu," jawab Rosa menghindari kontak mata dengan Syakilla.
"Qilla tau Mama lagi mencoba menyembunyikan sesuatu sama Qilla, jawab jujur Ma, jangan sampai Qilla tau dari orang lain!," Ucap Syakilla.
"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan ini sama Mama?," Tanya Rosa balik.
"Itu gak penting. Yang penting sekarang Mama jawab pertanyaan aku," balas Syakilla.
Like, komen, vote, and fav.
ππππ
__ADS_1