
"Kamu kenapa Fahri?," Tanya Bunda Fatimah.
"Kalian membuatku terkejut saja, kenapa berhenti mendadak?," umpat Fahri.
"Kamu yang kenapa, apa yang sudahlah, membuat kami terkejut saja mana besar sekali suaranya.,'' balas Ummi Aminah.
Belum sempat Fahri menjawab Abinya Fahri sudah memanggil istrinya.
"Ummi, ternyata di sini dari tadi Abi cariin, Fahri kemana tadi Abi suruh dia bantu cari tapi gak balik-balik," ucap Abi Ilham.
" Maaf Abi, tadi Ummi dapat telpon dari Syakilla jadi Ummi menghampiri Syakilla di depan kasian karena dia tidak mengenal siapapun di sini," ujar Ummi Aminah pada suaminya.
"Tidak apa-apa tapi setidaknya kasih tau Abi dulu sebelum pergi," tutur Abi Ilham.
"Maafin Ummi," ucap Ummi Aminah.
"Abi maafkan, tapi di mana Fahri?," tanya Abi ilham.
"Dia di....kemana ya tadi dia di sini sama kami," jawab Ummi Aminah menunjuk ke belakang tapi sudah tidak ada Fahri lagi di sana.
"Kemana Fahri," gumam Ummi.
"Paling dia kabur lagi seperti biasanya," kata Abi Ilham.
"Anak itu selalu saja begitu!," ujar Ummi Aminah sedikit kesal
"Sudah, kita masuk dulu acara mau di mulai kita hanya menunggu Ummi dan Fahri saja." jawab Abi.
"Terima kasih nak Syakilla mau berkenan hadir," ucap Abi Ilham.
" Saya yang seharusnya bilang terima kasih karena Abi dan keluarga sudah mau mengundang saya Abi," balas Syakilla.
"Kita masuk ke dalam saja sekalian dampingi Zahra di dalam," ajak Abi Ilham.
"Iya Abi," jawab Syakilla.
__ADS_1
Syakilla ikut bergabung bersama keluarga Ummi Aminah. Sebenarnya dia merasa canggung di samping orang orang hebat itu, tapi mau bagaimana lagi, Syakilla tidak mungkin pulang sekarang.
Syakilla mengikuti sampai acara selesai dan tamu sudah pulang satu per satu. Alhamdulillah acara berjalan dengan khidmat dan lancar.
Syakilla ingi pulang tapi di larang oleh Ummi Aminah dan Zahra. Karena mereka masih ingin mengobrol dengan Syakilla lebih lama lagi. Sedangkan Bunda Fatimah sudah pulang terlebih dahulu karena tidak mungkin meninggalkan panti terlalu lama.
"Ummi, Abi, Kak Zahra, Qilla permisi pamit dulu kalau begitu!" kata Syakilla meminta izin untuk pulang. Dia sengaja tidak menyebut nama Fahri padahal ada Fahri di sana juga.
"Apa boleh kamu tetap di sini sebentar lagi, kalau kamu tidak sibuk," pinta Zahra.
"Saya tidak sesibuk itu kak, saya bisa Inn Syaa Allah. " jawab Syakilla.
Ingin menolak tapi tidak mungkin, tetap di sana membuatnya tidak nyaman. Bukan dengan Ummi dan yang lainnya tapi dengan Fahri. Namun, dia merasa lega karena saat ini dirinya memakai cadar jadi dia yakin kalau Fahri tidak akan mengenalnya ataupun curiga padanya.
'Tapi kenapa sikapnya berbanding balik dengan sikapnya saat bertemu denganku saat tidak memakai cadar, dia terkesan cuek hari ini apa karena dia tidak menyukai wanita bercadar? Dasar laki laki bukankah yang tertutup lebih baik?' batin Syakilla. Merasa ada yang berbeda dengan sikap Fahri saat bertemu dengan dirinya yang berbeda versi.
Namun, semua yang di pikirkan Syakilla tentang Fahri salah. Fahri malah semakin curiga dengan sikap Syakilla. Dari yang tidak mau berbicara dengannya tidak menjawab apa yang dia tanyakan dan gelagatnya seperti sedang menjauhi dirinya. Apalagi waktu Syakilla datang dan reflek menyebut dirinya kamu.
'Kenapa aku semakin yakin dia dan Qilla adalah orang yang sama,' batin Fahri.
'Mungkin perasaanku saja, mana mungkin Syakilla memakai cadar seperti ini, lagi pula kalau dia benar benar Syakilla Bunda pasti mengenalnya tadi' Fahri menepis semua apa yang dia pikirkan tentang Syakilla.
'Mungkin karena aku merindukannya saja, kapan dia datang lagi ke panti ya, aku lupa menanyakannya sama Bunda lagi' pikir Fahri sambil tersenyum.
Ketika Fahri tersenyum tidak sengaja Zahra melihat ke arah adiknya itu dan memberi tahukan kepada Ummi dan Abinya.
"Fahri" Panggil Ummi Aminah.Tetapi Fahri masih dengan dunia khayalannya.
"Fahri" panggil Abi dan menepuk bahu Fahri.
"Sya.." ucap Fahri reflek hampir kecoplosan.
"Sya! Maksud kamu apa?" tanya Abi
"Bukan apa-apa Bi," jawab Fahri salah tingkah.
__ADS_1
"Apa kamu mau membohongi Abi?," tanya Abi Ilham
"Aku tidak berbohong Abi, maksudku Syaayang sekali sebentar lagi kakakku yang tersayang ini akan menikah, itu maksud Fahri, ya kan kakakku tercinta" kilah Fahri memeluk Zahra
"Mana kakak tau kamu memikirkan apa?," Ucap Zahra.
"Lepasin kakak, gak malu apa sama Qilla?," ucap Zahra.
"Ngapain malu, yang aku peluk kakakku sendiri bukan kakak orang lain, emang boleh peluk kakak orang lain?," Tanya Fahri tanpa berpikir.
Bukkk
Abi Ilham langsung memukul bahu Fahri saat mendengar perkataan Fahri.
Syakilla yang melihat itu tersenyum tapi tidak ada yang tahu karena Syakilla memakai cadar.
"Kenapa Abi memukul Fahri, Fahri hanya bercanda," kata Fahri.
"Makanya kalau mau mengeluarkan kata-kata pikirkan dulu jangan asal," Abi Ilham menasehati Fahri.
"Maaf Bi," ucap Fahri.
"Kalau Abi mendengar kamu berbicara seperti itu lagi, Abi akan menghukum kamu,, mengerti. " ujar Abi Ilham.
"Abi Fahri ini sudah dewasa kenapa di hukum segala seperti anak kecil saja," protes Fahri.
"Fahri jaga sikap kamu sama Abi, kakak gak suka," kata Zahra.
" Iya Kak," jawab Fahri pasrah.
jangan lupa!
LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAVORIT.
TERIMA KASIH WAKTUNYA💜🙏
__ADS_1