Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Akan tinggal bersama suami


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang dengarkan penjelasan mas dulu," potong Fahri.


"Mas, cuma mau oleskan minyak ini," sambung Fahri menunjukkan minyak kayu putih yang ada di tangannya sebelum Syakilla mau melanjutkan ucapannya.


" Serius, Mas gak bohong kan?," Tanya Syakilla.


" Mas, nggak bohong, ngapain mas bohong sama kamu sayang, " jawab Fahri.


" Belum juga di apa-apain udah begitu," batin Fahri.


" Awas kalau Mas macam-macam," ucap Syakilla.


" Memangnya kenapa? Kamu istri Mas, itu hak Mas,"balas Fahri mendekati Syakilla di atas kasur dia kembali menemukan celah untuk menggoda istrinya.


" Mas, jangan macam-macam ya! Aku bakal teriak," ucap Syakilla menarik selimutnya.


" Kenapa? Teriak saja, lagian kamu istri Mas sekarang," ucap Fahri naik ke atas tempat tidur.


" Mas," ucap Syakilla.


" Ia, sayang," balas Fahri lembut.


" Kita pulang aja ya! Sebentar lagi udah malam, bukannya kata Mas nanti ada tahlilan untuk Mama," ucap Syakilla.


"Kita pulang nanti saja, Mas mau berduaan dengan istri Mas sekarang" ucap Fahri sengaja mau menggoda Syakilla.


" Mas," ucap Syakilla sudah ketakutan.


Fahri memegang tangannya Syakilla, Syakilla semakin ketakutan dengan tingkah Fahri.


" Mas, jangan," ucap Syakilla.


Kemudian Fahri tertawa dan menarik Syakilla dalam pelukannya. Tadinya Fahri ingin lanjut menggoda istrinya tapi karena melihat istrinya yang sudah ketakutan Fahri jadi tidak tega melakukannya, dia juga takut tidak bisa mengontro dirinya sendiri.


" Maaf, Mas tidak bermaksud membuat kamu ketakutan, Mas hanya bercanda. Kita makan ya! Kamu belum makan apa-apa sejak pagi," ucap Fahri.


" Mas, kenapa iseng banget sih? Sama istrinya sendiri" ucap Syakilla kesal.


" Karena saat kamu sangat lucu sayang, Mas jadi pengen makan kamu sekarang," ucap Fahri.


" Tega banget mau makan istrinya sendiri" ucap Syakilla melepaskan pelukannya dari Fahri tidak mengerti


" Istri Mas ini sangat polos, kita makan dulu setelah itu kamu minum obat," ucap Fahri mengacak rambutnya Syakilla yang indah.


" Aku enggak lapar mas," jawab Syakilla.


" Kamu harus makan walaupun sedikit," ucap Fahri.


"Tapi..."ucap Syakilla


"Tidak ada tapi- tapian, sekarang kamu makan," ucap Fahri.

__ADS_1


Mengambil makanan yang sempat dia beli sat di perjalanan menuju rumahnya Syakilla. Dan Fahri keluar dari kamar mertuanya untuk mengambil air dan juga piring.


Tidak lama Fahri kembali dengan piring,sendok dan juga air di tangannya. Fahri menyiapkan makanannya untuk mereka makan.


"Buka mulutnya!" Pinta Fahri


"Bismilllah," ucap Fahri pelan.


Syakilla membuka mulutnya merskipun terpaksa.


" Bilang aja mau di suapin sama suami kamu yang tampan ini" ucap Fahri membuat Syakilla tersenyum.


" PD banget" ucap Syakilla.


" Tapi, ini kenyataannya sayang, kamu tau? Kalau para santriwati tau kalau Mas sudah punya istri, pasti mereka akan patah hati, " ucap Fahri.


" Bilang aja kamu juga suka, aku nggak mau makan lagi," ucap Syakilla bangun dari tempat tidurnya.


" Sayang, kamu cemburu," ucap Fahri mengejar Syakilla.


" Sayang makan dulu, setelah itu minum obat kamu belum sehat," ucap Fahri.


" Kasih aja sama santri kamu itu" ucap Syakilla masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Dia mau belajar mengikhlaskan kepaergian Mamanya, dia tidak akan menangis lagi sekarang. Sudah cukup dia menangis selama ini, menangisi kepergian Mamanya adalah yang terakhir yang bisa membuatnya menangis.


Dia mencoba menerima semua yang sudah Allah takdirkan untuknya.


" Sayang kamu minum obat dulu," ucap Fahri ikut masuk ke dalam kamar Syakilla


" Sayang please dengarkan aku, ini untuk kebaikan kamu sendiri. Setelah itu kita pulang," ucap Fahri.


" Mulai sekarang kamu akan tinggal di pondok bersama Mas, Abi dan Ummi, kamu mau kan?" Tanya Fahri.


" Tapi, rumah ini gimana? Terlalu banyak kenangan yang aku lewati bersama Mama di rumah ini," ujar Syakilla.


" Rumah ini akan tetap ada, sesekali kita akan menginap di sini," ucap Fahri.


"Baiklah Mas, aku ikut kamu saja," balas Syakilla.


" Setelah ini, Mas bantu bereskan apa yang akan kamu bawa," ucap Fahri.


" Tapi, bagaimana dengan butik? Apa aku tetap boleh bekerja?" Tanya Syakilla.


" Kita bicarakan ini nanti sekarang kamu makan terus kita bereskan baju kamu, dan yang lain juga" ucap Fahri.


" Sekarang kamu makan terus minum obat" sambung Fahri.


"Aku bisa makan sendiri, Mas," ucap Syakilla.


" Biar Mas aja yang suapain istri mas yang manja ini," ucap Fahri.


" Aku ini wanita tangguh, aku tidak manja," bantah Syakilla.

__ADS_1


" Kalau manja juga tidak apa-apa, Mas juga menyukainya." balas Fahri.


Syakilla menerima suapan demi suapan yang di berikan suaminya, Syakilla terharu dengan kelembutan laki-laki yang berada di depannya ini, yang tidak lain adalah suaminya sekarang.


"Suami, bahkan aku belum memberikan dia haknya sebagai suami," batin Syakilla.


" Maafkan aku Mas, aku belum bisa jadi istri yang sempurna untuk kamu" ucap Syakilla menatap wajah tampan suaminya.


" Kenapa kamu bicara seperti itu?" Tanya Fahri tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Syakilla.


" Aku minta maaf karena aku belum bisa memberi hak kamu sebagai seorang suami," gumam Syakilla masih bisa di dengar Fahri.


" Mas, tidak akan memaksa kamu sampai kamu siap. Lagi pula kita berada dalam situasi seperti ini, jadi mas bisa memakluminya." ucap Fahri.


" Terima kasih Mas sudah mau mengerti posisi aku sekarang," ucap Syakilla.


"Jangan menangis lagi, ini bukan salah kamu." ucap Fahri.


" Sekarang habiskan makanannya setelah itu kita beres- beres," ucap Fahri.


Syakilla menghabiskan makanannya bersama dengan Fahri mereka makan berdua, kemudian Syakilla meminum obat yang di kasih dokter.


Syakilla membereskan apa yang akan dia bawa ke rumah suaminya. Dia memilih tinggal di sana bersama dengan suaminya, dia akan patuh dengan Fahri karena ini juga yang di inginkan Mamanya.


"Syakilla harap Mama bisa bahagia dengan melihat Syakilla bahagia dengan Mas Fahri laki- laki yang sangat ingin mama jadikan menantu, bahkan Mama selalu memihak Mas Fahri dari pada Qilla anak Mama sendiri," batin Syakilla seraya memasukkan bajunya ke dalam koper.


" Sudah siap?" Tanya Fahri.


" Sudah, Mas." jawab Syakilla.


" Sini biar Mas yang bawa" ucap Fahri.


"Kita pergi sekarang? Apa ada yang ketinggalan?," Tanya Fahri.


" Sepertinya aku melupakan sesuatu,Mas turun aja aku akan menyusul di belakang," jawab Syakilla.


" Jangan lama-lama," ucap Fahri mengangkat koper Syakilla dan membawanya turun.


Sedangkan Syakilla masuk ke dalam kamar kerjanya untuk mengambil gaun pengantin kakak iparnya, dia hampir saja melupakan itu. Setelah mengambil kotak yang berisi gaun di dalamnya Syakilla turun menyusul Fahri yang sudah menunggunya di dalam mobil.


"Syakilla," panggil Diana.


"Tante Diana" ucap Syakilla


" Tadi siang tante ke rumah sakit, terus kata suster kamu sudah pulug, kamu pulang ke mana? Dimana Mama kamu?," Tanya Diana.


" Mama sudah meninggal Tante," ucap Syakilla.


" Innalillahiwainnailaihirajiun" ucap Diana.


" Sekarang kamu mau kemana?" Tanya Diana.


" Sekarang Syakilla mau tinggal di rumah suami Syakilla, Mama juga di makamkan di sana," jawab Syakilla.

__ADS_1


" Kapan kamu punya suami? Sekarang dimana suami kamu?" Tanya Diana tidak percaya.


"Saya ada di sini," ucap Fahri.


__ADS_2