Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Tahajud bertiga


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹


" Sekarang Mama tidur lagi," ucap Fahri membenarkan bantal agar mertuanya bisa tidur dengan baik.


Setelah mertuanya tidur Fahri kembali ke sofa dan duduk di sana. Dia memikirkan setiap ucapan dari mertuanya barusan.


" Semoga ini bukan pertanda apapun ya Allah. Panjangkanlah umurnya, angkat semua penyakitnya." ucap Fahri merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Tengah malam Fahri terbangun kerena mimpi yang dia alami dan mendapati istrinya masih tertidur begitu juga dengan Mama mertuanya. Fahri bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengambil wudhu. Dia akan melaksanakan shalat tahajud agar lebih tenang.


Setelah kembali dia mendapati istrinya juga sudah terbangun dari tidurnya.


" Sayang, kenapa bangun?," Tanya Fahri.


" Aku gak tau Mas, tiba-tiba perasaan aku jadi gak enak," jawab Syakilla dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


" Kenapa Mas juga bangun?" Tanya Syakilla.


" Mas, mau shalat tahajud kamu mau ikut, supaya perasaan kamu lebih tenang," ajak Fahri.


" Sebentar aku ambil wudhu dulu, " balas Syakilla.


" Iya, sayang," ucap Fahri.


Seraya menunggu Syakilla mengambil wudhu Fahri menyiapkan sajadah untuk mereka shalat.


" Fahri," panggil Rosa.


" Mama kenapa bangun? Kita ganggu Mama ya," Tanya Fahri menghentikan aktifitasnya.


"Tidak, Mama juga mau shalat tahajud sama kalian " jawab Rosa pelan berusaha untuk bangun meskipun susah.


" Mama tidak usah bangun kalau gak kuat, Mama tayamum aja," ucap Fahri membantu Mama mertuanya supaya bisa bangun.


" Mama wudhu di kamar mandi saja Fahri, Mama masih kuat," jawab Rosa


" Mama bangun, Mas?," Tanya Syakilla yang baru keluar dari kamar mandi setelah mengambil wudhu.


" Ia, sayang. Mama mau ikut shalat tahajud sama kita," jawab Fahri.


" Bantuin Mama ke kamar mandi ya sayang, Mama mau wudhu dulu. Kamu bawa mukena Mama kan?," ucap Rosa.


" Ia, Ma, Syakilla bawa" jawab Syakilla.


Rosa berusaha bangun dari ranjangnya di bantu Syakilla dan juga Fahri menuju kamar mandi dengan menggunakan kursi roda. Setelah merasa aman Fahri keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Syakilla dan Mamanya di dalam sana.


Tidak lama meraka keluar dari kamar mandi. setelah berwudhu. Fahri langsung bangun dari duduknya untuk membantu istrinya lagi.


" Biar aku aja Mas, kamu ambil wudhu lagi sana, udah batal kan wudhu kamu" ucap Syakilla. Karena saat membantu Rosa bangun Fahri tidak sengaja bersentuhan tangan dengan Syakilla.


" Tapi beneran gak pa-pa. Kamu kuat angkat Mama ke atas kasur?" Tanya Fahri perhatian.

__ADS_1


"Aku kuat kok mas," jawab Syakilla


" Kalau enggak kuat Mama shalat di kursi roda saja nanti," ucap Rosa memberi solusi.


" Baik, Mas ambil wudhu dulu," ucap Fahri. langsung berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu sekali lagi.


Setelah Fahri keluar Syakilla dan Mamanya sudah siap menggunakan mukenanya masing-masing dan mertuanya juga sudah berada di atas kasurnya.


" Sudah siap," Tanya Fahri.


" Sudah Mas" jawab Syakilla.


Mereka bertiga mulai melaksanakan shalat tahajudnya dengan khusyuk. Setelah shalat tahajud mereka memanjatkan doa yang di pimpin oleh Fahri.


Setelah itu Syakilla mencium tangan suaminya. Namun, pada saat mereka akan mencium tangan Rosa. Mereka melihat Rosa sudah memejamkan matanya.


" Apa Mama tertidur, Mas?," Tanya Syakilla saat mendapati Mamanya memejamkan mata. Fahri bingung, curiga sekaligus khawatir takutnya ini semua terjadi seperti dalam mimpinya.


" Semoga Mama hanya tertidur, bukan seperti dalam mimpiku barusan," batin Fahri.


" Ma," Panggil Syakilla menggoyangkan lengan Mamanya supaya terbangun. Namun, tidak ada reaksi apapun dari Mamanya.


" Mama," panggil Syakilla lagi. Sedangkan, Fahri semakin khawatir.


" Mama, bangun dulu," ucap Fahri.


" Sayang kenapa Mama gak mau bangun?" Tanya Syakilla.


" Ma, Mama dengar Qilla kan," ucap Syakilla mulai berkaca-kaca.


Tittttttttt.


Suara monitor rumah sakit yang menunjukkan garis lurus.


"Mama," panggil Syakilla lagi.


" Mas, Mama," ucap Syakilla.


" Mas, panggil dokter dulu. Kamu jangan menangis" ucap Fahri berlari keluar.


Tidak lama masuk seorang dokter dengan buru- buru.


"Dok, Mama saya dok," ucap Syakilla menangis.


"Bisa tolong keluar sebentar," ucap Dokter.


" Tapi, dok." ucap Syakilla.


" Sayang kita keluar dulu, biarkan dokter bisa melakukan tugasnya dulu," ucap Fahri menarik Syakilla pelan supaya mau keluar.


" Mas, Mama akan baik-baik aja kan" ucap Syakilla tidak kuasa menahan tangis.

__ADS_1


" Kita doakan supaya Mama baik-baik saja, kamu yang tenang dulu," ucap Fahri memeluk Syakilla.


" Aku gak mau Mama kenapa- kenapa Mas, Aku gak mau kehilangan Mama," ucap Syakilla.


" Sayang dengarkan Mas, Mama pasti baik-baik aja, sekarang kamu yang tenang. Doakan Mama kita doakan sama-sama," ucap Fahri.


Syakilla memeluk Fahri dengan erat dan menangis dalam pelukan suaminya.


" Tenanglah," ucap Fahri.


Fahri tidak bisa menyuruh Syakilla untuk tidak menangis karena bagaimanapun pasti istrinya akan sangat sedih apalagi hanya Mamanya yang selama ini ada untuknya.


" Mas, aku takut Mama akan tinggalin aku sendiri," ucap Syakilla sudah sedikit lebih tenang.


"Jangan bicara seperti itu, Mama orang yang kuat pasti dia bisa melewati ini semua, dan sekarang ada aku di sini kamu tidak sendiri lagi," ucap Fahri berusaha tegar. Padahal dia juga hampir menumpahkan air matanya tidak tega melihat istrinya yang menangis.


" Mas, aku takut," ucap Syakilla.


" Kita hanya bisa mendoakan Mama sayang," hanya itu yang bisa Fahri katakan.


" Kita duduk dulu," ajak Fahri.


" Kamu tunggu di sini aku akan mencari air putih dulu," ucap Fahri.


" Jangan pergi, kamu di sini saja temenin aku" ucap Syakilla tidak mau melepaskan pelukannya.


" Ia, aku tidak akan kemana-mana" balas Fahri tetap memeluk istrinya.


"Ya Allah jika memang mimpi hamba akan menjadi kenyataan, hamba mohon berilah kesabaran untuk istri hamba agar bisa menerima ini semua dengan hati yang lapang" batin Fahri tidak tega melihat istrinya yang terus menangis.


Tidak lama beberapa suster berlarian ke arah kamar Mamanya Syakilla dengan buru-buru, membuat Syakilla semakin cemas.


"Mas, kenapa mereka semua masuk ke dalam kamar Mama, Mama baik-baik saja kan" ucap Syakilla kembali menangis dan melepaskan pelukannya dari Fahri.


" Mas juga tidak tau sayang, kita doakan saja semoga Mama tidak apa-apa," ucap Fahri.


" Kenapa mereka lama banget sih Mas," ucap Syakilla.


" Sabar sayang, kita tunggu saja dokter keluar. Kamu duduk dulu," ucap Fahri.


Tidak lama Dokter keluar dari dalam kamar Rosa. Syakilla yang melihat dokter keluar langsung bangun dan menghampiri dokter serta mencerca beberapa pertanyaan kepada dokter.


" Bagaimana Mama saya dok? Mama saya baik-baik saja kan? Mama saya tidak apa-apa kan dok?" Tanya Syakilla.


" Kenapa dokter diam saja! Jawab saya dok!'" Ucap Syakilla menangis.


" Sayang dengar dulu apa yang akan dokter katakan, kalau kamu nanya terus gimana cara dokter jawabnya," ucap Fahri.


" Maaf, Mas aku hanya mengkhawatirkan Mama," ucap Syakilla.


" Mas ngerti," balas Fahri.

__ADS_1


" Gimana keadaan mertua saya dok," Tanya Fahri mewakili Syakilla.


__ADS_2